Re:Zero kara Hajimeru Isekai Seikatsu Arc 4 Chapter 18 Part 1 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Re:Zero kara Hajimeru Isekai Seikatsu Arc 4 Chapter 18 Part 1 Bahasa Indonesia

May 05, 2017 Kirz Oiishii

Orang tua dan Anak [Oyako] (Part 1/3)


――Saat ini, kepala nya sudah ringan.

Seluruh penderitaan yang menyerangnya dari tadi sudah menghilang, dan kini, hanya satu hal yang terpikirkan oleh Subaru―― tekad untuk menyelesaikan masalahnya dengan ayahnya yang saat ini berada dihadapannya.

"Aku sudah memiliki seseorang yang kusuka" (Subaru)

Sekali lagi, Ia menjawab pertanyaan ayahnya itu.
Mengatakan itu lagi, saat ini Subaru merasa hatinya mulai melangkah kedepan.
Dan, di hadapan dirinya, mendengar pengakuan itu, Kenichi mengedipkan matanya beberapa kali, sebelum akhirnya Ia sadar bahwa pernyataan itu begitu mengagetkan.

"....Begitukah" (Ayah)

Berbicara dengan suara yang pelan, Ia kali ini terdiam dengan tenang, mendengarkan apa yang akan dikatakan Subaru.
Dan sikapnya itu, benar-benar menyelamatkan diri Subaru. Karena nyatanya telah ada seseorang yang mau mendengarkannya, Subaru pun tahu akan hal ini, namun Ia hanya memendam rasa senangnya ini, didalam hatinya.
Dan sekarang, Subaru bertekad untuk menyelesaikan semua masalahnya yang masih tersisa.

――Karena ada seseorang yang keberadaannya entah dimana, telah membangkitkan rasa semangatnya.

"Iyah. Aku sudah bukan lagi anak kecil yang selalu mengurung diri didalam kamar" (Subaru)

Ia sesungguhnya belum tahu pasti apakah Ia benar-benar telah berubah.

Ia masih merasa kalau sifat kekanak-kanakannya belum sepenuhnya hilang.

Keberanian untuk mengambil tantangan, keberanian untuk menghadapi rasa takutnya, keberanian untuk tidak lari lagi dari situasi yang tidak menyenangkan, sepertinya Ia belum memiliki semua itu.

Ia hanyalah sesuatu yang lebih buruk daripada anak kecil, yang mengaku kalau dirinya itu anak kecil.
Akan tetapi, Ia tidak sadar akan hal ini.

Bongkahan-bongkahan silver, saat ini berterbangan di pikirannya, memberi rasa ketenangan di hatinya.
Bongkahan-bongkahan itu adalah cahaya yang menghangatkan dirinya yang kali ini telah membeku.



Silver――Adalah warna yang menggambarkan sesuatu yang dingin, tapi bagi Subaru sekarang, warna itu adalah sesuatu yang memberi kehangatan dan kekuatan untuknya bangkit. Dirinya kali ini seolah-olah sedang terkagum-kagum akan kehangatan yang dibuat oleh benda itu,

"Apa yang kutakutkan, yang membuatku meringkuk seperti sebuah bola, aku benar-benar tahu sekarang.  ――Nggak, sebetulnya sudah dari dulu aku mengetahuinya. Tetapi, aku pura-pura nggak tahu....... keburukanku yang kupikir cuma aku yang sadar, disaat aku tidak memperdulikannya, sesungguhnya ada seseorang yang..." (Subaru)

Yang tidak bisa menerima keburukan itu. Dan Ia tahu siapa mereka.

"Ayah dan Mama, Aku harap kalian memukulku saja" (Subaru)

"――――" (Ayah)

"Aku benar-benar nggak berguna, bodoh, sampah masyarakat yang terlalu banyak omong, Aku harap kalian pukul saja diriku ini..... dan menyerah saja dalam membesarkan diriku ini" (Subaru)

Terdiam menatap Subaru, kedua bola mata Kenichi tidak bergerak sedikitpun.
Subaru melihat bayangannya sendiri di dalam pupil ayahnya itu, yang warnanya sama dengan warna pupil kedua matanya sendiri.
Dan kini mata Sanpaku milik Subaru, yang sering disalahartikan sebagai bentuk dari sesuatu yang menyeramkan, entah kenapa, menjadi terlihat sangat lemah, dan menyedihkan, tidak menyeramkan lagi.

――Betapa menyedihkan dirinya ini, pikirnya.

