Wagamama Onna ni Tensei Chapter 8 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Wagamama Onna ni Tensei Chapter 8 Bahasa Indonesia

March 21, 2017 Exicore

Chapter 8 - Kedatangan Gadis Kecil


“Nyonya, tehnya sudah siap.”

“Terima kasih. Wirbel sebentar lagi pulang, kan?”

Sepotong Mille Crepe diletakkan di tengah piring dan ditutupi tutup transparan dengan kemampuan pendingin.


Tutup ini sepertinya juga dibuat dengan sihir.

Sihir itu memudahkan, ya?

Tapi, kalau dipikir, teknologi tidak begitu berkembang karena adanya sihir.

Soalnya ketika ada suatu kendala, manusia pasti akan memikirkan alat yang bermanfaat.

Masalahnya, di dunia ini, semua masalah bisa diselesaikan dengan sihir.

Yaa, tidak buruk juga sih.

Sebagai hasilnya, alat-alat praktis jadi tidak begitu dicari.

Kalau ada berbagai mesin dan ilmu yang muncul, berbagai distorsi mungkin juga akan terlahir.

Mungkin tidak memperkenalkannya ke dunia adalah hal yang benar.

“Berta, ayo berjalan sebentar sebelum Wirbel pulang.”

Taman ini begitu menakjubkan.

Tak seperti taman pada umumnya, di sini ada berbagai jenis pohon, bahkan ada begitu banyak pohon buah.

“Ayo cari buah favorit wirbel yang sudah cukup matang untuk dimakan.

Anehnya, Amalie mengetahui hal-hal yang disukai oleh Wirbel.

Dia hanya berbicara keras tanpa rasa sayang, tapi apa sebenarnya dia peduli?

Emosi perihal itu cukup abu-abu, Amalie sendiri mungkin tidak tahu.

Tapi, dia sebenarnya khawatir, Wirbel adalah keberadaan yang memaksa dirinya peduli.

Si Amalie yang bodoh itu tidak pernah sadar akan perasaan cintanya.

Dia takut pada semuanya, selain itu, emosinya juga didominasi rasa takut akan dirinya sendiri.

Penyebabnya… adalah ibunya sendiri.

Orang yang meninggal ketika Amalie masih kecil.

Dia yang selalu memeluk amalie dengan senyuman lembut.

…namun apa hasilnya?

Entah itu tersenyum, berlaku lembut, memeluk… semua itu tak dapat ia lakukan.

Itu semua adalah pengalaman yang menakutkan bagi amalie.

Sehingga Amalie tanpa sadar menghindari melakukannya.

Ibunya sendiri yang telah membuat dia gila.

“Tunggu!”

“Eh?”

Aku melihat ke belakang dengan spontan.

Uwa, lu-lucu!

Ada anak kecil di sana.

Hup hup, dia berjalan tak seimbang ke arah sini dengan senyuman polosnya.

“Baunya enak.”

Dia memegangi rokku.

a-apa ini, imut sekali!

Memeluknya tidak apa-apa kan? Iya kan?

Haruskah kulakukan?

“A-Anneliese-sama”

Saat aku ingin mengangkat gadis kecil itu, aku seketika mendengar suara gemetar penuh ketakutan.

Kulihat sosok seorang pelayan yang terdiam kaku.

Tiap kali aku bergerak, tubuhnya terguncang.

Sampai segitunya?!

Tidak perlu melihatku seperti beruang yang tiba-tiba muncul di hutan, kan?

Oh iya, sepertinya di dunia ini ada yang disebut sebagai mahluk sihir.

Rasa takut yang dia perlihatkan pantas untuk mahluk sihir

Eh, tapi aku bukan mahluk sihir!!

Rasanya suram kalau aku danggap setara dengan mereka…

“kakak baunya enak.”

Anak kecil yang kugendong menggosokkan wajahnya di leherku.

Ah, karena aku tadi membuat kue… apa baunya menempel di pakaianku?

“Ini bau Mille Crepe.”

“Mirr… Krep?”

“Ya, kue dari susu.”

“Anne, mau kue!”

Mata gadis kecil itu berbinar mendengar penjelasan singkatku.

Oh~ mata penuh iba?

Memangnya siapa yang bisa menolak mata penuh harap itu!? Tidak mungkin ada kan!

Tentu saja aku tidak keberatan untuk berbagi.

Malahan aku senang!

Tapi… anak ini, dia Annelise, kan?

Bolehkan Amalie memberikan makanan untuk Anneliese?

Soalnya Amalie dianggap berbahaya, kan?

Rasanya akan jadi masalah.

Bagaimana ya….

“Nyonya, ada yang bisa saya bantu?”

“Berta… bisa tolong Tanya nyonya Bianca apakah aku bisa mengundang anneliese untuk minum teh bersama wirbel?”

“akan segera saya lakukan.”

Berta yang memahami situasinya dengan segera meminta pelayan anneliese yang terdiam untuk menuju gedung utama.

“Anneliese, kamu suka buah?

“Suka!”

“Kalau begitu, bisa petik buah yang tumbuh di pohon ini?”

Saat aku mengangkat Anneliese mendekati buah, tangan mungilnya pun meraih satu.

“Dapat!”

“Terima kasih. Nanti kita cuci dan makan bersama, ok?”

Aku mengambil beberapa lagi untuk wirbel dan menyerahkannya pada pelayan yang ada di belakang.

“Benar juga, aku belum memperkenalkan diri, kan? Anneliese, namaku Amalie, mamanya wirbel.”

“Mama kak Wi?”

“Ya. Apakah wirbel baik kepadamu?”

“Un! Kak Wi baik! Bahkan lebih baik dari kak Ar! Suka!”

Ummu, ummu.

Wirbel memang hebat, bisa memenangkan hati si adik kecil ini.

Saying sekali, Arthur! Hati gadis kecil ini telah direbut wirbel! Fuahahaha.

“Nah, Anneliese. Ayo duduk dan tunggu wirbel datang.”


No comments:

DMCA.com Protection Status