Wagamama Onna ni Tensei Chapter 16 - Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Wagamama Onna ni Tensei Chapter 16 - Bahasa Indonesia

April 14, 2017 KIV



TLN: bonus chapter, karena ini cuma cerita singkat.

Chapter 16 – Penerbitan Buku Resep


“Silahkan.”
Becker menyerahkan secarik kertas kepadaku.
Dalam kertas tersebut, terdapat sebuah gambar kepingan salju sederhana.

“Ini gambar dari seniman kami berdasarkan sketsa Nyonya tempo hari.”
Ah, aku pernah diminta membuat desain logo untuk merek produknya.
Aku benar-benar lupa karena menggambarnya setengah hati.


Apa mungkin logo ini didasarkan gambar waktu itu?
Memang sih, gambar senimannya terlihat bagus.
Gambar kepingan salju, namun juga terlihat seperti bunga yang begitu menawan.
Walau begitu…
“Kupikir desainnya bagus. Tapi, bukankah desain ini tidak cocok bagi perusahaan komersial seperti perusahaan Becker?”
Benar, logo ini tidak cocok dengan imej perusahaan Becker.
Salahku menggambar tanpa pikir panjang, logonya terkesan feminim sehingga tidak mencerminkan nama “perusahaan becker”
Hmm~ mungkin… lebih cocok kalau tanaman merambat? Begitu terbelit kamu tidak akan bisa kabur, lebih cocok begitu kan?
Terasa longgar, namun sulit untuk dilepas.

“Tidak apa-apa. Karena desain ini akan digunakan untuk merek pribadi Nyonya.”
Eh… maaf? Apa aku salah dengar?
“Merek pribadiku?”
“Benar! Barang-barang anda pikirkan akan dijual dengan merek Nyonya sendiri. Dengan begitu, kalau Nyonya memikirkan produk baru, nantinya akan lebih mudah dijual.”
“Oh…”
“Awalnya orang-orang mungkin akan sedikit ragu membeli produk nyonya. Tapi, begitu mereknya mulai menggaung, orang-orang akan mulai percaya dan membeli produk selanjutnya. Pertama, kita akan membangun reputasi dengan sendok dan cangkir takar. Saya yakin, orang-orang nanti akan berlomba-lomba agar bisa mendapatkan produk selanjutnya.”
Becker terkesima dengan rencananya sendiri.
Kurasa tidak akan semudah itu. Tapi kalau kepala perusahaan besar seperti dirinya berpikir itu ide bagus, mungkin memang ada kesempatan.
Singkat kata, produk dari produsen yang memiliki nama akan menggaet perhatian dan kepercayaan.

“Baiklah, berarti kita tinggal mendistribusikan produk takarnya dengan baik.”
“Benar, karena itu saya ingin meminta sesuatu pada nyonya!”
Becker melihat ke arahku dengan mata penuh tekad.
“A-Apa itu?”
“Nyonya, tolong ajari saya memasak.”
“Eh?”
Saat aku terlihat bingung, Becker merunduk dan mulai bicara.
“Kita sudah berbicara perihal penggunaan alat ukur untuk resep sederhana tempo hari. Saya ingin menulis resepnya. Kalau ada buku resep berisi makanan lezat yang tidak diketahui siapapun, alat ukurnya pasti akan lebih diakui. Dengan begitu, saya yakin pasti penjualan akan sukses!”
Ah, begitu ya.
Aku terkejut karena dia tiba-tiba mendekat dengan tampang menakutkan.

“Baiklah, aku mengerti. Kira-kira resep apa yang bagus?”
“A-Anda setuju?”
Bekcer melihatku dengan heran, dia mungkin tidak mengira aku akan setuju secepat ini.
Aku tidak keberatan, kok. Aku lebih suka kalau setiap makanan lezat dapat dirasakan seluruh dunia!
Nanti akan ada yang merombak resep, lalu menciptakan makanan baru. Begitu hal tersebut terjadi, ayo pergi diam-diam dan makan bersama wirbel!

“Ya, apa ada masalah?”
“Tidak, tidak sama sekali… resep masakan biasanya sesuatu yang dimonopoli sendiri oleh seorang koki. Murid terbaik sang koki memang akan mewarisi resep tersebut, tapi biasanya resep bersangkutan tidak akan tersebar luas.”
Oh, berarti dengan menerbitkan buku resep, Becker tengah melakukan sesuatu yang revolusioner.
Seharusnya tidak ada masalah sih, karena aku hanya akan mengajarkan resep pribadi.

“Aku tidak keberatan. Tapi, bukankah buku hanya bisa dibeli oleh orang kaya?”
Karena kertas itu berharga, harga buku menjadi mahal. Rakyat jelata jadi sedikit sulit untuk memperolehnya.
Kalau tidak dijual di jalanan, pengembangan kuliner mungkin akan terhambat. Selain itu para koki aristokrat pasti akan menyembunyikan resep yang mereka dapatkan.
“Ya, itu mungkin akan menyebabkan penyebaran alat masak murah ke setiap keluarga seperti yang nyonya inginkan menjadi terhambat.”
Tunggu, tunggu, kenapa kau membuatku terkesan ambisius begitu? Aku hanya ingin semua orang hidup dengan mudah, ok? Yang ingin mendapat untung ‘kan kamu! Jangan seenaknya melempar tanggungjawab dong!
“Para direksi direksi memikirkannya dengan hati-hati. Karena masih banyak masyarakat yang buta huruf, kami bingung apa yang harus dilakukan…”
Sepertinya becker telah memikirkan banyak hal.

Benar juga… apa yang harus dilakukan?
Cara untuk membuat orang bisa memahami huruf dengan mudah… ah, benar!
“Bagaimana kalau demo masak?”
“Demonstrasi memasak, ya?”
“Ya, kumpulkan para ibu rumah tangga dan berikan demonstrasi gratis. Bukankah dengan begitu bisa lebih mudah menjelaskan betapa mudahnya alat takar yang digunakan?”
Ya, kurasa itu ide yang bagus. Bekcer pasti bisa mempersiapkannya.
Jangan hanya menyerahkan pada orang lain.
Bekcer juga harus merasakan penderitaan untuk menghasilkan uang!

“Hmm, kalau begitu tinggal memilih resep yang cocok.”
“Karena penggunaan gula untuk kue itu termasuk hal mewah, orang biasa mungkin akan sulit untuk membuatnya. Kurasa resep untuk makan malam akan lebih baik.”
Begitu bagaimana?
“Tidak saya sangka Nyonya juga familiar dengan masakan selain kue… Nyonya memang hebat.”
Saat Bekcer berkata begitu, para pelayan di sekitar kami pun mengangguk bersamaan.
Semuanya melihatku dengan mata penuh kekaguman.

Aku akan kerepotan kalau kalian berpikir aku ini seorang ahli. Aku masih amatir, tahu!
Yah, para pelayan ini mungkin berpikir mereka akan bisa mencicipi makanan enak…
“Kalau begitu serahkan resepnya padaku dan perihal demonstrasi kuserahkan padamu. Akan kutuliskan detail alat masaknya dan kukirimkan nanti.”
“Saya benar-benar tidak dapat menjelaskan bagaimana saya harus berterima kasih atas bantuan Nyonya kali ini.”
Ucapan terima kasih Becker kali ini sedikit berlebihan.

“Mungkin “Gratin” saja untuk menu demo masaknya. Tolong beritahu kepala koki kalau aku butuh bantuannya hari ini.”
Baiklah, makan malam nanti adalah gratin.
Kira-kira Wirbel suka tidak, ya?

No comments:

DMCA.com Protection Status