Ore no Pet wa Seijo-sama Chapter 20 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ore no Pet wa Seijo-sama Chapter 20 Bahasa Indonesia

July 12, 2017 Reisen

Chapter 20 - <Sky>

Translator : Reisen



Tiap-tiap atribut sihir memiliki warna masing-masing.

Misalnya, Calcedonia yang memiliki tingkatan tertinggi dalam sihir atribut <Holy>, ketika ia menggunakannya, sihirnya mengeluarkan cahaya silver putih.

Selain itu, dalam sihir Calcedonia, <Flame> berwarna merah tua, <Sea> berwarna biru tua, <Tree> berwarna hijau muda, dan <Lightning> berwarna ungu kebiruan.

Dan sihir yang Tatsumi gunakan mengeluarkan sinar berwarna emas.

Berdasarkan kitab-kitab tua, dulu hanya ada satu orang yang pernah menggunakan sihir tersebut, sihir legendaris <Sky>.




Serangan tombak pendek berasal dari samping.

Bagi seseorang seperti Tatsumi yang boro-boro teknik menggunakan tombak, teknik bela diri simple saja tidak bisa, itu hanya sebuah pukulan baseball.

Ia hanya mengayunkan tombak pendek tersebut secara horizontal. Itu hanyalah serangan yang sangat amatur yang bahkan tidak dapat dibilang sebagai teknik bertombak.

Meskipun begitu, bagian kayu tombak yang diperkuat dengan mana mengenai kepala Morganeich atau harusnya seperti itu.

Tetapi sebelum tombaknya mengenai kepala Morganeich, ia memasukkan pedangnya ke dalam celah antara dia dengan tombak.

Mungkin ini adalah hasil yang ia capai setelah mengasah kemampuan bertarung, atau mungkin karena ada <Devil> di dalam tubuhnya, sehingga ia dapat melakukan itu.

Alasannya tidak jelas, tetapi Morganeich entah bagaimana dapat menangkis serangan sekuat tenaganya Tatsumi sambil mengubah postur tubuhnya.

Ditambah lagi, ia dengan terampil dapat menggunakan pedangnya untuk membuat tombak Tatsumi terlempar dari tangannya.

Itu adalah bukti jika ia bukan orang amatur seperti Tatsumi, tetapi adalah seorang ksatria tangguh. Tidak peduli jika ada <Devil> yang merasuki tubuhnya, ia tetap tidak melupakan teknik bertarung yang telah ia latih bertahun-tahun.

Tapi meskipun ia dapat menangkis, karena postur tubuhnya berubah ketika menerima serangan Tatsumi sehingga, <<Freedom Knight>> terbata-bata mundur beberapa langkah.

Akan tetapi, ia dengan cepat memperbaiki postur tubuhnya dan mewaspadakan pedangnya sambil berputar ke belakang. Meskipun terdapat jarak beberapa langkah dari dirinya ke Tatsumi. Jika ia bergerak cepat, cukup baginya untuk membuat Tatsumi berada dalam jarak ayun pedangnya.

Kilatan tajam pedang menyerang Tatsumi. Pedangnya tidak mengenai apa-apa selain ruang hampa, karena sosok Tatsumi kembali menghilang.

Mata bercahaya merah <<Freedom Knight>> memperlihatkan pertanda ketakutan. Lalu dibelakang ksatria itu, sosok Tatsumi muncul kembali.

Tangannya tidak lagi memegang senjata. Gantinya adalah, genggaman tangan kanan berlapis cahaya emas dengan cepat diayunkan ke wajah Morganeich.

Lagi-lagi serangan tiba-tiba dari arah belakang. Bahkan untuk <<Freedom Knight>> sekalipun ia tidak dapat langsung bereaksi.

Tapi entah bagaimana ia dapat memiringkan lehernya dan mencoba untuk menahan tinjuan itu. Lagian, Tatsumi tidak pernah melakukan latihan bertinju jadi ia seharusnya tidak dapat mengeluarkan banyak momentum. Jadi walaupun wajahnya kena, dampak serangan yang ia terima akan menjadi minimum.


