Re:Zero kara Hajimeru Isekai Seikatsu Arc 4 Chapter 14 Part 1 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Re:Zero kara Hajimeru Isekai Seikatsu Arc 4 Chapter 14 Part 1 Bahasa Indonesia

April 01, 2017 Kirz Oiishii

Tanya-Jawab [Shitsugi ōtō](Part 1/2)

"Kau telah mengalahkan para Paus Putih, dan telah memukul mundur para Pemuja Penyihir yang menyerang daerah hutan. Entah ini membuat dirimu beraliansi dengan para Kelompok Crusch-sama, ataukah ini adalah pertempuran balas dendam, yang pasti pencapaianmu sungguh luar biasa―― fu~mu" (Roswaal)

Secara tidak sadar menekan tubuhnya pada kasur semakin keras dan keras, Roswaal memegang dagunya dan menutup kedua matanya. Mengucapkan ini, kepada Subaru, ditengah malam ini, mereka membicarakan hal yang terjadi disaat Roswaal tidak ada.

Dan Subaru, menekan kebiasaan buruknya yang suka memplesetkan topik pembicaraan, berusaha tidak menyombongkan diri dengan tidak membahas penderitaannya selama waktu itu, hanya menceritakan hal-hal yang penting saja dalam peristiwa itu. Lalu sekali lagi, memikirkan kembali apa saja yang telah dilakukannya waktu itu,

"......Terus terang, kau telah melakukan hal yang membuatku nggak ragu, apakah yang kau katakan ini bukan sekedar khayalan belaka.. Sejak kapan kau jadi pemeran utama dalam suatu aksi-petualangan, Barusu?" (Ram)

"Ucapanmu membuatku merasa tidak sanggup untuk menjelaskannya 'tau..... Meskipun, aku juga sebetulnya bingung kenapa diriku bisa begitu. Tapi entah ini cuma menurut penilaianku atau orang lain juga, sepertinya yang telah kulakukan itu memang bukan suatu hal yang biasa, yah" (Subaru)

Ini adalah pencapaian yang bahkan Kong-Ming sendiri pun tidak bisa menyainginya. Dan meskipun Ram berbicara dengan sangat dingin, setidaknya dia sudah tahu kalau sesungguhnya Subaru telah mencapai sesuatu. Jadi sedikit demi sedikit, rasa senang Subaru, menggebu-gebu didalam hatinya.
(TLN: Kong Ming - Tentara Genius di era Zaman Tiga Negara)

"Hasil yang tak disangka, yak inilah sebutan yang tepat un~tuk nya. Sungguh prestasi yang luar biasa, Bahkan aku.... atau, bahkan semuanya, tak dapat menya~ngkanyaa" (Roswaal)

Seolah-olah Ia telah mencerna kekagumannya, Roswaal mengatakan ini dengan penuh pujian. Lalu, menunjukkan ekspresi serius yang jarang terlihat di wajahnya, kedua matanya menatap kearah Subaru, yang sedang duduk dikursi, dihadapan dirinya yang terbaring diatas kasur.

"Pe~rtama-tama, Aku ingin menyampaikan rasa terima kasihku sekali lagi. ――Karena telah melindungi negeriku, dan orang-orang di negeriku, terima kasih banyak atas semua itu" (Roswaal)

"Hah, ohh.. Oke. Sebetulnya gimana yah bilangnya.... mendengarmu mengucapkan itu membuatku bingung harus berbuat gimana. Perbuatanku itu bukan apa-apa kok atau semaca..." (Subaru)

"Kurasa Subaru sedikit kurang mengerti betapa berharganya ucapan terima kasih Roswaal-sama itu" (Ram)

Disaat Subaru ingin membuat Roswaal tidak perlu berterima kasih padanya, Ram langsung dengan cepat menyelanya. Dengan tatapan kosongnya, Ia menatapi Subaru,

"Menolak ucapan terima kasihnya, ini benar-benar nggak bisa dimaafkan. Sebagai seorang Margrave, Roswaal-sama adalah seseorang yang sangat berjasa bagi kerajaan Lugnica.  ――Ucapan terima kasih baginya sangat berarti daripada yang Barusu pikirkan" (Ram)

"――――"

