Ore no Pet wa Seijo-sama Chapter 17 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ore no Pet wa Seijo-sama Chapter 17 Bahasa Indonesia

July 05, 2017 Reisen

Chapter 17 - Bantuan

Translator: Reisen



<Devil> tidak memiiki kekuatan yang jelas. Terdapat perbedaan tiap-tiap spesies <Devil> (Karena mereka tidak memiliki badan fisik mengklasifikasikannya sebagai spesies juga kurang tepat) dan jumlah kekuatan mereka juga dipengaruhi oleh banyaknya nafsu host yang mereka rasuki.

Biasanya, <<Exorcise>> milik Calcedonia sudah dapat membersihkan dan mengusir <Devil> tanpa gagal. Meskipun begitu, ia tidak dapat mengusir <Devil> yang merasuki Baldeo. Ini adalah pertama kalinya bagi Calcedonia yang dikenal sebagai <<Holy Maiden>> dan telah banyak melakukan Exorcise sampai sekarang.

Mungkin kemampuan dasar yang dimiliki <Devil> tersebut lebih kuat dari yang lain. Atau bisa jadi nafsu Baldeo yang sangat tinggi. Atau, bahkan mungkin keduanya.

Alasannya tidak jelas, tapi iblis tersebut masih bersarang di badan Baldeo.

Rupanya kesulitan Calcedonia yang sendirian bertarung masih terus berlanjut.




Calcedonia membalikkan badannya seketika mendengar suara Baldeo.

Tetapi ia agak sedikit terlambat. Sebelum ia dapat menjauh, tangan Baldeo menggapai dadanya dan meraih kerah dari baju pendetanya.

Nah, apa yang terjadi jika ia memundurkan badannya dengan kerah yang terpegang?

Dengan suara tersobek, baju yang menutupi bagian dadanya terbuka dan setengah bagian atas yang mana belahan buah dadanya terkeluar semua.

Seperti wanita normal lainnya, Calcedonia refleks menutupi dadanya yang terbuka dengan tangannya.
Tapi dengan situasi seperti ini, dimana terdapat musuh di hadapannya, hal ini hanya akan menjadi sebuah kesempatan.

Tangan Baldeo yang satunya memegang tangan langsing Calcedonia, dan jarinya yang membengkok tidak biasa menusuk ke pergelangan tangannya.

Karena sakit yang ia rasakan, gerakan Calcedonia terhenti sebentar. Dan di saat itu, Caldeo menarik Calcedonia ke arah dirinya lalu memeluk Calcedonia erat-erat.

Mata merahnya adalah bukti kalau ia sedang dirasuki <Devil>. Perasaan sedih muncul pada wajah Calcedonia sekali lagi melihat mata merah tersebut secara dekat.

Baldeo adalah orang yang selalu memiliki senyum ramah. Sejak ia kecil, Calcedonia selalu menganggapnya seorang kakak, dan dia juga selalu mengurus dirinya layaknya adik perempuan.

Tentu meskipun ia menganggapnya sebagai keluarga, tapi tetap berbeda dengan Tatsumi atau dengan Giuseppe.

Dan sekarang ini, Baldeo itu tersenyum vulgar yang tidak seorang pun dapat bayangkan kalau ia dapat tersenyum seperti itu. Berbeda jauh dengan diri biasanya yang memiliki ekspresi baik dan tenang, dia yang sekarang memiliki wajah penuh gairah sambil menatapi belahan dada Calcedonia.

Walaupun ia seperti keluarga, Calcedonia masih tetap tidak suka jika ada lawan jenisnya yang melihati belahan dadanya dengan penuh gairah (yaa berbeda kalau orang itu adalah Tatsumi) dan ia secara panik memusatkan tenaga pada tangannya untuk melepaskan genggamannya.

Tapi pada akhirnya, wanita memiliki lengan yang kecil. Terlalu sulit baginya untuk melepas tangannya yang dipegang oleh lelaki dewasa yang tenaganya telah dilipat gandakan setelah dirasuki <Devil>.

Sadar ia tidak akan berhasil, Calcedonia mulai membaca mantra sambil minta maaf sebesar-besarnya pada Baldeo dalam hati.

Sihir yang ia bacakan adalah <<Telapak Petir>> (Thunder Palm) dari atribut <Thunder>. Sihir ini dapat membuat kejutan pada musuh yang terkena kontak pada petir kecil, sihir serangan dasar dari atribut <Thunder>.

