Wagamama Onna ni Tensei Chapter 14 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Wagamama Onna ni Tensei Chapter 14 Bahasa Indonesia

April 08, 2017 KIV


Heu, maaf karena posting yang tidak teratur, ada sedikit miskomunikasi dalam tubuh manajemen isekai novel (kesalahan saya lebih tepatnya). Tapi karena sekarang bisa dikatakan masalah tuntas, terhitung mulai chapter ini, wagamama akan update setiap Sabtu kecuali ada pemberitahuan terlebih dahulu. Stay tune. 
- Kiv




Chapter 14 -  pendaftaran guild (2)

“Lalu, apa yang sebenarnya terjadi?”
Saat kami tiba di ruangan sebelah, si resepsionis guild, Clara dan aku duduk di sofa. Kepala guild lalu bertanya pada kami mengenai apa yang menyebabkan kegaduhan berusan.
Clara yang telah berhenti menangis mengucap dengan pelan.
“…Aku kerepotan karena yang datang terlalu banyak, aku sudah pernah cerita, kan?”
“Ya. Aku tahu pekerjaanmu berat, tapi tidak ada alasan untuk menangis kan? Pekerjaanmu kan memang itu.”
Kepala guild melihat ke arah Clara dengan tampang heran.

“Tapi, itu terlalu berat!! Iya, kan?”
Entah kenapa Clara melihat ke arahku.
Eh, hari ini pertama kalinya kita bertemu?
Tapi aku tetap akan terusik sih walau sering datang.
“Uh… kurasa begitu.”
Agak tidak masuk akal tekanan yang diberikan Clara pada orang luar sepertiku.
Aku hanya bisa setuju.

“Bahkan walau kau bilang begitu, konternya sudah penuh, mustahil menambahkan satu meja lagi Ibukota ini penuh suplai barang, jalanan saja terawat. Ini kota yang baik bagi petualang. Aku yakin jumlah pendatang akan semakin bertambah ke depannya.”
Clara menundukkan kepalanya ketika mendengar ucapan kepala guild.
Atmosfer muram memenuhi ruangan.

Uh, bikin sesak.
“Anu, aku boleh bicara?”
“Apa?”
“Kenapa pengisian formulir harus dilakukan di konter?”
Aku mencoba mengubah suasana dengan menanyakan hal yang mengganjal pikiranku.
“Ha? Memangnya di mana lagi kalau bukan di konter?”
Si kepala guild malah balas melihatku dengan tatapan bingung.

“Bukankah waktu yang dihabiskan di konter bisa dipersingkat kalau mengisi formulirnya di tempat lain?”
“Hmm… benar, tapi ada banyak pendatang baru. Selain itu jumlah orang yang tidak bisa buta huruf juga banyak, sehingga wajar kalau resepsionis melakukannya untuk mereka. Permintaan dan pengisian pendaftaran, pertanyaan, dan konsultasi di guild semuanya dilakukan oleh resepsionis!”

Hmm, sepertinya pekerjaan resepsionis guild memang benar-benar berat.
Pantas saja Clara jadi meledak.
“Bagaimana kalau membuat pos khusus informasi? Di pos itu kamu bisa menanyakan hal sederhana, meminta penjelasan cara mengisi formulir, atau bahkan bisa minta untuk diisikan. Bukankah dengan begitu beban resepsionis jadi berkurang?”
Selanjutnya mungkin sistem penomoran tiket, mengurangi antrian resepsionis, supaya mereka bisa ada ruang untuk bernafas?
“Hmm… bagian informasi…”
“Ah, lalu, kurasa lebih baik ada hari libur setiap 6 hari.”
Soalnya, liburan rutin itu perlu!

“Bagaimana?”
Clara mendengarkan proposalku dengan saksama, bahkan dia langsung bereaksi begitu mendengar kata “libur”.

Dia mengguncang pundakku.
Clara, terlalu kuat! Bahuku sakit!
Selain itu, bukan aku yang menentukan hari liburmu, lho?
“Fumu, mungkin ada baiknya kalau kupertimbangkan.”
Si kepala guild mengangguk karena tertarik.

Tidak buruk, kan?
Dengan begitu, beban para resepsionis bisa sedikit berkurang.

Sip! Karena sudah selesai, apa aku bisa kembali untuk mendaftar?
Aku ingin cepat pulang minum teh bersama wirbel, jadi aku tidak punya banyak waktu lagi.

“Ngomong-ngomong, sepertinya ini pertama kalinya aku melihatmu…”
“Ah, aku datang untuk mendaftarkan diri.”
Clara akhirnya ingat soal permintaanku tadi.

“Ha? Jadi kau bukan teman Clara!? Apa yang kau pikirkan menyeret orang yang baru kau temui pertama kali!”
“Soalnya semuanya protes terus, dan cuma dia yang mau mendengarkanku dengan sabar!”
Clara membalas kepala guild yang marah padanya.

Uh, Clara, aku cuma bilang “pasti berat”, kan?
Sebenarnya hatimu itu sudah selemah apa sih?
Hati-hati. Jangan sampai tertipu pria aneh, lho?
Serius deh!

“Anu, aku mau mendaftar, jadi bisakah aku pergi sekarang?”
“Ya. Maaf sudah menghabiskan waktumu di sini. Apa kamu datang hanya untuk mendaftar?”
“Soal itu, kudengar kalian memberikan kursus singkat soal sihir, apa itu benar?”
Syukurlah! Kalau pendaftaran bisa dilakukan di sini, aku tidak perlu menghabiskan waktu lebih lama.
Kalau terlalu lama, Berta mungkin akan khawatir.

