Jikuu Mahou de Isekai to Chikyuu wo Ittarikitari Chapter 17 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Jikuu Mahou de Isekai to Chikyuu wo Ittarikitari Chapter 17 Bahasa Indonesia

July 27, 2017 Christian Tobing

Translator: CTian


CHAPTER 17: BERBELANJA DAN SUSHI

「Kyaa!!」

Elena memelukku.

「Elena, tidak apa-apa.」
「Tapi, ini sangat besar dan cepat, i-ini benar-benar mengerikan...」
「Ya ampun, Elena-chan! jangan peluk seseorang seperti kakak, cobalah peluk aku~」
「Itu disebut mobil, sesuatu yang mirip kereta kuda.」
「Kereda kuda? T-tapi tidak ada kudanya.」
「Itu bergerak dengan mesin, jadi tidak diperlukan kuda.」
「Mesin?」
「Benar, cobalah lihat. Ada orang yang mengendarainya di dalam, kan?」
「Ah, benar ada orang yang mengendarainya di dalam. Kyaa! Yang satu ini lebih besar!」
「Itu bis. Kau melihat orang yang mengendarainya kan?」
「I-iya, T-tapi, itu sangat menakutkan.」
「Ya ampun, Elena-chan! sini dan peluk aku~!」

Entah kenapa aku jadi lelah.
Akhirnya, setelah menyebrangi jalan di depan stasiun, kami sampai di pusat perbelanjaan.

「Wow, ada banyak sekali orang. Semuanya mempunyai warna rambut dan mata yang sama seperti Seiji-sama dan Aya-sama. Apakah mereka semua kerabat kalian!?」
「Kebanyakan orang Jepang mempunyai rambut dan mata yang hitam, jadi bukan berarti kami semua berkerabat.」

Meskipun Elena melihat semua orang di sekelilingnya dengan menyelinap... disaat yang bersamaan dia melihat-lihat, semua orang juga menyelinap-menyelinap memandangi Elena.
Karena Elena mempunyai rambut pirang dan mata biru, dia bisa berbahasa Jepang dengan lancar karena 【Magic Stone of Temporary Language Acquisition】.
Akhirnya hal itu membuat kami sangat mencolok dan menarik banyak perhatian orang ramai.
Tapi untuk Elena, kapanpun dia membuat kontak mata dengan orang lewat, dia menyapa mereka dengan senyum dan mengangguk.
Di saat kami berjalan, Lautan manusia di jalan berpisah di depan kita seolah-olah kita adalah Nabi Musa. Akhirnya ini seperti parade untuk arak-arakan kepulangan kami.
Aya jadi banyak tingkah, berlagak seperti seorang selebriti, melambaikan tangannya ke orang dengan senangnya. Orang yang mereka perhatikan bukan kamu tahu!
Kami telah tiba di tujuan pertama kami, Toko 100 Yen.

「Toko 100 Yen? Bukan supermarket?」
「Kita juga akan ke supermarket, kita disini cuman sebentar sebelum ke sana.」

Elena hampir pingsan karena melihat banyak barang-barang di sekitarnya, menghujaniku dengan pertanyan 「 Apa ini? 」.

Kami membeli banyak barang seperti 【Korek Api】, 【Pulpen】, 【Kertas】, 【Cangkir】, 【Piring】, 【Spongebob】, dan sebuah 【Wadah Plastik】.(TLN: Macam kotak bekel)
Setelah selesai belanja di Toko 100 Yen, kami pun pergi ke supermarket.
Mata Elena berkilauan melihat barang-barang di supermarket sambil menghujaniku dengan banyak pertanyaan. Entah bagaimana aku bisa menjawab semuanya.
Aku mengambil beberapa 【Kentang Segar】, 【Bawang Segar】, 【Wortel】(yang ini gak fresh :v), 【Daging Babi】, 【Daging Ayam】, 【Daging Paha Babi】, 【Bubuk Kari】, 【Tepung Terigu】,
【Satu Tolples Bawang Putih】, 【Satu Toples Jahe】, 【Selada】, 【Telur】, 【Susu】, 【Mentega】, 【Yogurt】, 【Sereal】, 【Permen】 dan seterusnya.
Adikku.... Jangan diam-diam menaruh 【Cokelat】 ke dalam keranjang! Yah, walau kita juga akan membelinya sih.
Telah selesai berbelanja di supermarket, aku dengan cepat memasukan semuanya kedalam Inventory saat orang tidak melihat, adikku berkata kalau aku bertingkah seperti orang aneh.
(TLN: Ini orang jujur amet yak, kalau gw jadi dia langsung gw ambil aja, masukin inventory, tapi orang ini.... salut!:'v, and that scene, waktu Aya masukin cokelat
ke keranjang belanjaan kayak lucu, wkwkwk sampe ngebayangin, aduhh ini adek :v)

