Ore no Pet wa Seijo-sama Chapter 10 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ore no Pet wa Seijo-sama Chapter 10 Bahasa Indonesia

May 11, 2017 Kirz Oiishii


Chapter 10 - Exorcist

Translator: Raisen
Editor: Kirz


Setelah itu, Kashin mengantar Tatsumi dan Calcedonia ke rumah yang terletak dekat dengan kawasan ibu kota.

“Lalu bagaimana dengan tempat ini tuan? Tempat ini memiliki bangunan yang sederhana, sesuai keinginan anda pasangannya Calcedonia-sama──Tatsumi-sama.”

Sebuah Rumah kecil yang dibangun dengan batu batako merah. Bangunan sederhana yang terlihat di kawasan ibu kota.

Walaupun, bangunan ini masih kecil dibandingkan Rumah-Rumah besar aristokrat yang mereka lihat tadi, Tapi bagi ukuran rumah rakyat biasa, bangunan ini bisa dibilang sudah lumayan cukup besar.

Rumah tersebut terbuat dari batu, tapi lantainya terbuat dari kayu papan. Totalnya terdapat 4 buah ruangan. Dan terdapat satu ruangan besar yang terletak setelah pintu masuk. Mungkin ruang tamu atau sejenisnya. Ruangan ini juga terhubung dengan dua ruangan lainnya yang dipisahkan dengan pintu. Mungkin dua ruangan itu ruang kamar. Dan, meskipun lotengnya sedikit rendah, tetapi masih bisa dipakai sebagai ruangan lain.

Ada sebuah dapur dan sebuah kamar mandi. Dan karena peradaban di dunia ini masih belum sampai pada level modern, jadi tidak ada toilet yang disiram* melainkan menggunakan sebuah tempat galian yang dalam untuk menjaga kebersihan.

(TL notes :  flush toilet, google kalau mau tahu)

Rumah ini memiliki halaman depan dan taman belakang, dan di taman belakang itu terdapat sumurnya sendiri.

Bagi rakyat biasa normalnya mereka menggunakan sumur yang tersebar di berbagai tempat dalam kota. Jadi merupakan hal langka bagi suatu rumah untuk memiliki sumber sumur sendiri. Seperti yang diduga, rumah ini dimaksudkan untuk rakyat biasa dengan status sosial tinggi.

Yang paling menarik bagi Tatsumi, adalah sebuah kotak terbuka yang terletak di taman belakang. Sepertinya terbuat dari batu yang dibolongi.

“Ini apa?”

“Ini adalah tempat mandi, Tatsumi-sama. Pemilik sebelumnya gemar melakukan mandi, jadi dia membuat batu pemandian khusus dengan bantuan penyihir ber-atribut <Earth>.”

“Eh? Jadi itu, bak mandi?... maksudku, ini bak mandi kan?”

“Iya, benar. Hmm dari yang saya lihat, Tatsumi-sama ini pasti seseorang yang datang dari negara lain, jadi mungkin tuan tidak tahu. Tapi, di negara ini ketika musim bulan malam tiba, kekuatan spirit air menjadi sangat kuat. Hal ini membuat salju lebat dan penurunan suhu drastis. Dan sudah menjadi tradisi di negara ini untuk menghangatkan diri di bak mandi yang nyaman ketika dingin tiba. Tapi bagi mereka yang bukan berasal dari bangsawan, mereka kebanyakan tidak memiliki tempat pemandian sendiri. Karena itulah, di kota tersebar beberapa tempat pemandian umum.”

Ngomong-ngomong, tentang bagaimana cara mereka menyiapkan air panas sebanyak itu, mereka memasak air dengan mangkuk raksasa dan menuangkannya ke tempat pemandian, atau mereka juga bisa mempekerjakan para penyihir beratribut <Fire> untuk langsung memanaskan bak mandi tersebut.

