Wagamama Onna ni Tensei Chapter 19 - Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Wagamama Onna ni Tensei Chapter 19 - Bahasa Indonesia

May 19, 2017 KIV

Chapter 19 – Hari yang tak Baik untuk Jantung


Aku melirik ke kanan, lalu ke kiri.
Bergerak perlahan, aku mencoba tak menghasilkan suara.
Tidak boleh ada yang mengetahui sebelum aku mencapai tempat tujuanku.
Aku melihat ke belakang untuk berjaga-jaga. Bagus, tidak ada siapapun.
Ah! Bagaimana kalau di langit-langit!? …tapi tidak mungkin ada sih.

“Apa yang kau lakukan?”
KYAAAAAA———————
Aku berteriak dalam hati.
Jantungku benar-benar dibuat berdegup kencang karena itu.
Gawat, aku bisa saja mati di sini. Mereka bilang mahluk hidup punya jumlah detak jantung yang sudah ditetapkan (belum dipastikan) sepanjang hidupnya. Uwah, hidupku!!
Maaf, Wirbel! Mamamu ini mungkin tidak akan bisa menemanimu sampai kamu jadi kakek-kakek!

“Tenanglah”
Suara yang dingin terdengar dari atas kepalaku.
Hau, ilusi suara? Aku mendengar suara orang yang tak seharusnya berada di sini.
“Apa yang kau lakukan di tempat seperti ini?”
Harusnya aku yang bertanya begitu!

“Christhard juga, sejak kapan kamu ada di mansion ini? Selain itu, kenapa bisa di sini?
Tuh, suamiku melihatku dengan tenang.
Kenapa kau di sini!? Bukankah sekarang ini harusnya kau bekerja? Ditambah lagi, tempat ini tempatnya pelayan, lho?
Ini bukan tempat yang harusnya didatangi oleh kepala keluarga sepertimu.
Yah, harusnya aku tidak berkata demikian sih, tapi ini sudah kelewatan!

“Oh, aku tadi merasakan hawa keberadaan seseorang.”
Seram! Orang ini baru saja mengatakan sesuatu yang menyeramkan dengan santainya!!
Jadi dia tadi mengejar hawa keberadaan seseorang? Jadi dengan pendeteksi keberadaan itu kau bisa tahu siapa ada di mana!?
Tolong ajarkan aku cara menggunakannya! Kalau punya itu, aku tidak akan mengalami hal seperti ini lagi.
“Berarti kamu bisa mendeteksi keberadaan seseorang di kota?”
“kemampuanku tidak sekuat itu. Paling luas cakupannya hanya seluas desa kecil. Maksimal aku hanya bisa mendeteksi keberadaan seluruh orang di sekitar mansion ini.”
“Oh, begitukah?”
Syukurlah~ aku hampir saja mau kabur.
Tapi apa kemampuan ini hanya bisa mendeteksi orang yang dikenal? Serapuh itukah? Selain itu cakupannya kecil sekali.
Tapi tetap saja itu kemampuan yang membuatku takut, sepertinya aku harus belajar sihir untuk menghilangkan diri!

“Jadi, apa yang kau lakukan di sini?”
“…aku sedang dalam perjalanan ke dapur.”
“Sendirian?”
“Memangnya tidak boleh?”
Aku, Amalie adalah orang yang superior.
Fuh, aku adalah orang yang tidak bisa dicap hanya dengan kata arogan! O~hoho!

“Berta.”
Christhard mengangkat tangan kanannya dan menyebut nama Berta.
Eh!? Berta!? Di mana!? Aku melihat sekeliling dengan cemas.
Apa aku sudah diketahui oleh musuh!? Sial!

“Hah, sepertinya dia tidak sedang berada dalam mansion.”
Christhard kembali mengatakan hal yang aneh.
Ka-Kau menipuku!? Tak kusangka aku bisa terjebak dengan mudah…
Setelah memperlihatkan emosiku dengan jelas, akan sulit untuk mengelabuinya.
Tapi mau bagaimana lagi… tak kusangka aku bisa sampai ditemukan oleh Christhard, orang yang paling tidak kuharapkan.
Haa….
“Ya, Berta sedang tidak di sini. Aku tadi menyuruhnya pergi.”
Aku mengatakan demikian sambil berjalan ke arah dapur, Christhard juga berjalan mengikutiku.
“Lalu? Apa rencana licikmu?”
“Tidak sopan sekali… aku hanya ingin memasak di dapur.”
Menentang pertanyaannya, Christhard tidak membalas.
Aku hanya ingin memasak tanpa diketahui oleh Berta.

Aku sampai di dapur dan mengumpulkan beberapa bahan.
Telur, gula, susu, dan roti.
Aku membuat eggwash, mencelupkan roti di dalamnya lalu kupanaskan dalam oven.
Telur akan merresap ke dalam roti saat dipanaskan.
Setelah itu, aku mencairkan mentega di penggorengan dan memanggang rotinya di kedua sisi!
French Toast, selesai!

