Re:Zero kara Hajimeru Isekai Seikatsu Arc 4 Chapter 18 Part 2 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Re:Zero kara Hajimeru Isekai Seikatsu Arc 4 Chapter 18 Part 2 Bahasa Indonesia

May 05, 2017 Kirz Oiishii

Orang tua dan Anak [Oyako] (Part 2/3)




{Lagipula, dia kan anak-nya}

Itu adalah kata-kata sihir yang membuat Subaru Kecil merasa bangga, dan yang memberi kekuatan pada hati Subaru Kecil.
Namun, sejak kapan Ia tak tahu, kata-kata itu berubah menjadi kutukan bagi dirinya.

"Hanya dengan pergi keluar, berkeliling-keliling di sekitar kota, memang sudah jelas sih. Kemanapun aku pergi, Aku selalu menemukan jejak yang ditinggalkan ayah..... tapi ini wajar sih" (Subaru)

Dunia Subaru yang kecil dan sempit benar-benar terlihat seperti punggung ayahnya.
Bagi Subaru, yang bercita-cita ingin se tenar Ayahnya, tidak peduli dimanapun Ia berada, tidak peduli kemanapun Ia pergi, Ia selalu mencium aroma bekas keberadaan Ayahnya.

Lambat laun, Dunia mulai menjadi tempat yang mengerikan bagi Subaru.
Disaat yang sama, hati Subaru terasa tergigit-gigit, rasa sakit itu diakibatkan oleh kesadaran dirinya yang sadar kalau dirinya itu hanyalah orang biasa, dan, diakibatkan oleh rasa malu yang ingin menyembunyikan kenyataan itu, dari orang tuanya dan siapapun yang mengenalnya.

Dicintai oleh semua orang, di andalkan oleh semua orang, disenyumi oleh semua orang.
Namun semua itu tidak terjadi pula pada buah hati Natsuki Kenichi, Natsuki Subaru, yang terhuyung-huyung dengan mual dibawah tatapan setiap orang, seorang pengecut yang memeluk kepalanya sendiri, ketakutan akan luasnya dunia.
Ia tidak tahan memikirkan semua ini.

Kekurangan nya ini dapat membahayakan citra nama baik Ayahnya, yang mengaku mencintai dirinya, dan mungkin suatu saat, ayahnya yang begitu tenar itu akan merasa kecewa padanya. Inilah, hal paling penting, yang membuat Subaru begitu ketakutan.

Di sekolah dasar dan smp, Subaru terus berusaha untuk tidak membuat perhatian.
Tapi, Teman-teman dikelasnya yang sudah mengenalnya sejak lama tidak bisa menahan diri untuk memberitahu kalau Subaru saat ini sudah menjadi pendiam――Anak-anak diusia mereka, sangat mudah dipengaruhi, bahkan mereka tidak akan menyadari bahwa hati teman sekelas mereka telah hancur, mereka hanya akan menjalani hari-hari menyenangkan mereka, dan besoknya mereka akan lupa dengan hal itu.

Disaat Ia menghabiskan masa-masa sekolahnya dengan mengubur ingatan tentang namanya yang dulu, Disaat Ia bekerja keras membuang bayang-bayang masa lalunya, di Rumah, Subaru kembali bersikap seperti dirinya yang dulu, bersikap seperti Subaru kecil yang nakal.

Terlihat lemah di sekolah hingga hampir menyamai lemahnya rumput yang tertiup angin, saat Ia sampai dirumah, Ia kembali menunjukkan keliaran nya sewaktu kecil, sikapnya benar-benar berubah drastis.
Kembali kerumah, bersama dengan cerita-cerita fiktif heroik nya, Ia membuat Ibunya tersenyum ditengah-tengah mengurus rumahnya, dan Ia membuat Ayahnya tersenyum yang begitu lelah baru pulang dari kerjanya.

――Akankah orang tuanya sadar kalau semua itu bohong? Bahkan hingga saat ini, Subaru tidak tahu.

Dengan cara ini, selama Ia di Sekolah Dasar dan SMP, Ia menghabiskan masa-masa hidupnya dengan bersandiwara, membangun tokoh fiksi Natsuki Subaru.
Semua orang telah melupakan berbagai kerusakan yang dibuat Subaru Kecil, Ia sekarang dikenal hanya sebagai teman sekelas yang tidak mencolok, yang bahkan namanya sendiripun hampir tidak diketahui.

Di tengah-tengah kondisi dirinya yang tak pernah berinteraksi dengan siapapun di sekolahnya, hati Subaru dilanda rasa kesepian yang amat dalam. Tapi, ini adalah bentuk pengorbanan yang diperlukan, demi menjaga nama baik keluarganya, 'Natsuki'.