Karena ini hanyalah sihir dasar, sihir ini tidak memiliki kekuatan untuk mengalahkan musuh dengan satu serangan. Tapi tetap saja, jika terkena kejutan petir, dapat membuat seseorang menjadi tertatih-tatih serta mati rasa. Dan jika ia dapat menggunakannya untuk melepaskan diri, maka ia tidak perlu harus melukai Baldeo.

Calcedonia menyentuh perut Baldeo dengan telapak tangannya.

Dan dari tempat dia menyentuh, muncul percikan kilatan terang berwarna ungu sesaat yang menyebabkan Baldeo, yang sedang memeluk Calcedonia mengeluarkan suara kesakitan sambil melepaskan Calcedonia lalu ia mundur beberapa langkah.

Dan Calcedonia yang dapat mengambil jarak dengan kesempatan itu menyembunyikan dadanya yang terbuka dengan tangan kanannya sambil membaca mantra sihir selanjutnya.


Mantra tersebut adalah mantra <<Belenggu Tumbuhan>> yang ia gunakan tadi. Ia berencana menjebak Baldeo lagi dan menggunakan sihir <<Exorcise>>nya.

Tetapi sepertinya Baldeo— bukan, <Devil> yang bersarang di Baldeo telah mengetahui rencana tersebut.

Ia langsung meluncur ke arah Calcedonia dengan kecepatan yang ia tidak munculkan sampai sekarang, dan mengulurkan tangannya ke arah Calcedonia dengan jarinya yang bergeliat menjijikkan*.

(TL Notes : liat sini kalau mau jelas)




Arianya tidak akan sempat.

Calcedonia berpikir seperti itu, jadi ia memberhentikan ucapan mantranya dan memutuskan untuk fokus menghindar.

Memang bagi penyihir selevel dirinya, memungkinkan untuk meneruskan mantra sambil terus menghindar. Tapi menghindar tentu akan lebih mudah jika difokuskan pada itu saja.

Setelah mengetahui kecepatan asli Baldeo, Calcedonia memutuskan untuk lebih berfokus agar dapat menaikkan keberhasilannya.

Tapi kecepatan Baldeo meningkat sekali lagi dan mengalahkan Calcedonia.

Baldeo mendekat ke arahnya dengan kecepatan yang mengalahkan Calcedonia yang telah banyak berpengalaman di pertarungan. Tangan Baldeo dengan cepat meluncur menuju dada Calcedonia.

Rupanya ia mencoba merobek semua baju pendetanya dan menelanjangi dada besarnya di bawah sinar matahari.

Dengan mata merahnya, dan mulut yang berliur, Baldeo yang sekarang telah masuk ke hawa nafsu natural laki-lakinya.

Calcedonia tidak dapat menghindar tepat waktu. Tapi meskipun begitu, matanya tetap mengandung semangat tidak menyerah sambil Calcedonia melototi kedua tangan yang semakin mendekati dadanya.

Dan di akhir pandangan Calcedonia.

Ada cahaya silver yang melintas bagaikan meteorit yang menghentikan gerakan tangan Baldeo.




Cahaya silver yang melintas adalah mata pisau dari sebuah pedang.

Calcedonia dan Baldeo bersamaan melihat ke arah dari mana pedang tersebut berasal. Dan seperti yang Calcedonia sudah kira, orang yang berdiri di sana dengan pedang di tangannya adalah sosok <<Freedom Knight>>.

“Morga!”

Wajah Morganeich menjadi semangat. Setelah tersenyum pada Calcedonia, wajahnya menjadi tegang ketika ia memastikan Baldeo yang berubah menjadi demon.

“Baldeo-sama…. Bahkan penganut taat seperti diri anda sekalipun tidak dapat menahan bisikan <Devil>….”

Morganeich berdiri di sana dengan ekspresi pahit. Ia juga seseorang yang telah mengenal baik ajudan Giuseppe Baldeo, dan bahkan pernah dibantu olehnya.

Morganeich menguatkan pedangnya sekali lagi yang sebelumnya ia mundurkan dan mengatakan ke Calcedonia tanpa mengalihkan pandangannya dari Baldeo.

