Wagamama Onna ni Tensei Chapter 10 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Wagamama Onna ni Tensei Chapter 10 Bahasa Indonesia

March 21, 2017 Exicore

Chapter 10 – Janji


“Nyonya, Tuan berkata Beliau akan datang.”

Berta yang kembali setelah membuka pintu memberitahukan mengenai kedatangan suamiku.

“Begitukah? Kalau begitu, akan kutunggu dia di ruang tengah lantai satu. Haruskah kita… menyiapkan secangkir teh?”

Sebelum ini dia langsung pergi, mungkin tidak perlu?


Mungkin tidak ada waktu untuk teh?

“Akan segera saya siapkan.”

‘Sudah jelas kan!’ tersirat dari jawaban Berta yang kini berdiri.

Ya, maaf deh.

Saat aku menuruni tangga, aula utama dalam kondisi berisik.

Ah, dia sudah datang ya.

Dia pasti langsung datang setelah memberi informasi barusan.

Apa urusannya kali ini?

Memikirkan hal tersebut, aku berjalan untuk menyambut Christhard.

“Apa yang kau pikirkan?”

Saat kami duduk menghadap satu sama lain di ruang tamu, Christhard berkata demikian dengan nada tinggi.

“Eh?”

“Hal yang kau lakukan setelah siuman.”

Hmm~ benar juga. Sifatku (Amalie) jadi berubah total, ya?

Setelah demam tinggi, aku tidak lagi berteriak histeris di dalam rumah, tidak lagi pergi ke pesta, dan hanya hidup tenang bersama Wirbel.

Sangat tidak biasa. Tidak, bahkan bisa dibilang itu mengerikan…

Dicurigai hanya karena hidup dengan tenang itu rasanya menyedihkan, ya?

Baiklah, kali ini akan kuluruskan!

Aku mencurahkan perasaanku sambal menatap mata hijau gelap seperti yang dimiliki Wirbel.

“Aku menyadari tidak ada yang lebih penting bagiku selain Wirbel.”

Kurasa aku sudah mengatakan semuanya.

Aku yakin Amalie juga menyadarinya dan dia pasti juga berubah.

Kasih sayang terhadap Wirbel seharusnya telah menyembuhkan rasa kesepian dalam lubuk hati terdalam Amalie.

Saat melihat dirinya yang tersenyum bahagia…

Duniaku berubah dengan “menyadari” yang sebelumnya “tak disadari”.

“Begitukah.”

Christhard mengangguk dan bergumam “akhirnya, ya?” dengan suara senyap.

Eeh? Apa Christhard sebenarnya menaydari tatapan amalie terhadap Wirbel?

Jadi sebenarnya dia tidak apatis?

“Boleh aku tanya kepadamu bagaimana perilaku Wirbel di kediaman utama?”

“Ya, dia anak yang baik dan periang.”

Ucap Christhard dengan penuh kebanggan.

Tuh kan, sudah kuduga!

Eh, tunggu. Apa dia menyiratkan kalau dia lebih memahami Wirbel daripada aku?

Aku tidak akan dari siapapun kalau soal Wirbel! Eh, kenapa aku malah jadi cari masalah begini…

“tolong ceritakan lebih banyak.”

Aku berhasil menenangkan alisku dan memaksakan senyuman.

“Fumu, dia akur dengan Arthur dan bersikap baik pada Anneliese. Ah, sepertinya kau sempat memberikan kue padanya tempo hari. Dia menyombongkan diri pada Arthur betapa enaknya kue itu. Kau juga memberikannya pada beberapa pelayan, kan? Banyak rumor yang kini beredar di kediaman utama karena hal tersebut.”

Yang benar saja…

Berta menganggukkan kepala saat aku melihat ke arahnya

Ya sudahlah, bukan rumor yang buruk, kan?

“Lalu, hmm.. Wirbel jadi sering tersenyum. Dia sepertinya bahagia.”

Aku mengadahkan kepala karena perkataan Christhard, matanya melihat ke arahku dengan tenang.

“Begitu… kah…”

“Ya.”

Setelah ucapannya yang hampir membuatku menangis, Christhard memberikan saran singkat.

“Sebaiknya kau dengarkan langsung dari Wirbel tentang sejauh mana dia belajar. Baiklah, aku pergi dulu.”

Mengatakan yang perlu dia katakan, Christhard berdiri dari bangkunya dan pergi sebelum aku sempat mengatakan apapun.

“Aku belum sempat berterima kasih.”

Apa kedatangannya tadi hanya untuk memberitahukan tentang hal barusan?

Tentang bahagianya Wirbel, dan juga memberi saran agar tidak mengusik senyuman Wirbel lagi.

“Terima kasih banyak. Aku berjanji.”

Aku mengingat Wirbel yang memelukku dan berkata “jangan pergi ke manapun.” Saat aku bangun dari demamku.

Aku tidak akan membuatnya khawatir lagi.

Aku akan melindungi senyuman anak itu.

“Nyonya…”

Berta yang biasanya serius jadi sedikit ragu.

“Maaf mengganggu, tapi Direktur Becker telah menunggu anda cukup lama. Apa yang harus saya lakukan?”

Ah, benar juga! Aku benar-benar lupa karena kedatangan Christhard, tapi hari ini harusnya Becker membawakan cetak biru dari peralatan masak dan ovenku! Apa aku membuatnya menunggu terlalu lama?

“Ayo segera ke sana.”

Bergegas menuju ke ruang tamu, Dennis Becker berdiri dari sofa dan membungkuk dengan ekspresi gembira.

“Maaf membuatmu menunggu.”

“Tidak, tidak sama sekali. Kami minta maaf karena butuh waktu lama menyiapkan cetak biru untuk pesanan anda. Tapi, karena produknya sudah selesai, tidak masalah bagi saya untuk menunggu.”

Berkata demikian, becker meletakkan beberapa produk di atas meja.

“Dengan persetujuan nyonya, kami telah memulai produksi masal wadah dan sendok pengukur ini secepat mungkin. Silahkan.”

“O-Oh.”

Becker merunduk terlalu maju sehingga dirinya hampir jatuh.

Terlalu antusias itu menyeramkan..

Tapi, karena antusiasme yang sama, peralatan masak yang kupesan selesai seperti permintaanku.

“Nyonya… kalau mungkin, saya ingin meminta sesuatu pada anda…”

Becker Bertanya dengan sedikit kesusahan.

“Apa?”

“bisakah tolong beritahukan pada saya kegunaan dari whisker… dan kenapa bentuknya seperti itu?

Hmm, bagaimana menjelaskannya ya?

Hmm… mungkin akan lebih cepat kalau langsung kuperlihatkan kepadanya.

“Ayo ke dapur. Akan kuperlihatkan kepadamu bagaimana menggunakannya.”

“Eh!? Sa-saya tidak mungkin merepotkan anda seperti itu…”

Melangkah ke dapur untuk melakukan demonstrasi, becker sedikit tidak yakin pada apa yang kuajukan.

Ya, istri duke biasanya memang tidak bekerja di dapur, kan?

Berta juga dengan sedikit segan mencoba untuk menghentikanku memasak (walau akhirnya kalah dari godaan kue).

“Sebenarnya kamu akan lebih mudah paham dengan melihat. Lagipula tidak mungkin menjual sesuatu yang tidak bisa kau pahami, kan?”

“Oh, begitukah!”

Becker seketika tertarik.

Dia langsung bereaksi saat mendengar “tidak mungkin menjual”.

Sama halnya seperti menyodorkan kue di hadapan pada Berta.


Nah, mari kita mulai acara masak-memasaknya!




No comments:

DMCA.com Protection Status