Keduanya membutuhkan waktu dan uang jadi kalau kau bukan berasal dari bangsawan, bakal susah bagimu untuk menggunakan metode ini kalau mau memiliki pemandian pribadi.

“Kalau gitu berarti orang yang tinggal di rumah ini sebelumnya, pasti orang yang lumayan kaya.”

“Benar. Kalau tidak salah ia merupakan seorang pedagang sukses. Setelah ia menurunkan bisnisnya ke anaknya, ia pensiun di sini. Namun... setelah orang tersebut meninggal, anaknya mengalami banyak kerugian dalam bisnisnya dan menjual rumah ini untuk menutupi kerugian tersebut.”

“Jadi gimana, master?”

Calcedonia bertanya pada Tatsumi yang masih melihati rumah ini ke sana kemari.

“Ya, kurasa cukup bagus. Kalau Chiiko setuju sih, kita pilih ini saja.”

“Oh kalau aku tidak masalah. Lagipula kuil juga tidak jauh dari sini. Jadi, tuan Kashin, berapa harga rumah ini?”

“Terima kasih banyak. Untuk harganya────“

Tatsumi yang tidak mengerti soal nilai mata uang di dunia ini hanya menyerahkan masalah negoisasi pada Calcedonia, lalu kembali melihat ruangan sekitar.

Berdasarkan standar Jepang, ini sepertinya rumah 3LDK atau 4LDK. Sudah lebih dari cukup kalau untuk tinggal berdua.

(TL notes : LDK dalam istilah Jepang Living, Dining, Kitchen, 3LDK maksudnya 3 kamar tidur + LDK)

Tentu saja Rumah itu sekarang masih kosong tanpa perabotan apapun, tetapi nanti Ia bisa memikirkan ini bersama Calcedonia, tentang masalah penempatan perabot-perabot tersebut.

Tapi bagaimana dengan biayanya? Tentu Tatsumi tak tahu berapa nilai perabotan yang dimiliki Giuseppe dan Calcedonia… apa di dunia ini ada agen yang memberi pinjaman perabotan rumah tangga?

“Yaah, nanti aku harus tanyakan tentang ini pada Chiiko. Diriku ini akan sangat terlihat menyedihkan kalau sampai dia yang membayar semuanya ini, jadi aku harus mencari pekerjaan secepatnya dan membantu Chiiko dalam hal keuangan… sepertinya aku harus bekerja sampingan di kuil dahulu.”

Sepertinya harga untuk rumah ini setara dengan biaya hidup untuk beberapa tahun, tentu Tatsumi akan terkejut dengan kekayaan Calcedonia jika dirinya bisa membayar semua ini.






***






Mereka pun kembali ke kuil.

Meski mereka telah membeli sebuah rumah, mereka masih tidak dapat langsung segera tinggal di situ.

Mereka masih harus mempersiapkan perabotan, dan juga karena rumah tersebut sudah lumayan lama tidak ada penghuninya, jadi rumah itu masih membutuhkan sedikit perbaikan.

Selain perabot, Kashin mengatakan kalau ia akan mengatur pengerjaan perbaikan tersebut. Jadi menyerahkan segala urusan ini padanya, Calcedonia dan Tatsumi kembali ke kuil.

“Apa ada masalah, master-ku?”

Calcedonia dengan cemas melihat Tatsumi yang berjalan dengan pundak merendah.

“Oh, tidak, tidak ada masalah apa-apa kok… Cuma kenyataan ini menyakitkan, ya?”

Tampaknya, jumlah penghasilan Calcedonia memang tidak main-main. Tatsumi dibuat sadar jelas akan kenyataan tersebut.

Memang, Calcedonia kemarin bilang kalau ia punya penghasilan yang lumayan bagus, tapi Tatsumi tak menyangka, ternyata Ia bisa dengan entengnya mengeluarkan jumlah uang yang setara dengan biaya hidup rakyat biasa selama beberapa tahun.

