Mondaijitachi ga Isekai kara Kuru sou desu yo? Chapter 15 Part 3 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Mondaijitachi ga Isekai kara Kuru sou desu yo? Chapter 15 Part 3 Bahasa Indonesia

July 19, 2017 Pipo Narwastu


 Translator: KIV

Volume 2 Chapter 5

--[Memiliki ‘peninggalan’] berarti [memiliki keuntungan]. Berdasarkan prinsip tersebut, pemimpin komunitas [Will o’ wisp] kemungkinan besar adalah [Iblis yang menguasai alam kehidupan dan kematian.]

(Berarti… kalau gadis itu bukan pemimpinya, maka dia iblis atau ras lain.)

Apabila Ayesha benar-benar iblis yang memerintah alam kehidupan dan kematian, Kasukabe sama sekali tak punya kesempatan untuk menang. Pertanyaan yang pertama kali dia lontarkan adalah demi memastikan fakta tersebut.

“Ah~ sial! Kau terus-terusan menghindar! Jack! Serang dia dari tiga arah sekaligus!”

“Yafufufuuuu”

Ayesha mengangkat tangan kirinya lagi, diikuti Jack yang mengangkat lentera di tangan kanannya untuk menghasilkan api. Menghadapai serangan ganas dari tiga arah berbeda tersebut, Kasukabe hanya bisa meloloskan diri dari celah kecil antar bola api. Kemampuan Griffin yang dia dapatkan tempo hari tidak dapat dia gunakan.

“…bagaimana mungkin…!”

Yang berguman terkejut adalah Ayesha, sedangkan Kasukabe akhirnya berhasil memahami rahasia di balik api yang menyerangnya.

Rahasia di balik api unggun [Will o’ wisp].

(Api itu bukanlah api yang dihasilkan oleh Jack, tapi oleh si gadis yang [Menggunakan tangannya untuk mengeluarkan zat mudah terbakar seperti fosfor.]

Benar, fakta di balik legenda [Will o wisp] adalah---[Gas alam, gas atau zat mudah terbakar lainnya yang dikeluarkan dari dalam bumi.]

Karenanya, fenomena Will o’ wisp bisa muncul di tepian danau.

Gas alam seharusnya tak memiliki bau ataupun rasa, tapi bagi mereka yang memiliki penciuman tajam dan sensitif seperti Kasukabe dapat merasakan bahwa ada sesuatu yang salah. Itulah kenapa Kasukabe berhasil mengubah arah api tadi dengan membelokkan aliran gas fosfor yang dikeluarkan oleh Ayesha.

Menyadari bahwa triknya telah diketahui pihak lawan, Ayesha menggemeretakkan giginya.

“Ini gawat, Jack…! Kalau terus begini dia bisa lolos!”

“Yahoo….!”

Kekuatan kaki Kasukabe jauh mengungguli lawannya.

Berkat kakinya yang bagaikan macan tutul, jarak yang dibuat Kasukabe semakin bertambah lebar, jauh meninggalkan lawan tandingnya. Labirin ini pun sudah tak ada artinya, mengingat Kasukabe mampu mendeteksi aliran udara dengan panca indera yang dia miliki.

Ayesha hanya bisa melihat Kasukabe yang semakin jauh dan jauh---dia pun menghela nafas seakan menyerah.

“…Ini merepotkan! Mau bagaimana lagi, kuserahkan sisanya kepadamu. Seriuslah, Jack-san!”

“Baik.”

Ehh!? Kasukabe membalikkan wajahnya, tapi Jack telah menghilang dari tempat dia tadi berdiri dan kini dia muncul tiba-tiba di hadapan Kasukabe. DIkejutkan dengan bayangan besar yang diakibatkan sang labu, Kasukabe terpaksa menghentikan langkahnya.

“Tidak mungkin…”

“Maaf, tapi inilah kenyataannya, Ojou-san.”

Bersamaan dengan suara berat itu, tangan putih jack menerbangkan Kasukabe.

Menabrak dinding yang terbentuk dari akar, Kasukabe hampir kehilangan kesadarannya. Rasa linglung menyergapi dirinya, membuat dirinya terbatuk.

“Guuuh…?”

“Nah, pergilah, Ayesha. Aku akan menahan gadis satu ini.”