"Bagi seseorang seperti Roswaal-sama, Ia seharusnya nggak perlu mikirin seseorang yang nggak selevel dengan dirinya, apalagi sampai memberikan ucapan terima kasih kepada orang itu. Coba pikirkan lagi tingkatan dirimu itu, apa kau lebih tinggi dari dirinya.." (Ram)

Seperti tamparan diwajah, Ram mengucapkan ini yang membuat Subaru kehilangan rasa semangatnya. Mendengar semua ini, tak dapat menjawab apa-apa, Subaru hanya menunduk terdiam. Tapi kemudian, mengatakan 'Tidak~ tidak~', Roswaal dengan pelan melambaikan kedua tangannya seolah-olah ingin mencairkan suasana,

"Ram su~ungguh sangat berlebihan kepadaku. Ucapanku tak se~berarti itu" (Roswaal)

"Roswaal-sama" (Ram)

Mendengar panggilan Ram yang mengandung maksud sesuatu, Roswaal mengangguk, dan dengan 'Ta~pi', Ia pun melanjutkan,

"Mari kita kesampingkan dulu betapa berartinya ucapan terima kasih ku itu, mengingat bagaimana statusku di mata penduduk sekarang. Apa yang telah diraih Subaru-kun sangat berarti dimata semua penduduk. De~ngan begitu, Kalau diriku tidak memberi penghargaan kepadamu dengan tepat, kau bisa membaya~angkan bukan, bagaimana nanti kecewaan dan kemarahan penduduk kepada di~riku ini" (Roswaal)

".......Jadi, apa yang ingin kau lakukan untukku?" (Subaru)

"Memberimu penghargaan. ――Subaru-kun, apa kau ingat apa yang terjadi saat di Aula Pemilihan Raja waktu itu?" (Roswaal)

Melihat Subaru yang tersedak, Roswaal menyipitkan kedua matanya dan tersenyum.
Saat tatapan seperti ini diperlihatkan kepadanya, Subaru mengingat kembali ingatan yang mengerikan itu, yang bahkan sampai saat ini membuat dadanya terbakar akan perasaan malu yang amat mendalam.

Pernyataan yang waktu itu dibuatnya, adalah ucapan dari seseorang yang tak mengerti apa-apa, ucapan dari orang bodoh yang tak mengingat posisi dirinya sendiri, ucapan dari seseorang yang meremehkan hal yang teramat penting.

Tapi, walau begitu――

"Aku masih mengingatnya. Kejadian itu adalah kejadian yang tak mungkin bisa terlupakan dalam ingatanku. ....atau tak boleh kulupakan" (Subaru)

"Kalau begitu, sebagai penghargaan atas pencapaianmu, bagaimana kalau ucapanmu waktu itu kubuat menjadi kenyataan.  ――Percayalah, saat kita meninggalkan tempat ini nanti, Aku akan mengangkatmu sebagai seorang Kesatria" (Roswaal)

Melihat keatas dan berfikir, untuk beberapa saat, Subaru tidak bisa memahami maksud dari ucapan orang itu. Melihat Subaru kebingungan, mengedipkan kedua matanya, Roswaal menganggukkan kepalanya,

"Bertempur bersama yang lainnya dalam mengalahkan Paus Putih, dan memusnahkan Uskup Agung Pemuja Penyihir, Aku tidak bisa membiarkan kejadian ini berlalu tanpa adanya nama. Namamu, <Kesatria> Natsuki Subaru harus dihormati dan dibanggakan di seluruh Kerajaan. ――Saat itu terjadi, tak ada seorangpun yang akan menertawakan lagi apa yang kau ucapkan saat di aula pemilihan itu" (Roswaal)

Berharap untuk melindungi Emilia, awalnya semua itu hanyalah bualan dari pemuda bertangan-kosong.

Pemuda yang telah bermimpi, yang telah berkali-kali hancur dihadapan kenyataan, yang telah berputus asa, yang telah tenggelam dalam kegilaan, yang telah dikendalikan oleh nafsu balas dendam hingga membenci segalanya, dan pada akhirnya diselamatkan oleh cinta―― Sekarang, Ia ada disini.