(ED Notes: Membayar rumah itu)

────Seperti yang diduga, kantong para penyebar agama di dunia ini sangat tebal────menurut Tatsumi. Karena di dunianya yang dulu, orang yang berkaitan dengan penyebar agama apapun adalah orang yang kaya. Beginilah pandangan Tatsumi terhadap mereka.

Tetapi, mulai dari sekarang ia akan tinggal bersama dengan Calcedonia.

Tidak peduli apakah Calcedonia merupakan burung Cockatiel pada kehidupan sebelumnya. Tapi sekarang ini, ia adalah manusia. Dan juga, seorang gadis cantik. Hal seperti tinggal bersama dengan seorang gadis cantik, hanyalah mimpi bagi Tatsumi, tapi nyatanya kini, tidak.

Dalam pikiran Tatsumi, Ia sudah menganggap Calcedonia sebagai keluarganya. Dan, Ia tidak ingin selalu bergantung padanya setiap waktu. Karena hal ini membuatnya menyedihkan sebagai seorang lelaki.

Oleh karena itu, karena penghasilan Calcedonia yang cukup besar, Tatsumi mau tidak mau harus bisa menyamakan penghasilannya itu, agar Ia tidak akan merepotkannya.

Meskipun Ia tahu kalau dia berasal dari dunia yang berbeda, sehingga upaya normal saja tidak akan cukup untuk membuatnya sukses, meskipun begitu, semangatnya tetap berkorbar.

“Sesuatu yang aku bisa… Pekerjaan yang memiliki gaji besar tanpa resiko… Apa ada pekerjaan seperti itu disini yah?”

Jika ada pekerjaan yang seperti itu, orang-orang pasti sudah dari dulu mengambil pekerjaan itu.

“Di saat seperti ini… biasanya... orang-orang yang dikirim ke dunia lain sepertiku, harusnya jadi ‘Adventurer’ kan? Tapi…”

Apa pekerjaan dengan nama ‘Adventurer’ ada di dunia ini? Dan jika ada, bayaran mereka berapa ya?

“Eh, Chiiko. Apa di dunia ini ada orang-orang yang berprofesi sebagai adventurer?”

“Adventurer… yah? Aku belum pernah mendengarnya. Tapi seperti apa memangnya pekerjaan itu?”

Adventurer merupakan pekerjaan mengambil quest sebahaya apapun, demi ditukarkan dengan uang. Mereka mengalahkan monster yang mengancam keberadaan manusia, dan terkadang melakukan penjagaan terhadap gerobak yang membawa barang dagangan. Mereka juga menjelajahi reruntuhan dan labirin kuno untuk menemukan berbagai harta karun yang terpendam. Tapi sebelum itu, mereka harus melawan monster yang menjaga harta karun itu terlebih dahulu. Dan seterusnya, dan seterusnya.

Tatsumi menjelaskan definisi Adventurer pada Calcedonia, sesuai definisi yang sering Ia baca di buku dan yang sering Ia lihat di game.

"Aku tidak tahu Adventurer yang dimaksud master, tapi dari definisi yang master jelaskan, sepertinya pekerjaan itu sama dengan Pemburu Monster (Monster Hunter) disini"

“Pemburu Monster?”

Seperti pada era abad pertengahan yang biasanya, di dunia ini juga ada binatang liar (beasts) seperti monster dan sejenisnya.

Bahkan diantara mereka ada yang sangat berbahaya, mereka yang berbahaya itu berbeda dengan monster lainnya, begitulah kata Calcedonia

“Dari para monster itu, ada yang dapat memakai sejenis sihir, jadi kalau mereka sampai berada dekat dengan para manusia, akan sangat berbahaya. Hukum Rimba berlaku disini. Jadi sudah sewajarnya monster yang lebih kuat akan menyerang manusia yang lebih lemah. Tapi bukan berarti para manusia hanya diam dan menerima saja, menjadi makanan bagi yang kuat. Karena inilah, Untuk menaklukkan monster berbahaya itu, terdapat profesi yang dinamakan Pemburu Monster"

Tentu saja, dalam memperkerjakan para Pemburu Monster tersebut, perlu beberapa pertimbangan. Karena pekerjaan mereka menantang maut, jadi sudah sewajarnya mereka menginginkan upah yang seimbang, karena mereka telah mempertaruhkan nyawa.

