Mondaijitachi ga Isekai kara Kuru sou desu yo? Chapter 15 Part 2 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Mondaijitachi ga Isekai kara Kuru sou desu yo? Chapter 15 Part 2 Bahasa Indonesia

July 18, 2017 Pipo Narwastu


Volume 2 Chapter 5
 
Part 2

Kasukabe sedang bermain-main dengan kucing belacu di sisi panggung, tersembunyi dari para penonton.

Jin dan Leticia sebagai penunjang sedang meninjau informasi lawan.

"——Mengenai [Will o'wisp], itu saja yang aku tahu. Aku harap itu akan berguna nanti." (Jin)

"Tidak apa, aku akan mengubahnya berdasarkan situasinya." (Yo)

Mendengar balasan Kasukabe yang seperti logat pengiklan, Jin hanya bisa tersenyum masam.

Game baru saja akan dimulai, dengan Kuro Usagi yang bertanggung jawab untuk membawakan proses permainannya.

Leticia yang berada di sampingnya merasa tidak enakan bertanya:

"Apa kamu yakin tidak perlu bantuan? Aku pikir akan lebih baik untuk berjaga-jaga." (Leticia)

"Jangan khawatir, tidak apa." (Yo)

Kasukabe dengan tegas menolak.

Kali ini Kuro Usagi membalikkan tubuhnya, seolah-olah menyambut para partisipan di panggung, membentangkan lengannya lebar-lebar.

"Kalau begitu mari kita sambut para peserta di panggung! Dari [No Name], Kasukabe Yo, dan dari sisi lawan [Will o' wisp], Ayesha Ignis Fatuus." (Usagi)

Menyerahkan kucing belacu ke Jin, Kasukabe berjalan menyusuri jalan panggung.

Tiba-tiba——Ada sebuah bola api berkecepatan tinggi yang melesat melewati Kasukabe.

"YAFuFUFUFUFUuuuuuu!"

"Whoa...!"

"Ojou!"

Pang! Kasukabe terjatuh dengan pantatnya duluan di tanah.

Ia menengadah dan melihat bayangan seseorang yang duduk di atas bola api.

Orang yang menyerangnya adalah —Ayesha dari [Will o'wisp], yang mengenakan pakaian gothic loli hitam putih dengan renda, mengayunkan rambut ekor kudanya, ia menggunakan nada imut namun arogan untuk mengejek Kasukabe:

"Ahahahahaha! Apa kamu, apa kamu melihat itu, Jack! Ntuh orang dari [No Name] terjatuh dengan pantatnya duluan! Hehehe, baiklah, mari bersenang-senang dan tertawa atas kemalangannya!" (Ayesha)

"YAFUFUFUUUUUuuuu!"

Di sebuah seksi dari penonton juga mulai tertawa. Nampaknya selain Ayesha, ada orang lain yang tidak senang dengan komunitas [No Name] yang menapakan kakinya di panggung megah.

Meskipun begitu Kasukabe tidak peduli dengan hal kecil itu.

Ia menatap dengan seksama ke bola api.

"Bola api.... itu... " (Yo)

"Hmmm? Apa yang kamu katakan, jangan samakan gift penciptaku dengan bola api. Orang ini adalah momok terkenal [Will o'wisp]! Jack o'Lantern!" (Ayesha)

"YAFUFUFUUUUUUuuuuuu"

Ayesha memberikan tatapan penuh arti ke si bola api. Bola api itu mengibaskan api-api yang ada di sekeliling tubuhnya, menunjukan dirinya ke para penonton. Tidak hanya Kasukabe, namun semuanya tercengang seketika.

Memegang sebuah Lentera yang membara dengan ganasnya dan mengenakan pakaian berwarna hitam dangkal.

Sebuah labu raksasa yang mungkin sepuluh kali lebih besar dari kepala manusia.

Wujudnya, persis dengan apa yang Asuka kagumkan ketika ia masih anak-anak, si monster labu.

"Jack! Izayoi-kun, lihat, itu Jack! Jack'o Lantern beneran!" (Asuka)

"Oke oke, aku mengerti, tolong tenang, Ojou-sama." (Izayoi)

Asuka berteriak-teriak dengan antusias seraya menguncang-guncangkan bahunya Izayoi. Untungnya ia tidak dapat mendengar percakapan di bawah, karena di peron yang ada di bawah panggung, Ayesha sedang tertawa mengejek Kasukabe:

"Cih ~Cuman [No Name]. Beraninya memperkenalkan diri di hadapan kami [Will o'wisp], benar-benar terlalu arogan! Hari ini akan kutunjukan kemampuanku, kau seharusnya menangis dan berterima kasih karena aku yang jadi lawanmu, dasar tidak bernama!" (Ayesha)

"YAHO!YAHO!YAFUFUFUUuuuuu~♪♪♪"

Ayesha dan Jack terus-terusan menertawai Kasukabe yang masih mengakar di lantai, yang tanpa memiliki keinginan untuk bangkit.

