Ore no Pet wa Seijo-sama Chapter 15 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ore no Pet wa Seijo-sama Chapter 15 Bahasa Indonesia

July 01, 2017 Reisen

Chapter 15 - Jatuh Ke Tangan Iblis

Translator: Reisen


“Oi… Tatsumi.”

“Iya, apa?”

Tatsumi mengangkat timba yang telah berisi air dari sumur dan memasukannya ke dalam ember yang ia bawa.

Lalu ia melampar timba ke dalam sumur. Setelah memastikan timba tenggelam, ia mengangkat kembali timba tersebut.

Verse, yang dari tadi berdiri di belakang Tatsumi menunggu gilirannya akhirnya bertanya pada Tatsumi yang sibuk melakukan sesuatu berulang-ulang.

“Kenapa kamu, dari sekian banyak orang malah bekerja sebagai asisten kuil?

“Kenapa? Hmm… ini kerjaan kita, kan?”

Pekerjaan yang ditugaskan untuk dia dan Verse hari ini adalah mengantarkan air dari sumur.

Sama seperti kemarin setelah Tatsumi ke tempat Bogart, Bugart hanya menyengir sebentar lalu memberikan pekerjaan mengantar air.

“Dari yang kulihat kemarin, kamu gak keberatan kalau kuberi pekerjaan berat kan?”

Setalah Bogart menjelaskan cara-caranya ke Tatsumi, ia mengambil ember pembawa air dan tongkat penyangga pundak. Setelah itu ia pergi menuju taman belakang ke tempat sumur tersebut.

Ia bertemu Verse di jalan. Sepertinya dia juga diberi tugas yang sama hari ini.

“Bukan, maksudku istrimu…Yaa, wanita yang akan menjadi istrimu itu penghasilannya banyak, kan? Jadi meskipun kamu gak bekerja sebagai pembantu seperti ini, bahkan… kalau kamu gak bekerja sama sekali, bukannya cukup untuk hidup sejahtera?”

“Err,, kalau cuma Chiiko yang bekerja sedangkan aku tidak melakukan apa-apa… a, aku bener-bener gak mau jadi gigolo* tahu.”

(TL Notes : entah yang bener germo atau gigolo, jepangnya ヒモ , silahkan google cari yang tepat )

“Gigolo?”

“Ah iya, di duni-… maksudku, di negara ini mereka yang tidak bekerja dan malah menyuruh wanitanya bekerja apa disebut sebagai ‘gigolo’?”

“Enggak, gak ada istilah itu. Memang, orang memandang rendah laki-laki yang tidak bekerja dan membuat istrinya yang harus mencari uang, tapi itu bukan masalah kalau istrinya adalah seorang penyihir. Lagipula penyihir itu spesial.”

Menurut Verse, penyihir tidak akan mendapat kesulitan masalah keuangan hanya karena dia seorang penyihir.

Walaupun itu hanya sihir kecil seperti menyalakan lilin atau kompor. Warga akan mempekerjakan mereka dengan upah uang, kebutuhan harian, atau makanan.

Tidak seperti dunia Tatsumi, di dunia ini tidak ada yang namanya korek jadi pekerjaan tersebut menjadi lebih mudah jika dapat dilakukan oleh sihir. Ditambah lagi jika seseorang dapat menggunakan mantra [Light Orb], mereka dapat menjual bola cahaya tersebut sebagai “Lampu” ke orang lain. Orang dapat berpenghasilan lumayan banyak hanya dengan semalam.

Sambil mendengarkan penjelasan penyihir di negara ini Tatsumi terus mengambil air di sumur dan mengisi ember pengisi air.

“Iya sih, memang sesuatu yang dapat kulakukan terbatas tapi…tapi kalau aku bisa ikut membantu Chiiko meski hanya sedikit, aku tetap akan melakukannya.”

“Oww..hmm, aku juga tidak benci dengan pola pikir seperti itu? Lakukan apa yang dapat kamu lakukan dan bantu istrimu.”

“Aye.”

Setelah menjawab motivasi dari Verse, Tatsumi dengan semangat membawa tongkat penyangga di pundaknya.

Tongkat penyangga yang kedua sisinya bergantung ember yang berisi air tentu saja berat. Tapi seperti kemarin, terasa tidak berat sama sekali.

Sementara masih bingung dengan keadaan badannya, Tatsumi terus berkonsentrasi melanjutkan pekerjaannya.

Setelah melihat Tatsumi pergi, sekarang giliran Verse menimba air di dalam sumur tapi ia teringat sesuatu.