Selain itu, diantara para monster-monster itu juga ada yang dapat dijadikan makanan yang enak. Tentu ada juga yang diambil bulunya, sisiknya, taringnya, cakarnya, tulangnya, dan bagian tubuh lainnya, sebagai bahan-bahan mentah.

Oleh karena itu, ada beberapa Pemburu Monster yang berburu monster hanya demi mendapatkan bahan-bahan tersebut, meskipun tidak ada permintaan atau quest. Karena jika mereka dapat berburu monster yang cocok untuk persediaan atau bahan mentah, mereka juga akan menjadi kaya pada akhirnya.

"Jadi, apa para pasukan pengawal kerajaan, atau pengawal pribadi para bangsawan, juga memburu para monster?"

“Tentu, Para raja dan para petinggi kerajaan juga mengirimkan pasukannya. Tapi pasukan tersebut, seperti ksatria dan pasukan tentara, mereka semua kebanyakan spesialis anti-personel*. Aku dengar mereka tidak bisa berkutik disaat musuhnya berganti dari manusia menjadi monster. Jadi karena sekarang permintaan untuk penaklukkan monster begitu banyak, lebih baik menyewa para Pemburu Monster saja dari awal, daripada tentara pribadi yang hasilnya masih belum pasti”

(TL notes : spesialis atau pasukan yang khusus untuk melukai dan membunuh manusia saja)

Tatsumi mengangguk setelah mendengar penjelasan Calcedonia. Rupanya, mau di dunia manapun kau berada, tidak ada yang namanya pekerjaan yang mudah untuk dilakukan.

“Oh iya sama juga, di kuil juga banyak permintaan penaklukkan monster.”

“Eh? Di kuil juga?”

“Iyah. Meskipun kebanyakan permintaan yang datang adalah <Exorcism>* sih daripada permintaan penaklukkan monster biasa.”

(TL notes : exorcism = mengusir setan)

Di dunia ini, juga terdapat makhluk yang tidak memiliki bentuk fisik. Makhluk ini disebut makhluk spiritual (gaib).

Monster-monster ini umumnya disebut dengan <Devils>. Mereka tidak terlalu mengancam saat masih berada dalam bentuk spirit (arwah), tapi jika mereka merasuki makhluk lain atau monster, mereka dapat membuat monster tersebut menjadi sangat berbahaya. Untuk membedakan antara monster normal dengan yang dirasuki <Devils>, monster-monster itu disebut <Demons>.

Binatang atau makhluk yang dirasuki <devil> umumnya mulai kehilangan kesadaran dan membuat mereka termakan insting seperti nafsu dan kemarahan, yang nantinya akan mengambil alih tubuh mereka. Mereka berubah menjadi menyerang apapun yang ada di depannya tanpa pilih-pilih.

Dan meskipun kita dapat mengalahkan <demon> -nya, <devil> yang merasuki badannya hanya akan keluar dan pergi. Karena badan spirit (arwah) dari <devil> tidak dapat dihancurkan secara fisik, hanya tubuh yang dirasuki yang dapat dikalahkan. Dan <devil> yang hanya sebatas kehilangan tubuh fisik tinggal mencari tubuh lain untuk dirasuki.

Karena itu, untuk benar-benar memusnahkan <devil>, atribut <light> dan <holy> milik sihir para <Exorcist> dibutuhkan di sini.

Di dunia ini, juga terdapat senjata yang mempunyai efek mirip dengan <exorcism> , tapi jumlahnya sangat sedikit. Mereka adalah senjata yang disebut pedang atau tombak suci dan sejenisnya.