Terhadap segala hal yang terjadi waktu itu, tentu, dengan kalimat 'dihormati' yang diucapkan melalui bibir Roswaal kali ini... dapat menjadi bukti, kalau sesungguhnya ada arti lain dari semua itu.

――Sesungguhnya, sudah tidak ada lagi yang mengingat kecuali Subaru, kalau semua itu sebetulnya berkat perbuatan Rem.

"...Terima kasih, Aku akan menerimanya. Kalau memang ini akan memberikan arti pada pertempuran yang telah kami lalui" (Subaru)

"Ini adalah prestasi yang patut dibanggakan, dan Aku tidak mengizinkan siapapun meremehkan ini. Kau sekarang bisa berdiri disisi Emilia-sama dengan sangat bangga. Dengan kekuatanmu sendiri, kau telah memperoleh ini" (Roswaal)

"....tapi semua ini, bukanlah atas kekuatanku sendiri" (Subaru)

Mendengar perkataan Roswaal, Ia menggumamkan ini dalam hembusan nafasnya. Tapi, melihat Roswaal mengerutkan dahinya seolah-olah tidak mengerti maksud dari ucapannya ini, Subaru memejamkan kedua matanya dan menarik nafas dalam-dalam. Lalu, disaat Ia membuka kedua matanya lagi, Ia langsung mengangkat tangan dan bahunya, dan

"Nggak usah serius begitu dah, Oi. Hati-hati, kalau terlalu lama bersikap tidak seperti dirimu yang biasanya, maka akan susah untuk mengembalikkannya lagi nanti. Wajahku juga udah panas banget dari tadi ini" (Subaru)

"....Kau benar juga. Eeya~eya, sikapku itu memang tidak seperti diriku, bahkan diriku merasa ka~ku. Mengingat hubungan kita, rasanya aneh juga kalau kita berbicara se~rius" (Roswaal)

Mengikuti Subaru yang melenyapkan kesan serius dari wajahnya, ekspresi Roswaal berubah menjadi santai juga, dan ketegangan diantara mereka telah menghilang.

Melihat pembicaraan Subaru dan Masternya, Ram mendesah, dan kemudian dengan 'Oke kalau begitu', Ia melanjutkan pembicaraan ini,

"Barusu, ada sesuatu yang ingin kau tanyakan pada Roswaal-sama, kan? Itulah mengapa kau membuat Emilia-sama menjauh dari pembicaraan kita, bagaimanapun juga" (Ram)

"Kepintaranmu tadi membuat percakapan ini berjalan dengan lancar, terima kasih untuk itu...... Bukan berarti aku menganggap Emilia-tan pengganggu percakapan ini, tapi rasanya mulut Ros-chi akan jadi kaku kalau dia ikut berbicara disini" (Subaru)

Pengamatan Ram yang tepat, membuat Subaru tersenyum canggung. Melihat senyuman ini, Ram menatap kearah Emilia, memastikan kalau pembicaraan ini benar-benar tidak sampai didengarnya.

"Aku sudah meminta Lewes-sama untuk menemaninya keliling-keliling didalam Sanctuary... tapi saat Emilia-sama tahu kalau Barusu akan tetap diam disini, Ia kelihatan sedikit merasa kesepian" (Ram)

"Meskipun aku senang kalau ternyata diriku dibutuhkan, tapi saat aku memikirkannya lagi, aku nggak bisa menahan rasa gelisahku ini. Kemungkinan besar, Ia akan bertemu Otto saat perjalanannya nanti, sehingga aku tak bisa membiarkan dirinya berduaan saja dengannya...... bagaimana kalau nanti Otto brengsek itu nyari-nyari kesempatan padanya?? Aaaaaaaaah sial aku harus gimana nih? Emilia-tan itu super duper imut soalnya!! aaah tidaaak aku jadi khawatir padanya" (Subaru)

"Berbicara dengan dirimu sendiri dan membuat dirimu sendiri semakin khawatir, itu tidak ba~ik kan? Lagipula, dirimu itu tidak salah. ――――Dan memang, kalau aku sedang menyembunyikan sesuatu pada Emilia-sama, maka mulutku ini mungkin tidak akan terbuka sama sekali" (Roswaal)

