Ore no Pet wa Seijo-sama Chapter 11 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ore no Pet wa Seijo-sama Chapter 11 Bahasa Indonesia

May 13, 2017 Kirz Oiishii

Chapter 11 - Freedom Knight

Translator: Raisen
Editor: Kirz


Tiba-tiba, suara seorang lelaki muda terdengar dari belakang mereka.

Dari nada bicaranya, Tatsumi tahu kalau orang tersebut lebih tua darinya…. tapi tetap, sepertinya umurnya masih sekitaran tidak jauh dari 20an.

Mendengar panggilannya, Calcedonia, yang namanya dipanggil olehnya, berbalik ke belakang. Lalu kemudian diikuti oleh Tatsumi.

Karena Tatsumi, yang berjalan di belakangnya, melihat Calcedonia tersenyum disaat dirinya berbalik, tersenyum pada suara yang memanggilnya.

Sehingga, seakan-akan terpengaruh oleh sikap Calcedonia, Tatsumi akhirnya juga ikut berbalik ke belakang. Dan Ia melihat seorang pria berdiri dibelakangnya.

Umur pemuda tersebut terlihat sekitar 20an. Tingginya lebih dari 180 cm dan berbadan kurus tetapi punya body built*. Dia memakai pakaian logam berlapis baja──atau yang biasanya disebut baju zirah dan sebuah pedang yang menggantung di pinggangnya. Rambutnya berwarna merah berkilau. Dipangkas pendek yang memberi kesan keren dan stylish. Mata coklat kemerahannya dengan lembut menatap Calcedonia yang berada dibelakang Tatsumi.

(TL Notes : badannya tidak terlalu kekar tapi sehat dan berotot)

──Woah, dia mirip pangeran atau pahlawan yang ada di dongeng-dongeng! Itulah kesan pertama Tatsumi disaat melihatnya.

“Oh, Morga. Latihan rutin ksatria klerik* untuk hari ini sudah selesai ya?”

(TL Notes : Para ksatria kuil)

 “Ah iya.. Badanku benar-benar sakit hari ini.”

“Oh! Jangan bilang kamu di kalahkan ksatria lainnya kali ini, nggak kan?”

Tatsumi tahu dari percakapan mereka, bahwa keduanya sangat dekat satu sama lain. Jadi untuk tidak mengganggu percakapan mereka, ia agak menjauh dari mereka, mendekat ke tembok lorong.

Dan disaat Ia melakukan itu, Ia akhirnya sadar kalau Calcedonia pernah menyinggung nama [Morga] sebelumnya.

──Ah iya! Dia itu bangsawan yang dikatakan Kashin sebelumnya. Dan katanya,  ada rumor kalau dia itu pacar Calcedonia… dan dia juga punya nama panggilan <<Freedom Knight>>.

Disaat Tatsumi mencoba mengingat percakapan dengan Kashin tadi, pemuda yang bernama Morga itu akhirnya menoleh kepadanya.

“Ngomong-ngomong, Carsey. Siapakah orang ini? Dia memakai pakaian yang tidak biasa… Apa mungkin dia ini seseorang yang datang ke kuil kita dari Negara asing?”

“Oh tidak! Ya ampun… Aku hampir lupa!”

Disaat ia sadar dia telah bercakap-cakap sambil mengabaikan Tatsumi, ia menoleh ke arah Tatsumi dan membungkuk minta maaf kepadanya.

“Aku perkenalkan. Orang ini namanya Morganeich Tychors. Ia adalah Ksatria Klerik yang bergabung pada kuil Savaiv kami, dan juga seorang Exorcist sepertiku.”

“Eh? Kayak Chiiko…?”

“Ya. Aku dan Morga, kalau kita dapat permintaan pengusiran (Exorcism), kita selalu melakukannya bersama.”

Calcedonia menyengir sambil menoleh ke Morganeich disaat mengatakan ini. Morganeich juga tersenyum lembut di wajah tampannya sambil menoleh ke Calcedonia.

Benar-benar mirip seperti pasangan-pasangan seleb terkenal!. Menatapi mereka berdua, Tatsumi secara tidak sengaja berpikiran seperti ini. Tapi di waktu yang sama, ia merasa sedikit tertusuk di hatinya yang terdalam.

