Ore no Pet wa Seijo-sama Chapter 16 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ore no Pet wa Seijo-sama Chapter 16 Bahasa Indonesia

July 02, 2017 Reisen

Chapter 16 - [Devil]

Translator: Reisen



Cahaya silver terlihat melintas cepat seperti menembus udara.

Dia menggenggam dagger (pisau belati) yang berkilau perak, sambil ia pelan-pelan mengeluarkan tangannya dari kantongnya.

Dagger nya bersinar karena pantulan cahaya matahari.

Di saat yang sama pisau tersebut dikibaskan ke arah Calcedonia dari jarak sangat dekat, yang Calcedonia dengan mudah dapat menghindar.

Dengan gerakan lincah, Calcedonia menjaga jarak dengan dia, seketika itu salah satu penganut agama perempuan yang berkumpul di situ langsung menjerit keras.

Seseorang tiba-tiba mengibaskan sebuah dagger di siang bolong di area halaman kuil bukan hal yang normal terjadi. Kalau orang melihat itu tidak aneh jika ada yang teriak.

“Semuanya!! Tolong, cepat dan tinggalkan tempat ini!!”

Tanpa mengalihkan pandangannya dari orang di hadapannya, yang matanya mengeluarkan cahaya merah jahat dan bersiap-siap menggunakan dagger nya, Calcedonia memberitahukan kepada semua orang di situ untuk berevakuasi.

Karena kejadian yang tiba-tiba tersebut, selagi tercengang melihati Calcedonia dan orang yang satunya lagi, mereka sadar kalau akan terjadi kekerasan di situ, dan mulai berlarian sambil berteriak panik.

Kalau para penganut membuat keributan seperti ini, para pendeta dan ksatria pendeta harusnya akan berdatangan sebentar lagi.

Itu sebabnya, Calcedonia berencana untuk membersihkan kekacauan ini sebelum para ksatria pendeta datang.

Jika ia entah bagaimana dapat mengusir <Devil> tersebut, orang yang dirasuki yang ada di depannya itu, Calcedonia harusnya dapat mengembalikan orang tersebut menjadi orang baik dan penyayang yang ia tahu sejak kecil.

Karena orang itu dirasuki oleh <Devil>, kibasannya menjadi lebih kuat. Sambil menghindari kibasan-kibasan dagger dengan tenang, Calcedonia membaca mantra aria untuk membuat sihir dari bibir cantiknya.




Setelah menuangkan air yang Tatsumi angkut ke dalam bak pemandian, ia balik lagi untuk mengambil air yang lebih banyak.

Ketika Tatsumi kembali ke taman belakang dimana sumur air itu berada, ia melihat seorang pemuda di depannya.

“Hmm, Morga-san?”

Adalah Morganeich, sang <<Freedom Knight>>. Dia berdiri di sana melihati Tatsumi seperti ia sedang memikirkan sesuatu.

“Tatsumi-dono. Maaf kelancanganku atas pertanyaan ini. Tapi aku ingin anda berkata jujur. Anda… siapakah anda sebenarnya?”

“Eh?....Siapa…aku?”

Tatsumi dengan muka bingung sambil menunjuk dirinya sendiri. Yaa, siapapun akan bereaksi sama jika seseorang tiba-tiba ditanya siapa sebenarnya dirinya dengan wajah sangat serius.

“Awalnya kukira anda adalah orang penting yang datang dari negara lain setelah mendengar Yang Mulia Tuan Chrysoprase sampai harus menyuruh Calsey menyambut anda. Tapi anda…. Aku telah melihat anda di sana sini selama beberapa hari, tapi anda… jika anda adalah orang penting, lalu mengapa anda melakukan pekerjaan aneh di sini, yang seorang keturunan bangsawan tidak akan mungkin lakukan tanpa ada protes sekalipun. Memang kalau anda sudah bergabung dengan kuil latar belakang anda tidak berguna lagi, tapi kuil sendiri masih memiliki batasan.”

Meskipun kuil adalah organisasi yang secara formal bebas dari aturan negara manapun, itu hanya seperti kata Morganeich. Hanya sebatas formalitas saja.

Jika seseorang yang berasal dari kerajaan atau keturunan bangsawan gabung ke kuil, kebanyakan mereka akan mendapatkan posisi yang tinggi seperti Pendeta (TL Notes : kalau yang ini title Pendeta) ataupun Acolyte. Itu sebabnya, jika seorang bangsawan menjadi pendeta mereka tidak akan mengerjakan pekerjaan yang diperuntukkan Pendeta Junior.

