Mondaijitachi ga Isekai kara Kuru sou desu yo? Chapter 15 Part 1 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Mondaijitachi ga Isekai kara Kuru sou desu yo? Chapter 15 Part 1 Bahasa Indonesia

April 26, 2017 Pipo Narwastu


Volume 2 Chapter 5

Part 1

—Tembok perbatasan, area panggung, Markas Operasi [Perayaan kebangkitan naga api].

Di tengah-tengah semua tepuk tangan yang memekakkan telinga, kelompok [No Names] sedang duduk di kursi khusus. Nampaknya itu karena semua kursi dalam acara telah terisi, Sandora telah membuat kesepakatan, menyediakan kursi-kursi khusus untuk mereka di balkon istana yang menghadap ke area panggung.

Izayoi tersenyum penuh seraya menunggu dengan tidak sabar akan dimulainya pertandingan.

"Ngomong-ngomong, Shiroyasha, apa benar-benar tidak apa-apa bagi Kuro Usagu untuk bertindak sebagai pengadilnya?" (Izayoi)

"Ya, aku sudah secara resmi mempercayakan Kuro Usagi sebagai peran pengadil permainan dan juga seorang host." (Shiroyasha)

"Begitukah? Tapi meskipun tidak ada [Bangsawan Little Garden] sama sekali sebagai pengadilnya, Gift Gamenya akan tetap berjalan seperti normal kan? Jadi apa perbedaannya dengan menjadikan Kuro Usagi sebagai pengadil?" (Izayoi)

Izayoi menengok dan bertanya, duduk di tengah-tengah balkon adalah Sandora, yang di mana sedang condong ke depan dan menegaskan kembali.

"Ketika tugas pengadil diberikan ke [Bangsawan Little Garden], hal tersebut akan meningkatkan [Jaminan] Gamenya. Sebuah rekaman akan tertinggal sebagai sebuah game dengan aturan-aturan yang tidak melanggar legitimasi, sebagai pengadil oleh [Bangsawan Little Garden]. Jika gamenya dapat meninggalkan rekaman di sistem pusat Little Garden, hal tersebut secara tidak langsung menjadi bahwa kedua komunitas berduel dengan gengsi. Ini sangatlah penting." (Sandora)

"Oh? Itu berarti perayaan Sandora... Agh, perayaan Sandora-sama dapat dipastikan merupakan game yang sudah [Terjamin] kan?" (Izayoi)

Izayoi awalnya ingin memanggil Sandora dengan namanya, namun mengetahui tatapan tajamnya Mandora, ia hanya membungkukkan bahunya dan memperbaiki kesalahannya. Asuka, yang duduk di sebelahnya merasa was-was dan nampak gelisah.

"Ada apa Ojou-sama, kau terus keliatan was-was." (Izayoi)

"...Akan aneh rasanya kalau tidak khawatir setelah mendengar kata-kata itu kemarin, musuh yang kita hadapi digitnya jauh lebih besar dari kita 'kan?" (Asuka)

"Iya", Shiroyasha membalas sembari membentangkan tangannya, dan nama-nama pihak lawan muncul di udara.

"[Will o' wisp] dan [Rattenfanger]— Keduanya adalah komunitas 6 digit. Biasanya mereka tidak akan repot-repot datang menghadiri game-game yang ada di gerbang lebih rendah, tapi mereka mungkin ingin mendapatkan gift dari Tuan Lantai, jadi mereka mengambil hak untuk berpartisipasi ke dalam game. Bahkan jika kemungkinan Demon Lord menyerang dikurangi, tidak akan mudah untuk menghadapi mereka." (Shiroyasha)

"Oke... Kalau begitu Shiroyasha, apa dirimu pikir Kasukabe punya kesempatan untuk menang?" (Asuka)

"Tidak ada." (Shiroyasha)

Mendengar jawaban Shiroyasha yang tanpa ragu itu, Asuka menunjukan ekspresi pahit.

Asuka mungkin khawatir dengan Kasukabe. Setelah semua itu, ia bahkan mungkin akan diserang di panggung. Ia yang sedang duduk di bangku khusus di balkon istana, tetap merasa was-was.

"Tenanglah sedikit, Ojou-sama. Bahkan meskipun serangan Demon Lord terjadi, serangannya tidak mengarah kepada Kasukabe. Kemungkinan dia diserang secara langsung begitu muncul tidak begitu tinggi kan?" (Izayoi)

"Itu tidak salah..." (Asuka)

"Tenanglah. Karena game di bawah kendali pengadil, peraturan akan melarang terjadinya pembunuhan. Ditambah lagi aku sudah memperingati Kasukabe, jika dia tidak bisa menang maka sebaiknya memilih untuk menyerah. Dengan ini tidak akan ada konsekuensi serius apapun." (Shiroyasha)

"Dan juga, apa kau lupa mengenai perkara keikutsertaan?