“Hmm, sejauh apa kamu bisa menggunakan sihir?”
“Aku tidak bisa menggunaannya. Inipertama kalinya aku ingin belajar.”
“Pertama kali? Apa kau punya kekuatan sihir? Kalau tidak punya, kau tidak mungkin menggunakan sihir, lho?”
Kepala guild menanyakan hal yang fundamental.
Serahkan padaku! Kalau mengeluarkan kekuatan sihir dengan tiba-tiba sih aku bisa!

“Tidak apa-apa. Aku tidak pernah menggunakannya dengan sengaja, tapi kalau aku marah, perabotan rumahku akan terbang.”
“Ha?” ”Eh?”
Saat menjelaskan kalau aku punya kekuatan sihir, kepala guild membeku dengan mulut menganga. Clara juga melihatku dengan mata membelalak.
Eeh? Apa aku mengatakan hal yang aneh?
Amalie tidak tahu soal sihir, jadi aku tidak memahami reaksi mereka.

“Anu… aku tidak pernah belajar sihir sampai sekarang karena ada sebab tertentu… karena kurasa berbahaya, makanya…”
“Tidak! Masalahnya sama sekali bukan itu!”
Kepala guild yang kembali sadar berteriak karena penjelasanku.
“Secara sadar mengendalikan mana dalam tubuh adalah dasar dari sihir. Melepas mana keluar tubuh tanpa sadar harusnya tidak mungkin. Kekuatan sihir seperti itu bisa dikatakan abnormal!”
A-Abnormal katamu… mendengarnya membuatku depresi.
Tapi Amalie juga takut dengan kekuatannya sendiri sih.
Dia juga sadar dari kecil kalau semua orang selalu melihatnya dengan tatapan aneh.

“Ah, maaf, sepertinya aku salah menyampaikannya…”
Kepala guild meminta maaf karena melihat wajahku yang menjadi gelap.
“Tapi memang benar kalau jumlah kekuatan sihirmu tidak normal. Kalau keluar tanpa sadar, berarti di dalam tubuhmu terdapat kekuatan besar. Kekuatan sihir seseorang harusnya hanya bisa terlihat melalui sihir.”
“Benar! Seperti pemimpin penyihir di kastil adalah pahlawan yang mendirikan negara kita!”
Clara mengatakan sesuatu yang sedikit berlebihan.
Aku sama sekali bukan seorang pahlawan. (TLN: AHAHAHAHA, we’ll see, Amalie)

“Yah, walau aku punya kekuatan seperti itu, aku tidak bisa memanfaatkannya…”
“jadi kamu datang untuk belajar, ya. Aku tidak tahu apa masalahmu dan apa yang kamu dengar, tapi ada banyak pengguna sihir otodidak yang berasal dari pedalaman. Siapapun pasti pernah menggunakan sihir kalau dia punya mana.”
Eh? Tapi di buku bilang jangan menggunakan sihir sebelum belajar? Memangnya tidak apa-apa tuh?

“Apa aku bisa menggunakannya tanpa belajar!?”
“Hmm, mungkin itu bukan ide baik. Soalnya di pedalaman sana tidak ada tempat belajar.”
Oh, ok. Tapi tidak masalah kan kalau aku mulai berlatih?
“Hentikan itu.”
Kepala guild sepertinya membaca apa yang kupikirkan dan mencoba menghentikanku.
“Dengan kekuatan sihir sebesar itu, kekuatanmu bisa lepas kendali kalau tidak hati-hati. Aku akan mengajarimu sedikit hal kalau kau ikut pelajaran sihir di sini. Aku akan merasa bersalah kalau menelantarkanmu begitu saja.”

Menelantarkanku… sepertinya aku sering mendengar itu.
Yah, kalau kepala guild bilang dia akan mengajarkanku langsung, syukurlah.
“Aku mungkin akan merepotkan, tapi mohon bantuannya.”
Karena sudah banyak hal yang terjadi, ayo cepat pulang.

Aku mendaftarkan diri sebagai Ena. (TLN: dari Amalie Ena von Flaksburg)
Telinga kelinci, topeng, dan Juma. Aku yang berpenampilan mencurigakan ini akhirnya berhasil mendaftarkan diri.

Saat meninggalkan gedung, aku bisa merasakan banyak orang yang menatapku, tentu saja karena keributan yang kuciptakan tadi.
Kudengar bisikan seperti: “topeng kelinci dan mahluk sihir” lalu “orang yang membuat Clara menangis”.
Aku jadi mencolok, ya…
Tapi telinga kelinci ini wajib sih.

Berta diam-diam datang larut malam dengan barang penyamaran, dan coba dengar deh.
Ternyata ada topeng dengan telinga kelinci, lho!? Selain itu, telinganya bisa beregerak!
‘Ini hebat! Aku mau ini!’ kuingat perbincanganku kemarin malam bersama berta.
Konyol sekali… larutnya malam terkadang membuat orang jadi aneh.

Tapi, saking mencurigakannya, samaran ini sempurna untuk menhindari masalah, kan?
Hm? Semua orang yang kulihat jadi terkejut dan tubuh mereka menegang karena panik?
Lalu kusadari Dieter memandangi mereka semua dengan tatapan dingin.
Seram! Dieter, tatapanmu dingin sekali!!

Haa, entah kenapa rasanya melelahkan sekali.
Ayo pulang dan obati rasa lelah ini (dengan wirbel)

No comments:

DMCA.com Protection Status