"Saat aku masih kecil, aku sangat pintar, dan aku selalu bisa memecahkan berbagai masalah. Dalam hal berlari pun juga, sama seperti dalam hal pelajaran....... aku selalu bisa melakukan hal yang teman-temanku tidak bisa, aku dapat menguasainya dengan cepat, dan aku bahkan bingung kenapa orang lain terlihat begitu kesulitan" (Subaru)

Mungkin itu adalah rasa kesombongan dari seorang bocah, atau orang-orang disini sering menyebutnya 'rasa kemahakuasaan yang terlihat menggemaskan'.
Saat Subaru masih kecil, kemampuannya dalam olahraga maupun pelajaran, selalu dapat melampui teman-teman sebaya nya. Ia mampu berlari lebih cepat dari teman-temannya, dan Ia mampu lebih pintar dari teman-teman sebayanya, dan wajar saja pada saat itu, Ia benar-benar terkenal――

{Lagipula, dia itu kan anak-nya} 

Semua orang selalu menilai Subaru seperti ini, orang dewasa maupun tetangganya, lidah mereka selalu mengucapkan kata-kata itu.
Ia tahu siapa dibalik ucapan 'anak-nya' itu, orang itu adalah Ayahnya, dan memang faktanya kalau dirinya itu sudah diakui seluruh orang sebagai anak dari Ayahnya. ――Dan Subaru kecil, bangga akan ucapan ini.

Ayah―― Natsuki Kenichi, Ayah Subaru, di mata anaknya, ayahnya itu sangat hebat dan keren.
Dia tertawa dengan begitu sempurna, berbicara dengan begitu sempurna, menangis dengan begitu sempurna, marah dengan begitu sempurna, dan bekerja dengan begitu sempurna.
Bahkan, Ayahnya itu tidak sungkan-sungkan untuk mengumumkan rasa cintanya kepada Subaru dan Ibunya didepan umum, tanpa ada rasa malu sama sekali, dan, dimanapun ayahnya berada, ayahnya selalu dikelilingi oleh orang-orang yang mengaguminya, dan Subaru selalu melihat ayahnya disenyumi oleh banyak orang.

Bagi Subaru, ayah yang seperti itu adalah ayah favorit, memiliki seorang ayah yang benar-benar mencintai keluarganya dari segala apapun di dunia ini, membuat dirinya semakin bangga karena memiliki ayah seperti itu.

――Aku ingin seperti ayah. Aku ingin seperti ayah

Bagi Subaru kecil, punggung ayahnya itu adalah punggung dari dunia, dan dunia hanya dapat terlihat diatas punggung ayahnya itu.

Dan dengan begitulah Subaru setiap hari, menghabiskan hari-harinya menikmati kebahagiaannya, dan mencari kebahagiaannya.

Akan tetapi,

"Entah sejak kapan... Aku lupa, tiba-tiba aku kalah dalam lomba lari ku. Dan beberapa hari kemudian, Aku bukan lagi yang paling teratas dari segalanya. Sekarang sudah ada beberapa orang yang dapat berlari lebih cepat dariku, dan beberapa orang yang dapat memecahkan masalah lebih cepat dari yang kubisa. Sedikit demi sedikit, tempatku tersisihkan, dan aku mulai merasa aneh" (Subaru)

Lebih tepatnya, bintang-bintang yang selalu menerangi hatinya, satu demi satu pergi meninggalkan hatinya.
Meskipun Ia menjulurkan tangannya, berlari kesana kesini mencari bintang-bintang itu, bintang-bintang itu tetap tidak bisa ditemukan. Yang tersisa hanyalah keheningan dan kegelapan.
Dan dalam kegelisahan yang sangat sulit ini,

{Lagipula, dia itu kan anak-nya} 

Kalimat itu menyelamatkan hatinya, menjadi harapan terakhir yang dapat Ia pijak.
Meskipun Ia bukanlah yang tercepat ataupun yang terpintar lagi, kalimat itu terus membangkitkan rasa percaya diri Subaru Kecil.

Daripada latihan untuk dapat berlari lebih cepat, atau mengorbankan segalanya demi tugas sekolahnya, Ia lebih memilih untuk melakukan hal-hal bodoh.

Diam-diam menyelinap ke sekolahnya di malam hari, mencoret-coret seluruh zebra cross yang ada di sekitar kota, mengusir anjing-anjing liar dari tempat mereka berkumpul――setidaknya dengan ini teman-temannya tidak akan bosan dengan dirinya, jadi Ia bisa mempertahankan bintang terakhirnya.