—[Jika tidak ada ijin dari host festival, mereka yang dengan Ijin host dilarang untuk memasukan area festival.]

—[Para partisipan dilarang dalam menggunakan Ijin host di dalam area festival.]

—[Selain dari partisipan, orang luar dilarang untuk memasuki area panggung Festival ataupun area bebas.]

Akan jadi cukup menarik jika mussuh dapat muncul meskipun dengan semua peraturan-peraturan itu... Tapi sampai sekarang tidak ada tanda-tanda itu terjadi."

"Itu benar." Asuka membalas, tapi masalahnya tidak hanya berasal dari ini.

Dengan matanya yang jelalatan kemana-mana, tentunya pandangannya akan mendarat pada si peri.

Jika apa yang didiskusikan kemarin malam adalah benar, itu berarti peri bertopi runcing ada kaitannya dengan ini. Asuka tetap mencoba menjauhkan pikiran-pikiran mengenai ia yang membawa masalah ke komunitas hanya karena membawa seseorang kembali.

Ketika Asuka merasa was-was, si peri bertopi runcing dengan bingung memiringkan kepalanya.

"Asuka~?"

"...Tidak apa, tidak perlu khawatir." (Asuka)

Meskipun dia langsung menyangkalnya, ekspresi masih jelas terlihat. Peri bertopi runcing yang khawatir menaikan kepalanya untuk melihat ke Asuka.

Tidak peduli apa yang Asuka pikirkan, kompetisi masih tetap akan berjalan.

Matahari akhirnya terbit dan Kuro Usagi pergi ke panggung untuk mengumumkan dimulainya game. Ia bernapas dalam-dalam, kemudian tersenyum ke para penonton yang mengelilinginya.

"Maaf sudah menunggu, semuanya! Pertandingan [Duel para pencipta] dimulai sekarang! Pengadil untuk hari ini secara ekslusif adalah  [Thousand Eyes], Kuro Usagi menyukai kalian semua, untuk melayani kalian hari ini ♪ " (Usagi)
(TL Note: gw rada bingung sama nih kalimat " everyone's favorite Kuro Usagi, to serve everyone today")

Setelah Kuro Usagi tersenyum kepada semua orang, para penonton meledak menjadi sorak-sorai, bahkan panggungnya pun bergetar.

""WOOOOOOOHHHHHHHHHHHHHHHHH Kelinci bulan benar-benar datang AHHHHHHHHHHHH"

"Kuro Usagi!!!!!!!!!!!!!!! Aku datang kemarin hanya untuk melihatmu WOOOOOOOOOOOOOOOOOH!"

"Hari ini aku akan melihat di balik rokmu AHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH"

Para penonton menunjukan antusias kuat yang tidak biasa hari ini.

Meskipun Kuro Usagi tetap tersenyum, ia jelas ketakutan dilihat dari telinga kelincinya.

Ia pasti merasa semacam bahaya yang tidak bisa diungkapkan.

"....................Kuro Usagi tentu dengan hangat menerimanya." (Usagi)

Di tengah-tengah sorak sorai fanatik, Di sana ada semacam papan nama yang mencolok yang tertulis "L.O.V.E Kuro Usagi❤"

Asuka menatap ke para penonton dengan mata dingin seolah-olah  mereka adalah sampah dapur.

(Apakah ini bisa disebut sebaga budaya asing... Karena hal ini cukup sulit untuk dimengerti..)

Jujur saja, Kuro Usagi memang cantik. Asuka tidak bisa menyangkalnya.

Mendengar teriakan dari para penonton, Izayoi tiba-tiba mengingat sesuatu yang penting.

"Oh iya, Shiroyasha. Apa tujuan dengan membuat rok mininya Kuro Usagi 'bisa dilihat tapi kenyataannya tidak bisa'? Hal semacam ini tidak bisa ditolerir! Bukankah kita sudah mendiskusikan masalah eksploitasi seni sesungguhnya kemarin, pada akhirnya kau hanya sanggup sampai di sini saja?" (Izayoi)

"Kalian mendiskusikan hal semacam itu? Kalian berdua sudah gila?"

Komentar yang dibuat Asuka tidak tersalurkan ke telinga mereka.

Shiroyasha menyingkirkan teropong dari matanya, dan melihat ke arah Izayoi dengan tidak senang. Ia jelas menunjukan wajah kecewa terhadap soumate-nta.

