Jikuu Mahou de Isekai to Chikyuu wo Ittarikitari Chapter 11 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Jikuu Mahou de Isekai to Chikyuu wo Ittarikitari Chapter 11 Bahasa Indonesia

April 02, 2017 Christian Tobing

Translator: CTian

Reguler chapter adalah tiap hari Jumat dan Minggu
Kuota chapter bonus: 0 ($0,0237/$2)
*Note: Chapter bonus adalah chapter yang rilis di luar jadwal
untuk meningkatkan kuota: klik dan tunggu 5 detik kemudian klik "skip this add"
LINK
kuota chapter akan diupdate tiap rilis chapter baru 


CHAPTER 11 : SUP LOBAK DAN DAGING

Berkat sihir penyembuhan dari Putri Elena, Suster itu pun bangun setelah beberapa saat.

「Unnnn… huh? Kenapa aku… siapa kalian?」
「Ah, mohon jangan bangun dulu. Sihirnya hanya meredakan penyakitnya, jadi kau belum sembuh total」
「Apakah kau seorang penyihir? Aku benar-benar minta maaf, tapi kami tidak punya uang untuk membayarmu…」
「Tak usah di pikirkan, karena ini merupakan kemauan Elena dan diriku sendiri.」
「Aku benar-benar minta maaf.」

Suster itu terus meminta maaf.

「Aria, aku membeli roti ini, makanlah.」
「Terima kasih, Miinya.」

Nama suster itu nampaknya Aria dan gadis bertelinga kucing itu sepertinya dipanggil Miinya.
Aria-san mencoba memakan roti yang di beli Miinya, tapi akhirnya dia malah batuk-batuk sesudah menggigit roti itu.

「Kau baik-baik saja?」

Aku mengambil botol plastik kecil yang berisi air mineral dari Inventory ku, membuka tutupnya dan memberinya kepada Aria-san untuk diminum.

「Terima kasih banyak. Huh? botol ini ringan sekali.」
「Yah, bisa dibilang ini sesuatu dari tempat asalku.」
「Aria, maaf. Apakah rotinya terlalu keras?」
「Maafkan aku. Tenggorokan ku masih sedikit sakit.」

Sepertinya karena tenggorokan Aria-san masih sakit, dia jadi tidak bisa makan roti yang keras itu.

「Tunggu sebentar. Aku akan membuat sesuatu yang lebih nyaman untuk dimakan. Dimana dapurnya?」
「Om bisa masak?」 (TLN: Lebih enakan om atau paman yah? Kalau om kesannya jadi lucu sih~ :v)
「Hei, hei! umurku belum terlalu tua tau, jadi tolong jangan panggil aku Om!」
「Kalau begitu, Kakak!」
「Yah itu tidak apa-apa. Sesuatu seperti sup pasti akan enak untuk dimakan jika tenggorokannya masih sakit. Miinya kan? Bisakah kau menunjukkan kepada ku dapurnya?」
「Iya.」
「Kalau begitu aku akan memasak sesuatu sebentar, tolong jaga Aria-san yah, Elena.」
「Ya, aku mengerti.」

Dituntun oleh Miinya, akhirnya aku sampai di dapur.

「Ini dia. Jadi kau akan membuat apa?」
「Mari kita lihat~」

Melihat dapurnya, nampaknya mereka tidak mempunyai stok makanan satu pun. Yah, mengingat kejadian dia harus mencuri untuk membeli roti, pasti mereka kesusahan sekali.
Aku mengecek kedalam Inventory ku mencari bahan-bahan makanan yang bisa dibuat menjadi sup

「Ayo kita buat Sup Lobak.」
「Lobak?」
「Lezat lho~」

Karena kemarin lobak sedang diskon di supermarket, aku pergi dan membelinya.
Karena aku juga memasukan semua alat masak ku dalam Inventory ku, semua yang aku butuhkan jadi ada disini.
Mengambil lobak, kaldu, daging, garam, lada, minyak sayur, penggorengan, talenan dan pisau dari Inventory ku, aku menaruh mereka semuanya di meja.

「Jadi ini lobak? Baru pertama kali aku melihat ini.」

Jadi Miinya benar-benar tidak tahu lobak, apakah tidak ada lobak di dunia ini?
Mengecek tungku tempat memasak, nampaknya benda ini harus dinyalakan menggunakan kayu bakar. Aku mengambil korek api dari Inventory ku.

「Apa itu~?」
「Ini? ini namanya korek api, alat yang digunakan untuk menyalakan api.」
「Alat sihir?」
「Alat sihir? yah kau bisa menyebutnya begitu lah.」

Apakah di dunia ini ada alat yang menggunakan sihir juga?
Aku membakar ranting dengan korek api dan apinya menyebar ke kayu bakar.
Pertama aku memotong lobak dan daging, lalu menggoreng dagingnya di penggorengan dengan minyak. Saat apinya sudah sampai di suhu tertentu,
aku menuang air ke daging itu, lalu menaruh nya ke dalam kaldu sup dan lobak.
Sambil menunggu itu mendidih, lobak itu menjadi lembut lalu aku pun mencampurkannya. Memberi sedikit garam dan lada, sup nya pun telah jadi.
Karena ini untuk orang sakit, jadi aku hanya memberi sedikit garam dan lada tadi.
Membawa panci tadi ke ruangan Aria-san, aku menaruh mangkuk sup di atas meja dan menuangkannya sup yang membuat aroma harumnya menyebar di ruangan itu.
Mangkup sup tadi terbuat dari kayu yang sesuai dengan suasana di gereja ini.

