Wagamama Onna ni Tensei Chapter 17 - Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Wagamama Onna ni Tensei Chapter 17 - Bahasa Indonesia

May 09, 2017 KIV



Foreword: Maafkan hamba karena tidak ada  update hampir setengah bulan. Ga disangka kalau ternyata kesibukan irl membuat saia mager untuk ngepos. besok bakal rilis lagi kok ini.

Chapter 17 – Situasi yang Tak Terduga

Nah, apa yang akan kulakukan untuk hari ini?
Karena Wirbel pergi ke kediaman utama untuk belajar, mungkin aku harus coba ke perpustakaan!
“Berta, aku ingin pergi ke perpustakaan.”
Kukatakan hal tersebut pada Berta sebelum meninggalkan ruangan.


Aku akan menghabiskan sebagian besar waktuku sendirian.
Mungkin ada pelayan yang menyiapkan teh untukku, tapi mereka tidak menunggui.
Semuanya akan segera pergi, karena inilah kebiasaan Amalie.
“Aku ingin pergi ke perpustakaan.” Adalah kalimat yang dia ucapkan ketika ingin menyendiri.

“Eh, kamu mencicipinya!?”
Kudengar suara para pelayan dari koridor menuju perpustakaan.
Sepertinya aku berada di blind spot para pelayan, tepat di belakang pintu.
Aku yakin mereka akan panik kalau aku menangkap basah mereka tengah bercengkerama.
Reputasi buruk Amalie belum hilang sepenuhnya, dan permintaan maaf yang tulus hanya akan membuat keadaan canggung.
Ah, tapi apa yang kulakukan ini dapat dikatakan menguping.

“Ya. Dan rasanya enak sekali~”
“Curang!”
“Bener tuh!”
Para pelayan melanjutkan pembicaraan mereka tanpa menyadari keberadaanku.
“Kudengar nama makanannya adalah “Gratin”. Rasanya yang creamy benar-benar mengagumkan…”
Mengingat kembali rasanya, salah satu maid menggumam dalam lamunan, mengabaikan protes iri orang-orang di sekitarnya.
“Enaknya~ kemarin aku ditugaskan di gedung utama sih.”
“Aku juga… akhir-akhir ini banyak sekali yang ingin ditugaskan di Mansion Matahari. Padahal dulu sampai harus dipaksakan.”
“Benar~”
Semua orang kecuali pelayan pribadi anggota keluarga mendapatkan penggiliran tugas, jadi mereka akan bekerja di kediaman utama atau di Mansion Matahari secara bergantian.
Sepertinya yang menjadi pusat pembicaraan kali ini adalah pelayan-pelayan yang ada di dapur saat pembuatan Gratin.
Kemarin, setelah Becker pergi, ada tiga pelayan bersama Kurt dan Damien di dapur.
Saat aku meminta keduanya membantuku memasak, mereka lari setelah berkata “Akan kami panggilkan Kepala Koki!”
Aku jadi ingin tahu kenapa mereka secepat itu, padahal aku belum memintanya lho? Tapi yah, kurasa bisa berbahaya kalau aku tidak memanggilnya. ‘
Si Kepala Koki itu…

Si Kepala Koki dengan segera datang mendekat.
Aku sudah menyiapkan permintaan maaf telah memanggilnya, tapi dia malah berkata itu bukan masalah dan dia siap dipanggil kapan saja… lalu bagaimana dengan pekerjaanmu di sebelah sana?
Saat aku melirik Berta dengan khawatir, dia berkata untuk memaksa… oh bukan, menyerahkan tugasnya pada Sous Chef. (TLN: Sous Chef adalah koki yang memiliki posisi tepat di bawah Kepala Koki tapi tetap di atas koki lain, mungkin bisa diasumsikan Sous Chef adalah wakil ketua terkait memasak di dapur)
Semangat, Sous Chef!
Aku sedikit kasihan pada si Sous Chef, tapi Kepala Koki kemungkinan besar tidak mau berhenti, jadi aku memutuskan untuk menyelesaikan masakannya secepat mungkin.
Pertama, aku membuat adonan pasta. Adonan untuk macaroni.
Karena sulit untuk membuat macaroni hanya dengan tangan, kami akhirnya hanya membuat pasta sederhana.
Semuanya terkejut saat melihat pasta pertama kalinya. Saat kukatakan adonan tadi bisa dibentuk menjadi banyak jenis untuk berbagai masakan, hati Kepala Koki begitu tergerak.
Ah, bukankah ini juga terjadi saat membuat Swiss Roll!? Sepertinya nanti tidak bisa dihindari…
Tak lama lagi, berbagai masakan pasta pasti akan disajikan untuk makan malam…

Setelah pastanya selesai, selanjutnya adalah membuat saus putih.
Mentega, tepung gandum, susu dan telur dicampur dengan whisker yang baru saja jadi.
Aku  sedikit ragu perihal tukang masak rumahan yang mengajari koki professional. Tapi karena dia “pemula”, sepertinya tidak apa-apa kan?

