Ore no Pet wa Seijo-sama Chapter 19 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ore no Pet wa Seijo-sama Chapter 19 Bahasa Indonesia

July 10, 2017 Reisen

Chapter 19 - Kebangkitan

Translator : Reisen




Sesaat sebelum sabetan pedang horizontal Morganeich mencapai Calcedonia,

Tatsumi langsung loncat ke depan dan mendorong Calcedonia.

Calcedonia, yang tiba-tiba terdorong dari samping kehilangan keseimbangan dan terjatuh.

Tetapi Tatsumi tidak peduli akan hal itu.

Tatsumi yang sekarang berganti tempat dengan Calcedonia, terkena tebasan pedang dari <<Freedom Knight>>.

Ia merasakan panas terbakar membelah di dadanya. Di saat yang sama, ia juga merasakan darahnya muncrat keluar.

Ketika darahnya mengalir keluar dari badannya, kekuatannya makin lama makin menghilang. Tatsumi terjatuh berlutut, kemudian langsung roboh ke depan begitu saja.




Morganeich, yang dikendalikan amarah, menoleh ke arah laki-laki yang tergeletak di genangan darah dengan sedikit kesadarannya.

Lelaki ini adalah serangga. Dia adalah serangga pengganggu yang selalu mengambil bunga kesayangannya. Kalau dibiarin, dia akan merusak bunga kesayanganku.

Tetapi, semua telah berakhir. Dia akhirnya berhasil memusnahkan serangga bodoh itu yang mau menodai bunganya.

Dan bunga itu sendiri harusnya merasa bahagia ketika serangga itu musnah.

Sambil berpikir seperti itu, dengan wajah kemenangan ia melihat bunga kesayangannya yang terjatuh ke bawah.

Tapi, ia tiba-tiba merasa tidak tenang.

Bunga itu melihat ke arah dirinya yang memasang wajah tersenyum. Meski ia sudah menduga itu, entah mengapa bunga itu melihat ke arah serangga yang tergeletak di lautan darah dengan mata terbuka lebar.

“Ah, jadi begitu.” Dia mengerti.

Setelah melihat bangkai serangga itu, bunga kesayangannya menjadi sakit. Karena sudah pasti sebagai bunga suci, bangkai serangga yang menjijikkan pasti tidak enak untuk dilihat.

Tapi tidak apa-apa. Karena sebentar lagi dia akan segera dibersihkan.

Kemudian ia melihat sekitar untuk menyuruh seseorang membersihkan bangkai tersebut. Tapi tidak ada siapapun yang berada di halaman kecuali dirinya dan kesayangannya.

Tiba-tiba dia ingat.

Ia menyuruh bawahannya untuk tidak masuk ke area halaman. Untuk seseoranghal ini karena harga diri untuk melindungi seseorang yang mana teman terdekatnya sehingga ia melarang orang lain untuk masuk ke sini.

Tetapi, ia tidak dapat mengingat lagi siapa seseorang tersebut. Meskipun itu adalah seseorang yang ia kenal sejak lama, seseorang yang sering kali menolong dirinya.

Pada akhirnya, semua itu adalah hal kecil. Karena yang terpenting sekarang adalah melindungi kesayangannya.

“Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakk!!!”*

(TL Notes : Sebenernya dalam jpn berteriak “Iyaaaaaa….!!!”)

Tiba-tiba, kesayangannya berteriak histeris. Lalu dia mendekati bangkai serangga tanpa peduli akan baju putihnya menjadi kotor dan mengulurkan tangannya.

“Be-Bertahanlah!! A-Aku akan pake [healing]….!!”

Kesayangannya mulai membaca mantra aria. Kalau dilihat baik-baik, ia dapat melihat dada bangkai serangga tersebut pelan-pelan masih naik turun.

Memang bener-bener serangga, susah amat matinya. Sambil berpikir seperti itu ia mendekati kesayangannya yang sedang memegangi si serangga di tangannya.

Ketika ia mendekat, kesayangannya tetap membaca mantra sambil melototinya.

Pandangan itu, seakan seperti dirinya adalah musuh terbesarnya. Karena ia kira dia akan berterima kasih tetapi malah seperti itu, ia agak sedikit kecewa.