Disaat Ia bingung mengapa ia merasa demikian, Morganeich datang kearah Tatsumi.

“Biar saya perkenalkan diri, Saya, Morganeich. Salam kenal, pengunjung dari Negara asing.”

Ia mengulurkan tangan kanannya sambil berkata demikian.

──Jadi mereka juga melakukan jabat tangan di sini huh? Sambil berpikir seperti itu, Tatsumi memegang tangannya dan berjabat tangan.

“Saya juga, salam kenal. Perkenalkan aku…... tidak, Saya, Yamagata Tatsumi… ah, sepertinya disini, namaku dipanggil Tatsumi Yamagata yahh?”

Sebelumnya, waktu Calcedonia memperkenalkan Tatsumi pada Kashin, ia memanggilnya [Tatsumi Yamagata]. Sepertinya di Kerajaan ini, mereka menyebut nama seperti dengan gaya barat di bumi.

(ED Notes: Karena kalo jepang kan biasanya waktu memperkenalkan diri, sebut nama belakang, baru nama depan)

“Jadi, apa yang membuat Tatsumi-san datang ke sini? Karena saya melihat anda bersama Carsey, apa mungkin, anda memiliki urusan dengan Chrysoprase-sama?”

Semua orang di kuil tahu kalau Calcedonia adalah anak angkat Giuseppe. Jadi biasanya adalah tugas Calcedonia untuk menuntun tamu personal Giuseppe.

“Eh? Emm… Chrysoprase-sama itu… apa mungkin maksud anda Giuseppe-san, ya?”

“Yap, benar.”

Calcedonia menjawab pertanyaan Tatsumi dengan anggukan. Sambil tersenyum manis.

Ini hanyalah dialog yang simple, tapi kaget yang diterima Morganeich sangatlah besar.

Giuseppe Chrysopharse adalah seseorang yang dipercaya berada di puncak penganut ajaran Savaiv di seluruh kerajaan Largofiely, bukan, bahkan seluruh benua Zoysalight. Tetapi Tatsumi langsung mengucapkan namanya layaknya tetangga sebelah.

Karena ia adalah pendeta tertinggi ajaran Savaiv, kekuasaannya tidak kalah dari penguasa Negara.
Siapa sebenarnya lelaki ini, bisa menyebut pria itu layaknya seorang teman.

Ada satu lagi yang membuat bingung Morganeich. Terlihat jelas Calcedonia memperlakukan lelaki tersebut dengan ramah──tidak, sikapnya bahkan terlihat seakan-akan 'melayani' pria itu.

Meskipun ia diadopsi, namun tetap Ia termasuk bagian dari keluarga pendeta tertinggi ajaran Savaiv kan.

Bahkan di kerajaan Largofiely ia dikenal dengan julukan <<Holy Maiden>>. Namun <<Holy Maiden>> tersebut kini bertindak seakan-akan ia memang diharuskan melayani laki-laki itu, menunjukkan sisi penurut kepadanya.

Tapi walaupun begitu, wajah nya tetap terlihat bahagia.

Seperti, kebahagiaannya hanya berada untuk melayani laki-laki tersebut.

Namun, perlakuan Calcedonia terhadap lelaki itu bagaimanapun juga, tetap mengganggu pikiran Morganeich.







**







Memang, sehari-hari nya Calcedonia merupakan seseorang yang baik terhadap siapa saja. Tetapi sikapnya tersebut hanya sebatas perlakuan sebagai seorang pendeta kuil, tidak lebih dan tidak kurang.

Dia yang sesungguhnya tidak ingin memiliki hubungan dekat dengan lawan jenisnya, bahkan dengan sesama jenisnya sendiri sekalipun.

Satu-satunya lelaki yang memiliki hubungan paling dekat dengannya adalah kakeknya, dan beberapa petinggi pendeta kuil yang memanjakannya waktu ia masih kecil.

Tapi mengingat perbedaan umur mereka, dia tidak memandang mereka sebagai lawan jenisnya.

Namun bagi Morganeich, yang dianggap sebagai lelaki paling dekat dengan dirinya, dengan umur yang setara dengan dirinya, secara diam-diam merasa kalau dirinya adalah lelaki yang paling dekat dengan Calcedonia.

Bahkan sekarang, Morganeich selalu bekerja bersama-sama dengan Calcedonia, dan selalu dipasangkan dalam beberapa tugas exorcist mereka.