Meski awalnya Morganeich melihat Tatsumi sebagai seorang bangsawan dari negara asing. Setelah ia melihat Tatsumi melakukan pekerjaan aneh* tanpa protes sedikitpun, ia menyadari ia tidak dapat mengerti sedikitpun siapa sebenarnya Tatsumi.

(TL Notes : odd jobs, kalau diartikan pekerjaan sambilan kayaknya gak cocok)

“Bahkan jika anda lahir sebagai rakyat jelata…. Maafkan aku karena lancang berbicara seperti ini tapi…. Aku tidak mengerti alasan mengapa Yang Mulia Tuan Chrysoprase tertarik padamu. Kelihatannya anda juga tidak hebat dalam melakukan sihir.”

Morganeich juga seorang penyihir. Sekarang ini, ia hanya merasakan sedikit sekali sihir dari Tatsumi dan tidak ada lagi. Dengan mana yang segini, paling banter Tatsumi hanya dapat menggunakan sihir-sihir dasar.

“Aku sendiri tidak terlalu hebat dalam mengekspresikan diriku sendiri. Jadi aku akan bertanya blak-blakan. Tatsumi-dono, siapa sebenarnya anda? Dan……Dan apa hubungan anda dengan Calsey?”

Tatapan dari mata coklat kemerahan yang dipenuhi aura kesungguhan diarahkan ke Tatsumi.

Dan dalam pandangan kesungguhan tersebut juga terdapat perasaan membaranya <<Freedom Knight>> terhadap <<Holy Maiden>>. Dan Tatsumi dapat merasakan itu dengan jelas.

Itulah sebabnya.

Itulah sebabnya Tatsumi memutuskan untuk menjawab dia dengan jujur. Kalau Calcedonia adalah orang yang terpenting bagi dirinya sekarang ini.

Tapi pada akhirnya ia tidak dapat memberi tahu hal itu ke Morganeich.

Baru Tatsumi mau berbicara ke Morganeich, pendeta dengan perlengkapan tempur, dengan kata lain ksatria pendeta buru-buru keluar lorong kuil dan berlari menuju Morganeich.

“Mo-Morganeich-sama!! A-Ada masalah besar!!”

“Ada apa?”

Morganeich memberikan tatapan tegang dengan makna yang berbeda ke arah ksatria pendeta yang buru-buru ke arahnya tersebut.

“Saat ini, kami diberitahukan seseorang telah dirasuki oleh <Devil> yang sekarang sedang mengamuk di halaman.”

“Apa!?”

Seketika itu, mata <<Freedom Knight>> mengeluarkan aura yang berbeda. Jika dibedakan, sebelumnya adalah mode [sehari-hari] dan sekarang adalah mode [perang]. Dan bahkan Tatsumi sekalipun yang tidak ada hubungan sama sekali dengan perang dapat merasakan dengan jelas.

“Siapa? Siapa yang sebenarnya dirasuki oleh <Devil>? Apa salah satu dari penganut agama yang datang untuk berdoa?”

“I-Itu… Orang yang dirasuki a-adalah…. Ajudan Pendeta Tertinggi Chrysoprase…. Baldeo-sama!!”




Calcedonia masih terus menghindari kibasan-kibasan dagger.

Dan sambil ia melakukan itu, Calcedonia meneruskan pembacaan mantra aria. Jika yang melakukan ini adalah penyihir biasa, dia akan gagal dalam pembacaannya karena sedikit gangguan dalam konsentrasinya, tapi jika seseorang berada pada level Calcedonia, mereka dapat dengan tenang mempertahankan sihir yang ia gunakan sambil melakukan gerakan evasive seperti sekarang ini.

Calcedonia adalah seseorang yang memiliki banyak pengalaman sebagai seorang Exorcist. Mudah baginya untuk mengindari dagger yang dikibaskan oleh pemula.

Untuk melawan jika ada kemungkinan terserang, Calcedonia juga berlatih ilmu seni bela diri. Sama seperti Morganeich, ia adalah salah satu pemimpin Exorcist di kuil Savaiv.

Sambil melangkah ke belakang dengan tenang, Calcedonia melihat pada--- Mata merah mengerikan Baldeo.

Calcedonia telah mengenal Baldeo sejak lama sekali.