"'Belajar mati-matian itu hal yang konyol. Dapat berlari dengan cepat itu bukanlah hal yang patut untuk dibanggakan. Setidaknya, hal-hal yang kulakukan sekarang dapat membuat orang lain senang, dan hal yang kulakukan ini, jauh lebih baik dari apa yang bisa dilakukan orang lain'" (Subaru)

Berusaha melindungi pemikiran yang salah ini, Ia memutuskan untuk terus melakukan hal ini.
Ia akan melakukan apa yang orang lain takuti, menantang apa yang orang lain tidak suka, dan dengan cara ini Ia yakin, Ia dapat melindungi 'posisi' diri nya di dunia ini.
(TLN: Tetap menjadi panutan)

"Tapi, karena aku melindungi diriku dengan cara begini, aku harus melakukan sesuatu yang lebih besar. Hal yang kulakukan harus lebih besar dari biasanya. Mereka akan mengatakan diriku payah kalau aku terus melakukan hal yang biasa ini, dan aku nggak pingin itu terjadi" (Subaru)

Semakin lama apa yang dilakukan Subaru semakin extreme.
Dan kalau ada seseorang yang bertanya kenapa Ia melakukan ini, jawaban nya adalah 'Iyalah, dia kan Natsuki Subaru'.

――Yap, hal seperti ini hanya Natsuki Subaru lah yang bisa melakukannya.
Karena Natsuki Subaru itu, adalah orang yang paling berani dari siapapun, paling liar dari siapapun, paling bebas dari siapapun, sehingga Ia harus terus menjadi seseorang yang paling didambakan oleh orang lain.

Menyiksa dirinya sendiri, menyiksa dirinya yang kurus, Ia berusaha dengan keras menyembunyikan rasa takutnya, jadi dirinya sendiripun tidak akan dapat menyadari rasa takutnya itu. Ia terus menipu dirinya sendiri, dan orang-orang di sekitarnya.
Karena Ia adalah Natsuki Subaru, anak dari Natsuki Kenichi.

"Kupikir aku bisa melakukan segalanya. Aku buat diriku percaya bahwa aku bisa melakukan segalanya. Dan tanpa berfikir dulu, aku melakukan segalanya, namun aku tak menyadari kalau konsekuensi yang kuterima sudah begitu parah...." (Subaru)

Seperti seekor serangga yang mendekati api yang membara, Ia terus menerjang hawa panas itu tanpa menyadari kalau dirinya itu sudah terbakar.
Kalau Ia itu serangga, Ia pasti langsung habis karena terpikat oleh bara api itu.
Tapi Subaru ataupun teman-teman disekelilingnya, bukanlah serangga. Mereka adalah manusia, tentunya Subaru juga.

――Sehingga, seluruh kebodohan ini terus berlanjut hingga mencapai puncaknya.

Tertarik dengan kenakalan yang dibuat Subaru, kini anak-anak yang memiliki wajah jahat seperti dirinya, mulai mendekati dirinya.
Dan layaknya gigi yang satu persatu putus dari gusinya, jumlah dari temannya semakin lama semakin menurun.

"Ah mereka itu orang bodoh, menurutku. Mereka nggak bakal bisa menemukan kesenangan yang amat seru ini di tempat lain, kecuali kalau mereka tetap berteman denganku. Mereka bakal menyesalinya, tapi terserah sih mereka mau gimana ngabisin waktu-waktu membosankannya. Mereka yang seperti itu juga bukan levelku" (Subaru)

Jika Ia terus mencari bintang dengan cara seperti ini, setidaknya bintang yang sekarang berada diatas kepalanya tidak akan meninggalkannya.
Lautan bintang yang seharusnya tetap dihiasi oleh berbagai bintang, sekarang, hanya tersisa satu disana, berkilau menyinari Subaru, dan Ia terus berjalan tanpa melepaskan bintang itu dari pandangannya――sampai pada akhirnya, disaat Ia tiba-tiba mengalihkan pandangannya dari bintang itu, melihat kebawah,

"Sudah tidak ada siapapun lagi disekitarku" (Subaru)

Yap inilah yang terjadi saat ini.
Tanpa sadar akan kondisi disekitarnya, Ia terus tanpa henti mengejar bintang yang tak seorangpun dapat melihatnya.
Teman-teman nya, yang pada awalnya berpikir semua ini seru, mulai meninggalkannya, karena tak mampu bertahan lagi akan 'keliaran' yang semakin hari semakin meningkat.
Tidak peduli dengan ini, Ia hanya menanggapinya dengan menghina teman-temannya yang pergi itu sebagai orang bodoh, namun, teman-temannya yang masih tetap bersama dirinya mulai ragu dan tidak nyaman bersamanya.

Dan pada akhirnya, satu demi satu teman-temannya yang masih bertahan itu ikut meninggalkan dirinya, hingga Ia sadar bahwa kini sudah tidak ada lagi seseorang yang masih berteman dengan dirinya.
Kesal, ngambul, ingin melupakan semua ini, Ia akhirnya menoleh kearah langit――

"'Bahkan bintang yang seharusnya berada diatasku sudah tidak ada lagi'" (Subaru)

Setelah kehilangan bintang itu, ditinggalkan oleh semua teman-temannya, ditinggalkan sendiri ditengah gelapnya malam, Subaru akhirnya sadar, bahwa,

――Aku bukan siapa-siapa.


===

No comments:

DMCA.com Protection Status