Tsuki Ga Michibiku Chapter 15 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Tsuki Ga Michibiku Chapter 15 Bahasa Indonesia

May 14, 2017 KIV

Translator : Kuro
Editor : Alice+Kiv

Bab 15: Kedamaian dan Kota, Hal yang Menjauh ketika Semakin Didekati

Akhirnya aku sampai.

Sebuah gerbang biasa. Sebuah kota, tidak, bahkan sulit untuk menyebutnya sebuah desa. Ini terlihat seperti perkemahan.

Dalam perjalanan aku bertemu dengan seorang gadis muda yang mungkin berasal dari kota. Dia sangat cantik.

Rambutnya berwarna emas natural yang lembut disinari matahari, terhembus perlahan oleh angin. Benar-benar pemandangan layaknya Lukisan.

Meskipun hidup di daratan yang keras, kulitnya putih seperti keramik.

Betapa menakjubkannya dia. Dia bisa masuk ke jajaran papan atas klub panahan di SMAku.

Ngomong-ngomong, klub Pemanah SMA ku terkenal karena memiliki banyak pria dan wanita cantik.

Ketika aku memperhatikan penampilannya, tiba-tiba dia menghadap ke arahku. Apa ini? Jika ada bendera(ED:pertanda) dengan orang ini, aku akan sungguh-sungguh mengharapkannya?

Meskipun aku memiliki penglihatan superior di sini, dia juga melihatku. A-Apakah ini takdir?

Dia melihatku adalah sebuah pernyataan yang meremehkan, dia membuka matanya lebar-lebar. Tapi saat itu aku tidak menyadarinya.

Dia membeku karena sesuatu yang dipancarkan tubuhku.

Tapi gadis itu tidak melarikan diri. Itulah sebabnya aku sedikit berharap.

Tanpa ragu, aku mendekatinya. Dengan ramah Aku menyapanya "permisi". Tentu saja, kulayangkan kepadanya senyum terbaikku.

Dan reaksi gadis itu, adalah menjerit dan berlari seperti roket. Ia berlari dengan seluruh tenaga yang dimilikinya. Sungguh mengherankan bahwa dia bahkan melakukan start dengan berjongkok.

Apakah ini yang dinamakan, Penolakan mentah-mentah? Ini sangat menyakitkan bagiku.

Dia pasti lari ke kota, jadi aku mengikutinya.

Aku mengikutinya dengan berjalan, ok? Karena akan merepotkan jika aku membuatnya lebih tertekan dengan lari mengejarnya.

Kini, sekarang aku berada di depan sebuah gerbang.

Di hadapanku ada banyak hyuman berjejer rapi. Ada juga banyak orang lain seperti Elf, ras Beast dan juga orang-orang kecil.

Seseorang dengan kulit berwarna biru, mereka mungkin dari ras demon. demon Yang aku temui sebelumnya memiliki warna kulit yang berbeda sehingga aku mungkin salah mengira.

Mereka bersenjata dan menunjukkan permusuhan. Tidak peduli bagaimana aku memikirkannya, aku belum melakukan apapun yang mengusik para penjaga di kota, kan?

Seperti biasa, dunia ini ada banyak hal yang begitu mendadak dan perkembangannya sulit untuk diikuti.

Yang ada di hadapanku adalah orang-orang yang memiliki nalar. Aku memang tidak dibekali kekuatan, tapi aku punya senjata yang disebut percakapan.

"Um, aku benar-benar minta maaf telah menakut-nakuti gadis muda tadi.
Namaku Misumi Makoto. Aku ingin memasuki kota ini."(Makoto)

"??"

Tidak ada respon. Malah, rasa permusuhan mereka semakin tinggi. Padahal tadi cuma perkenalan kok?!

"!!!? !! ?? !!?!"

Sepertinya mereka sedang berdebat panas.

Aku sebaiknya menunggu sebentar. Mereka butuh waktu untuk menyatukan pendapat.

Setelah beberapa saat, ketegangan mereka mulai sirna. Kemudian, mereka membentuk barisan dan berisan terdepan mengacungkan senjatanya.

E-Eh ?!

Barisan tengah dan belakang menyiapkan busur mereka dan orang-orang yang memiliki tongkat mulai melafalkan mantra mereka.

