Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 60 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 60 Bahasa Indonesia

June 10, 2017 Exicore

Penerjemah: Tim

---

Pelatihan Marifa ②

*ton ton ton ton*

Suara ritmik pisau memotong di atas papan bisa terdengar.

Di meja, Kuro duduk tegap.

"Bagaimana bisa kau tidak mampu melakukan hal sesederhana ini?"

"Maafkan aku.."

Kuro kemudian menunduk dan melakukan dogeza. Perlahan ia juga mendapat pengetahuan mengenai budaya Jepang dari Yu.

"dan apa yang kau lakukan diam di sana?"

Marifa duduk disamping Kuro dan langsung menirunya. Sebagai budak, ia merasa bersalah karena bangun lebih lambat dari tuannya.

Yu tidak tahu apakah dia bisa masak atau tidak jadi dia memintanya untuk menyajikan makanan di meja. Men hari ini adalah Roti bakar, salad kentang dan daging panggang. Dia tidak lupa menyiapkan minuman menyegarkan yang tercium seperti jus jeruk. Bau makanan membawa Nina dan Lena ke meja makan. Mereka duduk sembari menggosok mata.

"Pagi~"

"... yo."

Marifa ingin mengatakan sesuatu saat melihat mereka tapi menahan dirinya sendiri.

"Karena aku akan pergidengan Mari ke hutan, kalian harus membuat makan siang sendiri."

"Aku akan ikut."

"Aku juga."

"Kenapa?"

"Karena kami tak punya hal yang lebih baik untuk dilakukan."

Sebenarnya Nina dan Lena bisa pergi ke kota dan berbelanja karena hadiah dari hasil perburuan pemula tidaklah begitu besar. Membeli perlatan, makanan, dan pakaian, juga bukan masalah. Tapi melihat Yu pergi dengan Mari dan Kuro patsinya telah menimbulkan rasa cemburu dalam diri Nina dan Lena. Tapi Yu tidak menyadarinya.

Saat mereka selesai sarapanj, mereka pergi ke hutan. Pertama, menggunakan [Specter Magic] Yu membangkitkan Goblin yang mati. Dia menggunakannya sebagaitarget latihan memukul target Marifa.

Nina sekarang berusaha mengajar Kuro beberapa teknik pertempuran.  Kuro sekarang adalah Undead dan mustahil baginya untuk menaikkan kekuatan fisiknya tapidengan latihan, ia bisa mengajarinya cara bereaksi dalam situasi tertentu. Senjata Kuro juga berubah menjadi Kapak Perang Tanah dari Pedang Biasa.

Lena melatih sihir sembari berbicara ke Yu. Biasana Lena tak bicara banyak, tapi jika itu tentang sihir, ia seperti menjadi orang lain.

"Kuro-chan... Bukan seperti itu! Seperti ini! Kau harus menggerakkan manamu!"

"Nina-dono, apakah seperti ini?"

Nina mengajari Kuro [Body Enchance].

"Apakah kau tahu cara merapal beberapa sihir secara sekaligus? Apaklah ada triknya?"

"Mengapa kau tertarik? Bukankah kau adalah seorang Vanguard dan bertarung dalam jarak dekat?"

"Kau tahu, [Barrier] secara literal digunakan dengan cara menggunakan sihir secara terus menerus. Jadi, jika kau bisa menggunakan beberapa lapisan secara sekaligus kau bisa melakukan beberapa sihir secara sekaligus."

"Hmm... Pada akhirnya jumlahnya akan bertambah atau aku bisa mengeluarkan sedikit dengan lebih cepat."

Setelahj sekitar 30 Goblin dibunuh dan dibangkitkan. Mari sekarang bisa melawan 3 hingga empat Goblin secara bersamaan.

"Marifa."

Yu memanggilnya dan dia segera datang ke hadapannya dan berlutut.

"Bagaimana perasaanmu? Aku lihat kau sudah berkembang dengan panah."

Marifa melihat ke baawh tapi telinga Elf-nya bergerak. Dia pasti merasa senang dipuji oleh Yu.