“Maaf, jack-san. Padahal aku ingin menang dengan kekuatanku sendiri…”

“Salahkan harga diri dan kecerobohanmu itu. Berkacalah nanti, dan belajar untuk mengendalikan situasi seperti ojou-san ini.”

“Guuu~ …aku tahu itu!”

Setelah membalas kalimat Jack, Ayesha mulai berlari tanpa menghiraukan Kasukabe. Kasukabe yang cemas hendak bermaksud untuk mengejarnya.

“Tunggu.. tunggu dulu…”

“Tidak bisa. Permainanmu berakhir di sini.”

Menyelesaikan kata-katanya, rentetan api mulai meluap dari dalam lentera yang dibawa Jack.

Api-api itu menggerogoti akar-akar, membuat dinding yang akhirnya mengelilingi kasukabe.

Menghadapi intensitas api yang tak sama seperti sebelumnya, Kasukabe hanya bisa melihat ke a rah Jack sambil menghirup nafas panjang.

“…kau…”

“Benar, hipotesismu benar sekali. Aku bukanlah Jack o’ Lantern yang diciptakan oleh Ayesha Ignis Fatuus, tapi oleh orang yang tengah kau khawatirkan—iblis yang menguasai alam kehidupan dan kematian! Masterpiece dari Willa Ignis fatuus, Itulah aku, monster dan hantu labu tertua… jack o lantern~!”

“Yafufufufu~” Walau Jack tertawa, tapi api yang tersembunyi di balik matanya memancarkan cahaya yang sama sekali berbeda. Tujuan dan tekanan hawa keberadannya tergambar begitu jelas. Nada bicara dan tindakannya memang terlihat seperti tengah bercanda, tapi sama sekali taka da celah yang terlihat.

“…Kesalahpahamanmu benar-benar seperti sebuah ejekan. [Will o’ wisp] yang sebenarnya berasal dari api sang iblis. Tapi api itu memiliki tujuan membuat manusia sadar bahwa kami sengaja mengirimkan pesan melalui sebuah [Fenomena kimiawi].”

“Kenapa…”

“Kenapa melakukan itu? itu karena… [Kami harus memberitahu kalau ada mayat di sini]. Kami ingin menyelamatkan roh sedih yang sengsara karena telah ditinggalkan.”

“Yahaha!” jack tersenyum sambal mengangkat jemari tebalnya.

Setelah dikubur, tubuh mayat akan mengeluarkan zat-zat biogas. Setelah itu, api [will o’ wisp] dapat dihasilkan, membuat tubuh yang terlantar dapat dengan mudah ditemukan.

“…berarti…”

“kau ingin tahu kenapa fosfor tadi digunakan? Itu mudah. Ayesha adalah salah satu korban bencana alam, dia sempat menjadi roh gentayangan sebelum akhirnya Willa memberikannya tempat tinggal. Dan sekarang Ayesha adalah penyihir tanah yang hebat walau memulai dari nol. Alasan kenapa dia bisa menghasilkan gas alam tersebut adalah karena dia goblin.”

“…kenapa…”

“kenapa menampung roh tak dikenal?---apa kau pernah dengar? Legenda dari [will o’ wisp]. Api berwarna biru adalah api petunjuk bagi jiwa-jiwa orang mati yang tak dapat kembali ke tempat seharusnya. Kami secara perlahan meningkatkan kekuatan roh dan komunitas serta ketenaran kami dengan membimbing jiwa-jiwa yang tersesat seperti itu.”

Api dalam kepala labu itu melihat ke arah kasukabe.

“kalau kau tidak paham, ingat saja ini. Api biru yang menjadi lambang komunitas kami, adalah petunjuk bagi jiwa-jiwa tak berdosa; untuk memenuhi idealisme yang tidak diatasi oleh para dewa!”

Memuji makna dari lambang komunitasnya, Jack membuka lebar kedua tangannya sebelum berteriak lantang di hadapan api yang menjadi latar.

“Maju! Wahai nona muda pemilik pohon filogenik! Izinkan monster abadi---Jack o’ Lantern ini menjadi lawanmu!”

Api neraka membakar dengan ganas, menelan terowongan akar yang mereka tempat ke dalam lautan api.