“Setelah kupikir-pikir, kenapa dia selalu memanggil <<Holy Maiden>> ‘Chiiko’?


***


Tongkat penyangga yang kedua sisinya bergantung ember yang penuh terisi air seharusnya berat.

Meskipun demikian, Tatsumi tidak merasakan apapun. Layaknya ember tersebut kosong tidak ada isinya, Tatsumi terus mengantarkan air.

Tujuannya adalah dapur dan tempat pemandian. Karena tempat pemandiannya lumayan besar dan memerlukan jumlah air sangat banyak, ia harus bolak-balik berkali-kali.

Meskipun Pendeta Junior lain yang memiliki pekerjaan sama dengan Tatsumi dan Verse mereka sudah ngos-ngosan setelah beberapa kali bolak-balik, mereka bingung mengapa Tatsumi bisa dengan mudah melakukannya terus-menerus.

Tatsumi sendiri juga bingung dengan keadaan badannya seperti kemarin.

Dan juga ia masih bingung tentang kelelahan tiba-tiba yang ia rasakan setelah bekerja kemarin. Seperti yang Calcedonia katakan, penyebabnya mirip seperti ketika penyihir pemula yang menghabiskan semua mana nya, tapi tentu saja, Tatsumi tidak mengingat ada menggunakan sihir apapun. Lagipula, Tatsumi tidak tahu bagaimana cara menggunakan sihir.

Pertamanya ia berpikir kalau itu adalah penyesuaian kekuatan yang ia dapat setelah berpindah ke dunia yang berbeda tetapi sekarang sepertinya bukan seperti itu.

Walaupun ia telah memikirkan banyak kemungkinan, setelah Tatsumi memutuskan kalau semuanya tidak ada yang cocok, ia memfokuskan pikirannya ke topik lain.

“Aku akan tinggal dengan Chiiko setelah ini… be-bersama-sama…”

Biarpun tidak ada yang bertanya padanya, ia bergumam.

Di pikirannya muncul wajah seorang gadis menawan dengan rambut putih.

Sosok yang ramping. Tapi berbadan sintal empuk.  Sangat cantik dan berpenampilan sesuai*. Suara jernih layaknya bell berdenging.

(TL Notes : yang seharusnya ke dalam ke dalam, yang seharusnya keluar keluar)

Dan sesuatu yang paling tertanam ada di benaknya adalah kedua –tidak termasuk golongan yang terlalu besar tapi masih dapat dibilang ‘sangat besar’– buah dada yang menggiurkan, dan tentu saja merupakan kesukaannya.

Alasan mengapa hal tersebut merupakan hal yang paling memorial adalah bagi seorang yang berada pada masa puberty seperti dirinya, itu yang paling terlihat.

Meskipun Tatsumi akan tinggal bersama-sama satu atap dengannya sebentar lagi. Tatsumi sendiri yang menyetujuinya. Biarpun sebagian karena ia hanya terseret arus– bohong rasanya kalau ia tidak gugup sama sekali.

Ia sedikit mengerti akan kenyataan beberapa petinggi mulai dari Giuseppe, menginginkannya untuk menikahi Calcedonia.

Tentu saja bukannya ia tidak menyukai Calcedonia.

Juga ada kenyataan bahwa Calcedonia adalah renkarnasi dari Chiiko, yang seharusnya bukan info palsu. Tapi yang terpenting, jika seseorang menunjukkan kesetiaan dan niat baik kepada kita tidak mungkin kita dapat membenci orang tersebut.

Terlebih lagi, penampilannya yang benar-benar pas mengenai idaman Tatsumi. Sebagai laki-laki, tidak mungkin hatinya tidak berdebar-debar dengan situasi seperti itu.

Tapi alasan mengapa ia gugup dari semuanya, pada akhirnya adalah karena kenyataan pernikahan yang tiba-tiba langsung dilemparkan ke wajahnya.

Beberapa hari yang lalu, Tatsumi hampir menyerah untuk hidup. Lalu tiba-tiba diberi tahu untuk menikah, sejujurnya hal itu masih belum dapat masuk di benaknya.

Terlebih lagi jika partnernya adalah seseorang yang baru ia temui beberapa hari lalu.

Kondisi mental siapapun pasti akan sama dengan Tatsumi jika mereka tiba-tiba dipaksa untuk dijodohkan dan tiba-tiba perjodohan itu langsung sudah disetujui.

