Arifureta Shokugyou de Sekai Saikyou Chapter 49 Bagian 2 - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Arifureta Shokugyou de Sekai Saikyou Chapter 49 Bagian 2

May 04, 2017 Exicore

Yahhoo, sebentar tak jumpa! Ini adalah Miledi-chan!

Golem Miledi yang kecil.

...

Ayolah. Aku sudah menduga ini akan terjadi.

Yue dan Shia terdiam. Sementara Hajime yang sudah menduga hal ini hanya memasang ekspresi muak. Ia bisa menduga hal ini karena ia sangat yakin bahwa Miledi yang hobi menghina dan serius itu keduanya adalah asli. Kalimat mengganggu dan jebakan-jebakan itu bukanlah sesuatu yang bisa dibuat orang yang benar-benar serius. Dan juga, Miledi memilih untuk meninggalkan jiwanya sendiri untuk mengetes para penantang sendiri. Karena itu mustahil baginya untuk pergi meski telah dikalahkan sekali. Jika itu memang terjadi, maka tanantangan terakhir akan langsung menghilang

Karena itu, Hajime sudah menduga Miledi tidak akan menghilang meski Golem-nya telah hancur. Ia menjadi sangat yakin saat batu melayang itu membantunya dan tim. Lagipula, hanya Miledi yang dapat menggerakkan batu itu.

Kepada Yue dan Shia yang melihat ke bawah dalam diam, Miledi berbicara pada mereka dengan nada yang sangat biasa.

Aree? Aree? Bukankah kalian terlalu santai~? Tidak masalah untuk menjadi lebih terkejut, kau tahu~? Ah, apakah ini karena kau sangat terkejut hingga tak bisa berbicara apa-apa? Jika begitu, maka kejutanku adalah kesuksesan besar?

Golem Miledi yang kecil dirancang untuk menjadi lebih mirip anusia daripada yang besar. Ia punya tubuh langsing dengan sebuah jubah putih panjang sembari mengenakan topeng putih. Tanda Niko-chan di sana sedikit mengganggu. Sama seperti kata-kata Miledi yang berakhir dengan kira!, sebuah bintang yang bersinar datang ke depan Hajime dan tim. Bahkan sekarang, Yue dan Shia masih melihat ke bawah, ekspresi di wajah mereka tertutup rambut. Karena Hajime bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya, ia memilih mundur.

Tidak ada yang tahu dari mana datangnya pertanyaan itu, tapi pertanyaan itu sudah disebut.

... Sebelumnya?

Nn~? Sebelumnya? Aa, apakah kau benar-benar berpikir aku menghilang? Tidak mungkin, tidak~ mungkin! Itu mustahil~!

Tapi bukankah kau menghilang ke dalam cahaya?

Fufufu, bukankah itu menakjubkan? Drama itu! Oh, Miledi-chan benar-benar punya bakat dalam berakting, benar-benar wanita yang menakutkan!

Mini Miledi menjadi bersemangat. Meningkatkan rasa terganggu mereka. Di depan Mini Miledi, Yue memajukan tangannya sementara Shia mempersiapkan Doryukken. Seperti yang diduga, Miledi berhenti dan berpikir, Are? Apakah aku sudah kelewatan?

U-u~mm...

Terhadap Yue dan Shia yang bergerak mendekat, Mini Miledi menggerakkan kepalanya dengan suara yang mengganggu, kemudian dalam keraguan ia melepaskan kalimat dalam kepala.

Tehe, preo?

... Matilah.

Tolong mati.

Tu-tunggu! Tolong tunggu! Tubuh ini benar-benar lemah! Akan benar-benar hancur bila kau menyerangnya! Tolong tenang! Aku akan minta maaf!

Untuk sementara, suara kehancuran dan teriakan, Iyaa—“ bisa terdengar, Hajime yang mengabaikan semua itu melihat sekeliling. Ruangan itu putih seluruhnya dan tak ada apa-apa kecuali sebuah lingkaran sihir yang terukir di lantai tepat tengah ruangan. Yang satunya lagi adalah sesuatu yang terlihat seperti pintu di salah satu sisi tembok.

