Wagamama Onna ni Tensei Chapter 15 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Wagamama Onna ni Tensei Chapter 15 Bahasa Indonesia

April 14, 2017 KIV



Chapter 15 – Sepucuk Surat yang Datang

“Na~”
Dieter mengeluarkan suara yang lucu ketika WIrbel mengelusnya,
“Sip, sip, fufu, anak pintar.”
Dieter berbaring di pangkuan Wirbel yang sekarang duduk di sofa.
Rambut putihnya terlihat begitu lembut untuk disentuh.


Dengkuran Dieter membuatnya tak berbeda dari seekor peliharaan.
Aura yang biasanya dingin dan mengancam kini tak lagi bersisa.

“Aku tidak tahu Mamono bisa jadi sekecil ini.”
Kukatakan hal tersebut pada Berta yang berdiri di sisi sofa.
“Ya, karena dia tidak mungkin bisa di sini dengan ukuran aslinya, saya sedikit lega Juma memiliki kekuatan seperti itu.”
Ucap berta dengan suara pelan.
Ya, kalau saja aku membawa Dieter ke rumah dalam ukuran aslinya, hal yang kulakukan mungkin akan terkuak.
Tak hanya itu, tidak pantas untuk memelihara sesuatu yang begitu menarik perhatian.

TAPI DARIPADA ITU! Aku jadi segar~
COba lihat betapa lucunya Wirbel saat bermain dengan hewan mungil ini!

Wirbel telah kembali dari kediaman utama saat kepulanganku dari guild.
Tubuh kecilnya dengan wajah penuh senyuman yang berlari ke arahku benar-benar tidak tertahankan.
DIa bahkan bertingkah manja dan berjalan sambil memegangi kakiku!

Saat aku tengah sibuk dengan duniaku sendiri, Dieter berjalan di sela antara sofa dan punggungku.
Tentu saja dia perlahan terperosok ke bawah karena berat tubuhnya.

Dieter, apa yang mau kau lakukan?
Penampilan Mamono yang berbahaya sama sekali tidak terlihat…
Saat aku melihat ke samping, Wirbel melihat ke sini dengan tampang tak sabar.
Uwah, masa kamu mau dijepit juga?
Guru etiket mungkin akan marah, tapi aku tidak bisa melawan mata penuh harapan miliknya.
Saat aku tersenyum tanda mengizinkan, Wirbel meniru Dieter dan memasuki sela di atara pungungku dan sofa.

Saat aku sedikit bertumpu pada WIrbel, “mamaa, sempiit~” ucapnya dengan riang.
Fufu, lucunya!

Srek, taptaptaptap.
Langkah gaduh menggema dalam koridor, membuat semua orang menatap ke arah pintu.
Saat kupikir itu hanya tamu yang sering datang akhir-akhir ini, Berta membuka pintunya.
“Kakak! Kak Wi!”
Dari sela pintu kecil yang baru saja dibuka, Anneliese menerobos masuk dengan mulus.
Lalu, melihat kami, diapun berjalan ke sini.

“Anna ikut!”
Berteriak begitu, dia mulai memanjat sofa.
Setelah aku tanpa sadar membantunya, Anneliese dengan segera memasuki celah antara diriku dan sofa.
Anneliese tidak begitu berat, tapi sepertinya Dieter merasa tidak nyaman karena dia beranjak keluar.
Wirbel juga berusaha bergerak untuk keluar, tapi Anneliese berhasil menahan tubuhnya.

“Mama…”
Saat kulihat ke belakang, aku melihat mata yang meminta pertolongan.

Wirbel! Serahkan pada mama!
“Anneliese, coba lihat betapa lucunya dia~”
“NAA~”
Aku tidak menghiraukan protes Dieter dan menumbalkannya kepada Anneliese.
“kyaa~” teriaknya kegiarangan sembari menguluran tangannya pada Dieter.
“Lucu~ banget~”
“Naa~”
Dieter yang berada dalam pelukan Anneliese menghela nafas tanda menyerah.
Dia sebenarnya bisa kabur karena kekuatannya tetap sama walau dalam tubuh kecil itu, tapi Dieter lebih memilih untuk menyerah.
Dieter, aku tak akan melupakan pengorbananmu.

Saat aku berniat membiarkan mereka, Wirbel dengan lembut memrotes Anneliese.
“Anna, mengelus hewan kecil itu harus dengan lembut.
Saat Wirbel mengelus Dieter sebagai contoh, Dieter memajukan kepalanya ke tangan Wirbel.
Un… maaf, padahal aku yang mengorbankanmu.
Ah, ngomong-ngomong, anakku baik sekali ya! Sini kupeluk!
“Mamaa~” “Na~” “Kyaa~”
Saat aku memeluk mereka (2 anak-anak dan 1 hewan), masing-masing dari mereka mengeluarkan suara berbeda.
Ah~ apa yang harus kulakukan dengan perasaan yang muncul ini tiap kali menyentuh mereka~
Aku harus melindunginya.