Yaa, Tatsumi sudah menganggap Calcedonia sebagai keluarga sendiri.

Keluarga terakhir Tatsumi, Chiiko yang kecil dan imut. Walaupun jika Calcedonia adalah sebatas renkarnasi Chiiko, dan kelakuan serta auranya hanya mirip dengan kelakuan Chiiko di dunia lamanya, dan walaupun sosoknya telah berubah. Ia masih tetap keluarga Tatsumi Chiiko.

Dan bukan hanya itu yang mengganggu pikiran Tatsumi.

Yaitu, kalau dalam bahasa modernnya, Calcedonia mirip dengan Top Idol dari dunia lamanya.

Ia adalah Holy Maiden yang namanya tersebar luas, tidak hanya di kota ini saja. Dan jika idol itu tiba-tiba menikahi seseorang yang tidak pernah didengar sebelumnya, akan banyak isu-isu sembarangan dan rumor-rumor absurd yang tersebar.

Tatsumi khawatir akan pernikahannya menjadi berdampak negatif pada kedudukan dan imagenya nanti.

“…Yaa, untuk sekarang ini aku gak punya cara lain untuk hidup selain bergantung pada Chiiko…..”

Walaupun ia telah mendapatkan sedikit kedudukan di dunia ini, tidak mungkin ia hanya dapat hidup dengan itu saja. Lagian, status yang ia dapatkan adalah karena kebaikan Giuseppe.

“………..Hmm pada akhirnya Chiiko sendiri bahagia jadi… tidak ada salahnya kan?”

Ketika ia ke kota kemarin bersama Calcedonia, ia terlihat sangat senang ketika membeli keperluan sehari-hari.

Jika, kalau seandainya itu semua hanyalah akting, tanpa pandang bulu lagi Tatsumi selamanya tidak akan pernah percaya wanita satupun.

Beda cerita kalau Calcedonia sendiri yang tidak menyetujui pernikahan tersebut, tapi sepertinya dia sendiri malah menanti-nanti.

Lebih baik tidak usah terlalu dipikirkan, hidup satu rumah dengan Chiiko, suatu waktu aku yang membantu dia, dan suatu waktu dia yang membantuku. [Pernikahan] juga merupakan bentuk dari berkeluarga.

Dan sekarang ini, apapun yang terjadi, Tatsumi bersumpah akan melindungi keluarganya.

Sambil berpikir semua itu, ia membaiki posisi tongkat penyangga di pundaknya dan menuju kearah tempat pemandian.

Ia tidak sadar sama sekali jika ia sedang dilihati dengan tatapan tajam, tatapan jahat.


***


Calcedonia sedang berjalan melewati lorong kuil dengan ekspresi wajah tegang seperti biasanya.

Tapi ia berhenti dan berbalik ke belakang saat mendengar namanya tiba-tiba dipanggil dengan suara yang familiar.

Setelah berbalik, sosok seseorang yang dikenalnya berada di hadapannya.

Melihat orang tersebut, ekspresi tegangnya menjadi agak sedikit santai.

“Aku mau bertanya padamu tentang suatu hal…. Apa kamu punya waktu sekarang?”

“Baiklah, tidak masalah.”

Agak canggung kalau berbicara sambil berdiri, jadi mereka berjalan kearah halaman kuil.

Halaman kuil merupakan tempat dimana para penganut agama berkumpul untuk bertemu. Ada beberapa grup orang di sini dan di sana dan mereka berbincang-bincang tentang kehidupan harian mereka.

Jika seseorang yang terkenal seperti <<Holy Maiden>> Calcedonia tiba-tiba muncul di situ, tentu perhatian mereka akan tertuju padanya.

Terlebih lagi, ia berbicara bersama seorang lelaki. Melihat hal itu, para penganut agama mulai berbisik gosip satu sama lain.

Tentu, ada beberapa diantara mereka yang terkesima melihat Calcedonia.

Karena ia terbiasa dengan gosip-gosip dan sorotan, Calcedonia membusungkan dadanya dan terus berjalan.

Setelah menemukan bangku yang kosong di pojokan taman, Calcedonia dan orang tersebut duduk.

“Jadi, apa yang engkau akan bicarakan?”

“….Kamu akhir-akhir ini keluar kuil untuk mempersiapkan rumah, benar kan?”

Orang tersebut bertanya pertanyaan yang sepertinya susah untuk dikeluarkan, tetapi Calcedonia sedikit tersenyum dan menjawab.

“Iya, itu benar. Apa engkau mendengarnya dari kakek?”