Melihat Subaru hatinya dipenuhi perasaan khawatir, Roswaal mengangguk, dan menceritakan rahasia ini. Lalu disaat melihat Roswaal mengatakan itu, Subaru menutup satu bola matanya dengan tersenyum, dan mengatakan 'Seperti yang aku duga',

"Kau memang sengaja menyembunyikan informasi penting pada Emilia-tan..... Menurutmu, siapa yang kau tiru disini?" (Subaru)
(TLN: Puck :v)

"Memilih-milih dalam menyampaikan informasi, melakukan hal seperti ini penting juga, 'tau? Sebagai kandidat dalam Pemilihan Raja, Emilia-sama itu le~bih berharga dibanding diriku. Dan, kondisinya saat ini, pengetahuannya, masih belum cukup untuk menyandang statusnya itu, masih perlu diasah lagi. Sehingga, menambah bebannya lagi, disaat dirinya masih belajar seperti ini, sanga~at tidak masuk akal kan..." (Roswaal)

"Berkata seperti ini, membuat dirimu terlihat seperti orang yang cuma menyediakan lingkungan belajar yang nyaman kepada Emilia-tan. Membiarkannya dalam situasi yang fatal, dan tidak memberi tahu hal yang penting kepadanya walau sebetulnya kau tahu kalau ini sangat penting untuknya, bukankah malah ini yang jadi tak masuk akal yah. Bahkan, hal ini sebetulnya tak baik bagi dirimu juga" (Subaru)

Mendengar Roswaal membalas ucapan Subaru dengan pernyataan yang sangat lemah, Subaru menahan hasratnya untuk berdebat, melanjutkan membalasnya namun dengan suara yang pelan. Melihat sikap Subaru yang ditahan, Roswaal menutup satu bola matanya, dan menatapinya.

Dengan seksama, satu bola matanya――Mata kuning kirinya, menatapi Subaru.
Tak mengerti maksud dari tatapan yang meresahkan itu, tubuh Subaru gemetaran.

Dan kemudian, seolah-olah sadar kalau Subaru ketakutan, Roswaal tertawa, dan lalu berkata,

"Ya~ah, Sebetulnya aku tak tahu sampai ka~pan kau akan membicarakan hal ini, itulah mengapa, aku sudah menetapkan ha~tiku" (Roswaal)

"Menetapkan hati?" (Subaru)

"Menetapkan hati untuk tidak menghindar dari pertanyaan Subaru-kun, menjawabnya dengan benar. Meskipun aku ingin berlari nantinya, toh juga aku sudah terjebak oleh luka-luka ku ini, sehingga bukankah ini adalah waktu yang te~pat?" (Roswaal)

Dengan suara tawanya yang serak, diatas kasur, Roswaal menepuk pahanya sendiri disaat mengatakan ini.
Untuk beberapa saat, Subaru terkejut melihat dirinya yang menerima kekalahan seperti ini.

"....Angin sejuk apa yang sesungguhnya sedang berhembus disini.." (Subaru)

"Di~rimu yang tak mempercayaiku benar-benar menyakiti hatiku. Tapi kembali lagi, mengingat hubungan kita, Aku tak bisa menyalahkanmu memiliki si~kap seperti ini" (Roswaal)

"Bukan berarti aku tak percaya denganmu, tapi mengingat apa yang telah terjadi selama ini, aku jadi berpikir seperti itu. Kau selalu menyembunyikan sesuatu, bagaimanapun juga...... Tapi sekarang, aku bisa mempercayaimu kan?" (Subaru)

"Tentu saja" (Roswaal)

"Segala hal yang kau raih selama beberapa hari ini membuat hatiku semakin terbuka padamu. Aku bisa tenang sekarang. Mulai sekarang, aku akan menaruh kepercayaanku padamu dan didalam hatiku, aku mengakuimu―― sebagai ka~ki ta~nganku" (Roswaal)

"Tunggu dulu. Kok aku ngerasa kalau baru saja aku telah diberi beban yang sangat berat untuk ditanggung yah? Nggak apa kok, nggak perlu kau langsung terang-terangan membuka semuanya seperti itu, membiarkanku mengetahui salah satu darinya sudah cukup bagiku" (Subaru)