“Menjauh, Calsey. Aku akan mengalihkan berhatian Baldeo-sama. Sementara itu siapkan <<Exorcise>>.”

Setelah mengangguk pelan ke Morganeich, Calcedonia dengan cepat menjaga jarak dari Baldeo ke belakang Morganeich.

Dan di saat itu Tatsumi yang telah kecapean akhirnya sampai di sana.

“Chi, Chi…..ko……A,Apa….Apa kamu…..baik-…..baik saja?”

Tempat ini tidak jauh dari dimana Tatsumi berbicara dengan Morganeich tadi. Tapi Tatsumi yang mengunci diri di kamar setelah kehilangan keluarganya tidak memiliki banyak stamina karena kurangnya olahraga.

“Ma-Master!? Ke-kenapa master di sini!?”

Calcedonia kaget ketika Tatsumi tiba-tiba muncul di tempat tersebut. Dan ia lebih terkaget lagi waktu melihat Tatsumi sedang membawa tombak pendek yang sama sekali tidak cocok dengan dirinya.

“Tempat ini bahaya!! Tolong pergi dari sini sekarang!!”

“Ta-Ta…pi….! Chiiko…….masih….di belakang….. Gak mungkin………aku lari……!”

Ke arah Tatsumi yang masih ingin mengatakan sesuatu dengan suara tidak jelas, sambil terengah-engah, Calcedonia mengatakan dengan jelas dan keras.

“Terus terang, Master kalau di sini hanya sebagai pengganggu saja! Cepat pergi sana!”

“Ch-Chiiko….”

Tatsumi tercengang pada Calcedonia setelah diberi tahu kasar seperti itu. Lalu, Morganeich tiba-tiba juga memotong.

“Seperti yang Calsey katakan, Tatsumi-dono. Meski anda tetap di sini, tidak ada yang dapat anda lakukan. Setidaknya, tolong berdiri di sana biar tidak menghalangi kami.”

Setidaknya Morganeich tidak memberi tahu Tatsumi untuk pergi seperti kata Calcedonia. Tapi itu bukan karena kebaikan, tapi karena ia tahu kalau Tatsumi tidak akan mengerti.

“Calsey! Untuk sementara lupakan Tatsumi-dono dulu! Menyelamatkan Baldeo-sama menjadi prioritas!”

Sambil memberikan instruksi pada Calcedonia, Morganeich mengayunkan pedangnya bertutut-turut beberapa kali.

Saat ini ia menggunakan pedang bagian belakangnya. Tipe pedang yang umum digunakan di negara ini adaah pedang lurus lebar, bermata satu.

Namun, tidak banyak di negara ini orang yang menggunakan pedang sebagai senjata utamanya. Senjata favorit yang biasa digunakan di kerajaan Largofiely adalah tombak, atau tombak bermata pedang* lainnya.

(TL Notes : pole shaped weapons, tombak panjang yang dipakai untuk pertarungan jarak dekat tapi karena memiliki kayu / bamboo panjang di pegangannya, dapat sedikit menambah jarak serang. Salah satu contohnya Poleaxe, Helberds, Naginata, dll)

Hal ini disebabkan karena dinginnya cuaca di area ini.

Di negara ini pada musim Bulan Malam (Evening Moon), atau dengan kata lain musim dingin, sangatlah parah. Jika menggunakan senjata berbahan logam di luar dalam waktu yang lama, membuat bagian logamnya akan menjadi sangat dingin dan lengket di kulitmu kalau menyentuhnya secara sembrono.

Itu sebabnya senjata atau alat yang lebih banyak digunakan adalah yang memiliki banyak bagian kayunya.

Sekarang ini, baju berlapis baja yang dikenakan Morganeich adalah sesuatu sejenis seragam bagi Ksatria Pendeta, sehingga dalam wilayah kuil, Ksatria Pendeta diwajibkan memakai baju baja yang telah diukir lambang suci.

Bahkan Morganeich, ketika sedang melakukan kegiatan di luar kuil, biasanya memakai armor kulit (leather armor) yang terbuat dari kulit binatang terlapisi logam dan berganti-ganti antara pedang dengan tombak besar (TL Notes : greatspear yang merupakan jenis dari polearm) tergantung situasinya.

Alasan mengapa ia sedang menggunakan pedangnya adalah karena ia tidak bawa tombak favoritnya sekarang, tapi alasan utama, karena ia dapat menggunakan bagian belakang pedangnya untuk menjatuhkan Baldeo tanpa harus perlu melukainya.