"Sekarang aku benar-benar sadar, kalau itu adalah pilihan hidup yang sangat suram. Tapi karena melakukan ini, Aku dapat melewatkan masa-masa SD maupun SMP ku dengan aman. Dan terus berjuang, Aku akhirnya sampai pada masa-masa SMA ku..... yahh mungkin karena standar nilai yang ditentukan, aku dapat di sekolah lokal, tapi hampir tidak ada satupun teman sekelasku yang satu sekolah lagi denganku..." (Subaru)

Telah terbiasa berpikir mundur, terhadap perubahan drastis secara tiba-tiba di lingkungan sekolah nya ini, Subaru ingin memanfaatkan kesempatan emas ini untuk melangkah maju, Ia pun menyatukan kembali rasa kepercayaan diri pada dirinya.
Menunjukkan kepercayaan diri yang masih tersisa dalam dirinya, Subaru memperlihatkan giginya dan memandang lurus kedepan.

Ia berjalan maju menuju lingkungan baru didepannya. Membangun hubungan baru dengan wajah-wajah yang belum dikenal olehnya.
Disana, meskipun Ia mengakui dirinya sebagai Natsuki Subaru, tidak akan ada yang melihatnya sebagai Natsuki anaknya Kenichi. Dan mungkin, ditempat itu―― Ia bisa menemukan lagi bintangnya yang telah menghilang.

Dan kali ini, rasa semangat dan keberaniannya begitu membara.

"Tapi harus kuakui, saat itu adalah kegagalan terbesarku dalam masa-masa pengenalan di SMA ku, aku nggak bisa manfaatin kesempatan itu dengan baik. Tapi wajar sih ya. Bagi orang yang nggak pernah sama sekali bergaul dari SD sampe SMP, tiba-tiba masuk kedalam tempat yang dipenuhi oleh wajah-wajah yang tidak Ia kenal, sambil gugup, nggak bisa ngatur rasa tegangnya...... orang goblok pun seharusnya bisa nebak, apa yang akan terjadi pada orang ini nantinya" (Subaru)

Karena waktu itu dirinya sendiri tidak tahu, yang bahkan orang bodoh pun bisa mengetahuinya, Sekarang Subaru merasa kalau dirinya benar-benar lebih buruk daripada orang bodoh.

Tanpa banyak penjelasan lagi, apa yang akan terjadi seharusnya mudah sekali dibayangkan.
Dalam membentuk hubungan baru, Subaru tidak punya peran contoh lain, selain ayahnya, jadi disaat Ia membangun hubungan baru di lingkungan yang baru, Ia bertingkah seperti ayahnya itu.
――Kekonyolan ayahnya itu mungkin akan membuat satu atau dua orang tertawa, jika teman-temannya itu masih anak-anak. Tapi, jika diperlihatkan kepada teman sekelas yang sedang dalam masa-masa perubahan psikologi, pubertas, kekonyolan itu hanyalah sebuah racun.

"Racun. Racun yang sangat mematikan. Aku benar-benar seperti jamur beracun dengan bintik-bintik putih diatasnya, 'Racun yang sangat mematikan, anda akan mati dengan mengerikan jika anda berani-berani memakannya'" (Subaru)
(TLN: Dengan kata lain, orang yang menjijikkan)

Orang yang seperti itu tidak akan bisa bergaul dimana-mana.
Memulai lingkungan baru, Subaru telah kehilangan pijakannya pada langkah pertama dan langsung jatuh kedasar lubang. Ia akhirnya, hanya menghabiskan masa hidupnya dengan sendirian, menjadi orang aneh, orang anti-sosial yang tidak peka, dan tiba-tiba disuatu pagi, Ia terpikirkan hal ini,

――Ah, malas sekali rasanya untuk masuk hari ini

"Aku ingat pagi itu ayah dan Mama lagi nggak ada dirumah. Dan aku saat itu merasa malas banget untuk bangun dari tempat tidur, jadi aku lanjutin aja tidurku, padahal seharusnya aku bangun bersiap-siap... beberapa jam kemudian pun aku terbangun dari tidurku, aku pun panik karena hari sudah siang. Tapi, pas aku ingin bangun dari kasurku, ingin berpakaian" (Subaru)

Subaru melihat, 'badan' dan 'hati' nya sangat tenang.
Saat di sekolah, duduk sendirian di pojok ruangan dekat jendela, pura-pura tidur, diam-diam membiarkan waktu berlalu, hati Subaru selalu disiksa oleh rasa gelisah dan ketakutan.
Karena tidak ingin berada di tempat ini, saat dia menginjakkan kaki di sekolah, dia mulai merasa ingin segera pulang――Tidak, bahkan saat dia baru bangun pun, dia sudah membayangkan dirinya yang sudah pulang dari sekolah.

Ia begini bukan karena di bully. Ataupun karena dijauhi.
Hanya saja, Subaru telah mengontrol dirinya, dengan membangun tembok pembatas pada dirinya. Ia tak mau dirinya berharap kebaikan seseorang lagi. Atau, membuat dirinya berpikir kalau Ia akan melihat bintang lagi, yang membuatnya merasa tak enak.