Dengan pandangan seperti itu, dia mengatakan jangan mendekat.

Karena diperlakukan begini, ia mulai menjadi kesal.

Mengapa? Mengapa kamu melihatiku seperti itu? Aku memusnahkan serangga itu demi kamu, aku khawatir padamu, lalu mengapa?

Kekesalannya semakin membesar.

Dia tiba-tiba merasakan ada seseorang yang tertawa jahat di telinganya tetapi langsung ia lupakan.

Dengan kekesalannya semakin tinggi, ia tiba-tiba dengan kuat mengambil tangan bunga itu dan menarik dia ke arahnya.

*Baam* sesuatu yang empuk dan hangat terdorong ke dadanya. Tentu, itu adalah badan si bunga.
Di saat yang sama, suara gedebuk juga terdengar. Karena ia tiba-tiba menarik bunga tersebut, badannya serangga pasti jatuh ke tanah.

“Le-Lepasin!! Ka-Kalau aku gak cepet-cepet [Healing], M-Master nanti…..!!!”

Bunganya dengan susah payah berusaha melepaskan diri. Lalu tanpa menoleh ke dirinya sekalipun, dia tetap melihati serangga itu dengan wajah putus asa.

Mengapa? Kalau melihatiku dengan wajah kebencian! Tapi mengapa dia bersusah payah hanya karena seekor serangga!?

Pertanyaannya semakin menambah kekesalannya.

Benar! Buat dia mengerti perasaanmu. Pakai saja kekerasan agar dia dapat mengerti.

Sekali lagi, suara berbisik di telinganya. Dan dia menyetujui suara tersebut. Lalu dia, tersadar.

Beberapa saat lalu, ia mencoba melawan suara itu. Tapi dirinya yang sekarang sudah tidak lagi. Bahkan, ia sudah tidak perlu lagi. Karena seperti yang suara itu katakan, yang perlu ia lakukan hanyalah membuat badan bunga itu menjadi miliknya dengan paksaan.

Cahaya merah di matanya semakin menyala.

Dengan satu tangan ia memegang erat kedua tangan bunga tersebut, dan dengan tangan yang satunya lagi ia meraih ke bagian dada bunga itu. Ia ingin menyobeknya, tempat dimana belahan dada itu mengintip. Lalu ia menggenggam bagian pakaian yang sudah tersobek tadi, dan tambah disobeknya.

Bunga itu kembali berteriak histeris.

Dan dua buah putih, bulat, besar muncul ke permukaan. Kedua buah yang tadi dibalut kain putih tipis terlihat di bawah matahari.




Selagi ia terus menyobek pakaiannya, bagian atas badan bunga itu sekarang hampir menjadi telanjang.

Tapi dia, yang sekarang ini hampir telanjang, bahkan tidak mencoba untuk menutupi badannya, dia hanya ingin berlari menuju yang paling dicintainya.

Kalau ini adalah Calcedonia biasanya, maka ia dapat berpikir dengan tenang dan mulai membuat sihir serangan.

Tapi sekarang, karena orang tercintanya hampir tewas, ia kehilangan ketenangannya.

Jika ia tidak mulai melakukan [healing]…. Kalau dibiarkan dia akan segera berhenti bernapas.

Cuma ini yang ia pikirkan sekarang, sehingga ia gagal menyadari kalau ia dapat menyerang <<Freedom Knight>>, yang terasuki <Devil> dengan sihir.

Ia bahkan tidak sadar kalau pipi lembutnya basah karena air mata.

Baju yang telah tersobek tambah terbuka lebar saat ia berontak berusaha melepaskan diri.

Mungkin itu yang membuat dia kesal. Atau mungkin gairahnya yang terangsang. <<Freedom Knight>> meraih bagian bawah bajunya dengan tangan.

Tetapi ia tetap tidak sadar. Karena sesuatu yang ada di matanya sekarang hanyalah sosok seorang lelaki yang ia impikan untuk bertemu di mimpinya sejak dulu.

Lalu, tangan <<Freedom Knight>> sedikit demi sedikit meraih bajunya. Tapi ketika <<Freedom Knight>> menggenggam bajunya, dia entah mengapa menjadi berhenti memberontak.

Dia yang dari tadi panik memberontak, sekarang ini ia hanya melihat satu hal.