Seseorang yang tanpa pengalaman bertarung tidak mungkin dapat menghindar dari serangannya. Tapi Baldeo yang telah diambil alih oleh <Devil> sedang menghindari serangan-serangan tersebut dengan kecepatan yang tidak dapat dipercaya.

Tentu saja, Morganeich tidak memakai kekuatan penuh. Karena, jika ia memukul dengan bagian belakang pedangnya, tetap saja itu senjata yang terbuat dari logam. Kalau ia mengayunkan sekuat tenaga, mematahkan tulang bukan masalah baginya.

Tetapi meskipun Baldeo menghindar, itu bukan masalahnya.

Karena mengalahkan Baldeo bukan tujuannya Morganeich. Ia sedang menahan gerakan Baldeo agar dapat memberi waktu buat Calcedonia dapat menyelesaikan bacaan mantra aria dalam sihir dan pembersihan Baldeo.

Ia bukannya lebih inferior dari <Devil> yang merasuki Baldeo. Bahkan, Morganeich mengayunkan pedangnya lebih cepat dari Baldeo.

Morganeich menutup ruang dengan serangan pedangnya dan membatasi tempat dimana Baldeo bisa mundur.

Dan Tatsumi bengong melihati kemampuan berpedang yang kuat tetapi elegan tersebut.

Jadi ini kemampuan sesungguhnya dari orang yang dikenal <<Freedom Knight>>!

Bahkan Tatsumi sekalipun, yang benar-benar seorang amatur dalam bertarung, dapat melihat kemampuan Morganeich berada jauh di atas rata-rata.

Dan orang yang sadang berada di belakang <<Freedom Knight>>, membaca mantra aria layaknya sedang bernyanyi sambil melihat area pertarungan tidak lain dan tidak bukan adalah <<Holy Maiden>>.

<<Holy Maiden>> berdiri di tempat yang tepat, sambil tidak kehilangan posisi mereka bertarung dimana ia dapat melihat, juga sambil melakukan pembacaan mantra.

Dan <<Freedom Knight>> sendiri, seperti ia memiliki mata di belakang kepalanya selalu memposisikan dirinya antara <<Holy Maiden>> dan Baldeo. Seperti itu ia melindungi <<Holy Maiden>> dengan menjadi pedang dan tameng bagi Calcedonia ketika ia menahan gerakan Baldeo.

Sekali lagi, Tatsumi terkagum akan koordinasi kedua orang tersebut.

Di saat Tatsumi tidak sadar berdiri diam di situ sambil tercengang dengan kemampuan <<Freedom Knight>> dan <<Holy Maiden>>, sihir <Exorcise> Calcedonia akhirnya telah selesai.

Seketika setelah ia menyelesaikan pembacaan mantranya, cahaya pembersihan yang cerah berwarna silver sekali lagi keluar dari bawah kaki Baldeo. Tatsumi tidak tahu ini, tetapi cahaya yang sekarang lebih kuat dari yang sebelumnya.

Karena ada sebuah ‘Penghalang’ (Barrier) yang bernama Morganeich di sana, Calcedonia dapat lebih berkonsentrasi dalam sihirnya sehingga ia dapat mengeluarkan banyak dan lebih banyak mana ke sihir tersebut.

Seketika sihir telah dikeluarkan, Morganeich berpisah dengan Baldeo dan datang ke samping Calcedonia. Lalu, seakan melindungi dia di belakangnya, ia tetap mengarahkan ujung pedangnya ke arah Baldeo, yang berada di dalam area cahaya tersebut.

Setelah beberapa saat, cahaya yang menyilaukan tersebut akhirnya padam. Sosok Baldeo yang terkapar di atas tanah berada di situ.




“…..Bagaimana?”

“Aku mengeluarkan mana yang lumayan banyak pada <<Exorcise>> tadi. Aku gak yakin ‘dia’ dapat bertahan tapi….”

Bersama-sama mereka memperhatikan Baldeo yang terjatuh tanpa melepaskan pandangan terhadapnya.

Terutama Calcedonia, yang sihirnya tadi sempat dilawan, tetap terus memperhatikannya tanpa lengah apakah ada keanehan lain atau tidak.