Andai saja Ia bisa melewati satu hari tanpa harus menanggung beban penderitaan itu.

Rasa ingin bebas, Rasa ingin lega, Rasa ketidakberdayaan, semakin lama dan semakin lama, Subaru menjauh dari sekolah itu.

"Yang awalnya sekali dalam seminggu, jadi tiap 3 hari sekali, dan lama kelamaan jadi setiap hari...... sampai sama sekali aku nggak masuk, bahkan dua bulan berturut-turut" (Subaru)

Seharusnya tidak perlu diceritakan lagi apa yang terjadi setelah itu, karena sudah jelas.
Tidak lagi datang ke sekolah, hati Subaru dipenuhi rasa lega. Rasa bebas yang benar-benar berbeda dengan saat masih disekolah, dan, dengan begini, Subaru telah menyerah pada segalanya, dan menerima saja dengan kondisi hidupnya.

Karena alasan yang buruk, Ia telah menjadi Subaru yang gagal, yang berputus asa.
Siapapun yang melihat Subaru yang seperti ini, tidak mungkin akan berpikir 'Lagipula, dia kan anak-nya' lagi, dan yang terpenting dari semua ini――betapa kecewanya kedua orang tua nya pasti, terhadap Subaru yang menyedihkan ini. Tentu saja, pasti Ibu dan Ayahnya itu akan menyerah untuk terus 'mencintai' nya.

Jika anak mereka yang 'tidak' mereka cintai di anggap sampah, mungkin mereka tidak akan peduli.
TAPI, jika anak yang 'sangat' mereka sayangi dianggap tidak berguna, ataupun sampah, mereka berdua tentu saja akan merasa sangat kesal. Dan, sedih juga. Jika orang-orang melihat mereka seperti ini, orang-orang mungkin akan merasa kasihan pada mereka, bahkan, orang-orang akan memandang rendah mereka.
Jadi sebelum ini terjadi, lebih baik Subaru yang menghilang dari kehidupan mereka.

Karena itu, Natsuki Subaru――

"'Aku tidak mencintaimu', 'Kamu bukanlah milikku', 'Kamu bukanlah.... anakku'. Aku berharap, ayah mengatakan itu padaku. MEMBUANG diriku. Aku berharap, kalian menyerah saja dalam membesarkan diriku ini" (Subaru)

Sesungguhnya Ia masih berharap dapat melihat bintang-bintang itu lagi.

Namun, Subaru yang banci dan menyedihkan ini, makhluk bodoh yang tidak pantas menjadi anak Natsuki Kenichi ini, ingin merasa bebas.

――Bahkan Subaru sendiri tidak menyadari bahwa selama ini, inilah yang berada didalam hatinya.

Melihat kedalam isi hatinya, untuk pertama kalinya, Subaru melihat banyak keburukan didalam hatinya. Pikiran akan dirinya yang bodoh dan lemah, dirinya yang tidak mau mengakui kesalahan, dan malah menyuruh orang lain untuk memperbaiki hal akibat perbuatannya, melihat semua ini, Ia menjadi ingin muntah.
Namun, pada akhirnya, alasan kenapa Subaru masih bisa menerima dirinya, karena masih ada seseorang yang menerima dirinya, dan mendukung dirinya.

{Rem, mencintai Subaru-kun}



Bongkahan-bongkahan Silver yang sebelumnya mengelilingi pikirannya, sekarang berubah menjadi cahaya terang berwarna biru.
Seperti angin yang menenangkan, cahaya itu meniup hati Subaru, mengirimkan kehangatan yang menghibur pada tubuh Subaru yang membeku.

{Mari kita mulai lagi semuanya disini. Mulai semuanya dari awal....nggak, dari ZERO!}
(TLN: Zero (ゼロ) - Nol)

Disaat Subaru berfikir dirinya telah berakhir, gadis itu, mengatakan ini, memberi dorongan kepadanya.
Disaat Subaru tak dapat bertahan lagi, gadis itu menatap kedepan, memegang tangan Subaru, lalu, meletakkan kedua tangannya sendiri di belakang punggungnya, dan kemudian, mencium kening Subaru, memberi kepercayaan diri kepada diri Subaru.

Dibangkitkan oleh cahaya dari bongkahan silver yang memberinya kehangatan, dan didorong oleh kehangatan cahaya-biru, yang membuatnya melangkah maju, Natsuki Subaru, yang seharusnya sudah berakhir, sekali lagi memulai perjuangannya dari Nol.
Karena Ia menyadari hal ini, Karena Ia ingat akan hal ini, dan karena Ia telah memutuskan untuk berjuang dari Nol――Sebelum menuju angka Nol, Ia bertekad untuk mengatasi seluruh 'Minus-Minus' di masa lalunya.

===

No comments:

DMCA.com Protection Status