Harusnya seperti itu.

Tapi ketika tinjuan Tatsumi mengenai wajah Morganeich, semua mana emas itu meledak dengan suara –baaaam!!- dan Morganeich yang memakai armor sekalipun terlempar dengan mudahnya.

Walaupun ia terlempar, ia berguling beberapa kali untuk mengurangi dorongan ledakan dan mencoba memperbaiki postur tubuhnya dengan kepala pening. Lalu ia melihat ke arah musuhnya, Tatsumi. Tidak, ia mencoba untuk melihat.

Tetapi Tatsumi yang barusan tadi berdiri di sana beberapa saat lalu menghilang.

Morganeich terkaget dengan hilangnya tiba-tiba musuh di depannya. Tapi dengan insting tangguh ksatrianya, ia dapat merasakan sesuatu dari belakang.

Merasakan itu, ia membungkuk ke depan. Setelah berguling sekali, ketika ia memeriksa apa yang ada di belakangnya, ia melihat Tatsumi sedang meninju ruang kosong.




Ketika terdorong ke bawah, Calcedonia lagi-lagi kembali terkejut setelah melihat sosok Tatsumi.

Dia yang memperhatikan pertarungan dari sudut pandang orang ketiga dapat melihat kecepatan berpindah mengerikan Tatsumi yang melebihi kecepatan Morganeich musuhnya.

Baru saja ia melihat Tatsumi menghilang, dia tiba-tiba muncul di belakang Morganeich. Bagi mata Calcedonia, itu adalah perpindahan yang melebihi gerakan cepat antar ruang.

“……Teleport…..tasi….?” *

(TL Notes : di jepangnya “……瞬間……転移……” atau instant transition)

Sebuah kata tanpa sengaja keluar dari bibir Calcedonia.

Itu adalah, tidak salah lagi, sihir dalam area system atribut <Sky>.




Dahulu, ada seorang penyihir hebat bernama Teiyoto Zamui.

Dia yang bahkan disebut sebagai <<Grand Mage>> adalah orang yang tercatat dalam sejarah yang dapat menggunakan sihir atribut <Sky>.

<Sky>, sihir yang hanya ia seorang dapat gunakan adalah sihir yang masih berada di atas <Holy> dalam diagram system sihir, dan dikatakan sebagai tingkatan tertinggi dalam atribut <Light>, karena <Sky> dapat memanipulasi ruang dan waktu. Dengan kata lain, itu adalah sihir ketika seseorang dapat melewati batas ruang.

Pada dasarnya, ritual yang Calcedonia lakukan untuk memanggil Tatsumi adalah sesuatu yang ditinggalkan dari Teiyoto, dan tidak mungkin dapat dilakukan selain orang dengan atribut sihir <Sky>.

Walaupun begitu, Calcedonia dapat berhasil melakukan ritual hanya menggunakan sihir <Holy> yang mendekati system sihir <Sky>.

Menggunakan sumber mana besar dalam tubuhnya, dan dari sumber mana tanah suci bawah tanah, ia entah bagaimana dapat berhasil.

Tentu saja, keahliannya dalam memanipulasi sihir juga merupakan salah satu faktor.

Tapi sekarang ini.

Di depan matanya, Tatsumi, yang menghilang lalu muncul kembali secara terus menerus, adalah cara penggunaan umum dari salah satu sihir atribut <Sky>, <Perpindahan Instant> (Instant Transition). Setidaknya, itu yang terlihat pada mata Calcedonia.

Mengapa Tatsumi, yang dikatakan tidak memiliki mana sama sekali, dapat menggunakan sihir? Dan bahkan itu adalah sihir legendaris <Sky>.

Calcedonia tentu saja tidak tahu jawabannya.

Terlebih lagi, darah yang keluar dari luka di dadanya terhenti. Sepertinya ia mengaktifkan sihir healing tanpa sepengetahuannya.

Saat ini hanya sihir atribut <Light> dan <Water> dan tingkatan dari atribut itu saja yang dapat menggunakan sihir penyembuhan.

