Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 62 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 62 Bahasa Indonesia

June 12, 2017 Exicore

Penerjemah: Tim

---

Siam 'Sang Pedang Ledakan yang Menyala'

Di dalam salah satu ruangan di Guild Petualang dimana seseorang bisa mengubah pekerjaannya, seorang resepsionis hadir, bersama bebrapa orang lain.

"Hei, kupikir Elf dan Dark Elf hebat dalam [Spirit Magic] jadi akan lebih baik bila kau menjadi Penyihir Spirit, atau Pemanah karena kau menggunakan panah sebagai senjata utama. Jika kondisinya memadai, kau bahkan bisa menjadi Summoner.Kau punya keuntungan rasial di sana."

Yang berbicara adalah Adele, seorang resepsionis. Tapi dia sering di marahi karena memberi arahan yang buruk. Marifa yang dibujuk hanya menggeleng.

"Apakah ini karena tuanmu?"

Karena statusnya sebagai budak, dia mungkin membiarkan tuannya memilih pekerjannya tapi Mari menggeleng lagi.

"Jadi... begitu?"

Setelah itu Adele berusaha meyakinkannya lagi, tapi pada akhirnya ia menyerah dan menghela napas karena tak ada perubahan pada keinginan Marifa.

"Yu-san, aku menyerah pada Marifa."

"Tak masalah."

"Jadi, dia sepertinya sudah menentukan pekerjaanya. Apakah Penyihir Spirit? Atau Penyihir?"

Tapi Yu tampak tak begitu tertarik.

"Apapun pekerjaan yang ia pilih, tak masalah bagiku."

"Aku tak tahu apakah aku yang aneh atau kalian. ekerjaan seorang budak biasanya ditentukan oleh tuannya."

Yu kemudian menyisir ruangan dengan malas menggunakan matanya. Di belakang, Aiko dan Collet memakan roti goreng yang ia buat. Nina menyisir rambut Lena sembari bersenandung.

Jadi, bisakah aku membeli dokumentasi mengenai [Specter Magic], [Space-Time Magic] dan pekerjaan yang berhubungan dengan itu? Aku juga ingin menjual beberapa material."

Tapi Collet langsung datang dan segera menutup mulut Yu dengan tangannya.

"Sssh... Yu... kau tak boleh mengatakn itu."

"Apakah ada masalah?"

"Tentu saja! Dari awal, [Specter Magic] sudah di ban penggunaannya karena efek yang ditimbulkan. Yang bisa menggunakannya sekarang mungkin sudah bersembunyi. Sementara [Space-Time Magic] lebih langka lagi. Yang terakhir diketahui bisa menggunakannya adalah Iblis itu. Biar aku ingat, beberapa ratus tahun lalu, namanya Naga, Raja Iblis keenam. Dia menggunakan [Space-Time Magic] pada skala yang menyebabkan perang di beberapa negara. Sejak itu, penggunaan [Space-Time Magic] juga menjadi tabu."

Yu terlihat kecewa karena tak ada yang berguna dari penjelasan itu kecuali fakta bahwa ia tahu penggunaan keduanya terlarang.

Saat merek keluar dari ruangan, seseorang mendekati mereka.

"Eckart."

"Uh?"

"Yu 'kan? Aku dengar dari seseorang bahwa kau punya koneksi dengan seseorang yang bisa menggunakan [Enchancement]."

Tentu saja Eckart adalah salah satu  petualang di Guild, tapi Yu tak pernah bericara kepada siapapun. Kecuali Joseph dan...

"Tch.. Lalit yang memberitahumu? Aku akan memukulnya di wajah kalau aku menemuinya lagi."

"Jika kau bisa melakukan [Enchant] pada senjataku, aku yang akan memukulnya untukmu." Eckart tersenyum.

"Tapi, mengapa kau ada di kondisi yang buruk?" Nina bertanya.

"Kau tak menyadarinya? Kau diracuni oleh cakar beruang. Aku pikir ramuan tak akan membantu."

Setelah itu Yu dan Lena melakukan sihir <Heal> terhadapnya. Tubuhnya kekar dan penuh otot, sebenarnya cakar itu hampir tak melukainya, tapi racunnya lah yang membuatnay berbahaya.

"Ah, terima kasih. Aku tak menyadarinya."

Saat Yu dan Lena selesai mengobati Eckart, pintu Guild Petualang terbuka dengan paksa. Seorang petualang dengan tampang seram masuk dan segera menatap sekitar. Matanya bertemu Yu dan ia segera bergerak ke arahnya.

"Apakah kau petualang yang disebut Yu?"

Orang itu tertutup zirah penuh dekorasi.