Tentu, karena bunga itu yang dari tadi memberontak tiba-tiba berhenti, kesadaran <<Freedom Knight>> yang hampir hilang merasakan ada hal aneh.

Apa dia akhirnya menyerah? Ketika berpikir seperti itu, ia melihat ke arah wajah bunga itu.

Apa yang ada di sana bukannya keputus-asaan, tetapi wajah kaget.

Sembari mengikuti pandangannya bingung apakah yang terjadi, penglihatannya sampai pada serangga yang seharusnya sudah sekarat.

“Ja-Jangan….!! K-Kalau memaksakan bergerak lukanya nanti….!!”

Suara lemah yang penuh kekhawatiran keluar dari bibir bunga itu.

Sekarang ini.

Serangga yang terbaring di atas lautan darah pelan-pelan mencoba untuk bangun.




Ia mendengar suara.

Itu adalah suara keluarga kesayangannya, suara teriakan. Suara itu membuat kesadarannya kembali muncul, yang tadi berada di kegelapan.

Bahkan sekarang ini, darah masih keluar dari luka di dadanya, dan genangan darah di sekitarnya semakin lebar dan melebar.

Tapi biarpun begitu, ia ingin berdiri untuk menjawab suara anggota keluarganya itu.

Tanpa sadar, ia memegang tombak pendek yang berada di tanah. Ia menggenggam dan ingin menggunakan itu untuk berdiri tetapi Lagi-lagi ia terjatuh. Berulang-ulang kali.

Ia jatuh ketika mencoba untuk berdiri; ia terjatuh kembali ketika ingin bangkit.

Setelah berkali-kali seperti itu, akhirnya ia dapat berdiri.

Ketika ia melihat sekitar dengan pandangannya yang buram, ia dapat melihat keluarga tersayangnya di dalam dunia samar-samar tersebut

Tapi, bagian atas pakaiannya tersobek-sobek parah, serta kedua buah bundaran indahnya yang tadi terlapisi pakaian tipis sekarang terbuka lebar.

Setelah melihat seperti itu, apa yang ia rasakan bukan gairah tetapi amarah. Tapi amarahnya bukan tertuju pada <<Freedom Knight>> yang berdiri di sebelahnya, tetapi pada dirinya.

Karena kelemahannya, dia harus merasakan pengalaman pahit seperti itu.

Meskipun dia memakai pakaian dalam tipis, bagi dia yang umurnya masih segitu buah dadanya terbuka lebar di bawah sinar matahari pasti suatu hal yang sangat memalukan.

Maafkan aku. Karena aku sangat lemah, kamu harus mengalami hal memalukan seperti itu.

Sambil ia meminta maaf pada dirinya dalam hati, ia melangkah maju ke arahnya.

Ia seperti berjalan diatas spons, leat-leot, terlihat seperti akan jatuh kapan saja.

Tapi tetap saja ia terus menkonsentrasikan hati dan jiwanya untuk berjalan maju agar ia dapat sampai padanya.

Gak lagi. Aku bener-bener gak mau lagi. Aku gak mau kehilangan orang-orang yang kusayangi lagi.

Ia tiba-tiba mengingat saat dimana ia kehilangan orang tua dan adiknya.

Ketika berada di atas kasur rumah sakit, waktu ia sadar, polisi memberi tahukan kenyataan keras sebagai seseorang yang baru mengalami kecelakaan.

Perasaan kehilangan yang ia rasakan waktu itu, seperti dunia disekitarnya hancur berkeping-keping.

Tapi meski begitu alasan mengapa ia dapat melanjutkan hidup karena ada dirinya, yang tidak lain tidak bukan hanyalah seekor burung kecil.

Dia adalah keluarga terakhirnya. Si kecil, tapi keluarga yang paling dicintainya.

Sehingga ia memutuskan untuk hidup dengan keluarga kecilnya. Tapi bahkan keluarga terakhirnya sekalipun harus meninggal dunia.

Karena dia telah mencapai batas hidupnya. Ia yang akhirnya benar-benar sendiri, sempat memutuskan untuk bunuh diri.

Tetapi, lagi-lagi. Dia memberi cahaya harapan pada dirinya.