Jika Asuka ada di situ, ia pasti ingin Jack untuk meledak.

Di tempat yang tidak jauh dari sana, jika Kuro Usagi bukanlah pengadilnya, ia sudah meledak dalam kemarahan. Walaupun wajahnya tidak menunjukan itu, hanya orang-orang yang dekat dengannya yang dapat merasakan amukan amarahnya.

"Tolong... Tolong kembali ke posisimu, Ayesha Ignis Fatuus! Dan tolong jaga sikap profokatifnya untuk dirimu sendiri!" (Usagi)

"Baiklah baiklah~." (Ayesha)

Dengan nada dan sikap arogan, Ayesha pergi ke atas panggung. Mengkebas debu yang ada di pakaiannya, Kasukabe juga pergi ke atas panggung. Ia melihat ke sekitar panggung yang melingkar, kemudian dilanjutkan dengan melambaikan tangannya ke Asuka dan yang lainnya.

Menyadari tindakan Kasukabe, Asuka juga mengembalikan lambaian tangannya.

Merasa tidak senang dengan tindakannya, Ayesha mencemoohnya:

"Kamu benar-benar penuh percaya diri ya? Mengabaikan Jack dan aku sambil mengibas-ngibas ekormu ke para tamu dan host! Apa? Apa kamu mencoba untuk memprovokasi kami?" (Ayesha)

"Nnn"

Ayesha mengerutkan bibirnya, jelas sekali terprovokasi. Kelihatannya tindakan Kasukabe mempunyai efek superior kepadanya.

Meskipun Kasukabe terlihat sangat lemah lembut, ia memiliki kepribadian lain yang tidak akan mengakui kekalahan. Karena serangan balasan ini, Kuro Usagi menghela napas lega, mengangkat tangannya ke balkon istana, ia mengumumkan dengan serius:

"—Nah, sebelum memulai gamenya, Shiroyasha-sama akan mengumumkan panggung pertempurannya. Semuanya tolong tenang!" (Usagi)

Saat ini, semua suara keributan mereda. Untuk mendengarkan [Host] bicara, keheningan diperlukan. Datang ke depan balkon dan melihat ke sekitar panggung yang hening, Shiroyasha mengangguk pelan.

"Baiklah, terima kasih atas kerjasamanya. Seperti yang kalian semua lihat, tubuhku menyerupai anak-anak, tidak begitu nyaman untuk bicara keras-keras —Kalau begitu, perihal pangggung gamenya... Pertama-tama aku ingin kalian melihat ke surat undangan yang ada di tangan kalian. Apakah ada nomor yang tertulis di sana?" (Shiroyasha)

Satu demi satu para penonton mengambil surat undangan mereka. Ada juga mereka yang dengan penuh ketakutan mencari suratnya di dalam koper mereka, sementara mereka yang tidak menemukannya hanya bisa merajuk. Melihat ke para penonton yang dipenuhi dengan wajah cemas dan berharap-harap, Shiroyasha melanjutkan bicara:

"Nah, apakah ada salah satu dari kalian yang memiliki nomor yang sama dengan komunitaskuy—[Thousand Eyes] nomor 3345 di surat kalian? Jika ada silahkan angkat suratnya tinggi-tinggi dan sebutkan nama komunitasmu." (Shiroyasha)

Kegemparan mulai terjadi di antara para penonton.

Pada akhirnya, si bocah Dryad yang duduk di depan area balkon yang mengangkat surat undangannya.
(TL Note: Dryad=Peri pohon)

"Sini... Di sini! Komunitas [Underworld] punya surat dengan nomor 3345!"

Serangkaian sorak-sorakan "Whoaaaa!" datang dari para penonton. Sedikit tersenyum, Shiroyasha menghilang dari balkon bagaikan kabut, kemudian tiba-tiba saja muncul kembali di hadapan pria muda itu.

"Hehe. Selamat, bro Dryad dari [Underworld], sebuah suvenir akan dikirim dalam waktu dekat. Nah, bisakah kamu mengijinkanku melihat benderamu?" (Shiroyasha)

Pria muda itu menganggukan kepalanya dengan keras. Ia mengeluarkan gelang kayu yang memiliki ukiran pemandangan sebuah kota yang dikelilingi oleh akar-akar pohon raksasa, yang nampaknya ukiran tersebut adalah simbol komunitasnya. Setelah mengamati benderanya untuk beberapa saat, Shiroyasha mengembalikan gelang ke pria muda itu dengan senyuman, sebelum muncul kembali di balkon.