Saat Gratinnya dikeluarkan dari oven, kudengar semua orang menelan ludah.
Aroma keju yang menyeruak begitu menggugah selera.
Gratinnya enak walau aku sudah lama tidak memakannya~ Yang lain juga memuji rasanya.
Tentu saja, Wirbel melahap makan malamnya dengan semangat sambil, fu~ fu~, meniup makanan di sendoknya. Anakku memang lucu!
Pelayan yang sekarang tengah bercerita, mengucapkan “Enak~” saat mencicipi, kurasa dia benar-benar menyukai rasanya.
Tapi tidak semua orang memiliki kemampuan untuk menyaingi gombalan Kepala Koki… “Gratin ini terasa layaknya lautan berbinar.”Apa coba maksudnya? Aku sama sekali tidak paham! Jangan mencuri tugas Berta sebagai komentator masakan!

“Oh iya! Kudengar kita bisa mencicipi ‘mille crepe’ lagi kan? Apa itu benar!?”
“Ya, kudengar nyonya berkata begitu.”
“Uwaah!! Aku sudah tidak sabar! Hidup ini benar-benar anugerah~”
Sepertinya  di sini juga ada orang yang terlalu berlebihan (TLN: singkat kata, alay. tapi kata tersebut tidak akan dipakai… karena kesannya ‘alay’). Syukurlah kalau kalian senang. Tapi rumornya menyebar terlalu cepat. Aku bisa dikutuk kalau sampai gagal.
“Ngomong-ngomong, nyonya berubah drastis, ya?”
Saat salah satu pelayan berbisik, kemudian yang lain menyatakan persetujuannya.
“Iya, benar! Dia tidak lagi berteriak dan tidak lagi merusak perabotan dengan sihir ketika marah. Dia terlihat seperti orang yang berbeda kalau lagi tenang, ya?”
“Setuju! Ledakan sihirnya dulu benar-benar menakutkan.”
Tubuh si pelayan merinding sambil mengatakan itu.
“Karena itu semua orang jadi ragu untuk bekerja di sini.”
“Ya, kurasa mereka tidak apa-apa sih kalau orangnya bukan seperti nyonya yang punya begitu banyak kekuatan sihir.”
Salah satu pelayan menghela nafas, berbicara mengenai kekuatan sihirku yang menakutkan.

Haa, sepertinya aku sudah sudah merepotkan banyak orang… maaf ya.
Aku akan berusaha untuk mengendalikan kekuatan sihirku!
“Tapi… walaupun perabotan jadi rusak, tidak pernah ada yang terluka, kan?”
“Ya, sepertinya kita beruntung.”
“Hmm, mungkin sih, tapi bagaimana kalau sebenarnya Nyonya mengendalikan kekuatan sihirnya agar tidak melukai seorangpun?”
“Walau merepotkan, sepertinya dia tidak bermaksud buruk, ya? Bukankah terasa seperti nona Anneliese yang membuat masalah?”
….Uh, apa mungkin orang-orang yang ada di sini semuanya baik hati?
Walau mengatakan niatnya tidak buruk, tapi tindakan Amalie berkata sebaliknya/
Tidak heran kalau orang-orang akan menjaga jarak atau bahkan membencinya. Dia orang yang egois layaknya anak kecil…

Sudah larut, sudah saatnya aku berhenti menguping. Sebaiknya aku segera menuju perpustakaan.
Aku meninggalkan persembunyianku tanpa suara dan tiba di perpustakaan, secara perlahan suara para pelayan pun memudar.

Baiklah, buku apa yang sebaiknya kubaca?
…sudah pasti buku tentang sihir, kan. Persiapan sebelum kelas itu penting!
Aku lalu membaca.

Hmm… hmm… banyak yang tertulis di sini… ah! Ini mungkin bagus!
“’Sihir untuk memproduksi tabir’ pasti akan berguna untuk melindungi Wirbel!”
Cara penggunaan… tetapkan ukuran tabir melalui kekuatan sihir, lalu… menutupnya?
“Ditutup bagaimana, sih? Hmm, aku tidak mengerti. Rasanya sulit tanpa ada yang mengajari…”
Rasanya seperti menggunakan kunci, sih~

Aliran kekuatan sihir, cek, lalu ukurannya mungkin satu mansion ini? Kemudian aku bergerak layaknya orang mengunci pintu.
*cklek*
…hmm, tidak ada yang terjadi.
Kalau hanya tabir, kurasa tidak akan ada yang direpotkan. Tapi sepertinya memang mustahil dilakukan tanpa memahami sihirnya lebih lanjut, ya?
Merasa sedikit kecewa, *tok**tok*, ada seseorang yang mengetuk pintu.
“Masuk.”
Saat kukira ada yang datang membawakan teh, Berta masuk dengan tergesa-gesa.
“Nyonya!”
Berta memanggilku dengan keadaan tegang, namun dia berhenti melangkah begitu melihat buku sihir yang kupegang.
“A-Ada apa, Berta?”
“Nyonya… anda pasti melakukan sesuatu, kan?”
Berta berkata demikian dengan nada tegas.
Hmm? Aku tidak melakukan apapun, kan? Iya, kan? Eh!?
“Ku-Kurasa tidak.”
Bahkan setelah membantah pun, tatapan Berta masih menusuk.
Dia benar-benar tidak percaya padaku. Intuisi kak Berta memang benar-benar bagus.

Apa sih yang sebenarnya terjadi!?
Beritahu aku! Eh, tunggu aku tidak mau dengar! Maafkan aku!


No comments:

DMCA.com Protection Status