Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 58 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 58 Bahasa Indonesia

April 08, 2017 Kirz Oiishii


Regular chapter adalah tiap hari Selasa, Kamis, dan Minggu
Kuota chapter bonus: 22 ($0.06695/$2)
*Note: Chapter bonus adalah chapter yang rilis di luar jadwal
Untuk meningkatkan kuota: Link sponsor dihapus dlu, lunasin utang dlu :v

Chapter 58: Di Balik Kejadian

Note: gw gtw pas ngerjain ch 54-58 ini authornya ntah abis kena koma, amnesia mendadak, mabok, abis diputusin cewek, efek kelamaan ngejones atau gmana... terlalu banyak plot hole dan rada ga jelas, mungkin di LN bakal diperbaiki

Distrik timur kota Comer. Distrik tempat dimana populas miskin dan rangking terendah tinggal. Mereka bahkan tidak dapat membayar pajak kota, merupakan kawasan kumuh di kota Comer.

Banyak kriminal juga tinggal di sana, lebih penting lagi, berbagai negara menyembunyikan mata-mata mereka di tempat ini...

Sudah tengah malam. Banyak diantara para penduduk telah tertidur lelap, akan tetapi terdapat sebuah pondok yang meloloskan cahaya keluar. Di dalam ada sekelompok pria sedang mendiskusikan sesuatu. Penampilan mereka adalah miskin namun di balik pakaian kumuh mereka, otot-otot sekeras baja dapat terlihat sekilas.

"Apa ada yang tahu ke mana si enchanter itu pergi?"

"Kami tidak tahu. Tidak ada petunjuk."

"Apa yang kalian lakukan? Kalian tidak bisa mengikuti jejaknya?"

"Apa dia tertangkap oleh Joseph?"

"Tidak, mungkin ditangkep oleh Mussu."

"Tentu saja, Musso telah mengumpulkan banyak adventurer dengan kekuatan rangking B atau lebih tinggi. Jika itu masalahnya, kita tidak punya pilihan selain mundur untuk sekarang, kita mungkin gagal dalam misi kami."

Itu tidaklah berlebihan. Jumlah mata-mata awalnya adalah 8 orang. 4 orang dari mereka telah terbunuh oleh Joseph.

"Tenanglah. Kalian tahu kan kalau mundur dan misi gagal itu TIDAK DIPERBOLEHKAN. Kita hanya bisa menyelesaikan misi atau mati ketika mencoba. Ini adalah perintah dari Uskup Agung."

"Lagipula, kenapa sang Uskup Agung menjadi tertarik dengan bocah berambut hitam itu?"

Kata-kata itu datang dari pria yang nampaknya adalah pemimpin mereka.

"Aku juga tidak tahu rinciannya. Tapi ada kemungkinan kalau dia adalah benih bencana yang akan menjadi mimpi buruk untuk dunia."

"Bocah iblis kelima."

"Ya, kekuatannya akan tetapi masih di bawah kita. Kita diinstruksikan untuk menangkapnya. Meskipun begitu, kurasa akan lebih baik kalau kita langsung membunuhnya saja."

Terdapat kasus dengan ancaman yang serupa.

Yang pertama adalah iblis dari dungeon rangking S Istana Grimm yang telah ada di barat kerajaan kudus, "Overlord Candolim".

Yang kedua adalah iblis yang mendominasi pegunungan bukit utara Hameln, "Sademu".

Orang yang membuat markas di gurun pasir, kerajaan selatan Daelim, "Hellfire".

Yang terakhir adalah "iblis bencana" yang muncul di desa kecil di Hameln.

Kemunculan mereka adalah sesuatu yang membawa ancaman untuk tiap negara.

Meskipun pertempuran besar selalu dibutuhkan untuk mencegah kehancuran yang lebih jauh, kasus yang terakhir adalah tidak diketahui tanda-tanda kapan bocah iblis keempat muncul dan memusnahkan desa kecil di Hameln. Pertempuran terjadi selama 10 hari dan bahkan 100 juta orang dikerahkan dalam operasi.

"Jadi, meskipun jika dia masih belum bangkit, kita tidak bisa membunuh Yu Sato. Misi kita adalah menangkapnya. Akan tetapi, kalau kita membunuhnya tanpa sengaja..."

Kemudian pria-pria yang ada di sekitar pemimpin itu menjadi girang.

"Apa itu benar? Tetapi, si Joseph itu selalu mengawalnya."

"Tidak hanya itu, kemampuan Yu Sato juga merupakan ancaman. Meskipun kita tidak tahu mengenai kemampuan penuhnya namun area skill 【Awareness】-nya tidak normal. Radiusnya 1 kilometer."