Banyak orang yang sekarang menganggap kalau Morganeich dan Colcadenia itu adalah pasangan exorcist sejati.

Terdapat beberapa kejadian dimana pemburu monster normal dan exorcist yang tergabung dalam kuil bekerja sama dalam menjalankan suatu misi.

Terkadang musuhnya adalah monster kuat atau demon. Sehingga dalam kasus seperti itu, lebih baik melawan dengan jumlah yang banyak daripada sendirian.

Namun diantara mereka juga ada yang suka bekerja sendiri. Mereka adalah orang-orang yang kuat, atau orang yang tidak mampu untuk bekerja secara tim, atau memang orang itu adalah orang yang eksentrik.

Sudah lumayan lama Morganeich dan Calcedonia menjadi Exorcist, tapi dalam waktu tersebut mereka selalu dipasangkan bersama-sama.

Kadang kala, mereka harus melakukan perjalanan bersama dalam berhari-hari untuk mencapai tempat tujuan mereka, kadang juga mereka harus berkemah di alam liar di bawah langit malam, bersama-sama untuk melacak monster-monster ganas dan para demon.

Awalnya mereka tidak begitu dekat, tidak begitu banyak berbicara, tetapi seiring bertambahnya permintaan yang selalu mereka ambil bersama, mereka akhirnya menjadi semakin akrab.

Disaat mereka selalu bertarung mengorbankan nyawa mereka, semakin lama mereka membuka diri satu sama lain. Awalnya mereka sedikit canggung untuk bersama, tetapi setelah melewati banyak pertarungan bersama-sama, rasa percaya diantara mereka mulai tumbuh, bahkan kini, mereka sudah saling mempercayakan nyawa mereka satu sama lain.

Kenyataan ini merupakan sesuatu yang dibanggakan oleh Morganeich.

Walaupun Calcedonia diadopsi, ia masihlah tetap seorang anak dari pendeta tertinggi ajaran Savaiv. Tiap hari ia memiliki banyak sekali lamaran pernikahan.

Untungnya, Giuseppe tidak ada maksud untuk menggunakannya sebagai alat politik. Dan, lelaki terdekat Calcedonia adalah Morganeich.

Dan rumor yang tersebar luas adalah mereka yang dianggap sebagai pasangan kekasih. Dan semenjak mereka terus melakukan misi bersama, rumor tersebut menjadi semakin kuat.

Bahkan kini, Morganeich mulai berpikir bahwa Calcedonia bukan hanya sekedar partner kerja nya.

Meski ia dipanggil dengan nama <<Holy Maiden>>, ia tidak jauh beda dengan gadis remaja normal lainnya.

Dia jatuh cinta pada kebaikannya, yang selalu mengulurkan tangan untuk menolong seseorang yang membutuhkan bantuan. Terhadap keluguannya, yang selalu berusaha menyembunyikkan kesalahannya, dengan mendecakkan lidahnya. Dan, yang paling terpenting adalah, terhadap senyum palsu-nya, yang tersembunyi dibalik senyuman indah bercahayanya.

Morganeich, sebagai seorang lelaki, mulai melihat Calcedonia sebagai seorang wanita.










**










"Kemarin aku tidak bisa bertemu denganmu karena yang mulia memanggilmu tapi... hari ini juga, aku baru melihatmu"

Setelah menghilangkan keraguan pada hatinya, Morganeich sekali lagi menatapi Calcedonia.

“Eh ya. Karena dari kemarin kakek ku memintaku untuk, menyambut Yamagata disini.”

Saat ini hanya Calcedonia dan Giuseppe yang tahu, kalau Calcedonia telah berhasil menggunakan sihir pemanggilan dan memanggil Tatsumi kemari.

Sihir Pemanggilan (Summoning Magic) bukanlah sihir yang diketahui semua orang, dan jika ada orang yang mengetahuinya, orang itu tidak akan bisa menguasai sihir ini dengan mudah. Bahkan, sihir ini sudah dianggap legenda atau mitos di sekarang ini.

Giuseppe berpikir, kalau semua orang tahu Calcedonia telah berhasil melakukan sihir pemanggilan, maka pasti akan menimbulkan kegemparan yang sangat besar.

