Wagamama Onna ni Tensei Chapter 18 - Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Wagamama Onna ni Tensei Chapter 18 - Bahasa Indonesia

May 13, 2017 KIV


Chapter 18 – Itu hanyalah tabir


“Menggunakan sihir tanpa belajar sihir terlebih dahulu adalah hal yang berbahaya. Menggunakan sihir hanya berdasarkan informasi dari buku dapat mengakibatkan kejadian yang tak diinginkan.”
Sepertinya ucapan para pendahulu ada benarnya.
Aku mengalaminya secara langsung.
Menggunakan sihir tanpa pengetahuan yang cukup tak hanya akan mendatangkan masalah bagi diriku sendiri, tapi juga bagi orang lain di sekitarku.
Serius deh!!
Ya ampun! Sihir itu berbahaya! Tolong gunakan sihir setelah dan hanya setelah belajar cara menggunakannya!


Aku sama sekali tidak mengikuti perintah yang ada.
Kejadian tak diinginkan karena penggunaan sihir yang tak semestinya kini ada hadapanku.
Untungnya (sialnya?) Berta baru melihat pemandangan mengejutkan setelah membuka pintu menuju teras.
Tidak mengherankan kalau dia tidak bisa bergerak karena syok, tapi dengan segera dia berhasil sadar dan bergegas menuju tempatku.
Kakak memang hebat!! (protip: setiap kali Amalie memanggil Berta dengan sebutan kakak, berarti Amalie sedang ketakutan)

Berta memaksaku, yang tidak menyadari apa yang terjadi, untuk melihat ke belakang.
Aku dengan takut-takut berbalik untuk melihat situasi apa yang bisa membuat Berta begitu pucat.
Cahaya matahari yang menembus hijau dedaunan masih ada. Setidaknya begitulah yang tadi kuketahui.
Tapi…
Aku hanya terdiam. Aku hanya bisa menganga dengan bodohnya dan hanya bisa melongo melihat apa yang ada di depan mataku.
Aku sama sekali tidak mengerti apa yang sebenarnya kulihat.

Yang ada di hadapanku adalah kehampaan.
Mungkin lebih tepat kalau kukatakan “semua menghilang tanpa bekas”.
Benar-benar dunia hampa, secara harfiah. Sebuah ruang putih polos tanpa satupun tanda kehidupan.

“Nyonya, tolong kembalikan pepohonannya!”
Ucapan Berta membuatku kembali pada realita.
“Saya punya banyak pertanyaan, tapi lakukan apa yang harus anda lakukan terlebih dahulu! Nyonya, tolong hilangkan sihirnya!
“Me-Menghilangkan?”
“Ya, ini pasti karena sihir Nyonya, kan? Kalau begitu, Nyonya pasti bisa menghilangkannya.”
Aku akhirnya bisa mulai bergerak karena kalimat Berta yang rapi.

Menghilangkan, berarti cara membatalkan sihir? Bagaimana caraku melakukannya?
Tidak kusangka keadaannya akan jadi seperti ini… tunggu, sekarang bukan saatnya menyesal. Aku punya banyak waktu untuk berkaca selagi dimarahi Berta setelah aku membatalkan sihir ini. Ra-Rasanya seram. Tapi semua ini karena ulahku sendiri, aku sebaiknya menerima fakta kalau aku akan dimarahi setelah ini.

Baiklah, apa yang tadi kulakukan saat menggunakan sihirnya?
Merasakan kekuatan sihir, lalu… memutar kuncinya.
Dengan kata lain, kalau sekarang terkunci, hanya perlu membuka kuncinya saja, kan? Apa ada cara yang lain?
Aku dengan segera merasakan kekuatan sihirku, memegang “kunci”, lalu memutar kuncinya ke arah berlawanan dari yang awalnya kulakukan.

Oh Tuhan, kumohon! Tolong kembalikan kami ke dunia yang kami cintai! Tolonglah hamba-Mu ini!
Dengan sedikit takut, aku membuka mata selagi berdoa.

“Kita kembali…”
Aku langsung tumbang begitu menyaksikan pemandangan kebun yang kukenal.

“Nyonya, apa anda baik-baik saja!?”
Berta segera berlari ke arahku untuk membantuku berdiri lalu mendudukkanku di kursi.
Begitu aku mulai tenang, kuberitahukan Berta apa yang harus dilakukan.

“Berta, kita harus memastikan kondisi orang-orang yang ada di mansion ini.”
“Baik. Nyonya tunggu saja di sini.”
Ekspresi lega Berta kembali menegang, dia lalu meninggalkan perpustakaan.
“Wirbel…”
Aku tahu dia aman karena ada di gedung utama, tapi aku ingin segera melihat wajahnya dan memeluknya dengan erat.
Tapi, walau aku ingin menemuinya dengan segera, aku harus menahan diri agar tidak membuatnya khawatir.

Tak lama, Berta kembali ke perpustakaan dengan satu set minuman teh.
Semuanya diapstikan aman. Kudengar tidak ada perubahan dari lingkungan mansion.
Tapi, yang mengejutkan, tidak ada yang menyadari fenomena tak biasa barusan.
Walau rasanya cukup banyak waktu telah berlalu, tapi semua itu sebenarnya hanya terjadi dalam 5 menit.
Oleh sebab itu, tidak ada siapapun yang meninggalkan Mansion Matahari atau melihat ke luar jendela selama jeda 5 menit itu.