Keluarga kecilnya yang berenkarnasi sebagai gadis cantik di dunia lain memanggilnya ke sini.

Dan ia sekali lagi bertemu kembali dengan dirinya di dunia lain. Meski sosoknya berubah, ia masih tetap keluarganya.

Itu sebabnya.

Dirinya, dirinya memutuskan.

Ia memutuskan untuk tinggal di dunia ini bersama keluarganya. Dan sekarang ini, apapun yang terjadi, dia akan melindungi mereka.

Memang, dipanggil ke dunia lain benar-benar membuat dia kebingungan. Ia juga merasa agak tidak nyaman.

Namun, dia selalu berada di sampingnya. Dan selama keluarganya masih berada di sampingnya, ia akan terus hidup.

Tapi semua itu, hanyalah jika selama keluarganya masih berada di sampingnya.

Sekarang ini, keluarga tercintanya berada dalam bahaya. Ia tidak mau jika ia hanya tertidur di bawah. Tidak mungkin ia menginginkan itu.

Memang benar aku orang lemah. Boro-boro <<Freedom Knight>>, aku yakin aku lebih lemah dari siapapun. Tapi meskipun begitu aku akan melindungimu apapun yang terjadi. Aku gak mau kalah dari siapapun lagi.

Satu langkah. Dan selangkah lagi. Sambil pelan-pelan berjalan per langkah seperti itu, pelan tapi pasti ia mendekat pada dirinya.

Akhirnya, ia dapat meraihnya.




“……Le…..pa….sin…….Chii…………ko…..”

Suara yang sangat sangat pelan. Cocok mirip dengan suara serangga.

Serangga yang dapat bangun, berjalan maju dengan langkah leat-leot.

Gak mau mati-mati kau ini. Kali ini aku akan menghabisimu.

Setelah mendorong bunga yang ia pegang, ia kembali mencabut pedang kesayangannya dari sarungnya.

Saat ini, serangga itu mendekati dirinya dengan langkah ogal-agil. Dia mau membelah serangga itu secara vertikal, jadi ia mengangkat pedangnya ke atas kepala.

Serangga itu berada pada jarak ayun pedangnya. Menunggu momen itu, ia mengayunkan pedangnya ke bawah.

Seketika pedangnya menyentuh kepala serangga itu, terjadi ledakan cahaya tiba-tiba dan sosok serangga tersebut menghilang.




Dan Calcedonia yang terdorong ke samping melihat kejadian tersebut tidak menghiraukan untuk menutupi dadanya yang terbuka.

Lelaki kesayangannya terombang-ambing datang menuju ke arahnya. <<Freedom Knight>> mengangkat pedang ke arah lelaki itu untuk memotongnya.

Untuk sesaat, ia melihat ilusi lelaki yang terpotong vertikal menjadi dua.

Tetapi di saat pedang <<Freedom Knight>> itu hampir menyentuh si lelaki.

Sesuatu mulai keluar dari badan lelaki tersebut.

“I-Itu….!”

Di saat itu, di matanya, mata seorang penyihir dapat merasakannya. Apa yang keluar dari badan lelaki itu adalah cahaya terang mana.

“M-Mananya master…. D-Dan jumlah ini….!!”

Dia mengerti. Karena dia sendiri adalah seorang penyihir hebat, ia tahu seberapa besar jumlah mana tersebut.

Itu adalah jumlah yang membuat mana miliknya bukan apa-apa. Dan terlebih lagi, bukan hanya itu yang membuat ia terkejut.

“……C-Cahaya mana emas…? I-Itu kan…..!?”

Ketika berguman kaget, sosok lelaki yang berlapis cahaya tersebut menghilang dari jangkauan pedang <<Freedom Knight>>, membuatnya mengenai ruang hampa.

<<Freedom Knight>> kehilangan keseimbangan karena ayunan pedang berkekuatan penuh tiba-tiba tidak mengenai apa-apa. Lalu, sosok lelaki itu muncul kembali.

Suara sepatunya menginjak tanah dapat terdengar.


Lelaki yang muncul di belakang <<Freedom Knight>> menggenggam tombak pendek di tangannya erat-erat dan mengayunkan bagian samping tombaknya sekuat tenaga ke arah kepala <<Freedom Knight>>.

No comments:

DMCA.com Protection Status