「Wah, aromanya harum sekali!」
「Apakah kau bisa bangun?」
「Ya.」

Aku meminjamkan bahuku kepada Aria-san dan mengantarnya ke meja.

「Aromanya benar-benar harum sekali! Kalian terlalu baik kepada kami, aku tak tahu lagi bagaimana aku berterima kasih…」
「Tidak usah di pikirkan, makanlah sebelum itu menjadi dingin.」
「Oke.」

Aria-san mengambil sesuap kuah sup kedalam mulutnya.

「Lezat sekali!」

Aria-san mulai menangis karena beberapa alasan.

「Hei saat ini, tak ada yang harus kau tangisi.」
「Maafkan aku, hanya saja ini terlalu lezat!」

Aria-san terus memakan sup itu.

Guu~

Ketika aku pikir aku mendengar suara, ternyata itu suara perut dari anak-anak itu.

「Kalian mau sup juga?」
「「Boleh!?」」
「Cukup kok untuk semuanya. Cepat, ambil mangkuk kalian.」
「「Yee!」」

Anak-anak tadi langsung berbaris di depanku dengan mangkuk mereka masing-masing. Aku jadi merasa seperti ibu penjaga kantin di sekolah.
Aku menuangkan sup ke mangkuk mereka satu persatu.
Anak-anak itu membawa mangkuk mereka dengan hati-hati ke meja seperti mereka sedang membawa benda yang beharga sekali dan mulai memakan supnya.

「「Lezat~!」」

Sup ku sepertinya populer di kalangan anak-anak itu.
Tiba-tiba, aku menyadari Elena sedang menatapi ku dengan mata yang bersinar-sinar.
Mengambil mangkuk yang aku menangkan dari Festival Roti dari Inventory ku. Aku menuangkan sup di dalamnya dan menaruhnya di meja bersama dengan sedok, lalu memanggil Elena.

「Ini dia, makan juga Elena.」
「Gak apa-apa?」
「Tentu saja!」
「Terima kasih banyak!」

Aku juga mengambil mangkuk dan duduk di sebelah Elena untuk makan bersama semuanya. Walau tidak menggukan seluruh tenagaku, tapi sup ini enak juga.
Bagaimana pun juga, makan sup aja pasti tidak bikin kenyang. Apa ada yang lain yah?
Mencari sesuatu di Inventory ku, aku menemukan sesuatu yang bagus

「Semuanya, kalian mau coba ini gak?」

Aku mengambil 2 roti yang berisi 8 potong satunya.

「Apa itu?」
「Ini Roti」
「Roti kotak?」

Aku memberi masing 2 potong untuk semuanya.
Karena Aria-san tidak bisa maka roti keras yang dibeli oleh Miinya, anak-anak itu mendapat masing-masing 1 potong, aku dan Elena mengambil masing-masing setengah potong,
1 potong tersisa untuk Aria-san dan potongan terakhir aku berikan keempat anak-anak itu untuk di bagi-bagi.

「Roti ini lembut dan lezat sekali!」
「Ini, ini. Makannya pelan-pelan yah.」
「「Yeee!」」

Mereka semua nampaknya menikmati makanannya. Semuanya memakan habis roti dan sup mereka.

「Terima kasih banyak, ini sangatlah lezat.」
「「Lezat~」」
「Ini lezat sekali.」

Aria-san, anak-anak itu dan Elena nampaknya puas sekali.

「Aria-san, cobalah minum ini sesudah makan.」
「Apa ini?」
「Ini disebut 【Obat】. Karena sihir Elena sudah meredakan penyakitmu, aku pikir akan lebih baik lagi jika kau meminum ini untuk berjaga-jaga.」
「Terima kasih banyak.」

Yah, itu cuma obat demam biasa sih, tapi akan lebih baik daripada tidak meminumnya sama sekali.




TLN: Ahhh akhirnya sempet juga, wkwkw maaf yah telat banget postnya. Mulai minggu depan projek ini akan update sesuai jadwalnya, yaitu Jumat dan Minggu, di tunggu yah. Makasih udah nyempetin waktunya untuk baca projek ini. Projek ini bebas kritik dan saran, jadi kalo mau kritik saran untuk translasinya silahkan aja~.  Oh iya kalau ada yang nemu Ilustrasi cerita ini bilang yah, biar gak kalah keren sama projek lain hehehe :v. Sekali lagi saya ucapkan maaf atas keterlambatannya dan Terima kasih.


No comments:

DMCA.com Protection Status