“Enggak, aku gak dengar langsung dari yang mulia…”

“Yaa yang engkau katakan memang benar. Dan aku akan tinggal bersama dengan seorang pria tertentu.”

Memikirkan orang yang akan tinggal bersamanya, ia menunjukkan ekspresi yang sangat bahagia sambil malu-malu.

Dan ketika seseorang yang berada di depannya tersebut melihat senyuman indah itu, hatinya bergolak sangat sedih, dan ia merasa sesuatu yang gelap lahir dari dalam dirinya.

“Le-Lelaki yang akan tinggal bersamamu itu orang itu kan…? Lelaki yang datang ke kuil beberapa hari lalu dan baru mulai bekerja sebagai Pendeta Junior kemarin….”

“Iya, Benar. Engkau juga sudah bertemu dengannya kan? Orang itu… Karena memang orang itu yang aku dari dulu inginkan.”

“…..Apa kamu….. serius…..?”

“Eh?”

“Seseorang…. yang berada pada statusmu, seseorang yang bahkan dipanggil dengan julukan <<Holy Maiden>> di kuil kita, bagimu untuk bersama-sama dengan hanya seorang Pendeta Junior sepertinya… Apa kamu yakin akan mendapat kebahagiaan hanya seperti itu?”

Ia mengatakan dengan ekspresi bukan orang ramah seperti biasanya. Selagi Calcedonia sadar orang tersebut tidak pada dirinya sendiri, ia tidak menghilangkan senyuman ataupun ekspresi kebahagiaan dari wajahnya dan mengatakan kepadanya dengan jelas.

“Bukan, itu agak sedikit berbeda. Yaa, mungkin saja itu tidak berbeda sama sekali. Orang itu bukan yang akan membuatku bahagia, tapi sebaliknya. Aku yang akan membuat dia bahagia. Dan…Dan jika orang itu menjadi bahagia, maka bagiku itu adalah kebahagiaan yang paling tinggi yang dapat kuterima”

Tatsumi, ia adalah seseorang dengan masa lalu yang pahit. Dan Calcedonia memanggilnya ke dunia ini untuk mengantarkan dia ke jalan kebahagiaan.

Jika Tatsumi bisa dapat mencapai kebahagiaan di dunia lamanya, ia tidak akan memanggilnya ke dunia ini. Tentu bertemu Tatsumi sekali lagi merupakan keinginan yang dari dulu ia inginkan, tetapi itu bukan sesuatu yang akan ia jalankan jika harus menghancurkan kehidupan harian Tatsumi di dunia lamanya.

“Tinggal satu sama lain dengan orang itu merupakan kebahagiaan terbesar bagiku.”

“Jadi begitu…. Keputusan itu…. Kamu gak akan mengubahnya yaa…”

Dibandingkan dengan Calcedonia yang tersenyum layaknya mekar seribu bunga, orang tersebut menundukkan kepalanya dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

Kecewa, kedua pundaknya…. Tidak, seluruh badannya mulai sangat gemetar.

“A-Ada apa….?”

Calcedonia tanpa sadar mengerutkan keningnya setelah merasakan keadaan yang aneh.

Pertama kali ia bertemu dengannya adalah ketika Giuseppe mengadopsinya. Setelah itu, ia mengenalnya lama sekali. Dan orang tersebut di memorinya selalu memiliki sifat tenang dengan senyum ramah.

Dan orang tersebut mengeluarkan aura yang aneh. Calcedonia merasakan pemandangan tidak biasa, dan ketika ingin meraih pundak orang yang gemetar itu.

Di saat itu ia sadar kalau orang tersebut sedang berbisik dengan suara kecil sambil melihat ke bawah.

“………..Itu……..Mi………….liku……”

Suara yang mengerikan seakan suara itu berasal dari bawah jurang. Calcedonia langsung memundurkan tangannya dan refleks berdiri.

“……Kamu….jangan-jangan…..”

Suara gemetar keluar dari mulut indah Calcedonia.

Seakan menjawab suaranya, orang tersebut akhirnya mengangkat kepalanya dan melihat dirinya dengan mata penuh kegilaan. Ia mengeluarkan senyuman yang menjijikkan.

“Calcedonia….. aku tidak akan menyerahkanmu pada orang lain…. Kamu adalah…. Kamu adalah milikku sendiri….”


Matanya yang tidak bergerak melihati Calcedonia bercahaya merah ganas.

No comments:

DMCA.com Protection Status