Wagamama Onna ni Tensei Chapter 12 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Wagamama Onna ni Tensei Chapter 12 Bahasa Indonesia

March 21, 2017 Exicore

Chapter 12 – Mari Tanyakan pada Berta


“Mama! Sayuran di sup ini bentuknya seperti burung!”

Ucap wirbel dengan suara riang, memperhatikan potongan sayuran yang mengapung dalam mangkuk supnya.

Ya, aku tadi meminta kepala koki untuk memotong sayuran dengan cetakan.

Sup untuk orang dewasa sama seperti biasanya. Tapi untuk anak-anak, semua sayuran dibentuk seperti burung, bunga, dan dedaunan. Karena kepala koki begitu terkejut dan tertarik, dia mungkin akan makan sup anak-anak untuk hari ini.



“Bentuknya lucu dan enak!”

Wirbel dengan lahap memasukkan sup berwarna layaknya madu ke dalam mulutnya.
Rasa sup hari ini terasa lebih dalam dari biasanya.

Aku juga telah menyarankan kepala koki untuk memasak kaldu dengan campuran daging dan sayuran.

Terkadang, aku juga memintanya membuang buih yang muncul saat merebus.

(TLN: sedikit trivia, kalau merebus kaldu, biasanya akan ada buih/busa yang muncul. Ga bgitu yakin karena saya jarang masak, tapi katanya rasa kaldu akan lebih ‘bersih’ kalau buih itu dibuang. Info lebih lanjut, googling 灰汁 )


“Kamu benar. Rasa sayurnya jadi lebih enak.”

“Iya kan? sayurnya enak!”

Sip, dengan ini aku berhasil mengatasi ketidaksukaannya!

Suka atau tidak pokoknya Wirbel harus makan, soalnya kamu harus tumbuh dengan sehat!

Melihat Wirbel yang memakan swiss roll dengan riang membuatku berpikir bahwa asupan nutrisi suatu makanan tak hanya harus sehat, namun juga bisa membawa kebahagiaan.

Sehingga waktu itu, aku meminta kepala koki memanggang beberapa swiss roll.


Yah, aku juga salah karena terlalu banyak bicara.

Aku sedikit menyesal telah mengatakan kalau menambahkan potongan buah akan memperkaya rasa krim segar yang digunakan sebagai isi.

Sebagai akibatnya, kepala koki jadi memanggang kue tanpa henti.

Hari ini, dia akan meminta orang-orang dari kediaman utama untuk mencicipi swiss roll buatannya.


Lalu soal si Becker… apa dia itu hyena!? Hidungnya benar-benar tajam…

Selain soal tepung kentang, entah bagaimana dia berhasil mencium soal puzzle yang kubuat.

(TLN: mulai sekarang pati kentang diubah menjadi tepung kentang)

Pebisnis memang mengerikan.

Yah, aku yakin sumbernya adalah pelayan di tempat ini, karena kurasa mereka juga ingin memilikinya.

Becker berkata akan membawa rancangan awal puzzle-nya kalau datang lagi.

Berhubung masih ada masalah dengan desain oven-nya, apa mungkin nanti dia juga akan membawa oven yang baru?

Eh, tapi oven lebih sulit dari puzzle, mungkin yang satu itu akan butuh waktu lebih lama.

“Aku kenyang!”

Ungkap wirbel sambal menggosok perutnya dengan senyum puas.

Lucu banget!

Aku ingin ‘bonding’ seperti biasa, tapi wirbel yang tengah bercerita soal kegiatannya hari ini terlihat mengantuk, beberapa pelayan menyarankan untuk membawanya ke kamar tidur.

Aku pergi bersama wirbel ke kamarnya untuk memberikan kecupan sebelum tidur.

Dia yang tidur pulas dalam pelukanku selama perjalanan ke kamar begitu lucu, membuatku menahan diri untuk memeluknya dengan erat agar tak membangunkannya. Aku benar-benar menahan diri, ok?

Nah, sekarang aku harus menyelesaikan masalah lain untuk hari ini.


Aku melirik ke arah Berta.

*lirik*

“Nyonya, ada yang bisa saya bantu?”

Berta dengan nada curiga bertanya padaku yang memang sedikit bertingkah mencurigkan. 

“Eh? Ya, itu lho…”

Keheningan menyelimuti kami berdua.

Semua pelayan kecuali Berta telah keluar, jadi sekarang hanya ada kami berdua dalam ruangan.

“Hei, Berta.”

“Ya, Nyonya?”

Sip, aku pasti bisa!

“Apa… apa aku terlihat berumur 15 tahun?”

“…Nyonya…”

Iya! Aku tahu kok! Aku tahu!

Berta sedikit segan dan mencoba mengatakan sesuatu dengan kesulitan.

Aku sudah tahu jawabanmu.

Jadi tidak perlu dikatakan!

“Nyonya, wajah dan kulit Nyonya terlihat begitu muda dan anda tidak kalah sedikit pun dari para gadis bangsawan berumur 15 tahun.”

Sepertinya suara hatiku tidak mencapai Berta selagi dia mulai berbicara.

“Tapi, lima belas tahun adalah batasan yang samar antara anak-anak dan orang dewasa. Karena tubuh dan atmosfer Nyonya terlihat dewasa, saya rasa akan sulit untuk memancarkan aura layaknya anak berumur 15 tahun.”

