Konjiki no Moji Tsukai Chapter 1 Part 1 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Konjiki no Moji Tsukai Chapter 1 Part 1 Bahasa Indonesia

April 24, 2017 Exicore

Chapter 1: Terseret ke dunia lain

Okamura Hiiro dengan tenang menganalisa keadaan di depan matanya. Terdapat orang-orang yang belum pernah dia lihat sebelumnya.
Hiiro melihat kalau ada beberapa orang berpakaian layaknya seorang pendeta, ini adalah pemandangan langka di Jepang dan di antara mereka berdiri seorang gadis yang mengenakan gaun pink.
Dia memandangi pemandangan yang di tangkap matanya untuk memastikan keadaan sekitar. Bangunan tempat dimana ia berada sekarang adalah sebuaha atrium, sehingga dia bisa melihat ke arah daerah luar bangunan sambil terduduk, tetapi tidak hanya melihat tanah, dia juga bisa melihat gunung di kejauhan. Berdasarkan apa yang bisa dilihatnya, Hiiro mengambil kesimpulan kalau dia sekarang berada di tempat yang cukup tinggi.
Bangunan ini mungkin adalah menara atau sesuatu yang menyerupainya. Langit-langitnya ditahan oleh beberapa pilar yang memiliki gambaran aneh dan Hiiro tidak pernah melihatnya sebelumnya. Terdapat gambaran misterius yag menyerupai ukiran mural orang-orang Mesir.
Satu-satunya hal yang bisa dikenalinya adalah empat orang yang berada di dekatnya dan mereka semua mengenakan seragam SMA yang sama.
Mereka adalah teman satu kelasnya, tetapi dia tidak pernah berbincang dengan mereka sebelumnya. Hiiro berpikir kepada dirinya sendiri, (Kenapa aku bersama dengan orang-orang ini?)
Sebuah lingkaran sihir yang biasanya ditemukan di dalam game berada di bawah kakinya.
Sudah sangat jelas bagi Hiiro kalau orang-orang dengan pakaian aneh di depan matanya adalah orang asing, dia sekarang sedang berada di tempat asing bersama dengan lingkaran sihir berada di kakinya.
Melihat keadaanya sekarang, dia bisa menebak apa yang terjadi kepada dirinya. Gadis yang mengenakan gaun pun mengucapkan kata yang semakin membuatnya yakin.
“Se-selamat datang, para Pahlawan!” kata gadis bergaun tersebut.
Benar, ini adalah apa yang biasanya disebut sebagai dunia lain.
Hiiro seharusnya berada di sekolahnya setdaknya sampai beberapa saat lalu. Dari siang, dia tidak mengikuti pelajaran dan tertidur di atap sekolah. Setelah sekolah usai, dia pergi untuk mengambil tas miliknya dari ruang kelas. Di sana dia menemukan empat orang yang sekarang sedang berdiri di depannya pada saat mencapai dunia lain ini.
Seperti biasa, dia menuju bangkunya tanpa melirik. Mereka sedikit bermuka masa pada saat melihat dia, tapi karena dia sama sekali tidak memiliki ketertarikan kepada mereka, dia tidak mempedulikan mereka.
Tapi secara tiba-tiba sebuah cahaya yang menyilaukan muncul dari bawah kakinya. Lima orang yang sedang berada dir sana, termasuk Hiiro, terdiam di tempat karena kejutan yang tiba-tiba.
Di depannya, semaunya telah menjadi putih layaknya salju dan sebelum dia mengetahuinya, dia menemukan kalau dirinya sudah berada di dunia lain.
Orang-orang yang mengenakan pakaian layaknya pendeta berseru, “Hore!” dan “Berhasil!” sambil tak menghiraukan kebingungan dari lima orang.