「Aku mau makan 【Sushi】!」
「Ha? Kenapa kau tiba-tiba ingin makan sushi?」
「Karena~~ Karena Elena sudah datang ke Jepang, dia harus, wajib, kudu, mesti makan sushi!」
「Dan alasan sebenarnya adalah?」
「Karena aku ingin makan sushi~」
「Kau ini–!」
「【Sushi】, apa itu?」
「Tuh–! Elena bilang dia juga ingin makan sushi juga!」
「Oh, oke kalau begitu.」
「Yay~!」
「A-apa tidak apa kita kembali lagi.」
「Yah, mau gimana lagi~」
「A-aku minta maaf!」

Kenapa kau minta maaf padaku?

「 「Selamat datang–!」 」

Elena sedikit terkejut dengan ucapan selamat datang yang penuh semangat, meskipun Elena lagi-lagi menjadi pusat perhatian lagi.
Kami duduk di bangku dengan ukuran-keluarga di tempat paling ujung. Saat Elena melihat sushi lewan di depannya di rel berjalan, matanya menatap dengan rasa keheranan.

「I-ini, bagaimana……」
「Makanannya lewat seperti ini, jadi kau bisa mengambil apa yang kau suka dan memakannya.」

Bersamaan saat aku mengatanku itu, adikku sudah melahap 3 hidangan. Se-sejak kapan dia…

「M-mana yang aku harus ambil?」

Elena kelelahan dan pusing.

「Tunggu saja Elena, aku akan memesankan sesuatu untukmu.」
「O-oke」
「Permisi, bisakah kami meminta sushi tanpa wasabi untuk gadis ini?」
「Oke siap!」

Saat ini, adikku sedang menggunakan sumpitnya untuk mengambil hidangan kelimanya yaitu sushi "sea urchin battleship" kedalam mulutnya.
I-itu hidangan paling mahal dari toko ini! Karena kau tau aku yang bayar, kau memesan semua makanan paling mahal di toko ini!!
Suatu hari aku akan memasangkan 【Kalung Budak】kepadamu!
(Remember? from chapter 1?)

Hm? Sumpit?

「Ah, itu membuatku teringat! Elena, apakah kau tahu cara memakai 【Sumpit】?」
「【Sumpit】? aku tidak tahu」
「Apa yang harus kita lakukan?」
「Kalo begitu aku akan tanya.」
「Eh? Aya, apa maksudmu bertanya?」
「Permisi~! Tolong berikan gadis ini pisau dan garpu.」
「Bodoh! tidak mungkin toko sushi mempunyai pisau dan garpu!」
「Kami punya!」
「「「 Eh? 」」
「Kami punya pisau dan garpu.」
「T-terima kasih!」

Sebuah toko sushi juga mempunyai pisau dan garpu–
Aku tidak pernah tahu.
Setelah beberapa saat, sushi Elena yang tadi aku pesan keluar bersamaan dengan pisau dan garpu.
Wow!
Mereka membuat sushinya dengan ukuran kecil jadi lebih mudah memakannya dengan pisau dan garpu.

「Luar biasa! Ini sangat kecil dan imut, ini sangat indah. Mungkin aku bisa hanya melihatnya terus selamanya.」

Elena sangat senang dengan sushi buatan spesialnya.

「Ayo, karena kami pergi kesini hanya untukmu, kau mustinya berhenti bicara macam-macam dan makan.」
「Oke!」

Ukuran sushinya sangat pas dengan garpu. Elena dengan lembut menggangkatnya dengan pisau dan garpunya, membawanya ke mulutnya yang imut.

「Imi Lezyat!!」

Melihat Elena memakan sushi mininya dengan senangnya, aku dan Aya meresakan sesuatu yang hangat dan perasaan yang lembut, tapi……  sebelum aku mengetahuinya, koki toko itu,
mereka semua tersenyum hangat melihati Elena yang sedang makan.
Awalnya aku bertanya-tanya nantinya akan seperti apa, tapi nampaknya ini adalah keputusan yang tepat aku membawanya kesini. Walau ini adalah kegoisan adikku,
mungkin aku harus mendengarkannya sekali-sekali~





 












No comments:

DMCA.com Protection Status