Wagamama Onna ni Tensei Chapter 9 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Wagamama Onna ni Tensei Chapter 9 Bahasa Indonesia

March 21, 2017 Exicore

Chapter 9 – Keakraban


“Mama, aku pulang!”

Si Lucu Wirbel berlari dengan penuh semangat kea rah kami.

“Selamat datang, Wirbel, awas jatuh.”


“Kak Wi, ‘met datang!”

Anneliese duduk yang berada di pangkuanku juga menyambut kedatangan Wirbel dengan semangat.

“Eh, Anne!? Kenapa kamu di sini!?”

“Makan kue!”

“O-Oh, kalau begitu, ayo makan bersama.”

Anneliese membalas Wirbel dengan anggukan kuat.

Fufu, Wirbel dalam mode kakak.

Dia bersikap lebih dewasa dari biasanya, imut sekali sih!

Aku ingin memeluknya erat, tapi harus kutahan demi menjaga harga dirinya sebagai seorang kakak.

“Anneliese tadi main di taman, jadi mama mengajaknya minuk teh.”

“Begitukah… mama tidak masalah?”

Wirbel bertanya dengan sedikit ragu.

Dia pasti khawatir tentang responku terhadap anak Nyonya Bianca yang selama ini tidak pernah kuanggap.

Maaf telah membuatmu khawatir selama ini.

“Ya. Walau mama senang berdua saja dengan Wirbel, tapi kalau ada tamu imut untuk diajak minum teh tidak masalah kok.”

“Ah, ya! Aku juga senang lho!”

Wirbel tersenyum lebar.

“Kalau begitu, Wirbel, duduklah. Ayo makan kue ini.”

Berta kembali dengan izin dari Nyonya Bianca.

Lima orang pelayan Nyonya Bianca datang bersama Berta, kemungkinan untuk menjaga Anneliese dan mengawasiku.

Dia terlalu protektif, tapi yang penting sudah dapat izin.

“Selamat makan!”

“Met makan!”

Keduanya mulai melahap Mille Crepe.

Karena kelihatanya semua orang tidak begitu setuju aku memberi makan Anneliese, kupindahkan dia dari pangkuanku dan membiarkan seorang pelayan untuk menyuapinya.

“E-Enak!! Mama, ini benar-benar enak!!”

Ucap Wirbel selagi menikmati isi crepe dalam mulutnya.

“Kuenya enyak!”

Anneliese juga sepertinya suka.

“Baguslah. Syukurlah kalau kalian suka.

Selagi memperhatikan mereka berdua yang penuh bahagia dan mengobrol bersama, waktu minum teh kami pun berakhir.

Anneliese berbicara begitu banyak hingga dirinya mengantuk. Dia lalu dibawa pulang di dalam gendongan seorang pelayan.

Karena angin sudah mulai dingin, kami juga kembali masuk ke dalam.

“mama… boleh aku… dipangku juga…?”

Wirbel tiba-tiba bertanya dengan malu.

“Eh?”

“Anne tadi dipangku mama.”

Wirbel bersandar padaku dengan wajah cemberut.

Uwa, apa ini, seberapa kukuhnya kamu ingin merebut hatiku!?

Kamu bersikap keren di hadapan yang lebih muda, tapi bertingkah manja di hadapan yang lebih tua seperti ini!?

Kamu pasti akan populer di masa datang!

Yah, Wirbel pasti akan populer walau dia tak melakukan apapun!

“Mama?”

“Ya, ya, pangkuan mama selalu milik Wirbel, kok.”

Saat aku menempatkannya dalam pangkuanku dan melihat wajahnya, dia tesenyum dengan malu.

“Benar juga, Wirbel, bagaimana kalau kapan-kapan kita pergi ke kota?”

“Eh, ya! Aku mau!

Wirbel menjawab dengan menggebu-gebu.

“Kamu mau ke mana, Wirbel?”

“Selama aku dengan mama, mana saja tidak masalah kok!”

“Wah, mama juga lho!”

Kami berdua lalu saling berpelukan.

Kurasakan tatapan hangat memandangi kami dari kejauhan, tapi tidak akan kuhiraukan!

Ah~ mou~ lucu banget sih!

Selain kue, apa sebaiknya aku juga membuat yang lain?

Apa ya… oh, iya!

“Berta, bisa tolong bawakan papan kayu berbentuk kotak dan lem??”

“Ha? Ah, maaf, akan segera saya bawakan”

Berta yang tidak biasa menjawab dengan ekspresi bodoh meninggalkan ruangan dengan panik.

Sip selanjutnya, ayo menggambar di kertas!

Mungkin gambar hewan saja? Kalau begitu, ayo gambar panda!

“Mama, ini.. monster? Tapi ini lucu!”

Sip, selanjutnya tinggal menempelkan gambarnya di papan.

Setelah aku selesai menggambar, Berta pun kembali.

Cepat! Apa dia bisa teleport!?

“Nyonya, haruskah saya menempelkan gambarnya di papan?”

Selain itu, kemampuan pemahamannya juga menakjubkan.

Berta, dia benar-benar pelayan yang tak bisa dianggap sebelah mata…

“Ya. Dan setelah itu, bisakah membagi papannya menjadi 50 bagian sama besar?”

“Baik.”

Berta yang menjawab tanpa rasa bingung sedikit pun segera meninggalkan ruangan dan kembali dalam sekejap mata.

“Maaf membuat anda menunggu.”

Eh, aku bahkan tidak merasa itu bisa dibilang menunggu.

Tolong ajari saya! TOLONGLAH!!

“Mama, itu apa?

Wajah Wirbel dipenuhi dengan tanda tanya.

“ini, umm, ini disebut puzzle. Cara mainnya kamu mencocokkan bagiannya supaya terbentuk menjadi sebuah gambar.”

Aku menggabungkan kepingan puzzle-nya.

“ah, begitu. Telinganya di sini, lalu bagian ini ke sini? Eh? Salah? Uun…”

Wirbel menggerutu sambil memegangi kepingan puzzle di tangannya.

Apa puzzle hitam-putih terlalu sulit bagi pemula?

Tapi mata Wirbel memancarkan perasaan serius.

Fufu, dia sudah konsentrasi.

Syukurlah dia suka.

Puzzle itu menyenangkan, kan? Puzzle juga bisa untuk melatih otak juga lho?

Hmm? Para pelayan yang ada di sekitar Wirbel entah kenapa sedikit gelisah.

“Ah, itu” gumam mereka.

Apa mungkin puzzle juga akan popular di kalangan orang dewasa?

Oh? Puzzlenya bersinar?

Ini bisa… dijual?

Tte, aku tidak mau menjualnya kok!

Tolong jangan bersinar terus dong!



No comments:

DMCA.com Protection Status