Hajime perlahan mendekati lingkaran sihir kemudian memperhatikannya. Mini Miledi melihat itu dan bergerak dengan panik ke arah Hajime. Dari belakang, putri vampir yang tak berekspresi dan makhluk bertelinga kelinci mendekat sembari menghasilkan suara menakutkan.

Kau~ tidak baik melihat-lihat tanpa permisi. Lagipula, mereka adalah temanmu! Tolong jangan abaikan mereka, hentikan mereka!

Sementara mengatakan hal itu, Miledi bersembunyi di balik Hajime dan menjadikannya pelindung dari dua iblis yang mengejar.

... Hajime, menyingkir. Aku tidak akan membunuhnya.

Tolong minggir, Hajime-san. Aku akan membunuhnya. Sekarang juga.

Aku tak pernah menyangka akan mendengar hal itu di saat seperti sekarang. Dan jgua, berhentilah bermain dan langsung saja lakukan.

Hajime berbicara sembari menatap dengan ekspresi kagum terhadap Shia dan Yue. Di belakangnya, Miledi berkata, Benar, benar, lakukan dengan serius!, hanya untuk dicakar dengan lengan palsu Hajime. Dia mengabaikan tanda Niko-chan yang berubah menjadi ekspresi pahit. Kemudian, ia mulai menempatkan lebih banyak tenaga, dan suara sesuatu pecah bisa terdengar dari kepala Miledi.

Akan menjadi hal tidak mengenakkan bila ini terus berlanjut, jadi segera serahkan Sihir Zaman Tuhan.

Ummm~, apakah kau menyadari bahwa kalimat dan tindakanmu seperti seorang penjaha... Baik! Aku akan segera menyerahkannya! Karena itu, berhenti! Aku akan benar0benar hancur kalau begini!

Mungkin karena rasa sakit hati mereka telah mereda setelah melihat bahwa Miledi mampu melakukan lebih bayak hal, Yue dan Shia kembali tenang. Mini Miledi yang mengerti bahwa ia akan benar-benar hancur bila terus bermain, memilih untuk segera mengaktifkan lingkaran sihir itu.
Hajime dan tim memasuki lingkaran. Saat ini, karena Miledi tahu bahwa mereka menyelesaikan tantangannya, tidak perlu mencari-cari di antara memori mereka seperti di  Dungeon Raksasa Orcus, dan juga informasi mengenai Sihir Zaman Dewa dan cara menggunakannya sudah tertanam dalam kepala mereka. Meski Hajime dan Yue yang telah mengalami semua sebelumnya tak bereaksi, shia yang baru pertama kali mengalaminya, terkejut.

Semua berhenti setelah beberapa detik, Hajime dan tim dengan mudah mendapat Sihir Zaman Dewa Miledi Raisen.

Ini adalah... sihir untuk memanipulasi gravitasi, seperti yang diduga.

Itu benar, sihir Miledi-chan adalah Sihir Gravitasi. Gunakan dengan baik... itu adalah hal yang ingin kukatakan, tapi kau dan Usagi-chan tak punya bakat~ hingga bahkan aku terkejut dibuatnya!

Cerewetnya. Aku tahu itu.

Seperti kata Mini Miledi, Hajime dan shiar yang punya informasi mengenai sihir itu tak bisa menggunakan seluruh potensi sihir. Sama seperti bagaimana Yue hanya bisa menggunakan sedikit sihir Kreasi, ini hanya masalah bakat.

Ya, Usagi-chan seharusnya bisa mengatur berat. Dan kua... karena kau bisa menggunakan sihir kreasi, pikirkan saja caranya sendiri. Hanya Blonde-chan yang punya bakat. Dengan latihan, kau bisa menguasai penggunaannya.

Telah mendengar penjelasan serius Miledi, Hajime hanya mengangkat pundaknya, sementara Yue mengangguk dan Shia kecewa, karena ia diberi tahu bahwa ia tidak punya bakat untuk menggunakan Sihir Zaman Dewa yang sudah ia dapat. Dia hanya bisa menggunakannya untuk mengendalikan berat sendiri. Sesuatu yang sangat mengecewakan. Terlebih, tidak akan ia membuat diri sendiri berat, tapi ada juga masalah dalam membuat dirinya ringan. Jika ia ceroboh, maka masa depannya akan buruk. Terbebani kesalahan... Ia hanya bisa merasa depresi.

