Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 61 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 61 Bahasa Indonesia

June 11, 2017 Exicore

Penerjemah: Tim

---

Pelatihan Marifa ③


Hari ini, pelatihan Marifa mencapai hari kesepuluh.

Sementara itu, Yu sudah mendapat zirah dan peralatan baru dari Woods. Material dari Iron Golem sudah terjual habis. Ramuan yang ia jual ke Mago pada awalnya terlihat tidak akan terjual tapi pada akhirnya berhasil masuk ke pasar. Bahkan saat efeknya diketahui, Yu mendapat lebih banyak pesanan.

Kemampuan Mari terhadap panah sudah meningkatkan status [Panahan]-nya menjadi level 2. Panah pendek yang ia gunakan sekarang bisa menembakkan dua panah sekaligus.

*swish*

Satu lagi panah lepas dan menemukan targetnya. Mayat goblin yang tertusuk panah bertumpuk di sekitar. Karena makanan yang ia konsumsi sudah menjadi lebih baik, badan Marifa menjadi lebih gemuk dan sehat.

"Awoo.."

"Anak pintar.."

Yu mengelus kepala serigala hitam itu dan bermain dengannya. Serigala itu pada awalnya merupakan salah satu monster yang tertarik oleh mayat goblin yang dibunuh Marifa. Tapi dalam prosesnya, Yu memberinya sepotong daging babi hutan dan sejak saat itu, serigala hitam itu terus dekat dengan Yu sembari menggoyangkan ekornya dengan senang.

"Aku penasaran kemana harga diri serigala ini pergi..."

"Itu karena Lena terus mengelus kepalanya." ujar Nina yang juga melakukan hal yang sama.

Setelah itu, Mari datang dan berlutut di depannya setelah mengalahkan Goblin terakhir.

"Aku sudah bilang kau harus berhenti melakukan itu."

Marifa kemudian berdiri meski terlihat sedikit tidak nyaman.

"Kupikir tak ada masalah denganmu atau panahnya. Jadi, apakah kau sudah bisa menggunakan sihir tanpa mengucap?"

Marifa menjawab dengan menggeleng.

"Aku tak tahu cara menjelaskannya karena kau bisa melakukannya dari awal. Hmm... Bagaimana caranya... Itu seperti menyusun puzzle, apakah kau mengerti?"

Marifa mengangguk dan disampingnya serigala hitam itu menggoyangkan ekor seperti makhluk bodoh.

"Sederhananya, proses mengmpulkan potongan puzzlenya/merapal terjadi dengan membayangkannya dalam kepalamu. Dan kau akan terus melakukannya hingga gambarnya selesai. Mungkin itu penjelasan yang tepat."

Lena mengatakan uh-huh sementara Mari mengangguk smebari berpikir. Nina mulai bosan dan memilih bermain dengan serigala hitam sementara Kuro melatih [Body Enchance]

"Omong-omong, bagaiaman dengna pakaian barumu?"

Yu bertanya kepada Marifa yang memiringkan kepala sembari memegang ujung roknya dan mengangkatnya sedikit. Dia dibalut apron putih dan gaun hitam, atau lebih sering disebut pakaian maid. Itu adalah hasil berbelanja selama tiga jam di dalam toko yang direkomendasikan Colleat. Marifa sendiri yang memilihnya karena seragam itu adalah sebuah keharusan untuk melayani tuannya dan ini adalah rekomendasi si penjaga toko.

"Aku tak melihat itu menghalangi kemampuan bertarungmu tapi..."

"Mari-chan imut~"

"Menjengkelkan, tapi itu benar.."

Marifa hanya berdiri tak bergerak tepi telinganya bergerak sedikit setiap kali dipuji.

"Setelah ini, aku akan membawa Marifa ke Guild untuk pendaftaran."

....

Saat Yu sampai ke Guild Petualang, dia segera bergerak menuju loket tempat Collet menjaga.

"Aku ingin mendaftarkan Marifa sebagai petualang."

"Baik, tunggu sebentar."

Setelah itu, perhatian Collect berfokus ke Yu setelah satu pekerjaannya selesai.

"Apakah kau tak membawa sesuatu?"

Dia bertanya dengan senyum lebar.

"Oh, silahkan makan ini. Ini adalah donat, sebuah roti yang digoreng. Ada beberapa yang diisi saus manis dan lainnya dilapisi gula halus."

Sementara Yu menjelaskan, air liur mulai berkumpul di ujung mulut Collet. Resepsionis lain juga tampaknya menatap Yu dan berhenti bekerja.

"Apa itu? Bagaimana bisa kau menyebut sesuatu yang digoreng sebagai roti?"

Kalimat itu datang dari petualang yang sedang melapor ke resepsionis lain tapi Yu sepertinya telah menghentikan prosesnya.

Marifa berusaha mengeluarkan panahnya tapi lebih cepat dari dia Collet sudah menutupi telinga Yu, menghalangi segala suara.

"Yu, Yu jangan dengarkan dia!"

Resepsionis lain juga berkumpul di dekatnya.

"Bagaimana bila Yu sakit hati karena kata-kata itu."

"Jika Yu tak membawa makanan manis lagi, kau harus bertanggungjawab."

"Bagaimana bisa kalian bertingkah seperti ini?"

Tapi mata para resepsionis sudah menatapnya dengan permusuhan.

"Maafkan aku, tapi bisakah kau menyebutkan apa yang kau inginkan sekali lagi?"

"Aku ingin mengambil sebuah quest."

"Maafkan aku, tapi kami tutup hari ini."

"Apa?"

"Tolong pergi, kami sudah tutup hari ini."

"Tunggu!"

"Kau tak memberi kami pilihan lain."

Kemudian para petualang lain melihat pemandangan di mana seorang pria yang kehabisan semangat dibawa secara paksa oleh dua orang resepsionis. Dia dibawa ke ruangan lain dan petualang lain hanya bisa melihatnya penuh rasa kasihan. Tahu bahwa mereka tak boleh membuat kesalahan yang sama.

Nina, Lena dan Marifa membuka lebar mulut mereka, menyaksikan horror dari "Gadis dan Manisan".

Dan, tak ada yang melihat pria itu lagi.

----


No comments:

DMCA.com Protection Status