<Sky> adalah tingkatan yang lebih tinggi dari atribut sihir <Holy> dan <Light>. Sehingga tentu saja, atribut <Sky> juga dapat menggunakan sihir healing.

“……M-Master orang kedua pemilik sihir legendaris <Sky>…..?”

Lupa dengan keadaan sekarang, pipi Calcedonia berubah pink saat ia mengamati Tatsumi dengan mata memanas. (TL Notes : Feverish eyes?)




Tatsumi menyerang sambil menghilang dan muncul kembali.

Tapi ia hanya memakai itu beberapa kali.

Boro-boro latihan combat, Tatsumi adalah orang yang jarang sekali berada dalam pertarungan.

Tidak ada yang namanya tinjuan tangan kosong, ataupun tinjuan satu arah. Jadi ia tidak dapat menggunakan tinjuan-tinjuan tanpa arah melawan seseorang yang mengabdi pada dunia nyata serta pertarungan mematikan.

Saat ini, Morganeich dapat dengan aman menghindari tinjuan Tatsumi meski ia tiba-tiba muncul di belakangnya. Karena ia dapat memprediksikan kalau Tatsumi akan muncul pada titik butanya setelah ia menghilang.

Walaupun berada di titik butanya, jika ia tahu serangan selanjutnya berasal dari situ tidak sulit untuk menghindar. Terlebih lagi, Morganeich bahkan dapat menyerang balik sambil menghindari Tatsumi.

Tetapi sama, Tatsumi dapat menghindari serangannya. Tentu dengan menghilang.




Berapapun banyaknya ia mengayunkan pedang, pedang itu tidak dapat sampai pada musuh.

Walaupun ia sudah mengibaskan pedangnya ke bawah, atau dari bawah ke atas, atau dari samping horizontal. Tentu, meski ia sudah menusukkan ke arah dia.

Layaknya seperti sedang memotong asap, bagaimanapun ia mencoba, pedangnya tidak dapat meraih Tatsumi.

Memang, serangan Tatsumi hanya seperti serangan kanak-kanak. Tidak lagi setelah serangan tiba-tibanya dapat diprediksi, harusnya tidak ada kemungkinan dirinya untuk terkena tinjuan amatur Tatsumi.

Tapi, karena serangannya juga tidak ada yang kena, itu membuat perasaan tidak puas pada dirinya semakin memanas.

Cuma serangga beraninya! Padahal hanya lompat sana-sini saja!

Morganeich yang telah mengayunkan pedang kesekian kalinya. Tapi Tatsumi dapat menghindar dengan menghilang.

Dimana dia!? Dimana dia akan muncul!?

Ia mencoba merasakan keberadaan sekitar. Tapi kali ini ia tidak dapat merasakan keberadaan Tatsumi.

Mau sampai kapan kamu main-main? Cepat dan musnahkan serangga itu.

Diam! Gak usah dikasi tahu aku juga udah tahu!

Sambil dalam hati membalas suara yang terdengar di telinganya, <<Freedom Knight>> mencoba merasakan keberadaan Tatsumi.

Yang merasa kesal bukan hanya <<Freedom Knight>>, tetapi juga <Devil> yang bersarang di dalamnya.

Ketika manusia yang dirasukinya tadi terkena pukulan tinjuan emas, ‘itu’ merasakan sekujur tubuhnya seperti dirobek-robek.

Serangannya terasa berkali-kali lebih kuat dan lebih sakit dari yang ia rasakan dari wanita yang terjatuh di sana.

Itu sebabnya <Devil> itu mencoba mendorong manusia yang dirasukinya untuk memusnahkan lelaki itu secepat mungkin.

Kekesalah dan ketidaksabaran <Devil> itu menstimulasi hostnya lebih jauh.

Kesadaran tipis <<Freedom Knight>> sedikit demi sedikit diwarnai oleh kekesalan <Devil>.

“Gaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh!!!”

Dan ketika kekesalannya berada pada puncaknya, Morganeich meraung.