"Ayaaya, bahkan disaat diriku mengatakan seperti itu kepadamu, kau tetap  kejaa~am padaku yah" (Roswaal)

"Nggak bukan gitu, tapi kalau secara tiba-tiba kau memberitahu semua itu padaku (note: menaruh rasa kepercayaan, serta menganggapnya sbg kaki tangan), aku jadi merasa membawa beban yang sangat banyak....." (Subaru)

Disaat percakapan mereka terdengar seperti sepasang kekasih yang baru saja memulai kencannya dan berdebat menentukan bagaimana untuk memulai kencan mereka, Subaru langsung mengeluarkan suara 'Ehem..', dan mulai menata pikirannya, lalu setelah itu mengatakan 'Kalau begitu',

"Mari kita bicarakan dilain waktu saja masalah kaki tangan ini, untuk sekarang, biarkan diriku menanyakan beberapa pertanyaan yang sudah lama ingin kutanyakan padamu. ――Oke jadi, apa alasan mu sebenarnya menyembunyikan semua informasi ini pada Emilia. Pertama, mari kita mulai dari pertanyaan ini" (Subaru)

"――――"

Sekali lagi, Roswaal menutup satu bola matanya dan menatapi Subaru.

Bagaimana bisa Roswaal memilih-milih dalam membagi informasi ke Emilia――Pengaruh Ia berbuat seperti ini, termasuk semua perbuatannya di kejadian di pengulangan sebelumnya, bisa akan sangat fatal.

Fakta kalau Emilia itu dilahirkan sebagai setengah-elf―― kalau saja gadis itu tahu, kalau dirinya yang sebagai setengah-elf itu dapat memancing serangan para Pemuja Penyihir, maka kemungkinan dia dapat mempersiapkan penanggulangan yang efektif terhadap hal ini, terhadap serangan di desa Arlam dan di perkebunan Roswaal.

Tentunya, ini akan berpengaruh pada tindakan Subaru, saat Ia panik berlari kesana kemari berusaha menyelamatkan situasi, dan, sebagai hasilnya, mungkin yang dialami Rem tidak akan――――

"Jawab aku, Roswaal. Kalau memang kau ingin menjadikan Emilia-tan sebagai Raja, maka tentu saja, kau akan merasa gelisah jika dia tiba-tiba terjatuh ditengah jalan. Namun walau begitu, kenapa kau merugikan Emilia-tan dengan menyembunyikan informasi kepadanya? Semua ini nggak masuk akal" (Subaru)
(TLN: Disini tappei memang menulis 王様 (Osama) / Raja, jadi ane ngikutin source eng nya saja, yg mngikuti tappei)

"Terhadap pertanyaanmu itu, akan kujawab seperti ini. ――Semuanya tepat seperti yang kau katakan, kalau memang aku ini membatasi informasi yang kuberitahukan pada Emilia-sama" (Roswaal)

"...!? Apa maksudnya itu. Apa kau ingin bilang tindakanmu yang membatasi informasi dan membawa Emilia dalam keadaan merugikan itu, memang diperlukan demi kemenangannya di pemilihan kerajaan?" (Subaru)

"Tepaat sekali" (Roswaal)

Jawaban Roswaal membuat pikirannya kacau, Subaru mengerutkan jidatnya dan menunjukkan ketidakpahamannya. Melihat reaksi seperti ini dari Subaru, Roswaal semakin menekan kebelakang punggungnya dikasur, hingga kasur itu berbunyi.

"Subaru-kun, apa ka~u sesungguhnya ing~in mengatakan ini padaku? Disaat mereka mendengar partisipasi Emilia-sama dalam pemilihan kerajaan, maka akan ada kemungkinan kalau mereka para Pemuja Penyihir itu akan bertindak sesuatu. Dan kenyataannya, mereka para Pemuja Penyihir itu bertindak, dan menyerang negeriku. Sehingga, kalau memang aku sudah tahu akan kemungkinan ini, aku seharusnya sudah mempersiapkan beberapa penanggulangan yang tepat" (Roswaal)