“Ja-jadi berarti Chiiko juga…?”

“Ya. Semenjak aku punya atribut <Holy>, aku menjalani quest untuk mengusir <devils>. Kami yang mengambil quest untuk membersihkan devil dan bergabung pada kuil disebut seorang <exorcist>, untuk membedakan kami dengan yang lainnya.”

Sepertinya kenapa Chiiko bisa sangat kaya seperti ini karena hasil upah yang ia terima dari pekerjaan exorcistnya.

Ditambah lagi dengan uang yang ia dapat dari permintaan sihir penyembuhan dan pengobatan. Tentu uang itu tidak sepenuhnya jatuh ketangannya, separuh upah yang Ia dapat itu dia beri pada Kuil nya, tapi meskipun begitu, karena atribut <Holy> dan kemampuan sihir yang luar biasa, namanya tersebar luas, sehingga Ia tidak henti-hentinya mendapatkan permintaan seperti ini.

Memang Calcedonia juga memiliki atribut lain, tetapi bakatnya ada di atribut <holy>.

Memiliki teknik penyembuhan tingkat tinggi dan mahir dalam mengusir setan. Inilah alasannya mengapa ia dipanggil <<Holy Maiden>>.








***








“<Devils>…hmm? Di dunia ini rupanya ada makhluk mengerikan juga ya. Tapi bagaimana kita bisa membedakan antara monster normal dan demon?”

Monster normal dan demon yang dirasuki <devil>. Kalau tidak ada cara untuk membedakan mereka, maka akan menjadi masalah, mau itu bagi si pembuat quest ataupun yang mengambilnya.

Kalau sewaktu-waktu ada permintaan atau quest, untuk menaklukkan suatu monster, namun ternyata monster yang ingin mereka taklukkan telah dirasuki <Devils>, maka si pemburu monster itu tidak akan dapat berkutik, karena Ia tak tahu kalau awalnya itu monster sudah dirasuki, belum ada persiapan. Mungkin kemungkinan terburuknya, Ia langsung kehilangan nyawanya saat itu juga.

Jadi harusnya ada cara agar dapat membedakan mereka kan? Tatsumi bertanya pada Calcedonia sambil berpikir seperti itu, dan ternyata seperti yang Ia duga, rupanya ada caranya.

“Demon yang kerasukan <devil> matanya akan berubah menjadi merah. Merahnya akan menyala bahkan saat siang hari, jadi gak mungkin bisa sampe sulit dibedain.”

“Huh? Mata berubah merah?...”

Tanpa sadar, Tatsumi menolehkan pandangannya ke mata merah ruby Calcedonia.

Lalu spontan, Calcedonia menyempitkan matanya dan menoleh kearah lain seakan menghindari pandangannya Tatsumi.

“….karena mataku seperti ini…aku sering dibully waktu kecil…”

“Ah…!! Ma-maaf!!! Aku tidak bermaksud!!”

Meski Ia tidak bermaksud melakukannya, Tatsumi telah membuat Calcedonia mengingat trauma pahit itu. Jadi Ia panik dan membungkuk minta maaf.

“Tidak apa-apa. Sekarang sudah tidak ada lagi yang peduli dengan warna mataku ini. Jadi sudah bukan hal yang tidak mengenakkan lagi.”

Calcedonia tersenyum manis sambil berbicara seperti itu, tapi Ia sesungguhnya tahu tentang ini. Orang-orang yang tidak suka dan iri terhadap kemampuan sihirnya yang tinggi, akan berbicara jelek dibelakangnya. Seperti "yang bikin kemampuan sihir dia bisa hebat gitu, pasti karena dia udah dirasukin devil"

Tentu saja, itu semua hanyalah omongan yang tidak penting. Calcedonia tidak mungkin bisa dirasuki oleh devil. Karena ia memiliki bakat tinggi dalam atribut <holy>, Calcedonia ini seperti musuh abadi nya para Devil. Jadi tidak mungkin devil bisa dapat mengambil alih dirinya.

