Yuusha Party no Kawaii Ko ga Ita no de, Kokuhaku Shite Chapter 6 part 3 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Yuusha Party no Kawaii Ko ga Ita no de, Kokuhaku Shite Chapter 6 part 3 Bahasa Indonesia

May 15, 2017 Kirz Oiishii

Translator: HyCrieff
Editor: Kirz

Chapter 6 Part 3 - Aku mencoba mengunjungi gadis yang kusuka disaat dirinya sedang sakit

Seperti kemarin, aku datang ke Aquarain Mansion atas permintaan dari Celia-san.
Jujur saja, aku masih lelah karena kehebohan yang kemarin itu, tapi...

"Kira-kira kenapa yah aku dipanggil? Yahh nggak ada gunanya juga sih aku pikirin terus-terusan begini~..."

Mungkin aku akan diceramahi. Karena hari dimana aku dipaksa keluar, berlibur bersama putrinya berujung Gagal Total.
Hanya membayangkan bagaimana dia akan menatapku saja, aku sudah takut.
Bagaimana kalau nanti ternyata Sophia-san telah bersekongkol dengan Celia-san?
Wah mungkin akan menjadi akhir dari hidupku. Sungguh ngeri rasanya untuk masuk kedalam sana.
Tapi aku memberanikan diri dan tetap masuk ke dalam Mansion itu.

"...Kapten."

Sama seperti aku datang kemari sebelum-sebelumnya, Hapyneth memanduku kedalam Mansion.
Dan setelah sampai diruangan Celia-san, dia memberiku kata-kata perpisahan.

"...Beristirahatlah dengan tenang."

Itulah kata-kata terakhir yang dia sampaikan.
Nasib mengerikan macam apa yang sedang menantiku memangnya?
Aku pun kemudian mengetuk pintu dan memasuki ruangan.

"Ara~, Selamat datang. Kamu benar-benar datang rupanya."

Celia-san tersenyum sama seperti kemarin...atau mungkin hanya perasaanku, karena saat kulihat dari dekat, dia benar-benar tidak tersenyum sama sekali.
Kenyataan yang sesungguhnya saat ini, Dia terlihat sangat kesal.

"Sebenarnya, kesehatan Cecilia sekarang ini menurun. Dia begitu lelah karena kehebohan yang melampaui batas kemarin. Ketika dia pulang, dia langsung jatuh pingsan."

Aku pun terkejut, dan dengan spontan langsung bangun dari sofa yang telah kududuki, dan kemudian mendekati Celia-san untuk mendapatkan penjelasan lebih detail.

"Cecilia pingsan!? Apa dia baik-baik saja!?"

"Tenangkan dirimu. Dia sedang beristirahat dikamarnya sekarang."

Celia-san menenangkan diriku dan aku pun jatuh dalam keadaan berlutut.

"Sungguh aku tak percaya ini..."

Aku tak menyangka, Cecilia bisa sampai pingsan begini.
Aa~h semua ini salahku. Kini aku merasa jiwaku hancur karena rasa bersalah telah menyelimuti diriku.

"Ma~ Ma~, kamu nggak perlu frustasi begitu. Dia cuma masuk angin kok. Healer bilang, dia cuma butuh istirahat beberapa hari, jadi kondisinya akan segera membaik layaknya hujan yang segera berhenti."

Meskipun ini hanyalah masuk angin biasa, tapi akulah alasan dibalik penyakitnya ini.
Dan aku tak bisa berbuat apa-apa selain khawatir padanya.

"...Begitu kah? Yokatta(Syukurlah)....."

Untuk saat ini, yang kuperlukan hanyalah ketenangan.
Meskipun aku gelisah, kondisi Cecilia jugaan tidak akan berubah.

"Aku beneran nggak marah sama Youki-kun. Akulah yang kemarin memintamu menemani Cecilia keluar. Justru, aku sekarang malah lagi kesal sama si Pahlawan-kun."

Sepertinya Celia-san tau penyebab sesungguhnya, dibalik peristiwa heboh kemarin.
Dan kini senyumnya tiba-tiba berubah menjadi dingin seperti es.

"Sebetulnya Pahlawan-kun sempat datang kemari. Aku nggak tahu dari mana dia dapat informasi tentang kondisi Cecilia, tapi dia bilang, dia ingin merawat Cecilia"

Senyum dingin Celia-san menjadi lebih menyeramkan.
Mungkin ini hanya imajinasiku, tapi ruangan ini tiba-tiba terasa jauh lebih dingin...

"Mana mungkin aku biarkan begitu saja, pelaku yang telah menghancurkan hari libur putriku, yang menggemaskan. Aku bukanlah wanita pemaaf. Jadi, dengan sopan, aku menolaknya dan mengirimnya pulang"

'Fufuahaha', Celia-san akhirnya tertawa dengan sangat menakutkan.
Meskipun dia tidak membicarakan diriku, tapi Aku tetap merasa merinding.
Memang sih orang itu pantas mendapatkannya, tapi aku merasa sedikit kasihan padanya.
Aku yakin pasti itu pengalaman terburuk dalam hidupnya.

"Tapi, ini nggak berlaku padamu. Seperti yang aku bilang sebelumnya, Aku adalah orang yang memintamu untuk menjaganya, Jadi itu bukanlah salahmu. Bahkan Cecilia bilang, kamu telah melakukan yang terbaik untuk membuat harinya menyenangkan."

"Cecilia bilang begitu tentangku?!"