Ini buruk?!

"T-Tunggu! Aku hanya ... "(Makoto)

"ASDKJHFDS !!!"

!!!!

Kau pasti bercanda, kan?

Aku berdiri dalam diam.

Dan memfokuskan pendengaranku.

Tidak ada serangan, belum ada tanda-tandanya, tapi...!

"ASDKJGFAAJSM !!"

Aku mencoba mengangkat kedua tanganku yang menandakan untuk menyerah.

Tapi sepertinya ...

Mereka menganggap aku akan menyerang.

Gawat. Mereka melepas semua busur dan sihir mereka sekaligus!

Aku memperluas perlindung yang sedikit lebih besar [Sakai] di sekitarku.

Berbagai sihir dan panah berwarna menyentuh batas itu dan menghilang.

Orang-orang yang berlari menghampiriku dengan pedang dan tombak, memperhatikan dengan penuh waspada sebelum mereka berhenti.

Mereka kemudian berdiskusi lagi. Tapi ini ...

Mau bagaimana lagi.

Aku merasa bahwa jika aku tidak mundur sekarang aku mungkin akan melakukan sesuatu yang tidak dapat kukembalikan.

Sial! Pada Saat aku merasa sedikit bersyukur atas Dewi itu, tapi malah ini yang kudapat?!

Sial...Serangga sialaannn !!

Berbalik, aku berlari sekuat tenaga. Dan tentu saja, kecepatannya bahkan tidak bisa dibandingkan dengan kuda sekali pun. Kepergianku menciptakan awan debu.



"Sialan !!! Kenapa aku tidak bisa mengerti kata-kata manusia ?! "(Makoto)

Hal terpenting.

Percakapan yang harusnya berjalan lancar.

Mereka tidak bisa memahaminya.

Bagaimana hari esok nanti?

-

~ Sebuah istana di suatu tempat ~

Suasana yang berat bisa dirasakan dari para audiens di ruangan takhta. Di ruangan yang didekorasi megah dari setiap sisi, semua orang terdiam.

Roh tingkat rendah telah memberitahukan mereka tentang terbangunnya Dewi dan pemanggilan para pahlawan. Mereka sekarang mengadakan pertemuan untuk membahas hal itu.

Yang duduk di atas takhta adalah pemimpin para iblis. Ekspresinya sama sekali tidak menyenangkan. Kerutan bisa terlihat di antara alisnya.

"Kalian mungkin sudah mendengarnya tapi ..."

Demon Lord membuka mulutnya. Sebuah suara yang dipenuhi dengan wibawa dan kepercayaan diri. Tidak ada keraguan bahwa dia seorang pemimpin yang luar biasa. Kau bahkan bisa mengetahuinya hanya dari perkataannya.

"Dewi telah terbangun. Apa yang diberitahukan oleh para roh tidak mungkin salah."

"Kalau begitu, tentang para hero ..."

"Ya, mereka sudah dipanggil"

Raja iblis mengonfirmasi perkataan jenderal berlengan empat.

Terdengar keresahan dari berbagai sisi.

Tidur mendadak sang Dewi, permintaan kerja sama dari para roh tingkat rendah. Memanfaatkan kedua hal tersebut, ras iblis dulu memulai perang untuk memperluas wilayah mereka.

Dan hasilnya adalah kemenangan telak.

Mereka didesak untuk hidup di daratan tandus dan tidak dapat memperoleh perlindungan ilahi. Sehingga perang ini bertujuan untuk mendapatkan lahan yang subur, walau hanya sedikit.

Saat itu mereka berhasil menghancurkan Elision, pengikut terkuat dewi di dunia, dan berhasil merebut setengah lahan yang mereka miliki.

Kemenangan mutlak dari pertempuran sengit di bagian selatan.

Mereka melanjutkan serangan mereka di bagian barat dan timur layaknya gajah yang menghancurkan semut.

Akibatnya, peta dunia berubah drastis. Di seluruh dunia, lebih dari 10 wilayah hancur akibat perang ini.

Termasuk wilayah yang kaya, ras demon pun berhasil mendapatkan laut. Mereka berharap bahwa mereka dapat menyelamatkan banyak orang yang kelaparan dengan mendapatkan pelabuhan yang tidak membeku, dan kenyataannya mereka memperoleh hasil yang sangat luar biasa.