"Panggung untuk pertandingan final telah dikonfirmasi, kalau begitu, silahkan ikuti gerakanku." (Shiroyasha)

Shiroyasha memregangkan kedua tangannya yang diikuti oleh semuanya.

Prok! Semuanya menepukan tangan mereka.

Hanya dengan gerakan ini — seluruh dunia berubah.

Part 3

Perubahan yang sangat dramatis terjadi.

Lantai yang ada di bawah kaki Kasukabe tiba-tiba saja tertelan oleh ketiadaan dan mulai berubah menjadi dunia ramping yang berputar-putar. Kasukabe tiba-tiba saja teringat dengan apa yang terjadi ketika ia berduel dengan griffin.

(Ini... Shiroyasha yang melakukannya...?)

Kalau begitu tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kasukabe membiarkan tubuhnya terhisap ke dalam lantai, menungu dirinya untuk disaring. Ditemani oleh sinar yang menyilaukan mata, kemudian akhirnya dilempar ke penghujung bintang.

"Puuu! Ini adalah suara tanah yang tentunya berada dalam ekspetasi Kasukabe. Dilihat dari dekat, ia menginjak ke sesuatu yang terlihat seperti bagian tertentu dari pohon.

Bukan, ini bukanlah pohon biasa—

"Pohon ini... Tidak, tidak hanya tanahnya, tempat ini dikelilingi oleh akar-akar pohon?" (Kasukabe)

Itu adalah terowongan besar yang dikelilingi oleh akar-akar pohon di keempat sisi. Dengan menggunakan indra penciuman kuat untuk menciumi bau tanahnya, Kasukabe menyimpulkan dengan benar bahwa ini sebenarnya adalah akar-akar dari sebuah pohon.

Orang lain yang mendengar Kasukabe bicara sendiri mulai menggunakan sikap meledek untuk menertawainya:

"AiyahAiyah, terima kasih banyak telah memberitahu kami itu. Jadi kita ada di dalam akar pohon ya ~ ?"

"......"

Tidak peduli mengenai itu, Kasukabe membelokkan kepalanya ke samping untuk membelakangi Ayesha. Meskipun ia tidak mencoba untuk memprovokasinya, tindakannya tetap menjengkelkan Ayesha.

Ayesha dan Jack masuk ke dalam sikap bertarung, tapi dihentikan dengan tiba-tiba oleh Kasukabe.

"Gamenya masih belum dimulai." (Yo)

"Wuh? Apa yang..."

"Kondisi untuk menang dan kalahnya masih belum diumumkan, jadi game ini belum secara resmi dimulai." (Yo)

Meskipun Ayesha tidak senang, ia merasa bahwa apa yang dikatakan Kasukabe memang benar.

Mengayunkan rambut ikat kudanya, Ayesha menggunakan sikap ketidaksetujuannya untuk melihat-lihat sekitar terowongan yang terbentuk oleh akar-akar pohon, sebelum bergumam:

"Tapi memang benar~ Pantas disebut sebagai kelas bintang, perbedaannya sungguh mencolok dengan kami iblis kelas bawah, untuk bisa memiliki disk game seaneh itu." (Ayesha)

"Itu... mungkin bukan." (Yo)

"Ahhhh?"

Kasukabe tidak membalasnya, hanya menggelengkan kepalanya. Ini adalah yang kedua kalinya ia dibawa ke disknya Shiroyasha.

Pengalaman dari terakhir kali, ditambah dengan perpindahan dan pergerakan surat undangan.

Kuncinya adalah ia merasa suhunya rendah sehingga ia mendapatkan hipotesis itu.

"Jika kita dapat keluar dari tempat ini, kita mungkin dapat mengerti detailnya lebih jelas...Oh?"

Tiba-tiba saja, ruang kosong di antara keduanya meledak terbuka.


Dari dalam retakan, ada Kuro Usagi yang memegang sebuah perkamen yang bersinar.

Kuro Usagi mengangkat [Geass Roll] yang dibuat oleh ijin Host, kemudian membacakan isinya:


[Nama gift game: "Labirin Bawah Tanah"]

·Kondisi untuk menang:
 -Satu, Peserta berhasil meninggalkan labirin dan keluar ke lapangan
 -Dua, Peserta berhasil menghancurkan gift lawan
 -Tiga, Ketika lawan tidak dapat memenuhi kondisi untuk menang (Menyerah).

