Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 57 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 57 Bahasa Indonesia

April 07, 2017 Kirz Oiishii


Regular chapter adalah tiap hari Selasa, Kamis, dan Minggu
Kuota chapter bonus: 22 ($0.06695/$2)
*Note: Chapter bonus adalah chapter yang rilis di luar jadwal
Untuk meningkatkan kuota: klik dan tunggu 5 detik kemudian klik "skip ad" http://adf.ly/1ky5tT
(Ada kejutan lho :v )

Kuota chapter akan diupdate tiap rilis chapter baru 

Note: Wanjir udah banyak aja utangnya :v

Chapter 57: Dark Elf dan Makanan

Nama gadis dark elf tersebut adalah Marifa Nagutsu. Hingga kemarin, ia telah mempersiapkan diri untuk berjaga-jaga jikalau ia akan mati. Lagipula, ia terluka sehingga nilai jualnya rendah. Ia tidak dapat berbicara karena luka pada tenggorokannya. Bahkan meskipun ia diobral, ia tidak percaya diri bahwa seseorang akan membelinya.

Itu semua dimulai ketika desanya diserang gerombolan monster. Di tengah-tengah serangan, ia tertangkap oleh penjual budak. Ia kehilangan satu mata, kemampuan untuk berbicara dan menderita luka serius pada punggungnya. Si penjual budak menggunakan 【White Magic】 namun itu hanyalah kebaikan yang terselubung. Mereka tidak menyembuhkannya sepenuhnya, hanya cukup untuk mencegahnya mati karena pendarahan yang berlebih.

Hidup di liang budak adalah mengerikan. Meskipun budak bagus dapat memperoleh makan tiga kali sehari dan bahkan sebuah kamar, ia sudah cukup beruntung bisa mendapatkan makan sekali dalam sehari. Terkadang ia hanya mendapatkan sepotong roti dan sedikit sup sisa.

"Bagaimana menurutmu?"

Marifa melihat kepada sipenanya ia adalah Yu. Marifa mengalihkan matanya namun telinganya tetap berkedut, mencoba untuk mencari tahu apa yang Yu akan lakukan. Kemudian setelah beberapa waktu, si penjual budak keluar bersama dengannya.

"Hohoho... maaf sudah menunggu."

"Tidak apa." (Yu)

Ekspresi si penjual budak tidak berubah namun keringatnya masih mengucur deras. Itu jelas menunjukan bahwa niatnya adalah untuk tidak menyinggung Yu.

"Jadi, haruskah kita melakukan kontrak budak?"

Kapanpun kau membeli seorang budak, budak tersebut akan diberikan sebuah ikat leher. Ikat leher tersebut telah ditanamkan oleh sihir bersamaan dengan kontraknya.

"Aku tidak memerlukannya." (Yu)

"Apa? Ini adalah untuk keamanan tuan. Budak-budak akan mencoba melarikan diri, mencoba melukai tuannya, ingin mencuri uang dan tindakan-tindakan pemberontakan lainnya, selama tuannya memiliki kontrak budak, mereka tidak dapat melakukan hal semacam itu."

"Kalau dia tidak suka bersamaku, dia bisa bebas pergi." (Yu)

"Hohoh, cara pikir yang cukup unik. Meskipun begitu, anda tidak mau 500 gold coin anda melarikan diri 'kan?"

"Mengenai 500 gold, aku sudah bilang kalau aku akan membayarnya. Kalau dia melarikan diri, itu urusanku bukan urusanmu." (Yu)

"Meskipun begitu, budak tidak bisa berkeliaran di kota tanpa mengenakan ikat leher. Saya akan mencarikan sesuatu yang mirip itu, apa anda sudah memutuskan nama untuknya?"

"Nama? Bukankah dia sudah punya nama?" (Yu)

"Tentu saja menggunakan kemampuan mataku saya dapat melihat nama aslinya, dia adalah Marifa Nagutsu."

Setelah itu, Yu berjalan keluar bersama Marifa. Akan tetapi tidak lama setelah itu datang suara aneh dari belakang Yu. Suara itu datang dari Marifa.

*Guuuu*

Itu adalah suara perut keroncongan. Yu berhenti berjalan dan berkata.

"Ada sebuah penginapan di dekat sini yang punya makanan enak. Orang-orang di sana aneh-aneh tapi makanan yang mereka siapkan enak. Kita akan makan di sana." (Yu)

Tentu saja ketika menjadi budak, ia jelas kekurangan makanan. Marifa tidak membalas, hanya suara dari perutnya yang menandakan bahwa ia akan menuruti Yu. Ia hanya melihat ke bawah dengan wajah merona.

Penginapan tersebut adalah penginapan tempat Yu menetap ketika ia pertama kali tiba di kota Comer. Bahkan ketika bukan saatnya makan siang, seluruh kursi telah terisi 70%.