Syukurlah, aku benar-benar lega.
Aku lega semua orang selamat, keadaan kembali dengan normal, dan hanya Berta yang menyadari keanehannya.
Terima kasih, Tuhan! Kak Berta, terima kasih banyak~~!!
Tapi masih ada pertanyaan yang tersisa.

Aku mengesampingkan panduan dasar sihir berjudul “Sihir pengantar” lalu berdiri di depan rak buku untuk mencari jawaban atas fenomena barusan.
Kemudian, salah satu buku di rak tersebut bersinar karena skill yang kumiliki.
Apa jawabannya tertulis di dalam situ?
Saat melihat sampul buku yang bersinar, aku menyadari bahwa penulis bukunya adalah pahlawan pendiri negeri ini, penyihir bernama Joerg Ballschmiede.

Aku dengan segera mulai membaca.
Impresinya kurang lebih: terlalu tebal! Tulisannya terlalu kecil!! Tidak ada daftar isi ataupun indeks! Wahai para penulis dunia ini, daftar isi itu hal yang penting!
Tidak ada gambar jadi aku tidak bisa menemukan apa yang kucari dengan mudah.
Aku hanya bisa membacanya. Membaca dan terus membaca.
Mataku… mataku perih. Apa mungkin mataku jadi kering…
Ayo nanti cari tahu apakah ada tetes mata di dunia ini.
Tapi untuk sekarang, ayo lanjutkan membaca.
Kalau isinya membosankan, ini mungkin akan jadi semacam siksaan. Tapi di luar dugaaan, bukunya menarik untuk dibaca.

Ah, ini ya?
Setelah sampai di tengah, aku akhirnya menemukan apa yang ingin kucari.
Membacanya dengan hati-hati, kuketahui bahwa sihir yang kugunakan tadi memang sihir tipe “tabir” seperti yang direncanakan.
Di buku tertulis “tabir dimensi”.
Fungsinya adalah memindahkan target ke dimensi lain dan mencegah adanya internvensi dari luar.
Tapi, karena sihir ini membutuhkan kekuatan sihir dalam jumlah besar, materialisasi sihir ini sangat jarang terjadi.
Joerg pun tidak mengatakan apa dia bisa menggunakannya atau tidak.

Bukunya juga membahas risiko penggunaan.
Tentu saja, “tabir dimensi” bukanlah sesuatu yang harusnya disentuh seorang pemula. Bahkan, sihir tersebut umumnya tidak akan digunakan.
Kalau mengerahkan kekuatan sihir dengan asal-asalan, ada kemungkinan target sihirnya tidak bisa kembali.
Bahkan ada kemungkinan targetnya terkunci di dimensi tersebut untuk selamanya.
Ditambah lagi, makin besar targetnya, makin banyak kekuatan sihir yang digunakan.
Menjadikan seluruh mansion sebagai target adalah tindakan bodoh.
Maaf telah melibatkan semua orang.

Berta kembali menuangkan teh saat aku menutup buku dan merilekskan bahuku.
“Berta, maaf sudah membuat keributan hari ini.”
“Untungnya tadi masih bisa diatasi. Tuan Wirbel akan segera kembali. Apa saya harus menyiapkan cemilan dan teh di teras?”
Ucap Berta tanpa khawatir.
“Ya, tolong.”

Saat aku berpindah ke teras dengan sedikit murung, Wirbel berlari di hadapanku..
“Mama! Aku pulang!”
“Wirbel…”
Aku memeluk Wirbel dengan erat.
“Mama…?”
Wirbel terlihat bingung dengan keadaanku yang tak seperti biasanya.
“Bukan apa-apa, mama hanya senang bisa melihatmu.”
“Aku pasti akan melindungi mama! Soalnya aku ini laki-laki! Aku akan berusaha belajar dan berlatih pedang! Karena itu, mama jangan sedih!”

Melihat kegundahanku, Wirbel mencoba menghibur.
Walau sudah kukatakan berulang kali! Anakku benar-benar anak baik!
Ah, imutnya. Aku tidak tahan dengan kelucuanmu.
Wirbel, saat kau nanti memiliki istri, aku bersumpah akan akur dengannya! Aku tidak akan merepotkan calon menantuku! Jadi jangan khawatir!

Sip, aku tidak bisa terus-terusan murung!
Aku hanya perlu berlatih sihir dengan penuh semangat! Aku harus terus melangkah maju!
Bahkan aku bisa saja menargetkan untuk menjadi seperti pahlawan pendiri negeri ini! Fufufu.
“Nyonya, tolong jangan gegabah.”
Berta mengucapkan itu kepadaku.
Uh, apa dia menyadari kepulihanku?
Apa aku semudah itu untuk dipahami? Sesimpel itu? Tidak, itu tidak mungkin, pasti karena Berta yang terlalu sensitif.
Aku baru menyadari bahwa Berta begitu tajam bisa menyadari masalah tadi.
Aku sama sekali tidak bermaksud membantah kok (soalnya dia seram)! Kakak, izinkan aku menjadi bawahanmu!!
 


No comments:

DMCA.com Protection Status