"Apa dia punya skill pencarian lainnya?"

"Dari si enchanter kita tidak memiliki laporan lain."

"Jadi, apa yang mau kau katakan?"

"Mungkin, Stella berbohong kepada kita."

"Stella tidak akan menghianati kita. Beliau adalah salah satu santo kudus kembar. Kata apapun yang mengecilkan beliau hanya akan berarti mati. Atau, apa kau mau cari mati sendiri?"

Ketika ia mengatakan itu, belati si pemimpin sudah bersiap untuk memotong tenggorokan anak buahnya.

"Maaf.. tadi itu salahku.."

"Lakukan saja apa yang seharusnya kalian lakukan. Dalam sebulan kita juga akan mendapatkan bala bantuan."

"Apa kita akan memulai perang di sini? Bagaimana dengan para penduduk?"

"Tidak ada penganut di kerajaan Houston, apalagi di kota Comer. Meskipun ada banyak agama, tapi tidak ada satupun penganut setia di kerajaan kudus. Tidak ada masalah."

___

"Bagaimana bisa jadi seburuk ini?"

Si dwarf blacksmith melihat ke sarung tangan dan pedang panjang yang telah pecah berkeping-keping. Yu tiba di sini setelah akan siang dengan Mari. Armor Yu juga rusak dan minta untuk diperbaiki tapi ia berkara bahwa akan lebih baik untuk membeli yang baru.

"Jadi, bisakah kau membuat dua belati dari sisa-sia pedang panjang dan sarungnya dari sarung tangan?" (Yu)

"Apa ini untuk ojou-chan? Baiklah... Ini adalah servis buatmu karena tidak mati di luar sana."

"Juga, armornya rusak karena pukulan terakhir juga." (Yu)

"Sudah kubilang, lebih baik beli yang baru."

"Kalau begitu gimana kalau kita gunakan ini?" (Yu)

Yu kemudian mengeluarkan perisai sihir, armor mithril plat penuh dan helm Damascus.

"Bisakah kau menggunakan ini?" (Yu)

"Ya, tapi untuk material sisanya kita perlu membelinya. Aku menyarankanmu untuk pergi ke toko pusat."

Toko pusat adalah tempat dimana kebanyakan blacksmith menjual kerajinan dan perlengkapannya.

"Buat apa?" (Yu)

"Mithril ini dapat dijual untuk harga yang lebih baik di sana. Mereka juga mempunya banyak skill batu sihir. Akan lebih baik bagimu untuk pergi ke sana."

"Gini lho, aku ini datang ke sini lagi karena aku mengakui skill-mu. Apa masalahnya membiarkanmu mendapatkan beberapa tambahan coin?" (Yu)

"Baiklah baiklah... Aku akan menerima permintaanmu. Aku akan melakukan yang terbaik untuk mengerjakannya."

"Aku mau armor baru dan senjata baru untuk Nina."

"Ya, aku mengerti. Akan tetapi, apa dia temanmu? Er, dia budak? Meskipun memang begitu, kau perlu memberikannya pakaian, makanan, dan tentu saja senjata."

Mari kemudian bersembunyi di belakang Yu untuk mengalihkan pandangan si dwarf.

"Aku tahu, bisakah kau menunjukanku beberapa anak panah dan busur?" (Yu)

Setelah itu Woods kembali ke dalam toko dan keluar lagi dengan beberapa perlengkapan.

"Ini semua yang aku punya."

Setelah itu Yu mencoba kekuatan busurnya dengan menarik senarnya dan memilih yang terlemah. Ia membidik tong di dekat pintu masuk.

"Baiklah, yang ini bagus. Aku juga bisa menaruh anak panah ke dalam tas item jadi ini cukup praktis." (Yu)

Ia memberikan busur ke Mari yang sedang gemetaran dan membayar harganya ke Woods.

"Berikan aku waktu untuk mempersiapkan armor dan senjatanya. Mungkin satu minggu untuk armor. Jadi, apakah kau mau membeli armor untuk dark elf itu?"

"Tidak perlu. Kita hanya akan melempar batu ke goblin. Senjata hanya untuk jaga-jaga." (Yu)

Setelah itu Yu meninggalkan toko diikuti oleh Mari di belakang.

"Melempar batu ke goblin? Aku tidak mengerti maksudnya."

Setelah itu, Woods menyalakan tungku pembakaran dan memulai memproduksi perlengkapan.

Previous ChapterDaftar Isi – Next Chapter

No comments:

DMCA.com Protection Status