"Selamat datang! Apa anda ingin menginap ataukah makan?" Yang menyapa Yu adalah Melissa dengan suara cerianya.

"Oh, kamu datang lagi. Gadis di belakangmu, apa dia bersamamu?" (Melissa)

Melissa menyeringai namun ia mungkin telah salah paham akan sesuatu.

"Aku mau satu set penuh makan siang spesial." (Yu)

"Dan untuk gadis itu?" (Melissa)

"Sama." (Yu)

Biasanya tidaklah aneh bagi budak untuk menunggu di luar ketika tuannya sedang makan. Akan tetapi hari ini Yu membelikannya satu set dan ditambah lagi memperbolehkannya untuk duduk di meja yang sama dengannya.

"Apa ada sesuatu yang salah?" (Yu)

Yu bertanya pada Marifa, namun ia menjawabnya dengan cepat dengan menggelengkan kepala dengan semangat. Ia tidak berpikir bahwa Yu akan membelikannya makanan, ditambah lagi satu set lengkap. Ia kegirangan.

"Spesial hari ini apa?" (Yu)

"Kazamidori spesial, ayam panggang dilapisi tanaman herbal." (Melissa)

"Baiklah, dua porsi juga." (Yu)

"Segera datang!" (Melissa)

Melissa kembali ke dapur untuk menyampaikan pesanan. Di sisi lain, Marifa gelisah dan resah. Aroma sedap di aula tidak dapat menahan kegirangannya.

Tidak jauh dari meja, dua adventurer sedang duduk. Wajah mereka terang-terangan tidak terlihat enak dipandang sedang melihat ikat lehernya Marifa.

Tidak lama setelah itu, Melissa datang dan membawakan makanan dan mengisi meja.

"Maaf sudah membuatmu menunggu. Spesial hari ini telah selesai direbus." (Melissa)

Dari dapur, beberapa uap membumbul dan aroma tanaman herbal keluar.

"Hei, aku rasa aku pernah melihat dia di suatu tempat di sekitar toko budak."

"Iya tau. Itu merusak citra rasa makanannya."

Tentu saja kata-kata tersebut datang dari dua adventurer itu. Mereka sengaja bicara keras untuk membuat Yu mendengarnya. Yu melihat kepada Marifa dan ia hanya bisa melihat ke bawah.

"Apa ada masalah kalau budak makan di penginapan ini?" (Yu)

Yu bertanya kepada Melissa yang tetap terdiam.

"Kalau kita mengganggu, kita akan pergi. Tentu saja aku akan membayar makanannya." (Yu)

Kemudian Melissa berbicara.

"Kamu tahu, bangsawan, budak, di dalam penginapan ini adalah hal yang sama. Tidak ada yang salah selama mereka membayar makanan mereka. Jika seseorang terganggu, mereka tinggal pergi dan jangan kembali lagi." (Melissa)

Aula kemudian menjadi hening. Melissa hanya melempar tatapan dingin kepada duo adventurer.

"Ya, Melissa, kami minta maaf."

"Tadi itu tidak disengaja."

"Berisiknya, pergi dari tempat ini. Aku tidak mau melihat wajah kalian mulai hari ini." (Melissa)

Kata-kata Melissa untuk mengirimkan mereka pergi disoraki oleh orang-orang disekitar. Di bawah tekanan besar, dua adventurer itu hanya bisa lari keluar.

"Melissa emang best lah!"

"Ntapz Melissa!"

"Melissa, nikahi aink dong!"

Kemudian ia menerima pujian dari orang-orang di aula. Setelah tersenyum malu-malu, ia kembali ke mejanya Yu.

"Maaf, sekarang kalian bisa makan dengan tenang." (Melissa)

"Terima kasih. Untung saja aku memilih makan di sini." (Yu)

"Tentu saja. Kamu akan kembali lagi ke sini, kan?" (Melissa)

"Pastinya. Aku menyukainya (penginapannya)." (Yu)
(TL Note: RAWnya "Mochiro, suki da")

"Hahaha... ah, maaf aku harus kembali ke dapur." (Melissa)

Nampaknya Melissa salah paham dengan kata-katanya Yu lagi. Ia lari ke bawah dan terjatuh di jalan karena ia terburu-buru dengan wajah merona.

Marifa di saat yang bersamaan hanya dapat mengintip-intip melihat Yu.

"Apa yang kau lakukan? Cepat makan makanannya sebelum dingin." (Yu)

"u..."

Marifa memakan makanannya dalam diam. Mungkin itu adalah uap, mungkin juga karena makanannya panas. Hidungnya Marifa blepotan karena ingus dan matanya berair. Ia berusaha yang terbaik untuk tidak menangis ketika makan.

No comments:

DMCA.com Protection Status