"Dan juga, kupikir kau harus belajar cara merapal sihir tanpa mengucap. Karena tenggorokanmu masih belum sembuh."

Marifa kemudian menyentuh lehernya.

"Jangan khawatir. Aku akan mencoba menyembuhkanmu secepat mungkin, tapi untuk sekarang jika kau bisa belajar cara merapal tanpa mengucap, kita bisa menggabungkannya dengan serangan panahmu."

Marifa sebenarnya tidak ingin mempelajari teknik itu. Tentu saja itu menarik, tapi ada yang lebih penting dari itu.

"Kupikir Lena bisa mengajarimu. Dalam satu bulan kau mungkin sudah bisa menguasainya."

"Apakah kau meminta aku yang jenius untuk mengajarinya?"

-Yu PoV-

Aku memandang Lena. Tidak pernah kupikir ia akan mengatakan itu. Aku bisa melihat semacam aliran listrik mengalir dari matanya menuju Mari. Aku menghela dan memandang Nina. Dia menikmati latih tandingnya dan berteriak "kya kya kya". Tidak ada harapan.

Sebentar lagi makan siang. Aku meminta para goblin utnuk membersihkanarea sekitar. Ada beberapa babi hutan dan kelinci bertanduk yang terbunuh di tengah latihan. Aku menguliti mereka dan mengumpulkannya.

Menu makan siang sekarang adalah roti isi; daging, telur dan sayuran.

Marifa menyiapkan karpet untuk kami duduki. Nina dan Lena segera duduk dan Kuro menjaga kami karena ia tidak butuh makan.

"Ah~ daging ini terasa nikmat, cocok dengna rotinya." Nina memegang roti isi itu dengan mata yang penuh rasa kagum.Sementara Lena menggigitinya seperti kelinci. Marifa di sisi lain menyiapkan air utnuk mereka.

"Marifa, kau tak perlu melakukan itu. Kemari dan istirahat bersama kami."

Tapi dia malah menggelengkan kepala dan tap peduli berapa kali ia meminta, dia tak mengubah sikapnya.

Setelah makan siang, latihan berlanjut. Marifa tak mampu menguasai sihir tanpa mengucap hari itu.

--

"Aku akan pulang setelah berbelanja."

"Baiklah!"

"Jangan terlambat.. Aku akan menunggu makan malam."

Kuro ingn ikut tapi dihentikan oleh Yu.

"Kuro, kau harus ke rumah dahulu. Monster tanpa tali akan menyebabkan keributan. Itu juga satu hal yang akan kubeli hari ini. Kau harus menunggu di rumah. Marifa., ikut aku! Aku akan membelikanmu beberapa baju."

"Baik.."

Kuro menunduk sementara Mari mengikuti dalam diam.

Yu membawa beberapa ramuan ke seorang pedagang, membeli beberapa alat dan bahan makanan. Marifa mencoba untuk membantu membawanya tapi tak diperlukan karena Yu punya tas itemnya.

"Sekarang, aku hanya perlu membelikanmu pakaian."

Saat mereka sampai, Yu mengeluarkan lima koinemas dan memberinya ke Mari.

"Belilah pakaian, pakaian dalam, dan juga handuk."

"Aaaaa...."

Marifa panik. Di desa kecil, satu koin emas bisa digunakan untuk hidup selama sebulan. Dua sduah cukup untuk hidup enak di kota Comer. Diberi lima koin, ia panik.

"Toko ini seharusnya punya banyak pilihan karena direkomendasikan Collet. Kupikir lima koin emas sudah cukup."


Nilai lima koin emas di mata Yu berbeda. Mereka masuk ke toko dan berbicara ke penjaga toko.

"Bisakah kau membantunya memilih beberapa pakaian? Dia juga butuh pakaian dalam."

"Serahkan padaku! Karena Collect yang memberitahumu, aku akan melakukan yang terbaik. Dan karena dia adalah Dark Elf yang cantik, aku juga senang melakukannya."

Setelah itu, dia dibawah oleh si penjaga wanita ke belakang. Yu menunggu di luar. Akhirnya Marifa keluar setelah tiga jam di dalam.

--
 --



No comments:

DMCA.com Protection Status