Tapi setelah mereka menghancurkan Elision, yang menanti di selatan adalah kekuatan utama hyuman, Kerajaan Limia dan Kekaisaran Gritonia.

Dua daerah hyuman yang memiliki kekuatan militer terkuat.

Kedua wilayah ini sangat menonjol. Walau mereka mengalahkan Elision pun, mereka tetap tidak dapat menundukkan mereka sepenuhnya.

Dari segi ukuran, hyumans mampu bertarung dengan pijakan yang sama dengan ras demon. Tapi itu hanya gambaran kasarnya.

Mereka berkonsentrasi pada urusan internal wilayah-wilayah yang diperluas, ras demon membutuhkan waktu untuk menstabilkan diri mereka sendiri.

Itulah mengapa ras iblis menghentikan usaha mereka untuk memperluas wilayah. Menahan diri, mereka menuangkan semuanya ke urusan dalam negeri.

Inilah keadaan aktual dari 10 tahun kedamaian yang terus berlanjut.

Memang tidak begitu kuat, tapi administrasi mereka stabil.

Kebangkitan Dewi dan kemunculan para pahlawan. "Sekarang, tiba waktunya untuk memulai perang" mengatakan ini, mereka mulai bergerak. Itu adalah laporan terburuk yang pernah mereka dengar.

Kesampingkan Gritonia dan Limia yang berhati-hati terhadap garis depan, di tanah kosong di perbatasan barat, ada berbagai ras yang berkumpul untuk menciptakan kekuatan kooperatif. (TN: akan merujuk ujung dunia sebagai perbatasan dunia mulai sekarang)

Jadi, dengan imbalan kemudahan mempertahankan Gritonia melakukan apapun yang mereka inginkan, mereka bermaksud melakukan serangan cepat terhadap Aion dan Roleru yang berada di selatan Limia dan Gritonia.

Pergerakan perbatasan juga berjalan dengan baik.

Terutama, roh yang memiliki kekuatan seperti 'Api' yang bekerja sama dengan ras demon membantu meningkatkan kekuatan serangan lebih banyak lagi.

Yuridiksi perbatasan gurun pasir berada di bawah roh-roh api dan bumi. Oleh karena itu, kerja sama Roh tingkat rendah api adalah hal lazim bagi ras di daerah tersebut.

Di padang tandus itu, satu ras bisa melawan sepasukan tentara. Ada banyak ras kuat tak berperasaan di sana.

Rencana yang begitu masuk akal dengan kerja sama jangka pendek.

"Hanya karena Dewi telah terbangun bukan berarti kita akan membiarkan semua yang telah kita raih menjadi sia-sia"

Orang bertubuh setengah ular berkata begitu dengan ekspresi yang tidak menyembunyikan kejengkelannya.

Jika rencana ini berhasil, mungkin saja bisa membuat dunia di mana para hyumans menjadi budak dan ras demon yang mendominasi.

Itu adalah keinginan terdalam mereka sebagai orang-orang yang selama ini dipandang rendah.

Tapi itu hanya jika mereka mampu menundukkan Limia dan Gritonia. Itu adalah rencana yang bergantung pada keadaan sekarang.

Dalam hal spesial seperti munculnya para hero, memecah pasukan dan menyerang bersamaan sama saja seperti bunuh diri.

(Ini tidak bagus)

Andai saja si Dewi tidur setidaknya satu bulan lebih lama ... tapi mau bagaimana lagi. Inilah yang Raja iblis pikirkan.

Selanjutnya ada isu lain yang menarik perhatiannya.

"Bukan berarti semua hal tak berguna. Kekuatan di perbatasan masih bisa dijadikan pasukan penyergap (ambush) melawan Limia. Lalu ada hal lain lagi."

Raja Iblis memotong apa yang akan dia katakan. Ekspresinya sangat serius, kerutan di antara alisnya bahkan bertambah dalam.

"Tidak salah lagi bahwa para pahlawan telah turun di Limia dan Gritonia. Aku bisa measakan kekuatan sihir mereka bahkan dari sini. Sepertinya mereka masih belum tahu cara menyembunyikan kekuatan mereka, ditambah lagi, kekuatan mereka jauh lebih besar dari yang kumiliki."