"Y-Ya. Seperti itu dah. Sudah jelas sekali, siapapun bakal berpikiran seperti itu. Mungkin aku nggak tahu, tapi hubungan antara para Pemuja Penyihir dan setengah-elf itu hal yang sudah umum dimasyarakat, kan? Dan, seharusnya kau juga sudah tahu. Oleh karena itu, kenapa kau tak menyiapkan apapun.... nggak, sebelum itu, kenapa kau meninggalkan perkebunan dan mengasingkan dirimu sendiri dengan pergi ke Sanctuary?" (Subaru)

"Diriku yang menghilang itu bukanlah karena aku ingin meninggalkan perkebunan untuk waktu yang lama, Tapi Aku telah ditahan di Sanctuary ini..." (Roswaal)

"Pembelaan dirimu yang seperti itu sudah nggak kerja. Dirimu terluka dan dijadikan tahanan rumah ini karena dirimu menjalani tantangan di Kuburan itu, untuk menenangkan para Penduduk dari desa Arlam. Sebetulnya, ini adalah konsekuensi yang kudapat karena mengevakuasi para penduduk dari jangkauan para Pemuja Penyihir............ jadi, kau nggak kembali pulang itu atas 'KEINGINAN' mu sendiri" (Subaru)

"Menggunakan logika dalam memenangkan perdebatan dengan lawanmu, rupanya cara seperti ini bekerja dengan baik. Sungguh, cara seperti ini patut ditiru" (Roswaal)

Mendengar Subaru mematahkan pembelaan dirinya dengan sangat mudah, Roswaal langsung mengangkat bahunya seolah-olah tidak menyangka kalau Subaru dapat mengalahkannya. Terganggu dengan ekspresi seperti ini, Subaru maju selangkah kedepan, mendekati dirinya, namun,

".......Ram" (Subaru)

"Roswaal-sama sedang terluka. Tapi, untuk melenyapkan Subaru, dengan sentilan jari saja sudah cukup........ Ram, nggak akan pernah bisa memaafkan sikapmu yang seperti itu" (Ram)

"Kau memang menginginkan seperti ini yah. Diperlakukan seperti orang yang selalu menuruti perintah, sebagai orang yang dikorbankan. Roswaal sudah tahu kalau orang-orang goblok itu bakal datang ke pedesaan, tapi dia malah melarikan diri dan menunggu mesin pembunuh itu dihancurkan oleh orang lain. Apa kau rela memaafkan dirinya yang bertindak seperti itu?" (Subaru)

"Tidak peduli bagimanapun, Ram akan selalu memaafkan segala apapun tindakan yang dilakukan Roswaal-sama. Bagaimanapun juga Ia telah merawat Ram, mau apapun yang dilakukannya, semuanya tetap sama bagi Ram" (Ram)

"Kauuu――!!" (Subaru)

Dihadapan kesetiaan Ram yang tak dapat dipahami, hati Subaru dipenuhi rasa amarah.

Tapi walau begitu, Ia tidak sanggup melakukan kekerasan secara tiba-tiba pada mereka berdua. Mungkin karena Ia sadar kalau dirinya bukanlah tandingan mereka berdua, atauuu mungkin, ini karena――
(TLN: Karena rem :3)

"......Bahkan Rem juga, mengorbankan diri karena alasan yang tak kumengerti itu" (Subaru)

"――――? Aku nggak tahu kau ini bicarain siapa, tapi Ram benar-benar nggak kenal dengan siapapun yang memiliki nama itu. Bagi Ram, Roswaal-sama adalah segalanya, dan yang lainnya, nggak penting sama sekali" (Ram)

Bahkan pembelaan Subaru yang menyedihkan itu, sama sekali tidak menggerakkan hati Ram.
Subaru sesungguhnya sudah tahu tentang hal ini. Mengucapkan hal seperti ini kepada gadis yang telah melupakan keberadaan Rem, sudah tidak ada gunanya lagi. Namun, disaat yang bersamaan, Subaru menyadari sesuatu.

Dari awal, Subaru sudah sadar akan kesetiaan Ram yang luar biasa pada Roswaal.

Tapi kesetiaan nya yang kali ini, sungguh berbeda dengan kesetiaan yang Subaru kenal dulu.
Dan memang sudah sangat jelas alasan untuk ini, karena gadis ini telah melupakan Rem.