“A-Anu, maaf…”
Saat menikmati kebahagiaan ini, suara yang sedikit ragu diarahkan pada kami.
Kuangkat wajahku, melihat salah satu pelayan Anneliese melihat ke sini dengan sedikit khawatir.
“Sa-Saya diperintahkan memberikan ini kepada anda oleh Nyonya Bianca.”
Pelayan tersebut berkata demikian seraya menyerahkan surat di atas nampan.
Berta mendahuluiku yang baru akan berdiri untuk mengambil surat, dan dia memberikannya langsung kepadaku.

Apa ini?
Ah! Protes? Apa ini surat protes!?
TIdak mungkin! Nyonya Bianca adalah orang yang baik! Sepertinya.

Mengambil suratnya dengan sedikit segan, ternyata tia berisi ucapan terima kasih.
DIa berkata “aku benar-benar minta maaf, tapi tolong awasi dia.” Karena Anneliese sering datang. Isi suratnya benar-benar menerminkan seorang wanita yang baik dan sopan.
Lalu, entah kenapa “swiss roll-nya benar-benar enak” tertulis tak kurang dari lima kali.
Nyonya Bianca… isi hatimu terlihat! Sebegitu sukanya kah anda dengan makanan itu!
Akan kubicarakan lagi dengan kepala koki, ok!

“Aku ingin membuat Nyonya Biancar merasakan Mille Crepe..”
“!!”
Saat aku menggumam, para pelayan Anneliese menelan ludah mereka.
Saat aku melihat sekeliling, mata penuh harap kini ditujukan ke arahku.
“…sepertinya lebih baik kalau kubuat semuanya mencicipi, jadi rasanya bisa lebih diperbaiki.”
Mengatakan hal tersbut, kudengar suara girang dari berbagai sisi.
Semuanya benar-benar suka makanan manis, ya.
Lalu Berta… kenapa kau tersenyum seperti itu. Apa kau sudah tidak sabar untuk makan?
Aku sudah memberikanmu sampel, kan? Tapi aku tidak mungkin mengatakannya, kan? Haha.. tolong makan yang banyak! Silahkan!
Kamu seram, jangan membuatku merinding dong!
Seperti berhasil membaca pikiranku, senyum Berta menghilang.
Aku menyaksikan lahirnya seorang iblis wanita… brrr.

“Kakak, tolong buatkan baju lagi untuk dia!”
Saat Anneliese mengatakan hal demikian, aku mendengar suara menahan tawa dari arah samping.
Dari sumber suara, kulihat bahu Berta sedikit gemetar.
Apa sih? Masalah?
Iya, dia tadi memanggilku “kakak”!
Aku selalu memikirkan bagaimana membuat anak-anak menghormatiku!
Ketimbang itu, Berta, rasa hormatmu kepadaku benar-benar berkurang akhir-akhir ini tahu!
Apa kamu mengajakku berkelahi!?

“Kakak! Baju!”
Ups, maaf, pakaian boneka, ya?
Boneka kertas yang kuberikan pada Anneliese menjadi mainan favoritnya.
Wirbel tidak begitu tertarik, tapi seperti yang diduga, anak perempuan selalu suka dengan boneka tak peduli di mana pun.
Aku menggambar boneka yag mirip degan Anneleise di kertas lalu menggambarkan pakaian dan mengguntingnya.
Memang hal yang sederhana, tapi karena ini adalah hal asing bagi dunia ini, banyak mata menatap heran.

“Nah, pakaiannya mau seperti apa?”
“Aku mau yang banyak pitanya!”
Ok! Kalau begitu ayo gambar rok besar dan tabahkan banyak pita seperti gaun rococo.

…entah kenapa jadi terlihat seperti komik shoujo.
Terlalu kompleks? Ga masalah kan!
“Anneliese, jadinya seperti ini. Bagaimana?”
“Kyaa~ lucu!”
Anneliese berteriak dengan girang.
“Anne juga mau pakai!”
Aku senang kalau kamu suka.
Gaunnya bukan dari dunia ini, jadi para pelayan juga melihatya dengan rasa penasaran.

Wirbel? Eh.. dianya malah tidur.
Sudah kuduga, ini membosankan bagi anak laki-laki.

No comments:

DMCA.com Protection Status