·Kondisi untuk kalah:
 -Satu, Lawan memenuhi salah satu kondisi untuk menang.
 -Dua, Peserta tidak dapat memenuhi kondisi untuk menang.

"Mengingat [Trial Rights], sebuah sumpah untuk tidak melanggar aturan harus dibuat di bawah bendera. Dan akhirnya, tolong buat pertempuran yang agung dan membanggakan. Kuro Usagi akan mengumumkan dimulainya pertandingan." (Usagi)

Setelah sumpah dibuat oleh Kuro Usagi berakhir, itu adalah peluit menandakan dimulainya pertandingan.

Keduanya saling menjaga jarak, menerka-nerka gerakan pertama satu sama lain. Karena ada banyak kondisi untuk menang, tentunya mereka berharap untuk mendapatkan pedoman yang jelas.

Setelah beberapa detik keheningan yang canggung, orang yang memecah kebuntuan adalah Ayesha dengan penghinaannya yang dibalut dengan senyuman.

"Melotot satu sama lain percuma, jadi akan kubiarkan kamu membuat pergerakanmu terlebih dahulu." (Ayesha)

"......?"

"Lupakan, setelah semua yang telah terjadi, akan jadi merepotkan kalau seseorang mulai mengeluh." (Ayesha)

Mengepakan rambut ekor kudanya dan mengangkat bahunya, Ayesha  menunjukan senyum santai.

Merenung sebentar, Kasukabe bertanya Ayesha dengan wajah tak berekspresi:

"Apa kamu... [Pemimpin [Will o'wisp]?" (Yo)

"Eh? Aku keliatan kayak pemimpin? Itu membuatku senang♪ tapi sayangnya, karena Ayesha-sama bukanlah..." (Ayesha)

"Begitukah? Aku mengerti." (Yo)

Mungkin karena ia dikira sebagai pemimpin, Ayesha gembira, tersenyum imut ketika membalas pertanyaan itu. Mengabaikan apa yang baru saja ia katakan, Kasukabe berhenti melakukan percakapan dan mulai berlari menjauh.

"Eh... Whuh... Tunggu bentar...?" (Ayesha)

Jelas sekali bahwa Kasukabe lah yang memulai percakapan, namun malah melarikan diri ditengah-tengahnya, mencengangkan Ayesha sesaat.

Mendapatkan kembali ketenangannya, Ayesha yang seluruh tubuhnya gemetar mulai berteriak marah:

"Oi...Oi! Jadi kamu bermain-main ya! Karena kamu maunya begini, maka aku tidak akan menahan diri! Ayo Jack! Kita akan pergi memburu di labirin akar ini!" (Ayesha)

"YahoYAHOHOhoho~!"

Begitu marahnya sehingga rambut ekor kudanya menegang ke atas, Ayesha mulai mengejar dengan gilanya. Ia berteriak ke Kasukabe yang berada di depannya, yang sedang sibuk memanjat celah-celah akar:

"Kami memiliki keuntungan di topografi, bakar dia sampai mati! Jack!" (Ayesha)

"YAFUFUUuuuuuuu!"

Bersamaan dengan Ayesha mengangkat tangan kirinya, lantera dan si kepala labu Jack mulai mengeluarkan napas api iblis, membakar akar-akar pohon sembari menyerang Kasukabe.


Kasukabe bereaksi dengan menggunakan angin dengan jumlah minimal untuk menerbangkan api.

(Dia menghindarinya? Nggak, bukan, angin itu... apa itu giftnya?)

Melihat ke api yang menuju ke arahnya, Ayesha hanya bisa mendecapkan lidahnya.

Sebaliknya, Kasukabe mengetahui rahasia Jack o'Lantern.

(Api itu... sama seperti apa yang Jin katakan sebelumnya mengenai [Will o' wisp].)

Kasukabe mulai mengingat-ingat apa saja yang dikatakannya sebelum pertandingan.


—Mengenai peninggalan Will o' wisp dan Jack o' lantern

Peninggalan sebelumnya, berada di tempat terpencil, tiba-tiba saja muncul fenomena api putih kebiru-biruan, yang juga diketahui sebagai Will o' wisp.

Untuk peninggalan terakhir, roh mati yang tidak dapat naik ke surga maupun turun ke neraka, juga diketahui sebagai Jack o' lantern.

Kedua peninggalan berasal dari cerita yang sama.

Di peninggalan itu, Jack melakukan dua dosa besar selama hidupnya, ketika ia mati ia hanya melayang-layang di antara alam hidup dan alam mati. Sesosok iblis yang bersimpati memberikannya apinya, yang dimana itu adalah api neraka yang ada di lanteranya Jack.

No comments:

DMCA.com Protection Status