Pertama kali ia bertemu dengannya adalah ketika Giuseppe mengadopsi dirinya.

Baldeo yang saat itu masih menjadi ajudan pemula Giuseppe, sering mengajak main Calcedonia.

Baldeo, yang dipilih menjadi ajudan pemula Pendeta Tertinggi ketika ia masih pertengahan remaja, adalah seseorang yang memiliki banyak ekspektasi.

Dia adalah orang yang rajin, lahir sebagai rakyat jelata, dapat menempati posisi sebagai ajudan Pendeta Tertinggi, dan Petinggi Pendeta hanya dengan setelah bekerja keras.

Dan untuk Baldeo itu sampai jatuh ke tangan <Devil>! Bahkan sampai sekarang Calcedonia yang melihat mata merahnya, masih belum dapat percaya.

“……Tolong tunggu sebentar lagi Baldeo-sama. Aku akan segera mengusir <Devil> yang merasuki tubuh anda.”

Cahaya bersinar keluar dari mata ruby Calcedonia di saat ia mengatakan baris terakhir mantra sihir yang ia sedang siapkan.

Dan di saat ia menyelesaikan sihir aria tersebut suasana yang berada di sekitar mereka langsung bergetar.

Tidak, bukan suasananya.

Meskipun tidak ada angin yang berhembus, yang membuat bergetar adalah pohon-pohon dan semak belukar yang ditanam di berbagai tempat di halaman.

Rumput dan tanaman merambat lain dengan cepat tumbuh dan mengeluarkan tentakel hijau ke arah Baldeo.

Pohon-pohon menggoyangkan batangnya dan dengan suara berderit aneh batang-batang tersebut memanjang ke arah Baldeo.

Batang-batang pohon dan tumbuhan merambat, rumput dan semak mencoba untuk mengikat Baldeo. Saat ini sihir yang digunakan Calcedonia adalah salah satu atribut <Plant> yang dinamakan <<Belenggu Tumbuhan >> (Botanic Shackles). Seperti namanya, ini adalah sihir yang menggunakan batang dan tanaman merambat serta rumput untuk menghentikan gerakan target.

Baldeo mengayunkan dagger nya ke arah batang-batang pohon dan tanaman yang mengarah kepadanya.

Tapi sebanyak apapun ia memotongnya, mereka hanya akan tumbuh kembali.

Meskipun kemampuan fisiknya bertambah karena <Devil>, dia, yang memiliki kemampuan bertarung sedikit, tidak dapat bertahan lama.

Tumbuhan dan batang pohon tersebut mengurangi kekuatannya sedikit demi sedikit, dan akhirnya berhasil sepenuhnya menahan dia.

Setelah memeriksa apakah gerakan Baldeo benar-benar telah tertahan, Calcedonia sekali lagi memulai mantra aria.

Mantra yang ia ucapkan sekarang adalah dari atribut <Light> <Holy>, sihir <<Exorcise>>. Ini adalah sihir yang memutuskan hubungan antara <Devil> dengan badan yang dirasuki.

Susah untuk memfokuskan target menggunakan <<Exorcise>> di saat target bergerak ke sana kemari. Itu sebabnya sebelum menggunakan sihir <<Exorcise>> seseorang harus menahan gerakan target dengan jangka waktu tertentu.

Biasanya, ketika ia dipasangkan dengan Morganeich ketika pekerjaan Exorcist adalah dia, <<Freedom Knight>> yang menahan gerakan target.

Tetapi sekarang ia tidak di sini sehingga Calcedonia harus menggunakan sihir lain terlebih dulu guna menahan gerakan Baldeo.

Baldeo yang terikat oleh batang pohon mencoba membebaskan dirinya berulang-ulang. Tapi karena tumbuhan yang melingkari dirinya sangat elastis, tidak mungkin untuk dapat bebas meski ia telah menggunakan seluruh kekuatannya.

Calcedonia terus membaca mantra sihir sambil melihat ke arah Baldeo.

Dari dalam dirinya, mana beratributkan <Holy> mulai keluar. Dan dia juga mungkin merasakannya--- Tidak, <Devil> yang saat ini sedang merasuki Baldeo berusaha keras melepaskan dirinya dari orang yang dirasuki karena merasakan musuh naturalnya yaitu sihir beratribut <Holy>.

Tapi sudah terlambat.

Baru Calcedonia menyelesaikan pembacaan mantranya, cahaya silver yang menenangkan keluar dari bawah kaki Baldeo.