Tentu saja, jika Calcedonia mencoba untuk melakukan sihir itu lagi, belum tentu Ia bisa berhasil melakukan sihir itu kembali. Dan terlebih lagi, Ia tidak ingin orang selain Tatsumi dipanggil ke dunia ini.

Itu karena sang summoner adalah Calcedonia. Dan orang yang ingin di summon oleh sang summoner tersebut hanyalah Tatsumi. Sehingga sihir ini dapat berhasil, karena di hatinya, orang yang benar-benar ingin di panggil olehnya, hanyalah Tatsumi. Karena situasi inilah, sihir ini dapat berhasil.

Meskipun Calcedonia harus berhari-hari berdiam diri dibawah tanah, melakukan ritual sihir pemanggilan, tapi semangat untuk menjemput orang tersebut tidak hilang dari dirinya, sangat antusias seakan-akan ingin menyambut seorang tamu.

Oleh karena itu, walaupun kenyataan yang sebenarnya ia menyendiri di bawah tanah melakukan ritual, namun di luar diberi tahu kalau ia sedang menyambut tamu dari Giuseppe.

Dan lagian, alasan ini tidak sepenuhnya bohong. Tatsumi jugaan benar-benar datang ke dunia ini, dikarenakan ritual yang dilakukan Calcedonia.

“Oh begitukah? Ah, maaf. Jadi dari kemarin kamu sedang memandu tamu ini. Maaf telah menghentikanmu di sini, Yamagata-dono.”

(ED Notes: Tono (殿 【との】), diucapkan dono (どの) ketika melekat pada nama, secara harafiah berarti "raja" (lord) atau "tuan". Ini tidak sama dengan gelar bangsawan; tetapi ini sama dengan istilah "milord" atau "monseigneur Prancis," dan gelar ini berada diantara tingkatan "san" dan tingkatan "sama", pada tingkatan hormat. Gelar ini jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari, tetapi masih digunakan dalam beberapa tipe korespondensi bisnis, seperti pada sertifikat dan penghargaan, dan korespondensi tertulis pada Upacara teh - Wikipedia)

“Ahh tidak, tidak apa-apa. Dan, anda bisa memanggil saya Tatsumi, jika anda berkenan.”

“Baiklah saya mengerti, Tatsumi-dono. Anda juga bisa memanggil saya Morga.”

Morganeich mengucapkan itu sambil tersenyum. Tapi Tatsumi sadar, kalau dalam mata coklat kemerahannya terdapat cahaya emosi yang besar.

Setelah membungkuk, Morga berbalik dan pergi.

Tatsumi melihat punggungnya sambil memiringkan kepalanya. Ia memikirkan pandangan kuat yang diberikan Morga padanya barusan. Namun Tatsumi tidak mengerti apa maksud dibalik itu.

“Apa ada masalah, master-ku?”

“Ha? Ah, tidak, tidak ada. Cuma, Morga barusan, apa dia orang yang dipanggil <<Freedom Knight>>? Memangnya apa arti dari <<Freedom Knight>>-nya itu?”

“Aku gak nyangka kalau master tahu titlenya… Ah kalau kuingat-ingat lagi, tuan Sankeeray pernah menyinggungnya yah.”

Setelah memikirkan sesuatu sambil menatap Tatsumi sebentar, Calcedonia mengalihkan pandangannya dari Tatsumi, dan menjelaskan apa yang dimaksud <<Freedom Knight>>.

Umumnya, ksatria adalah seseorang yang mengabdi pada raja dan Negara. Para ksatria bersumpah kesetiaan pada tuan mereka, menjadi tameng bagi tuan mereka, dan menjadi pedang bagi para musuh tuan mereka.

Mereka harus memiliki pikiran yang bersih dan badan kuat, jadi mereka setiap harinya terus berlatih, mengasah kemampuan mereka. Dan karena kegagahan, keberanian, dan kepesonaan alami mereka, ksatria menjadi sangat populer di kalangan wanita dan anak-anak.

Tentu saja tidak semua ksatria memiliki semua kriteria tersebut, tetapi jika kau menanyakan ini (tentang apa itu ksatria) pada orang-orang, maka mereka pasti akan menjawabmu seperti jawaban diatas atau tidak jauh lah dari semua itu.