Telah memandang Shia yang depresi dengan pandangan skeptis, Hajime kemudian melanjutkan permintaan. Tidak ada gunanya untuk berpura-pura sekarang.

Oi, Miledi. Serahkan buktinya. Kemudian, berikan semua artifak dan setiap material tidak biasa yang kau punya.

... Kau, bukankah kalimat itu sama seperti ucapan seorang perampok? Apakah kau sadar?

Dari wajah terdistorsi topeng Niko-chan, sebuah tatapan bisa dirasakan, tapi Hajime mengabaikan. Mini Miledi mengeluarkan sebuah cincin dari kantung di dada, kemudian melemparnya ke arah Hajime. Hajime hanya bisa menerima. Cincin Raisen dengan desain bagian atas dan bawah berbentuk elipsis dengan sebuah galah menusuk mereka.

Mini Miledi segera mengeluarkan bijih metal dalam jumlah besar dari ketiadaan. Dia mungkin punya sebuah Treasure Box bijih metal yang dikeluarkan disimpan di dalamnya. Melihat ia mengeluarkannya dengan cepat, bisa diduga ia memang berniat untuk menyerahkannya. Itu karena Miledi yakin Hajime akan berhadapan dengan para dewa gila itu, karena itu ia tidak masalah menyerahkan beberapa.

Tapi, Hajime tak akan puas dengan semua itu. Setelah memasukkan semua mineral ke dalam Treasure Box-nya sendiri, Hajime menatap dingin Miledi.

Oi, bukankah itu Treasure Box? Jika iya, maka serahkan juga. Mungkin ada beberapa artifak berharga di sana.

O-oi kau~. Aku tidak akan menyerahkan lebih banyak. Treasure Box dan artifak lainnya penting untuk menjaga Dungeon tetap berjalan.

Memangnya aku peduli. Serahkan.

Ah, oi, aku bilang, tidak!

Karena Hajime benar-benar berusaha mengambilnya dengan paksa, Mini Miledi mundur dengan ekspresi tidak sabaran. Semua artifak yang ada di dalam sana penting untuk dungeon. Dan memang hanya bisa digunakan untuk itu, jadi tidak ada gunanya bagi Hajime untuk memilikinya. Mendengar hal itu, Hajime, Hou hou, begitu. Kalau begitu, serahkan., dengan ucapan tanpa pengampunan. Entah dilihat dari sudut mana pun, itu adalah perampokann.

Ee~i, aku sudah bilang, aku tidak akan menyerahkannya! Mou, pulanglah!

Sekarang, merespon Hajime yang terus mendekat, Mini Miledi bergerak ke arah tembok dengan seluruh tenaga, kemudian menaikkan Blok melayang, dan bergerak ke arah langit-langit.

Jangan lari. Bagiku, aku hanya ingin hadiah karena sudah menaklukkan dungeon. Itu adalah permintaan yang valid dariku.

Berani mengatakan hal itu, tolong lakukan sesuatu terhadap harga dirimu! Uu, membuatku mengatakan sesuatu yang biasanya dikatakan O-chan...

Omong-omong, harga diriku ditingkatkan di dalam Dungeon O-chan yang kau bicarakan itu.

O-chaan!

Sementara ia terus melihat ke arah Hajime dengan ekspresi terkejut, Yue dan Shia yang masih dendam karena telah dipermainkan ikut mengejar, mereka hampir mengepung Miledi. Meski separuhnya adalah karena ia memang pantas mendapatkannya, Miledi berpikir separuh lainnya adalah karena salah kawannya yang membuat Dungeon ini.

Haa~, untuk memiliki orang-orang ini sebagai penantang pertama... mou, sudah cukup. Aku akan mengembalikan kalian ke dunia luar dengan paksa! Jangan kembali lagi!

Di depan Hajime dan tim yang terlihat bisa menyerang kapan saja, Mini Miledi memegang sebuah tali yang tidak diketahui mereka tergantung di langit-langit, kemudian, menariknya.

“““?”””


Untuk sementara, Hajime dan tim mengeluarkan ekspresi penasaran terhadap apa yang sedang ia lakukan. Tapi sebuah suara tidak mengenakkan bisa terdengar bahkan sebelum mencapai telinga mereka.

No comments:

DMCA.com Protection Status