Tetapi, mereka semua terlihat cukup kelelahan dan berkeringat layaknya mereka semua baru saja berlari maraton.
Di sisi lain, tak ada satu pun orang yang akan berpikir kalau gadis di depan mata kelima orang tersebut adalah orang Jepang dengan rambut bergelombang berwarna oranye yang memiliki panjang sepinggang miliknya tersebut. Dia adalah seorang gadis cantik yang memiliki mata besar dan bentuk wajah imut.
Dia tanpa usah dipikir lagi merupakan seorang gadis cantik yang akan menangkap mata semua orang.
Seperti orang-orang berpakaian layaknay pendeta, sang gadis mulai mejadi lebih tenang dengan memunculkan senyuman. Kemungkinan besar karena bisa melihat lima orang yang baru saja terpanggil.
Hal semacam ini adalah hal yang sudah sering terjadi di Light Novel. Tapi ini adalah sebuah dunia fantasi asli, sudah pasti bukan berasal dari suatu Light Novel.
Hiiro tidak pernah membayangkan hal semacam ini bisa terjadi kepada dirinya. Meski dia denagn tenang menganalisa situasi yang terjadi, terdapat beberapa bagian dari dirinya yang menolak untuk mempercayai semua ini.
Orang-orang lain yang dipanggil bersama Hiiro juga memiliki perasaan yang sama dengannya, terlihat dari wajah mereka yang tidak bisa mengikuti dengan perkembangan hal yang terjadi kepada diri mereka. Lalu akhirnya salah satu dari mereka bisa membuka mulutnya.
“Pa-Pahlawan? Apa maksudmu?” Nama dari orang yang berhasil membuka mulutnya tersebut adalah Aoyama Taishi, dia mewarnai rambutnya menjadi coklat tetapi dia memiliki wajah yang terkesan bersungguh-sungguh dan aura yang menenangkan.
Ditambah lagi, dia tinggi, menawa serta tampan, jadi dia sangat terkenal di kalangan gadis di kelasnya.
Begitu mendengar pertanyaan dari Taishi, sang gadis segera menundukan kepalanya.
“Ah, mohon maafkan aku! Sang Baginda Raja akan menjelaskannya secara langsung kepada diri anda! Jadi mohon untuk mengikutiku!” Dia terlihat sangat ingin meminta maaf pada saat mengucapkan tiap kalimat tersebut. Begitu dilihat lebih dekat, wajah miliknya terlihat pucat.
Sulit untuk mengetahuinya karena dia tadi tersenyum, tapi seperti orang-orang dengan pakaian pendeta, dia sepertinya kelihatan kelelahan dari upacara pemanggilan dan mengeluarkan keringat deras.
Taishi menyadari kondisi dari sang gadis dan berpikir kalau alangkah lebih baiknya bagi mereka untuk mendengarkan perkataan sang gadis daripada terus berada di tempat dimana mereka berada sekarang. Dengan begitu sang gadis mungkin akan bisa beristirahat dengan cepat.
Taishi saling pandang dengan semua temannya selain Hiior dan kemudian menganggukan kepalanya sebagai tanda persetujuan. “Baik. Kurang lebih aku sudah bisa menebak apa yang terjadi, tapi kami akan mendengarkan apa yang akan kau katakan.”
Sepertinya empat orang lainnya kurang lebih telah bisa mengerti situasi mereka sekarang.
Kemudian, dengan tuntunan sang gadis, mereka berlima pergi ke arah [Ruang Tahta] dimana sang raja berada. Hiiro tak membiarkan matanya untuk tidak mengawasi daerah sekitarnya pada saat mereka berjalan ke arah Ruang Tahta.