“Calsey…?”

Setelah mendengarkan penjelasan bawahannya, ekspresi tegang Morganeich agak sedikit menjadi tenang.

Tetapi berbeda dengan <<Freedom Knight>>, ekspresi Tatsumi berubah menjadi pucat.

“C-Chiiko berhadapan dengan orang gila yang memakai pisau?”

Dalam sekejap, image Calcedonia tertusuk dan berdarah di atas tanah muncul di pikirannya.

*Splaatt* Tatsumi menjatuhkan ember air dan tongkat penyangganya di atas tanah.

Dan setelah meninggalkan mereka begitu saja, ia langsung ingin menuju ke sana panik. Tentu, tujuannya adalah halaman dimana Calcedonia berada.

Tetapi Morganeich meminta dia berhenti dengan nada tenang.

“Tidak usah terburu-buru, Tatsumi-dono. Tidak mungkin Calcedonia akan kalah dengan Baldeo-sama yang hanya memiliki kemampuan berkelahi dasar, meskipun ia telah dirasuki <Devil>.”

“Ta-Tapi bisa saja….! Ba-Bagaimana jika terjadi sesuatu!?”

Tatsumi tanpa sadar meninggikan suaranya yang mana bukan seperti biasanya, tapi Morganeich meneruskan dengan nada tetap tenang.

“Tentu saja aku tidak akan menyuruh anda untuk tidak ke sana dan menolong. Tapi apa yang akan anda lakukan tanpa senjata?”

Diberi tahu seperti itu, Tatsumi langsung sadar.

Seperti ksatria pendeta yang lain, Morganeich memakai baju berlapis baja dan pedang (longsword) yang menggantung di pinggangnya.

Dibandingkan dengan itu, Tatsumi hanya mengenakan seragam pendeta saja. Dan tentu, dia tidak memiliki pengalaman dalam seni bela diri.

“Setidaknya, anda harus membawa senjata yang dapat melindungimu sendiri.”

Morganeich meminjam tombak pendek dari ksatria yang datang untuk memberitahukan kejadian tadi dan melemparnya ke Tatsumi.

“Anda tidak akan mendengar meskipun aku melarangmu datang, kan? Jadi setidaknya anda harus bisa melindungi diri sendiri dengan tangan anda sendiri.”

Tatsumi mengangguk paham terhadap perkataan Morganeich sambil agak kaget dengan ketajaman ujung tombak tersebut.




Cahaya silver yang seperti akan menghabisi semua kejahatan lama-kelamaan menjadi redup.

Dan setelah semuanya hilang, yang tersisa hanyalah Baldeo yang berdiri diam di sana dengan ekspresi tidak dapat berpikir apa-apa (TL Notes: englishnya stupefied).

Calcedonia memeriksa situasi Baldeo dengan waspada.

Sihir <<Exorcise>>nya tentu sangat kuat tetapi terkadang tidak berakhir sukses. Dalam beberapa kasus dimana <Devil> lebih kuat dari biasanya, maka ia dapat melawan sihir tersebut.

Dan karena durasi <<Belenggu Tumbuhan>> telah habis, Baldeo tidak dalam keadaan tertahan. Calcedonia memeriksa Baldeo dan sekitarnya dengan teliti sambil berkonsentrasi sehingga ia dapat memulai membaca mantra aria jika terjadi sesuatu.

Setelah sekitar 5 menit berlalu (berdasarkan penghitungan waktu di bumi) Calcedonia mengonfirmasi bahwa sudah tidak ada lagi kilauan merah di mata Baldeo, ia akhirnya menjadi tenang.

“Baldeo-sama? Anda tidak apa-apa sekarang?”

“Ca…..Calsey…..”

Mata Baldeo yang tadi tanpa arah melihat ke langit akhirnya fokus ke Calcedonia.

Sepertinya dia tidak apa-apa. Tetapi baru saja Calcedonia ingin menghembuskan nafas lega.

Baldeo tiba-tiba berteriak dengan suara tajam.

“La-Lari! Calcedonia!! Masih…. <Devil>nya masih….ada di dalam diriku….!!”



(Maaf kalau ada yang lebih prefer nama spellnya gak di translate, tapi karena untuk sekarang lebih enak di TL, jadi saya ubah. Mungkin kalau nama spellnya banyak di 1 chapter, gak saya ubah)

No comments:

DMCA.com Protection Status