Tekanan yang dipancarkan oleh mata api itu, membuat kasukabe sadar bahwa Jack adalah lawan terkuat yang pernah dia temui sejak datang ke little garden.

(merepotkan…)

Mereka yang dikenal sebagai [iblis], dikenal dunia sebagai invididu istimewa yang memiliki kekuatan roh mengerikan.

Seluruh bagian tubuh Kasukabe You menyadari fakta yang kini ada di hadapannya.

Semenjak Ayesha pergi, kondisi untuk menang yang tersisa hanyalah menghancurkan Jack, tapi---

(…abadi? Kalau sudah begini, dia tidak mungkin hancur kan…)

Tersenyum getir, kasukabe berpaling. Bahkan walau dia tak abadi sekali pun, mata apinya telah berhasil melihat kemampuan sebenarnya dari [genome tree]. Karena kartu asnya telah terkuak, kasukabe sudah tak memiliki kesempatan untuk menang. Dia menggenggam kalung yang tergantung di lehernya---dan sesaat kemudian, dirinya mengumungkan akhir dari pertandingan.

Part 4

Layaknya terbangun dari sebuah mimpi, seluruh arena begitu hening. Tepat sebelum hasil pertandingan diumumkan, semua orang bergerak seperti ornamen kaca yang memenuhi seluruh area yang berbentuk lingkaran.

Semua orang terkejut, kecuali kuro usagi yang mengumumkan hasil game-nya tanpa terusik sedikitpun.

“Pemenangnya: Ayesha Ignis Fatuus!”

Mungkin tersadar kembali, para penonton pun mengeluarkan sorakan memekakan yang memenuhi seluruh arena.

Kasukabe berdiri di tengah panggung yang diriuhi sorak-sorakan itu. Kali ini Jack menggunakan nada yang tenang dan bertanya:

“boleh aku bertanya?”

“…apa?”

“Game ini mengizinkanmu untuk menggunakan bantuan, apa kau tidak terpikir untuk meminjam kekuatan dari rekan-rekanmu?”

“…”

Kasukabe tidak menjawab, hanya melihat ke atas langit. Jack pun menghela nafas.

“Aku mungkin terdengar seperti ikut campur… tapi sorot matamu memancarkan cahaya kesepian. Bahkan walau kau suka melakukan segala sesuatu sendiri, terkadang ada waktu yang yang membuatmu harus bergantung pada orang lain.”

“Aku tidak begitu dekat dengan yang lain.”

“Bekerjasama dan berhubungan adalah dua hal yang berbeda. Sejauh ini, bukankah kau selalu terluka karena bertindak sendirian?

Kasukabe tidak bisa menepis apa yang dikatakan. Tuduhan tersebut benar-benar mengena di hatinya.

Ketika melawan Galdo Gasper dari [Fores Garo], hasilnya adalah seperti yang dikatakan Jack.

Dia pun terluka ketika perang melawan [perseus], tidak meminta atau memberikan bantuan adalah salah satu keteledoran yang dilakukan oleh Kasukabe. Menyadari perubahan di raut wajah lawan bicaranya, Jack menggunakan nada yang sedikit persuasif pada Kasukabe:

“Walau disebut kerjasama, penting untuk bergantung pada pengalaman yang telah ada untuk membuatnya berhasil. Kurasa kamu masih terlalu muda untuk tahu… ah ah, sudahlah, rasanya jadi seperti ceramah, labu ini memang suka sekali ikut campur! Susah untuk tidak bicara setelah melihat matamu yang penuh kesendirian itu.”

Yahaha! Jack tertawa selagi mengubah topik bicara, kali ini, suara tidak senang Ayesha menyela mereka.

Dia menaikkan suaranya pada Kasukabe, tak seperti sikap yang seharusnya ditunjukkan oleh seorang pemenang.

“Oi! Kau! Siapa namamu! Dari gerbang mana?

“…di awal kan sudah diumumkan.”

Karena Kasukabe menjawab tanpa rasa tertarik, Ayesha terpaksa tidak mengusiknya lebih jauh.

“Heh~ begitukah! Kalau begitu ingat namaku, wahai [No Name]! namaku Ayesha Ignis Fatuus dari Gate 678900! Di lain kesempatan, akulah yang akan menang! Ingat itu baik-baik!”