Setelah waktu yang cukup lama, menilai kalau sudah aman, mereka mulai mendekati Baldeo.

Tatsumi, yang memperhatikan dari jarak yang cukup jauh, tiba-tiba berteriak dengan suara nyaring.

“Jangan ke sana dulu! Di dekat orang itu masih ada sesuatu!”

Mendengar suara tersebut, Calcedonia dan Morganeich tiba-tiba berhenti melangkah.

“Ma-Master!? Apa master bisa melihat ‘sesuatu’?”

“Ti-Tidak mungkin… jangan-jangan! Apakah dia seorang [Perceiver]!?”

Tidak mungkin untuk melihat <Devil> yang tidak memiliki badan. Itu sebabnya <Devil> dapat diam-diam mendekati target yang akan dirasuki, dan membuat bisikan pada telinga mereka.

Tapi ada orang-orang yang dapat melihat <Devil> sejak lahir dan bahkan mendengar suaranya. Kemampuan ini tidak ada hubungannya dengan sihir, tapi sesuatu yang sudah bawaan dimiliki seseorang karena keturunan, dan jumlah orang yang memiliki kemampuan ini bahkan lebih sedikit dari jumlah penyihir. Bagaimana pun juga, orang-orang yang memiliki kemampuan tersebut keberadaannya sangatlah berharga dalam pertarungan melawan para <Devil>.

Dan mereka disebut dengan [Perceiver].

Kenyataanya, apakah Tatsumi adalah seorang [Perceiver] atau bukan masih belum pasti, tapi di situasi seperti ini, ia tidak mungkin untuk bohong.

Berpikir seperti itu, Morganeich sekali lagi mengambil jarak dari Baldeo. Sedangkan Calcedonia, ia mundur lebih cepat dari Morganeich tanpa ada perasaan ragu sedikit pun.

Ketika Morganeich dan Calcedonia berjaga-jaga untuk merasakan sesuatu di sekitar mereka, Tatsumi dapat dengan jelas melihatnya.

‘Itu’ berada pas di atas Baldeo yang terbaring di atas tanah. Ada sesuatu seperti kabut asap hitam yang mengapung di sana.

Kalau dilihat baik-baik, sesuatu seperti makhluk hidup dapat juga dilihat di sana.

“……..Anak kecil*…..?”

(TL Notes : di englishnya Hungry Ghost, yaitu dalam tradisional China digambarkan sebagai makhluk yang terbentuk karena perasaan nafsu hewani yang tinggi, dalam jepangnya ‘餓鬼’,, jadi saya artikan ‘anak kecil’)

Tatsumi bergumam. Dan seperti yang ia kira, terlihat seperti anak-anak seperti Tatsumi.

Badan yang menyerupai anak-anak yang kira-kira baru masuk sekolah dasar, tapi dengan kepala yang anehnya sangat besar. Dengan mata yang melotot bercahaya merah, badannya kurus seperti kawat tapi memiliki perut yang membengkak.

Dan ‘itu’ memiliki sebuh tanduk di dahinya mirip seperti Oni*. Bentuknya mirip sekali dengan hantu anak kecil yang ia lihat di gambar-gambar.

(TL Notes : makhluk jahat, kuat, dan menakutkan yang dipercaya memiliki kekuatan supernatural dalam kepercayaan jepang. Oni digambarkan sebagai laki-laki besar berambut gondrong dan keriting. Matanya besar menakutkan. Di kepalanya terdapat dua buah tanduk (oni merah) atau sebuah tanduk (oni biru)).

Kukuku. Ada orang di sini yang menyembunyikan nafsu besarnya!

‘Itu’ berbicara dengan suara yang tidak seperti sebuah suara. Dan Tatsumi dapat mendengarnya dengan jelas.

“Morga!! Lari dari situ!!”

<Devil> yang hanya terlihat oleh mata Tatsumi dengan lambat tapi pasti melayang ke arah <<Freedom Knight>>.

Morganeich sendiri sudah sangat waspada, tapi karena ia tidak dapat merasakan <Devil>, ia mengijinkan <Devil> tersebut dengan mudah mendekati dirinya.

Lalu,


<Devil> yang berhasil mendekati <<Freedom Knight>> memasuki tubuhnya sambil tertawa jahat ketika perlahan meresap masuk.

No comments:

DMCA.com Protection Status