Subaru memang tidak tahu secara lengkap apa yang terjadi pada mereka dimasa lalu mereka. Tapi setelah menyambungkan potongan-potongan dari setiap ucapan Rem yang sering diucapkan kepadanya, Ia merasa kalau mereka berdua itu saling bergantungan.

Dengan sikap baik hati, dan rendah diri yang dimilikinya――terombang-ambing diantara dua sikap ini, sikapnya ini membuat Rem sangat bergantung dengan kakaknya. Dan meski Ram berusaha menutupi ketidakmahirannya, tapi disaat dia bersama adiknya, ketergantungan ini akan terlihat.

Seperti adiknya, yang ada di dunia Ram hanyalah Rem dan Roswaal. Namun adiknya, Rem, dunia nya yang awalnya sempit seperti kakaknya itu, berubah disaat bertemu dengan Subaru, melakukan banyak hal bersama Subaru. Namun sementara dunia kakaknya, Ram, masih tetap sempit.

Dan pada akhirnya, telah melupakan seseorang yang telah mengisi separuh dari dunianya, sekarang, yang ada di dunia Ram hanyalah Roswaal.

Memang ini sangat ekstrim, tapi ini terjadi karena kesetiaannya yang berlebihan pada Roswaal.

"Ram, jangan menya~kiti Subaru. Ba~gaimana pun juga, Subaru tidak berniat melakukan hal yang kasar ter~hadapku. Dia itu cu~ma, maju selangkah mendekatiku" (Roswaal)

"Baiklah kalau kau berkata begitu, Roswaal-sama" (Ram)

"Yap yap. Santai saja. Benarkan, Subaru-kun. Kau memang kelihatan agak marah, tapi kau terlihat bisa mengendalikan a~marahmu itu. Hal seperti kehilangan kendali dan me~mukulku, kau tidak melakukan itu, karena tidak ingin kehilangan kesempatan untuk tetap melanjutkan percakapan ini tanpa adanya masalah, ya~kan?" (Roswaal)

"Apa maksudmu itu..." (Subaru)

"Se~derhana. Kalau dirimu yang dulu itu, disaat terjadi kejadian seperti ini, kau akan bertindak seperti, mengamuk, dan hasilnya percakapan ini akan berakhir. Tapi, sekarang kau tidak melakukan ini, dan bahkan disaat kau menahan amarahmu, kau melampiaskannya kedalam argumen, dan tetap tenang...... inti dari per~kataanku ini, kau telah berkembang" (Roswaal)

Disaat Roswaal menepuk kedua tangannya, dan menyampaikan pujian yang dangkal ini, Subaru semakin merasa kemarahan yang sudah menumpuk didadanya membuat dirinya ingin mengamuk. Tapi, mengetahui kalau dia melakukan itu, sama saja dengan memberikan apa yang diinginkan oleh lawannya, Subaru pun menghentikkan dirinya, mengambil nafas dalam-dalam, dan dia kembali menahan amarahnya.

――Dan setelah melakukan itu, Subaru akhirnya sadar kalau apa yang dikatakan Roswaal itu memang benar, dan Ia pun tak bisa menahan rasa kesalnya ini.

"Yaa~ah, kalau terus-terusan kita mengganggu pria ini, maka kita tidak akan terlihat seperti orang dewasa. Karena kau telah menunjukkan dirimu yang telah berke~embang, aku juga harus menunjukkan sisi kede~wasaanku" (Roswaal)

".....Ya tolong lakukan itu. Dan juga, tolong jawab pertanyaanku yang sebelumnya. Tanpa mencoba menghindarinya lagi. Kenapa, kau menyembunyikan info tentang Pemuja Penyihir pada Emilia. Dan, kenapa, saat kau tahu Pemuja Penyihir itu datang, kenapa kau, kekuatan tempur terbesar yang kita punya, pergi melarikan diri!" (Subaru)

"Aku bisa menjawab semua pertanyaanmu itu cukup dengan satu jawaban saja. ――Aku bertindak seperti itu untuk menghindari perselisihan dengan para Pemuja Penyihir" (Roswaal)

===
(TLN: Oke segini dulu ya, utk part 2/2 nya ane usahakan selesai besok atau besok lusa)

No comments:

DMCA.com Protection Status