"Apa?!"

"Itu tidak mungkin! Bukankah tubuh mereka masih manusia?!"

"Mereka mungkin dari dunia lain. Dan mereka cukup hebat. Apabila telah mempelajari gaya bertarung dunia ini, situasi di mana mereka menyerang menjadi semakin mungkin. Tidak dapat dipungkiri kalau mereka menerima banyak rahmat dari Dewi."

Pasti karena dia yakin akan kemampuannya menggunakan maryoku, walau mereka memiliki sejumlah maryoku yang melampaui harapannya, tidak ada keputusasaan dalam kata-katanya.

"Aku akan mengatur ulang pasukan di garis depan. Aku permisi"

Sambil mengatakan itu, raksasa berlengan empat itu mulai bergerak. Sang raja tampaknya tidak menemukan kesalahan dalam tindakannya. Garis depan Limia ditinggalkan secara langsung oleh lord itu sendiri sendiri.

"Handal sekali. Tapi masih aman karena tahu di mana mereka berdua dan seberapa besar kekuatan mereka. Jumlah ancamannya telah bertambah jadi kita perlu memikirkan lagi perihal ini. Itu saja."

Hanya itulah yang dia katakan terkait kemunculan para pahlawan. Perkataan yang menghilangkan kecemasan dan menyemangati semua orang.

Jenderal dan para pejabat yang hadir semuanya melihat tuannya dengan kagum.

"Masalahnya adalah…"

Demon Lord melanjutkan ucapannya.

"Ada satu orang lagi muncul dengan kekuatan sihir yang besar."

"Maksud anda hero ketiga!?"

"Tidak, hanya ada 2 Hero. Orang-orang dengan perlindungan ilahi yang substansial muncul di Limia dan Gritonia, tidak ada yang berbeda. Tapi…"

Si pemimpin yang jarang menghentikan ucapannya kini terlihat bingung. Para ajudannya menunggu apa yang akan dikatakan dengan tatapan heran.

"Aku merasa ada satu orang lagi di perbatasan dunia"

Dia bisa merasakan sebagian kekuatan sihir. Tapi tidak mungkin baginya untuk merasakan kekuatan yang berada di ujung dunia dari kastil tempatnya berada saat ini.

Tapi dia jelas merasakannya. Kekuatan apa itu?

Bahkan Raja Iblis pun tidak bisa menjawabnya. Karena itulah dia bingung.

"Apapun situasinya, aku seharusnya tidak bisa merasakan maryoku seseorang di perbatasan dunia. Itu sebabnya, walau belum pasti, tapi kupikir ada yang lain. Orang dari Dunia lain yang tidak berperan sebagai hero "

Misi apa yang dia terima atau hubungannya dengan sang dewi ...

Akan jauh lebih mudah melakukan pencegahan jika tahu kalau dia adalah seorang hero.

Jika ini adalah rencana yang dibuat Dewi, maka langkah itu patut dipuji.

Demon lord merasa muram.

"Tentu saja, ini masalah yang kurang penting dibandingkan kasus hero, tapi perintahkan yang ada di perbatasan untuk menyelidiki orang ini"

Jenderal yang bertugas dalam hal taktik mengangguk khidmat. Perintah itu dipercayakan kepada pasukan rahasia. Mereka perlu mengetahui bagaimana ancaman misterius ini akan mempengaruhi rencana mereka mulai sekarang.

(Hmm,tapi kalau aku bisa membuat monster yang bisa membuatku merasakan kekuatannya dari ujung dunia di sisiku. Tak hanya para pahlawan, kami mungkin bisa meraih tenggorokan si dewi.)

Si raja iblis, selagi mengurus hal lain, memikirkan mengenai sosok misterus di tanah tandus yang membuatnya tertarik.

Di sisi hyuman terdapat dua orang pahlawan dan si Dewi.

'Harusnya sah-sah saja kalau kami menggunakan sosok yang bisa membalik keadaan' pikirnya.

Misumi Makoto telah menarik perhatian dari penyebab kegaduhan dunia ini, si raja iblis. Sepertinya beban pikiran yang muncur setelah kabur dari orang-orang yang ingin dia temui tak akan hilang dalam waktu dekat.

No comments:

DMCA.com Protection Status