Nah, bagaimana dengan rasanya?
Hmm? Saat mengangkat wajahku, Christhard sudah memegang pisau dan garpu sambil duduk di atas kursi kayu, menghadap konter yang ada di dapur.
…kenapa kau terlihat siap sekali untuk memakannya?

“Mau mencicipi?
“Tentu saja.”
Christhard memotong French toast yang lembut itu dan melahapnya.
“Oh, ini enak.”
“Ya, memasaknya mudah dan anak kecil juga menyukainya.”
Tentu saja, ini semua demi Wirbel! Hari ini aku ingin memasakkan sesuatu untuknya dengan tanganku sendiri.
Kemarin ekspresi Wirbel terlihat begitu murung, karena itu Mama akan mengembalikan semangatnya dengan makanan ini!
“Wirbel pasti akan berkata ‘mama memang hebat! Fufufu’”
“Ternyata itu rencana yang kau sembunyikan,”
Christhard menghela nafasnya.
Uwa, menjijikkan! Aku kelepasan mengatakan sesuatu yang biasa kupikirkan! Oh, maaf, apa itu membuatmu terkejut?
Dia terlalu tenang! Tapi ceroboh begini tidak masalah sih, pada akhirnya yang menang lah yang akan tertawa!

“Jadi, apa alasanmu datang ke mansion ini? Tidak mungkin hanya untuk makan French toast tadi, kan?”
Aku mencoba mengganti topik sambil cemberut. Christhard kemudian meletakkan peralatan makannya.
“Ya, ini soal sihir yang digunakan di Mansion Matahari tempo hari.”
KYAAAAAA———————
“Kau pikir aku tidak akan menyadari sihir sebesar itu? Bekas sihirnya benar-benar terlihat, tahu? Awalnya, kupikir tempat ini diserang oleh Maou karena kekuatan sihirnya sebesar itu. Tapi kemudian kusadari kalau kekuatan sihirnya cukup familiar. Apa yang membuatmu sampai melakukan hal seperti itu?”
Jadi inikah yang disebut “kabar buruk menyebar dengan cepat”…
Aku benar-benar bodoh karena mengira bisa merahasiakannya, maaf deh.

“Maaf karena telah bertindak gegabah. Setelah membaca buku, aku mencoba menggunakan sihir tabir tanpa piker panjang. Tidak ada alasan lain.”
 “Jadi itu tabir? Sihir seperti itu hanya dari membaca buku?” gumam Christhard suara lirih setelah mendengar alasanku.
“…berarti kau sudah tidak menghindari sihir lagi.”
“kurang lebih… iya.”
“Ya, baguslah kalau begitu.”
Eh, tidak apa tuh? Apa mungkin Christhard orangnya begitu positive thinking!?
Padahal dia selalu terlihat seperti prajurit yang super serius, pantas saja Amalie mau menikahinya.
Tanpa pikiran yang fleksibel, hubungannya dengan si wanita egois itu mungkin tak akan lama.
Uuh… rasanya menyedihkan membicarakan diri sendiri seperti itu.

“Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Kurasa aku tak perlu memberitahu ini, tapi berhati-hatilah.”
Mengatakan hal tersebut, Christhard berjalan pergi.

Setelah itu, aku membuat banyak French toast dan mematikan api setelahnya, saat itulah kudengar suara mengerikan dari arah belakang.

“Nyonya, apa yang anda lakukan di sini?”
KYAAAAAA———————
“Be-Berta.”
…yap, seperti yang sudah kalian duga, aku terpaksa mendengarkan ceramah darinya selama satu jam.

Ini hari yang benar-benar buruk bagi jantung.
Tapi obatnya kini ada dihadapanku!!
Wirbel saat ini sedang memakan French toast buatanku dengan gembira.
“French toast ini benar-benar enak! Tidak kusangka mama yang membuatnya, ini enak banget!”
Wirbel melihatku dengan mata berbinar penuh rasa kagum.
Hore! Tujuan telah tercapai! Yang poenting, aku dapat senyuman manisnya!
Meninggalkan seporsi French toast untuk sang raja iblis, Berta (aku harus menyogoknya!), aku kini mendengarkan cerita Wirbel tentang harinya.

“Oh iya! Papa tadi datang ke tempat latihan dan memperlihatkan jurus keren! Papa keren banget!”
Wirbel mengatakan demikian dengan wajah penuh semangat.
Padahal wajahnya acuh begitu… ternyata dia juga ingin dipuji!
Kurang ajar, beraninya dia menyaingiku!

“Begitu ya, bagus dong.”
“Iya!”
Saat senyumanku menjadi kaku, Berta dengan senyap mengingatkan.
Haah, tenanglah diriku! Besok adalah hari perjanjian di Guild! Aku pasti akan berusaha untuk menjaga senyuman Wirbel!!
 

Previous Chapter - Daftar isi - Next Chapter

No comments:

DMCA.com Protection Status