Sialan, andaikan saja Yuuga sama Mikana kemarin nggak ada, Kencan itu pasti bakal Sukses besar!
Duh nasib ku emang lagi apes kemarin itu.

"Kemarin itu memang benar-benar sangat buruk. Tapi kalau ada kesempatan lain lagi, Aku akan memintamu untuk menemaninya lagi. Cecilia sepertinya juga nggak puas sama yang kemarin"

Aku penasaran, kira-kira kenapa ya Celia-san ingin aku datang hari ini?
Mungkin, Cecilia ingin menghiburku, berpikir kalau aku tertekan gara-gara yang kemarin.
Yah, aku berharap sih dugaanku ini benar.

"Bukan cuma Cecilia yang berpikiran begitu. Kalau diberi kesempatan lagi, Aku juga dengan senang hati akan membawanya keluar lagi."

Kemarin sangat mengecewakan memang, tapi akan aku pastikan kalau yang berikutnya pasti Sukses.
Dan Celia-san tersenyum terhadap ucapanku.

"Kalo kamu mau, boleh kok kamu jenguk Cecilia dulu sebelum kamu pulang. Karena kupikir sekarang ini, sudah hampir waktunya makan siang, jadi dia harus segera bangun."

Tapi dia kan masih sakit, apa tidak apa ya mengganggunya seperti ini.
Tapi kalau hanya sebentar, boleh juga sih, aku jugaan pingin menjenguknya disaat kesehatannya lagi menurun sekarang ini.

Aku pun akhirnya mengetuk pintu Cecilia dan masuk kedalam kamarnya. Dan terlihatlah Cecilia terbaring dengan baju tidurnya.
Dia saat ini lagi demam, jadi wajahnya sedikit memerah.

"Youki-san, kamu disini rupanya...... Maaf ya~, kamu harus.... melihatku seperti ini..."

Dia benar-benar kesulitan saat berbicara.
Yakin nih dia cuma masuk angin doang?
Seperti yang kuduga, aku tidak bisa lama-lama disini.

"Ah nggak apa kok, lagian aku cuma bentar kok disini. Aku cuma ingin minta maaf untuk yang kemarin. Kamu akhirnya libur, tapi kemudian..."

Disaat aku membicarakan betapa parahnya kejadian kemarin, Cecilia tiba-tiba menyela omonganku.

".......Youki-san, kamu nggak perlu minta maaf begitu. Lagian kemari kan... emang kita semua yang salah... kan."

Aku memang bertanggung jawab atas kejadian ini, tapi sebetulnya yang paling salah disini adalah Yuuga.
Namun Cecilia, sepertinya tidak ingin menyalahkan siapa-siapa.

...Dia memang terlalu baik.
Tapi emangnya tidak apa untuk membiarkan semua ini begitu saja?

"Nggak, bagaimanapun juga semua itu salahku."

Hari liburnya jadi kacau, dan kesehatannya menurun.
Kenyataan ini tidak akan pernah berubah.
Dia berusaha agar aku tidak menyalahkan diriku sendiri, tapi tetap, 'ini' adalah aku.

Tidak peduli berapa banyak cheat yang aku punya, Aku masihlah sama dengan diriku yang sebelumnya, sebelum aku di reinkarnasikan.

"....Yaudah berarti kalau gitu, semua ini adalah salah Youki-san"

"Yup, itu benar, semua itu adalah salahku...... Eh?"

Baru satu menit yang lalu dia berkata tidak ada orang yang harus disalahkan, tapi sekarang malah berputar 180° dan menyalahkan semuanya kepadaku.

"Youki-san lah yang harus disalahkan karena telah menyia-nyiakan waktu liburku...... Jadi untuk selanjutnya... lakukan yang terbaik... yah?"

......Rasanya janji ini terdengar seperti sebuah ajakan untuk kencan yang kedua kalinya.
Sebuah tombol pun tertekan di dalam diriku.

"....Haha~, Serahkan semuanya kepadaku, Sayang. Kemarin mungkin berakhir dengan kegagalan, tapi jangan pikir itu akan terjadi lagi! Aku akan buktikan padamu, percayalah padaku!"

(ED Notes: Chuunibyou nya kumat lagi :v, yak inilah maksud dr tombol nya)

Dengan percaya diri sambil tertawa, aku mengakhiri ucapanku dengan pose bergaya.
Dan hal ini membuat Cecilia tersenyum padaku. Dengan begini, kupikir hubungan kami sekarang menjadi semakin lebih dekat.

Namun tiba-tiba, lenganku dipegang dengan kuat.
Siapa, siapa yang mengacaukan suasana kemenanganku ini?
Ketika aku mencoba menoleh, Aku melihat....

"Youki-sama, Ojou-sama sedang sakit. Jadi saya minta anda tetap tenang, saat anda berada dikamarnya.... Bagaimana kalau kita bicara sebentar? Maaf, shitsurei itashimasu (permisi), Ojou-sama."

Sophia-san saat ini benar-benar terlihat serius diwajahnya.
Oh sial, aku ingin lari, tapi dari aura yang ditunjukkannya, mengatakan kalau aku sudah tidak punya kesempatan untuk kabur.

Sophia-san pun membungkuk dengan cepat dan indah, sambil tetap menahan lenganku dan kemudian menyeretku keluar kamar.

Cecilia hanya tersenyum dan melambaikan tangan padaku.
Semoga dia cepat sembuh, itulah yang kupikirkan disaat diriku tersenyum dan membalas melambaikan tangan padanya juga.

Dan setelah itu, Aku benar-benar diomeli oleh Sophia-san.

No comments:

DMCA.com Protection Status