Begitu, walaupun pikiran di dalamnya 16 tahun pun tetap saja tidak semudah itu ya…

Tapi lancang sekali kalau aku sampai tidak memperhatikan umur amalie.

Soalnya, penampilan dan umurku sekarang sama seperti dirinya.

“Tapi Nyonya tetap masih muda kok! Walau kepolosannya sedikit… *uhuk* maksud saya, kulit yang putih bercahaya dan rambut Nyonya yang mengilap adalah hal yang membuat iri semua orang!”

Berta… kamu tidak perlu memaksakan diri untuk memberi pujian.

Lagipula, kalimat koreksimu berantakan… apanya yang kepolosanku kurang! Tanaka Yuri masih inosen!

Berta membuka mulutnya saat melihatku yang menyipitkan mata tanpa sadar.

“Nyonya… Nyonya yang dulu begitu polos, bahkan dapat dikatakan begitu kekanak-kenakan. Namun itu membuat Nyonya sering ditimpa masalah. Karena itu, saya lebih suka Nyonya yang sekarang serampangan… maaf, maksud saya, lebih bebas dan terlihat bahagia.”

Ucap Berta sambil melihat ke arahku dengan tenang.

Jadi Berta memandang Amalie seperti itu. 

Dan, ya, kupikir Amalie adalah tipe orang yang akan melukai dirinya sendiri kalau memegang pisau.

Sama sekali tidak licik, hanya suka memaksakan kehendaknya pada orang lain.

Tak berbeda seperti anak kecil.

Andai saja dia lebih sadar diri, reputasinya mungkin tak akan seburuk ini.


“Berta, terima kasih.”

“Tidak, saya minta maaf karena mengatakan hal yang tak pantas.”

Fuh, andai saja Berta lebih membuka hatinya kepadaku.

Amalie ini tidak punya teman, lho.


“Nah, bagaimana kalau kita istirahat sebentar?”

Saat aku berdiri dari sofa, Berta menanyakan sesuatu yang sepertinya baru ia sadari.

“Nyonya, maaf, tapi ada apa dengan umur 15 tahun?”

AH! aku lupa mau cerita soal sekolah sihir!

Aku sudah menyerah, tapi…

Hmm, bagaimana ya?

“Berta… aku ingin belajar shir, kalau bisa, tanpa sepengetahuan orang lain.”

Benar, aku tidak punya pilihan lain selain berkonsultasi dengan Berta.

Bahkan walau bisa mengelabui yang lain, aku tidak mungkin bisa kabur darinya.

Kolaborasi adalah pilihan terbaik!

“Belajar diam-diam ya… eh? Lima belas tahun, berarti… apa Nyonya ingin masuk sekolah sihir!?”

Berta melongo, seperti berkata “itu mustahil!”

“Ah … apa memang mustahil bagiku?”

“Masalahnya bukan itu! Saya tidak paham kenapa anda berpikir demikian! Anda adalah istri seorang duke, anda juga sudah menjadi seorang ibu!”

Berta terlihat marah.

Be-Berta, kamu seram.

Matamu melotot, lho?

“Ta-Tapi kamu bilang sendiri, kan, Berta? Kamu lebih suka aku yang bertingkah lepas begini.”

“Serampangan juga ada batasnya!”

Dia secara terang-terangan mengatakan ‘serampangan’ …

Pujianmu tadi sekarang jadi terasa hambar...

“Berta, sulit bagiku untuk belajar sihir sekarang ini. Rumor akan menyebar kalau aku memanggil guru sihir. Aku tahu reputasiku begitu buruk, orang-orang mungkin akan menganggapku makin berbahaya begitu tahu aku belajar sihir. Kalau targetnya aku sendiri tidak masalah, tapi aku tidak mau menyeret keluarga Flaksburb.”

“Nyonya… akan jadi masalah besar kalau identitas anda ketahuan selagi bersekolah.”

“Kalau begitu, apa ada tempat lain yang mengajarkan sihir?”

“Mungkin di Guild… Guild kota ini sering mengadakan kelas untuk pemula. Tapi tempat itu bukan tempat yang layak bagi Nyonya. Banyak orang yang berbahaya di sana, jadi saya tidak akan menganjurkannya.”

Oh, kalau Guild mungkin bisa!

Sepertinya di sana lebih bebas dari sekolah dan umur tak akan jadi masalah.

Aku mau coba!

“Apa sebaiknya aku menyamar? bagaimana kalau pakai topeng?”
Sepertinya itu bisa dilakukan.

“Nyonya… apa tidak lebih baik kalau anda belajar dengan tuan?”

“Tidak bisa. Suamiku sibuk dengan pekerjaan penjaga istana dan apa yang nanti diajarkan mungkin berbeda dari guru biasa. Selain itu risiko informasi bocor juga masih ada.”

“Tapi…”

Alis Berta mengerut karena khawatir.

“Aku ingin belajar sihir. Aku tidak mau wirbel atau orang di sekitarku dalam bahaya. Kalau aku belajar sihir, cara melindungi wirbel akan bertambah, kan?”

“Nyonya…”

Berta menghelas nafas, dia akhirnya menyerah

Baiklah! Berarti sudah diputuskan!

No comments:

DMCA.com Protection Status