Berdasarkan warna rambut dan mata dari para pelayan dan prajurit yang ditempatkan di sini dan di sekitar kastil, Hiiro sekali lagi mengambil kesimpulan kalau tempat ini bukanlah Jepang.
Bangunan tempat dimana mereka sebelumnya berada memanglah sebuah menara yang berada di tengah sebuah kastil besar. 
“Ooh, terima kasih atas kedatangan kalian wahai para Pahlawan.” Orang yang terduduk di atas sebuah tahta berkata sambil memasang senyuman lebar yang nampak ramah. (Tidak ada kewajiba baginya untuk mengatakan kalau mereka datang ke dunia ini secara terpaksa)
“Aku yakin kalau kalian pasti kebingungan dengan keadaan serta situasi yang mendadak serta membingungkan. Tetapi jangan khawatir, aku akan menjelaskan semuanya sekarang.” Setelah mengatakan hal tersebut, dia memulainya dengan sebuah perkenalan diri.
Nama Kerajaan tempat mereka berada adalah [Kerajaan Umat Manusia: Victorias]. Sang Raja menyatukan [Umat Manusia] di dunia ini, [Edea] menjadi satu Kerajaan.

Terdapat tiga benya di dunia ini dan setiap ras memiliki negaranya sendiri. Tiap ras terbagi menjadi empat kelompok.
Rudolph: “Kami adalah [Umat Manusia].  Para [Beastman] dan [Demon-kin] memiliki negara sendiri, tapi [Ras Spirit] tidak memiliki negara. Para Spirt jarang sekali berinteraksi dengan ras lainnya, sehingga kebanyakan orang belum pernah melihat mereka sebelumnya.”

Orang yang sedang terduduk di depan mata Hiiro dan keempat orang lainnya adalah Rudolph van Strauss Alcraim, sang Raja yang sedakng sedang menguasai [Victorias].

Disampingnya terduduk sang Ratu Maris dan gadis yang sebelumnya menuntun mereka ke sini adalah Lilith, sang Putri Pertama.
[Umat Manusia], [Beastman] dan [Demon-kin]. Sekarang ketegangan antara ketiga ras tersebut amat tinggi dan hal semacam ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Terutama, karena sang Demon King berencana untuk menghancurkn Umat Manusia.

Rudolph: “Para Demon-kin memiliki sihir yang luar biasa kuat dan kemampuan fisik tingkat atas. Mereka bertarung dengan ganas. Dan mereka ingin menguasai [Edea].”

Sihir ada di dunia ini dan sudah sewajarnya, semakin tinggi kekuatan sihirmu, semakin kuat kekuatan sihir yang bisa kau gunakan. Benar, ini adalah sebuah dunia fantasi dimana sihir adalah hal yang wajar.
Umat manusia juga memiliki sihir, tetapi jumlahnya bisa dibilang cukup rendah.
Rudolph: “Terdapat Adventure Guild di dunia ini, tetapi di hadapan [Demon-kin] yang terbiasa bertarung, bahkan para petualang kelas atas sering kali harus membuat tim. Demon-kin terlalu kuat.”

Sang Raja yang sudah ketakutan dengan kemungkinan kalau mereka akan dimusnahkan cepat atau lambat kalau semua ini terjadi, berpikir untuk memusnahkan Demon-kin terlebih dahulu sebelum hal semacam itu bisa terjadi, oleh karena itu, dia akhirnya menggunakan sihir pemanggilan kuno terlarang.
Sihir Pemanggilan tidaklah maha hebat, sebagaimana mereka dilarang untuk digunakan untuk beberap alasan.
Sihir pemanggilan memerlukan banyak sekali kekuatan sihir dan jika digunakan oleh rang yang tidak memiliki bakat, sihirnya akan mengalami [Rebound] dan akan mengenai sang pengguna sihir kembali.