Menghadap langit, layaknya binatang buas.

Tapi raungan itu tiba-tiba berhenti.

Sekarang ini, mata merahnya buram karena kesal. Tetapi tiba-tiba matanya terbuka lebar.

Mata merahnya dapat dengan jelas melihat.

Dari atas kepala ksatria itu, Tatsumi jatuh lurus ke bawah dari langit.

Tatsumi tidak berpidah ke belakang dia, tapi dari atas!

Manusia, untuk beberapa alasan, tidak biasanya memusatkan perhatian ke atas. Itu bukan karena titik buta seseorang, tetapi kesadaran. Untuk seorang amatur seperti Tatsumi, serangan tiba-tiba biasa tidak akan bisa jika ia ingin tinjunya dapat mengenai seseorang seperti <<Freedom Knight>>.

Tidak ada yang tahu apakah Tatsumi merencanakan itu atau tidak sebelumnya, tapi alhasil ini adalah serangan yang berhasil.

“OOoooooooooooooooo!!”

Kali ini, Tatsumi yang berteriak.

Dengan bantuan gravitasi, Tatsumi meluncur lurus ke arah ksatria di bawahnya.

Morganeich, yang baru saja melihat Tatsumi, dengan cepat mencoba untuk menghindar dari jarak serangnya. Tapi, ia sudah sangat terlambat. Jarak dia dengannya terlalu kecil untuk menghindar.

Layaknya burung yang meluncur menerkam mangsanya, tumit berlapis cahaya emas Tatsumi mengenai pas di wajah <<Freedom Knight>>.




Terdapat ledakan cahaya emas.

Cahaya emas yang menyebar di sekitar halaman layaknya awan petir mengguncang semak beserta pohon-pohon.

Tapi sesuatu yang paling merasakan efek ledakan bukan pohon maupun semak, tetapi <Devil> yang bersarang di dalam Morganeich.

Cahaya emas dari tendangan Tatsumi membanjiri tubuh Morganeich.

Sambil menghapus kegelapan yang berada di dalam dirinya, cahaya emas akhirnya dapat menyerang <Devil> yang berada di paling dalam Morganeich.

Cahaya emas seperti ribuan jarum, menusuk ke arah <Devil> yang tidak memiliki tubuh fisik.

<Devil> itu mengeluarkan raungan derita.

‘Itu’ mengumpulkan kekuatannya dan akhirnya, ‘itu’ dapat merasuki seorang manusia.

Dan setelah ‘itu’ dapat melakukannya, kekuatan <Devil> meningkat secara drastis. Bahkan dapat menolak sihir <<Exorcise>> Calcedonia beberapa kali.

Dan sekarang <Devil> tersebut,

Hancur lebur tanpa perlawanan dengan cahaya emas itu, seperti kabut yang hilang karena adanya sinar matahari pagi.

A-Apa ini!?? Cahaya sialan ini!! Apa ini sebenarnya! Mana ini?!

Agar dapat lepas dari penderitaannya, <Devil> itu memutuskan untuk membuang host nya.

Tapi keputusan tersebut terlalu terlambat. Cahaya emas sudah memenuhi tubuh <<Freedom Knight>> dan ‘itu’ sudah tidak dapat lari lagi.

Keberadaan yang bernama <Devil> tersebut sedikit demi sedikit menghilang terkena imbasan cahaya emas yang datang dari segala arah dan akhirnya, ‘itu’ telah musnah.




Ledakan emas yang sangat kuat. Calcedonia panik memegang tanah agar tidak terlempar dari efek ledakan.

Setelah ledakan akhirnya selesai Calcedonia mulai bergerak, ia melihat ke arah sekeliling.

Di tengah-tengah ledakan, terdapat kubangan kecil* dan semua tanaman disekitarnya habis, dan sama pula pada daun-daun pepohonan, mereka semua hampir terhempas.

(TL Notes : lubangnya mirip crater / kubangan / kawah kecil)

Lalu, pada mata ruby Calcedonia, sosok Tatsumi terbaring tidak sadarkan diri pada sela-sela batu muncul.

