Jikuu Mahou de Isekai to Chikyuu wo Ittarikitari Chapter 13 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Jikuu Mahou de Isekai to Chikyuu wo Ittarikitari Chapter 13 Bahasa Indonesia

May 27, 2017 Christian Tobing

Translator : CTian

Opening dulu!~
Halo semua, maaf yah saya udah gak lama gak update projek ini, lagi sibuk di dunia nyata dan males (sebenernya lebih gede malesnya sih :v). Tapi karena di bulan puasa ini saya udah nganggur jadi kayaknya, mungkin yah, saya akan rajin nge post ("mungkin") oke langsung aja deh masuk  chapter 13. Link sponsor saya cabut deh, yang penting kalian senang saya juga udah senang~ :v


CHAPTER 13 : KETEL LISTRIK

「Kyaaa!」

Berhasil menggunakan 【Teleportation】, aku dan Elena sudah berpindah ke pintu depan dari rumahku, namun pantat Elena menabrak pintu.

「I-inikah kediaman Seiji-sama?」

Mendapati dirinya dengan perubahan lingkungan yang sangat asing baginya, Elena melihat sekitar pintu masuk dengan sangat penasaran.

「Iya, maaf tempat ini sedikit kecil.」

Aku lalu menyalakan lampu di dekat pintu masuk dan lorong–

「Wah! Cahaya!.」
「Ah, maaf, salahku! Cahaya ini berasal berasal dari sesuatu yang seperti lentera dari dunia ini.」
「Ini terang sekali, jujur aku terkejut. Tapi jika kau menaruh lentera di tempat tinggi, bukannya akan susah jika kau ingin mengisi minyak nya lagi?」
「Walau kita tak mengisi minyak nya, itu tetap akan baik-baik saja.」
「Jadi apakah itu benda sihir?」
「Ini bukan sihir.... tapi mungkin sesuatu seperti itu ku pikir? Lagi pula, ini bukanlah tempat terbaik untuk mengobrol ayo masuk.」
「Ah, tentu saja. Permisi」

Menyudahi percakapan kita, aku menyadari Elena masuk dengan sepatunya yang masih dipakai.

「Tunggu dulu, bisakah kau melepaskan sepatumu disini?」
「Melepaskan sepatuku!?」

Aku melepaskan sepatuku terlebih dahulu dan menaruh sepasang sendal di depan Elena.

「Lepaskan sepatumu dan pakailah sendal ini.」
「Jadi begitu, aku harus mengganti sepatuku sebelum memasuki ruangan.」

Elena melepaskan sepatuku, lalu tiba-tiba melihatku dengan gelisah karena suatu alasan.

「Ada apa?」
「Melepaskan sepatuku di depan orang lain rasanya agak... m-memalukan.」
「M-memalukan!?」
「M-maaf, itu aneh yah?」
「Tidak, tidak, itu bisa dimengerti kau kebingungan karena perbedaan kebudayaan kita. Jika kau malu, kalau begitu aku akan berbalik.
「Aku sangat minta maaf.」

Dibelakang ku, Elena sedang...
Walaupun aku tahu dia hanya melepaskan sepatunya dan mengenakan sendal.
Tapi rasanya agak aneh...

「Aku sudah selesai ganti.」
「0-oke.」

Aku, sambil tetap merasa perasaan aneh itu, menuntun Elena ke ruang tamu.

「Ini ruang tamu. Duduklah di sofa itu dan tunggu, aku akan menyeduh teh.」
「I-iya!」

Elena melihat-lihat ruangan tersebut dengan sedikit gugup. Mungkin karena benda-benda di dunia ini agak tidak biasa baginya.
Aku mengambil 2 cangkir teh, menaruh kantung teh menuangkannya di air panas dari ketel listrik, lalu menaruh cangkir tadi di depan Elena.

「Apakah mau ditambahkan sedikit 【Gula】 dan 【Susu】?」
「【Susu】 yang kita minum tadi pagi kan? Kau bisa menaruhnya di teh?」
「Hah? kau tidak pernah menaruh 【Susu】 di teh-mu?」
「Iya, aku tak pernah. Aku juga tak pernah mendengar yang namanya 【Gula】.」
「Eh!? Kau benar-benar tak tahu apa itu 【Gula】?」
「I-iya.」

Aku tidak menyangka bahwa mereka tidak mempunyai 【Gula】.

「Apakah kau mau mencoba menaruhnya?」
「Iya, tolong!」

Aku menyendok satu sendok 【Gula】 dan 【Susu】 bubuk kedalam cankir Elena.

「Ini, cobalah.」
「Terima kasih banyak.」

Elena dengan malu-malu mengangkat cankir teh tersebut ke bibirnya.

「L-lezat! aku pikir karena tampak seperti garam, aku pikir itu akan asin. Aku sangat terkejut ini sangat manis!」
(TLN: Gak tau gula, tapi tau manis? emang yang manis selain gula apa yah? :v)
「Iya, aku senang kau menyukainya.」
「Rasa seenak ini, cocok sekali dengan teh.」

Aku mengambil dan menawarkan beberapa cemilan dan biskuit kepada Elena.

「Terima kasih banyak. Mm!! I-ini juga sangat enak!!」

Kami berdua menikmati teh kami sejenak, ini sangatlah lezat, dan cangkir teh Elena sudah kosong

「Mau secangkir teh lagi?」
「Terima kasih banyak, jika boleh.」

Aku menaruh kantung teh baru kedalam cangkir Elena dan menuangkan air panas kedalammnya. Terlihat perasaan kagum dari wajah Elena.

「Umm, air panas keluar dari sana, tapi bagaimana cara melakukannya?」
「Oh, ini namanya ketel listrik. Jika kau menaruh air kedalamnya, ini akan membuat air mendidih secara otomatis」
「Alat untuk mendidihkan air?」
「Kalau begitu... aku akan memperlihatkannya sedikit.」

Aku mengambil 【Ketel】 dari Inventory ku, menuangkan air kedalam ketel di dapur, lalu kembali lagi.

「Pertama-tama, kau buka dulu tutupnya.」

Aku membuka tutup ketel untuk membiarkan uap panas keluar. Lalu aku perlahan memasukan air ke dalam ketel. Saat air sudah sampai ketinggian yang ditandai, aku menutup tutupnya.

「Sekarang jika kita menunggunya sebentar, airnya akan mendidih.」
「Eh!? Begitu saja? Kau tak perlu menyalakan api?」
「Iya, kau tak perlu melakukan apapun. Yah, cuman menunggu sebentar.」

Tidak lama lagi, uap akan mulai keluar dari lubang pembuangan ketel.

「Luar biasa, kau tak perlu melakukan apapun..」

Setelah menunggu sebentar, ketel itu pun berbunyi.

「Eeeeeehh!? S-suara apa itu!?」
「Itu adalah bunyi agar memberitahu kau bahwa airnya sudah mendidih.」
「Ini adalah alat yang sangat luar biasa!」

Elena nampaknya sangat mudah tertarik dengan macam hal dan mulai menghujaniku dengan beberapa pertanyaan.
Tak lama kemudian sesudah menghujaniku dengan pertanyaan, Elena tiba-tiba menjadi diam. Apa terjadi?

「U-ummm~」
「Hm? Ada apa?」
「Umm, itu... bolehkah aku memakai toilet mu?」
「Eh, ah, t-toilet, yah?」

Aku jadi bertingkah aneh.

No comments:

DMCA.com Protection Status