"Heeh, jadi kau ini pria yang semacam ini ya? Dan kau berani berkata hal semacam itu? Rasanya kau ini tidak ada bedanya dengan pria-pria yang ada di sana. Dan aku kira kau akan mengerti yang namanya seni sesungguhnya." (Shiroyasha)

"...Oh? Kau dah bilang tuh. Dengan kata lain, ada semacam alasan dibalik seni menyembunyikan isi roknya?" (Izayoi)

"Tentu saja".. Shiroyasha mengangguk. Ia tetap menjaga sikap arogannya dan mulai menjelaskan:

"Pake otakmu dikit lah. Apa coba sumber di balik kekuatan manusia? Apa itu ero? Ada beberapa sih di dalamnya. Namun, kekuatan imajinasi terkadang akan melebihi faktor ini! Ekspetasi dari wilayah yang belum diketahui! Dari ketidaktahuan menuju keinginan yang jelas! Bocah! Jangan pikir bisa merasakan seni terhebat kalau kau sama seperti pria lainnya! Mulai dari sini dan seterusnya, kau akan menyebrang menuju [Ketidaktahuan] yang misterius! Biar aku beri contoh! Seperti Mona Lisa yang misterius yang memberikan kecantikan mistis! Kemistisan yang Venus De Milo berikan dengan lengan buntunya! Kemistisan pemandangan di bawah rok wanita! Hal-hal misterius ini telah melampaui keinginan untuk meledakan hati, yang disaat bersamaan kepahitan karena tidak bisa melihat dari dekat! Kepahitan ini akan meningkatkan sublimasi di dalam hatimu! Jadi seni terbaik di dunia ini adalah tersembunyi——DI ALAM SEMESTA DI DALAM HATIMU!!!" (Shiroyasha)

HEEEEEEEEEEEEEEEEEEEENNNNNNNNNNNNNGGGGGG! (Efek suara dimasukan)    

Efek suara yang sangat cocok itu mengintimidasi Izayoi.

"Apa... katamu.... Alam semesta di hati kita...?" (Izayoi)

Izayoi yang masih terbiasa dengan alam baru itu terpukul keras.

Orang lain, yang melihat ke Shiroyasha sedang menjelaskan mengenai isi di dalam rok mini dengan fanatik, adalah Sandora yang mengalami shock lebih.

"Shi....Shiroyasha-sama...? Apa kamu salah makan...?" (Sandora)

"Sandora, jangan lihat, kau akan ikut ketularan kebodohan mereka."

Mandora dengan lembut menyelimuti Sandora yang sedang terlihat gelisah, dengan sikap yang tidak peduli dengan apapun.

Meskipun begitu tatapannya dingin dan tajam.

Shiroyasha sama sekali tidak peduli. Tatapan sedingin dan setajam apapun baginya yang sedang memperturuntukan seni sejati tidak merasa sakit ataupun gatal. Shiroyasha mengepalkan tangannya erat-erat, menyimpulkan kata-kata terakhirnya:

"Itu benar! Seni sejati bersandar pada alam semesta di hatimu! Isi daleman rok juga sama! Apa yang terlihat ketika ter-ekspos adalah sempak vulgar  —[Namanya seni kalau kau tidak bisa melihatnya]!" (Shiroyasha)

HEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEENNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNGGGGGGGGGGGGG! (Efek suara dimasukan)

Shiroyasha benar-benar cocok untuk membuat efek suara.

Ia tidak merasa malu dengan semua tatapan yang diterimanya, ia hanyalah orang yang mengikuti kebenaran di balik roman. Menegapkan tubuhnya dan menatap ke Izayoi, ia menyerahkan teropong di tangan kanannya ke orang yang nampak dianggap sebagai lawan yang sepadan, Izayoi.

"sekarang, gunakan teropong ini dan pastikan kebenaran di balik dunia ini, wahai pemuda yang berani! Aku percaya bahwasanya kau akan mengerti seni sesungguhnya dengan segera." (Shiroyasha)

"...He! Karena aku sudah diprovokasi oleh mantan Demon Lord, tentu saja aku tidak akan menolaknya...!"

Izayoi mengambil salah satu teropongnya, dan mereka kedua mulai meng-zoom-nya ke rok Kuro Usagi.

Agar tidak melewatkan kesempatan seumur hidup ini.

Asuka memutuskan untuk menganggap mereka sebagai udara. Ini juga di luar Jepang, kebudayaan yang dimiliki oleh Little Garden. Ia dengan tegas percaya bahwa suatu hari ini ia akan memperlebar pandangannya dan melihat hal-hal yang benar-benar terlalu sulit untuk dimengerti.

No comments:

DMCA.com Protection Status