Eh? Kasukabe memiringkan kepalanya, tapi Ayesha hanya menyibak kuncirnya lalu pergi, membuat kasukabe kehilangan kesempatan untuk menanyakan apa yang dia maksud barusan. Yahaha! Jack hanya tertawa sambil mulai menjelaskan.

“anak itu tidak pernah dikalahkan orang sebayanya, dan dia tidak merasa menggunakan kekuatannya sendiri untuk menang.”

“Bukankah itu yang disebut menang karena kerjasama.”

“Yahahah! Itu benar sekali!”

Si hantu labu mengusap dahinya sendiri, tertawa terpingkal seperti tak ada hari esok.

Part 5

“Kasukabe-san kalah…”

“Ya, itulah yang terjadi. Ojou-sama, kalau itu mengusikmu, pergilah dan hibur dia.”

Asuka yang kecewa dan Izayoi yang tersenyum.

Sandora dan shiroyasha yang duduk di tengah menggunakan nada menyemangati untuk menjelaskan pada asuka.

“Walau ini game sederhana, tapi ini game yang benar-benar pantas untuk dilihat. Kalian tidak perlu malu.”

“Yup, game sederhana seperti ini lebih mengandalkan kemampuan individual, namun dia berhasil mengendalikan jalannya pertandingan. Anak itu mungkin lebih baik seperti itu ketimbang bertindak sendiri.”

Bisa tetap tenang di bawah provokasi musuh selagi membuat musuhnya gelisah, lalu memanfaatkan efektivitas situasi hanya dengan beberapa kata.

Walau terlihat mudah, apa yang dilakukan kasukabe sebenarnya cukup sulit untuk ditiru.

Walaupun pemenangnya telah diputuskan karena perbedaan kemampuan peserta, Kasukabe yang dapat menemukan aliran udara dengan inderanya seharusnya dapat menang apabila tidak ada Jack sebagai partner pihak lawan.

“[Will o’ wisp] adalah satu satu komunitas terkuat di gerbang 6-digit, dengan Jack si api abadi sebagai kekuatan utamanya. Gift game ini menyatakan untuk membunuh sesuatu yang tidak bisa dibunuh, dan itulah yang membuat Kasukabe tidak dapat menang. Hasil dari pertandingan kali ini sudah tidak dapat dihindari.”

Shiroyasha melihat ke arah Izayoi dan yang lain dengan tatapan lembut.

“…?”

Perhatian Izayoi kini tak lagi ada di arena.

Dia melihat jauh ke ufuk, ke arah sesuatu yang ada di langit Little Garden.

Dengna ekspresi terkejut, Izaypi bertanya pada shiroyasha.

“Shiryoasha, apa itu?”

“Ha?”

Shiroyasha juga mlihat ke langit. Orang-orang yang menyadari keanehan tersebut akhirnya bersuara.

Layaknya hujan, bungkusan surat hitam dalam jumlah besar turun dari langit. Kuro Usagi mengambil salah satu di antaranya.

“[Geass roll] yang memancarkan aura hitam… ini… tidak mungkin… !?”

Membuka lilin segel bergambar badut peniup seruling, yang tertulis di dalamnya adalah:

================================================================================

[Gift Game: “Pied Piper of Hamelin”]

Daftar Partisipan:

Semua partisipan, host, dan komunitas yang saat ini ada di lingkar 3999999 dan 4000000,

Kompetitor, game host:

Spirit matahari dan malam putih, roh bintang---Shiroyasha.

Persyaratan menang bagi host master:

- Semua partisipan terbunuh atau terpaksa menyerah.

Persyaratan memang bagi partisipan:

- Membunuh host master

- Memecahkan semua legenda palsu, membuat legenda asli diketahui.

Sumpah: berdasarkan apa yang telah dipaparkan di atas, komunitas yang menyelenggarakan gift game ini bersumpah atas nama kejayaan dan bendera mereka.

[Grimm Grimoire, Hamelin]

================================================================================

Seluruh arena terdiam ketika surat-surat hitam itu berjatuhan.

Memecah kesunyian, seseorang pun berteriak:

“Demon… Demon Lord telah muncul. UWAAAAAAAHHHH!!!”


No comments:

DMCA.com Protection Status