Namun bagi freedom knight (ksatria kebebasan), mereka tidak memiliki tuan untuk dilayani.

Mereka tidak mengabdi pada seorang tuan, namun mereka mengabdi pada kaum yang lemah dan kaum yang bermasalah di bangsa ini. Orang-orang yang seperti ini disebut <<Freedom Knight>> di kerajaan Largofiely.

Akan tetapi, tentu tidak semua orang dapat menjadi seorang freedom knight.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, ksatria biasanya mengabdi pada tuannya. Sehingga sebagai imbalan, mereka akan mendapatkan gaji untuk bertahan hidup.

Namun bagi seorang ksatria tanpa tuan, mereka tidak memiliki pendapatan yang tetap. Sehingga, anak kecil pun pasti tahu, kalau kenyataan nya seperti ini, akan sulit untuk bertahan hidup di masyarakat. Karena, untuk dapat bertahan hidup di masyarakat, seseorang harus memiliki pendapatan yang tetap. Oleh karena itu, seseorang yang menjadi freedom knight, akan memiliki isu krisis keuangan.

Tidak seperti ksatria yang biasanya memiliki sosok gagah dan mempesona, freedom knight tidak seperti itu. Title tersebut paling mentok memperikan kesan polos atau orang yang biasa.

Karena alasan itulah, hanya sedikit orang yang memanggil dirinya sebagai freedom knight sekarang ini. Lagian, tidak banyak orang yang ingin menjadi freedom knight.

Setelah mendengar deskripsi freedom knight, Tatsumi berpikir, kalau mereka lebih mirip dengan karakteristik seorang pahlawan ketimbang seorang ksatria.

“Sampai sekarang, Morga sudah mengalahkan banyak monster-monster dan para demon demi kaum yang lemah. Dan ia tidak pernah meminta imbalan apapun. Salah satu alasan dia bergerak adalah karena masih ada orang-orang yang merasa sedih. Tentu kalau itu dari permintaan resmi (quest), dia akan dapat bayaran dari kuil. Tapi dia tetap saja bergerak demi kaum lemah meskipun tidak ada permintaan dari kuil. Karena inilah, dia jadi dipanggil <<Freedom Knight>>”

“…..Dan, kapanpun disaat dia bertarung demi kaum yang lemah, Chiiko pasti selalu ada di sebelahnya kan?”

“…Iya… Aku sebagai pendeta kuil… dan temannya… aku pasti membantunya tapi… Tapi!!!”

Calcedonia tiba-tiba berputar kebelakang dan dengan antusias melihat Tatsumi.

“A-aku hanya membantunya sebagai teman, Cuma teman kok!!...G-Gak pernah sekalipun aku menganggapnya kayak… kayak rumor…rumor itu… itu semua nggak bener! Orang yang aku suka itu…”

Wajahnya memerah. Kini ekspresinya terlihat sangat khawatir. Namun Tatsumi,  mengerti apa yang Calcedonia maksud.

Rumor-rumor tentang <<Holy Maiden>> dan <<Freedom Knight>> yang Kashin singgung sebelumnya, sesungguhnya itu benar-benar sudah membuat Calcedonia tidak nyaman. Jadi Tatsumi hanya tesenyum dan mengatakan,

“Okeh, aku mengerti. Rumor itu tidak lebih dari sekedar rumor saja, kan?”

“I-Iya…!! Master, percaya sama aku kan…?”

“Tentu, aku mempercayaimu.”

Disaat ia mengerti apa yang dimaksud Calcedonia yang kini matanya berseri-seri, ia mengelus-elus kepalanya.

“G-Gimana kalau,... sekarang lebih baik kita cepetan memberi tahu Giuseppe-san saja, tentang rumah kita.”

“I-Iya!!”

Dan kemudian, sama seperti saat berjalan di sekitar kota, Calcedonia dengan gembira melingkarkan tangannya ke lengan Tatsumi dan berjalan ke depan.

Oleh karena itu, Tatsumi sekarang ini, sudah tidak merasakan lagi sensasi menusuk di hatinya yang tadi ia rasakan.








(Akankah Tatsumi dapat mempertahankan Calcedonia, sehingga hatinya tidak tertusuk lagi?? 😆 Ikuti terus kisahnya hanya di ISEKAI NOVEL 😁..)

No comments:

DMCA.com Protection Status