“Ngomong-ngomong, demon yang paling menakutkan adalah yang mengambil alih badan manusia.”

“HUH!? Bahkan manusia juga bisa kerasukan?”

“Iya. Tidak seperti binatang dan monster, manusia adalah tipe yang memiliki banyak nafsu. Kalau nafsu-nafsu ini menjadi sangat besar dan tidak terkendali, mereka akan menjadi pemicu munculnya devil. Meskipun sih, kenyataan ini masih belum ada buktinya.”

Jika ada mayat yang mati secara tidak biasa, karena adanya sisa-sisa dendam dan penyesalan pada mayat itu, devil masuk ke dalam tubuh mayat itu. Dan faktanya, banyak sekali kejadian, dimana devil mengambil alih tubuh seseorang setelah orang itu mati.

Setelah mendengar apa yang dikatakan Calcedonia, Tatsumi langsung mengerti kalau mereka adalah yang disebut monster undead.

“Juga, biasanya kalau ada orang yang berubah jadi Demon, semakin besar kekuatan yang ia miliki, semakin kuat pula nafsu yang keluar ketika Ia menjadi demon.”

“Kalau begitu, <Devils> ini sepertinya benar-benar musuh yang merepotkan.”

Sambil mereka berjalan menuju kuil, mereka terus berbicara mengenai Demon dan Devil.

Mereka berbicara berbagai jenis demon yang pernah diusir Calcedonia, dan beberapa monster level legendary yang dapat dijadikan sebagai monster dalam dongeng yang pernah ia temui.

Sambil terus berbicara tentang ini, penasaran Tatsumi akan monster dan demon menjadi semakin dalam dan besar.

Karena ia datang dari dunia lain, ia seharusnya sudah melihat satu atau dua monster.

Ngomong-ngomong, adventurer dengan dunia parallel merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Tatsumi yang berumur tidak lebih dari 16 tahun memiliki keinginan yang kuat untuk menjadi adventurer.

Disaat Tatsumi mengimpikan bertemu berbagai makhluk-makhluk eksotis dan sejenisnya, mereka akhirnya semakin dekat dengan kuil.

Ketika Tatsumi pertama kali mendengar kata kuil (Shinden - 神殿), ia membayangkan tempat seperti gereja Kristen orang barat. Tapi kenyataannya tempat itu lebih mirip dengan istana barat ketimbang bangunan gereja ataupun kuil tradisional.

Sesuatu yang mirip dengan gereja hanyalah menara yang berada diatas atap kastil dan sebuah bell besar yang tergantung di sana.

“Baiklah, sepertinya aku akan tinggal di kuil dan bekerja di sini sampai persiapan rumahnya selesai.”

“Bekerja sebaik-baiknya ya? Kalau ada sesuatu yang aneh tolong segera kasih tahu aku, aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu.”

Dimotivasi oleh senyum Calcedonia dan dilihat sengit oleh para penjaga gerbang yang dilengkapi kapak dan tombak, Tatsumi pun akhirnya masuk ke kuil itu lewat pintu depan.

Tentu, karena ia bersama Calcedonia, tidak ada yang dapat menghentikannya. Tapi, gerbang kuil memang dibuka untuk umum sih.

"Baiklah kalau gitu, aku ingin memberi tahu Giuseppe-san dulu, kalau kita sudah membeli Rumah"

“Hm aku setuju dengan Master. Lagian jam segini, biasanya kakek ada di ruangannya.”

Tatsumi dan Calcedonia akhirnya mulai berjalan kearah ruangan kerja Giuseppe.

“Carsey? Kupikir aku tidak akan melihatmu hari ini, apa kamu habis pergi dari suatu tempat?”

Tiba-tiba, suara yang kalem dari seorang lelaki muda terdengar dari belakang mereka.


No comments:

DMCA.com Protection Status