"Namaku adalah Siamese 'Sang Pedang Ledakan yang Menyala'. Aku harap kau pernah mendengarnya."

"Siam? Itu nama yang biasa tapi tak pernah kudengar."

"Huh? Kalau begitu kau pernah mendengar 'Sang Pedang Ledakan yang Menyala'?"

Yu penasaran apakah julukan itu tak memalukan saat disebut di depan orang-orang.  yu kemudian melihat ke belakang si pria dan mendapati wajah yang akrab di ingatannya. Itu adalah Muga yang ikut dalam misi Membunuh Jenderal Goblin sebelumnya yang mana satu tim dengan Lena. Tapi wajahnya pucat dan tampaknya ia sudah dipukuli sebelumnya.

"Oh, Muga. Sudah lama. Apa yang terjadi pada wajahmu?"

Pada pertanyaan Yu, Muga berusaha menjawab. Tentu saja Yu sudah bisa menebak bahwa si Siam lah yang memukulinya. Dan dia juga merasa berhutang padanya. Karena pada misi sebelumnya ia kehilangan lengan, dua teman dan tetap saja berusaha melindungi Lena.

"Jangan khawatirkan aku. Lagipula setelah insiden terakhir memengarui Klan Meteor Merah Tua, aku sendiri dan tak - Guha~"

Wajah Muga kemudian dipukul oleh Siam sebelum ia bisa berkata hal lain. Ia mengeluarkan darah dalam jumlah banyak dari hidungnya. Para petualang disekitar hanya bisa melihat dengan wajah menghina. Para resepsionis di sisi lain tak bisa melakukan banyak hal dan hanya bmelihat ke arah Yu dengan wajah khawatir.

"Menyedihkan orang sepertinya mempermalukan Kaln Meteor Merah Tua."

"Hei, lepaskan tanganmu dari Muga."

"Oh? Kau berusaha melawanku?"

Saat mengatakan itu, beberapa petualang lain yang datang bersamanya mengambil Muga dan bergerak mundur.

"Levelku adalah 31, pekerjaan pertamaku adalah Kesatria dan yang kedua adalah Petarung Sihir. Kemampuan dan Rank-ku adalah C."

Yu terkejut saaat Siamese berbicara secara terbuka mengenai level dan pekerjannya. Karena prinsipnya adalah untuk menyebunyikan kekuatannya. Karena siapa saja bisa mengkhianatimu, bukan hanya monster, tapi Klan Musuh, dan juga Kriminal, akan buruk bila mereka tahu kemampuanmu yang sesungguhnya. Karena itu bahkan beberapa orang ragu menunjukkan kartu Guild mereka ke yang lain.

"Jadi, kau hanyalah bocah yang dimanja."

"Bocah yang dimanja?"

"Kau mungkin didukung oleh Klan Besar atau keluargamu adalah Pedagang kaya atau Bangsawan. Kau dibesarkan di lingkungan aman dan nyamnan. Di mana kau tak pernah mengenal kegelapan.

Wajah Siam menjadi merah saat Yu mengatakan itu. Sebenarnya, ia memang anak kedua seorang aristrokrat dengan status Baron. Orangtuanya membayar banyak uang pada Klan Meteor Merah Tua untuk mendukung anaknya.

"Beraninya?"

Siam menggenggam kerah Yu tapi Eckart di sisi lain berusaha membuat Siam melepasnya.

"Apa kau berusaha melawanku juga?"

"Buruk saja untuk bertarung di sini. Apakah kau C atau D, aku tak begitu peduli."

Intimidasi Eckart dan tenaga yang ia gunakan, membuat Siam melepas tangannya.

"Dengar nak, kau mungkin bisa membual tapi di tempat ini, tidak Rank ataupun latar belakangmu akan membuatmu aman."

Para petualang di sekitar kemudian berteriak memberi dukungan.

"Sepertinya tak ada yang peduli di sini bahwa kau dari Klan Meteor Merah Tua."

"Aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri."

Siam sudah menyiapkan pedangnya tapi ia melihat sesuatu yang membuatnya berhenti.

"Kenapa? Takut?"

"It-itu bukan karenamu."

"Kalau begitu siapa?"

Siam melihat ke belakang Yu dan berkata.

"Itu adalah Mussu Earl, penguasa kota."

Yu melihat dan menatap Mussu dengan pelayan yang beridir disampingnya.

"Senang bertemu denganmu, Yu Sato. Benar-benar, rambut dan mata yang hitam, sulit menahan diri untuk tidak menambahkanmu dalam koleksiku."

Nina mendengar itu menyiapkan belatinya.

No comments:

DMCA.com Protection Status