Sihir pemanggilan ada sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh para anggota kerjaan, tetapi, tentu saja masih ada risiko untuk menggunkannya. Percobaan yang salah akan mengakibatkany sang pengguna terkena kekuatan sihir yang begitu besar jumlahnya yang akan mengakibatkan runtuhnya kewarasan. Di kasus paling buruk [Rebound] bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Jadi Raja Rudolph memiliki ide. Dia memiliki beberapa anak perempuan, sehingga dia memilih mereka untuk menggunakan Sihir pemanggilan.
Kalau seperti ini terus, umat manusia akan dimusnahkan. Untuk menghindari itu, diperlukan para pahlawan panggilan dari dunia lain bagaimanapun juga caranya.
Dokumen lama menceritakan kisah dari para Pahlawan yang dipanggil di masa lalu dan menyelamatkan umat manusia dari bencana luar biasa.
Pada saat Rudolph mengetahui ini, dia menyiapkan dirinya dan memohon kepada anak-anak perempuannya. Kedua putri keempat dan ketiga telah gagal dan kehilangan nyawa mereka karena efek Rebound.
 (... Dia mengorbankan anaknya sendiri?) Pikir Hiiro.
Hiiro memandang Rudolph dengan pandangan yang tidak mengenakan pada saat mendengar keputusannya, tetapi membuka mulut di sini akan membuat semuanya menjadi lebih menyusahkan, jadi Hiiro tetap dima dan mendengarkan lanjutan cerita tersebut.
Sang Ratu tentunya meratapi kematian dari anaknya, tetapi dia adalah seorang wanita yang tidak memiliki darah keluarga kerajaan, jadi dia tidak memiliki darah keluarga kerajaan dan tidak bisa menggunakan Sihir pemanggilan.
Sang putri kedua adalah orang berikutnya yang harus melakukannya, meski dia berhasil menghindari kematian, tetapi dia sekarang sedang berada di dalam keadaan koma.
Rudolph: “Satu-satunya yang tersisa untuk menggunakan sihir pembaggilan adalah Lilith dan diriku. Karena kami tidak bisa mengalami kegagalan lagi, aku memutuskan untuk melakukannya sendiri.”
Tetapi semua orang tidak menyetujuinya. Jika sang Raja meninggal, Kerajaan akan kehilangan penompanya. Demon-kin akan mengambil keuntungan dari situasi dan Kerajaan akan langsung dihancurkan.
Lilith yang memahami hal tersebut memutuskan untuk mempersembahkan dirinya demi negaranya.
“Aku juga benar-benar ketakutan, tetapi ini adalah sesuatu yang harus kulakukan demi negaraku. Aku memberikan jiwaku untuk Sihir pemanggilan.” Mulut milik Lilith secara perlahan menunjukan senyuman.
Lilith: “Upacara yang dihelat menggunakan kekuatan sihir dari para pendeta dan diriku sebagai perantaranya. Pada saat upacara berlangsung, aku merasa kalau kesadaranku memudar dan aku menyiapkan diri untuk menghadapi kematian, aku pikir tugas ini adalah sesuatu yang mustahil untukku juga. Tapi pada saat itu juga, lingkaran sihir mengeluarkan cahaya yang menyilaukan.”
Kemudian munculah lima orang.
(Aku mengerti, jadi wajah pucat milik wanita iatu dikarenakan efek dari sihir pemanggilan, kah.) Pikir Hiiro.
Meskipun sekarang Lilith sedang terduduk di atas sebuah kursi, wajahnya masih pucat. Hiiro berusaha untuk menyimpulkan apakah ini karena efek Rebound atau bukan.
“Aku mengerti. Jadi kau memanggil kami ke sini untuk melindungi umat manusia dari para Demon-kin? Ujar Aoyama Taishi yang terus menganggukan kepalanya pada saat mendengarkan penjelasan mereka.
Rudolph: “Iya. Menurut dokumen lama, terdepat empat orang Pahlawan. Hmm? Kalau dilihat, aku baru saja menyadari kalau... ada lima orang di sini.”
Teoat sekali, ada lima orang yang terpanggil kali ini. Rudolph memberikan tatapan penuh pertanyaaan kepada ahli sejarah yang ada di dekatnya dan bertanya ini berarti apa. Sang ahli sejarah membenarkan kaca matanya, terlihat kebingungan dan berkata.
Ahli Sejarah: “Sa-saya tidak tahu! Tapi, apakah mereka semua Pahlawan...?”
“Hmm... kalau begitu kita hanya perlu mencari tahu. Kalian semua, coba pastika kemampuan mereka.” Rudolph telah memberikan titah, tetapi Hiiro dan semua orang lainnya menelengkan kepalanya dalam bingung.
Rudolph: “Hmm? Ada apa? Jangan beritahu aku kalau kalian tidak tahu cara memastikan kemampuan kalian?”
“Itu benar....” Jawab Taishi sebagai perwaklian mereka semua. That’s right…”
Rudolph: “Hmm, kau hanya perlu untuk memikirkan soal [Status].
Semuanya meakukan apa yang diperintahkan. Tentu saja, Hiiro juga mencobanya. Pada saat dia menggumamkan [Status] di dalam pikirannya, sebuah layar status yang seperti di game, muncul di depan matanya.
Hiiro Okamura
Lv 1
HP:      24/24
MP:     120/120
EXP:   0
NEXT: 10
ATK:  13
DEF:  8
AGI:  27
HIT:  11
INT: 23
[Magic Attribute] None
[Magic] Word Magic (Single Chain Release)

[Titles] Innocent Bystander・Otherworlder・Word Master

No comments:

DMCA.com Protection Status