“Master!?”

Ia panik berdiri dan lari ke tempat orang tersayangnya berada.

Tapi di saat ia berlari, kedua belahan gunung yang dibelah lembah memantul naik turun, dan ia akhirnya sadar dengan keadaan memalukannya.

Ia menutup dadanya dengan tangan, dan berlutut di sebelah Tatsumi.

Setelah itu ia membungkuk dan memastikan jika ia bernafas normal.

“Maafkan aku, master. Aku pinjam ini sebentar.”

Sambil membantu Tatsumi duduk, ia melepas seragam pendetanya lalu memakai itu.

Meskipun bajunya ternoda oleh darah menjadi merah tak karuan, tentu saja Calcedonia tidak peduli akan hal itu.

Ia merasa sedikit bersalah karena ia menelanjangi lelaki dalam keadaan tidak sadar, tapi itu juga sesuatu yang perlu untuk memeriksa lukanya.

Walaupun tadi ada irisan pedang besar di bajunya, entah bagaimana tetap dapat menutup bagian atasnya. (TLN : bagian atas Calcedonia)

Lalu, sekali lagi ia mencoba memeriksa luka di dadanya. Walaupun luka pedang yang ia terima memanjang lebar di dadanya masih belum sepenuhnya sembuh, pendarahannya benar-benar telah terhenti. Jantugnya juga berdetak normal, meskipun nafasnya agak terengah-engah, tetapi tidak pelan.
Setelah memastikan nyawanya tidak dalam bahaya, ia memulai membaca mantra healing.

Di saat cahaya silver keluar dari telapak tangannya, cahaya itu menyelimuti lukanya dan luka itu dengan cepat menjadi sembuh.

Ia memastikan jika lukanya benar-benar tertutup, dan bernafas lega, setelah itu ia kembali melihat sekitar.

Di samping dirinya adalah Tatsumi, dan sedikit lebih jauh adalah Morganeich. Termasuk Baldeo, terdapat tiga orang lelaki yang terbaring tanpa kesadaran.

Setelah benar-benar menyembuhkan Tatsumi, ia memeriksa keadaan Baldeo dan Morganeich.

Mengapa ia memeriksa Morganeich terakhir? Yaa mungkin karena di dalam dirinya, keberadaan sosok Morganeich telah jatuh lumayan jauh.

Dan untuk memastikan, ia mengikat badan Morganeich dengan <<Belenggu Tumbuhan>>.

Setelah selesai memeriksa keduanya, tampaknya mereka hanya terkena luka-luka ringan, tidak ada yang mengancam nyawa.

Ketika seseorang telah dirasuki oleh <Devil> dan berubah menjadi <Demon>, beberapa kasus mereka dapat menjadi lumpuh setelah dibersihkan (exorcism). Karena pada kasus-kasus tersebut <Devil> berhasil mengambil alih pikiran mereka sepenuhnya.

Karena ia tidak memiliki cara memeriksa keadaan mental mereka dalam kondisi seperti ini, ia memikirkan cara untuk membawa Tatsumi ke tempat lain.

Karena dia hanya seorang wanita terlebih lagi sendiri, tidak mungkin ia dapat membawa mereka bertiga pergi. Sehingga ia harus memanggil bantuan.

“Master. Tunggu sebentar yaa. Aku akan kembali setelah memanggil bantuan dan membuat master benar-benar dapat beristirahat. Juga…”

Calcedonia melihat sekitar dan setelah memeriksa tidak ada seorang pun disana, ia kembali membungkuk mendekati Tatsumi, dan dengan bibir pink basahnya ia menyentuh pipi Tatsumi.


“…..Terima kasih…… telah menyelamatkanku…. Itu sangat….sangat membuatku bahagia.”

Ia berbisik pelan di telinganya, dengan kedua pipinya yang berubah merah.


Setelah itu, untuk memanggil bantuan juga melaporkan pada kakeknya, Giuseppe, tentang kejadian ini, ia pergi meninggalkan taman.

No comments:

DMCA.com Protection Status