Ore no Pet wa Seijo-sama Chapter 21 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ore no Pet wa Seijo-sama Chapter 21 Bahasa Indonesia

July 13, 2017 Reisen

Chapter 21 - Arah yang Menunjukkan Jalan

Translator : Reisen




Perlahan

Perlahan-lahan ia mulai tersadar.

Kesadaran Tatsumi yang terombang-ambing di kegelapan pelan-pelan mulai muncul ke permukaan.

Kegelapan di sekitarnya perlahan mulai hilang digantikan cahaya yang bersinar, dan kesadarannya muncul.

Tiba-tiba.

Seperti ada yang memanggil namanya.

Apa itu ayahnya? Atau ibunya? Atau bahkan adiknya.*

(TL Notes : Bagi yang lupa adiknya perempuan)

Yaa pasti itu salah satu keluarga yang tinggal bersamanya dalam waktu lama, lama sekali. Suara yang memanggilnya itu juga merupakan alasan mengapa ia dapat sadar.

Sedikit-demi sedikit, kesadarannya mulai kembali. Dalam pikirannya, sosok seorang perempuan dengan rambut pirang platinum dan mata ruby merah terbayang di sana.




Ketika Tatsumi membuka matanya, kilauan cahaya mengenai matanya bagaikan ribuan jarum-jarum dan ia refleks menutup matanya kembali.

Apa yang ia sadari dari penglihatan sekilas itu adalah keadaan sekitar, ia berada di kamar tamu tempat ia tinggal pertama kali ketika datang ke dunia ini.

Tatsumi pelan-pelan kembali membuka matanya, cahaya di luar masih terasa silau bagi matanya, tapi tidak lama ia menjadi terbiasa.

Sepertinya Tatsumi sedang tidur di atas kasur. Karena ia tidak nyaman dalam keadaan berbaring seperti itu, ia bangun.

Tiba-tiba, Tatsumi merasakan dirinya berat sekali seperti semua tulangnya terbuat dari besi. Sepertinya ia merasa sangat, sangat kelelahan.

Tapi dengan susah payah akhirnya ia dapat duduk, dan ketika ia ingin melihat sekeliling ruangan terdengar suara pintu terbuka, lalu wanita berambut pirang platinum yang sudah tidak asing lagi masuk ke dalam.

Ketika gadis itu melihat Tatsumi duduk, matanya terbuka lebar karena kaget.

“M-Master….?”

Suara serak keluar dari bibir pink miliknya.

Lalu, benih-benih air mata mengalir keluar dari mata merah ruby nya itu.

Sebelum Tatsumi dapat melakukan sesuatu, ia langsung memeluknya erat.

Tiba-tiba dipeluk Calcedonia seperti itu, Tatsumi kehilangan keseimbangan dan terjatuh kembali di atas kasur.

“Untung….. U-Untung saja….. Master bisa, Master bisa sadar kembali….”

Calcedonia berbicara sambil menangis.

[Bentar, kayaknya ini pernah terjadi deh?] yang Tatsumi pikirkan.

Tiba-tiba, dadanya terasa sedikit sakit.

Tatsumi bingung mengapa kok bisa sakit, lalu ia dapat mengingat apa yang terjadi waktu itu.

Pertarungan mati-matian yang ia lakukan melawan <<Freedom Knight>> Morganeich, dan ajudan Giuseppe Baldeo yang telah dirasuki oleh monster mengerikan yang dinamakan <Devil>.

“Master…? Apa ada masalah?”

Mungkin karena badan Tatsumi tiba-tiba terhenti. Setelah menyadari kalau ada yang salah, Calcedonia yang memeluk badan Tatsumi dari atas duduk di atas badannya.

“A-Apa luka di dada master sakit? M-Maafkan aku! K-Karena tindakan bodoh ini…”

Calcedonia turun dari kasur panik dan meminta maaf pada Tatsumi.

“Gak apa-apa, Chiiko. Memang agak sakit, tapi karena itu kepalaku jadi ingat kembali. Juga, aku senang Chiiko bisa aman sekarang.”

“T-Terima kasih banyak. Tapi untuk jaga-jaga, biarkan aku mengecek luka itu lagi.”

Setelah mengangguk pada Calcedonia. Tatsumi melepas pakaian atasnya.

Terdapat bekas garis luka memanjang pada dadanya.

Calcedonia mendekati wajahnya ke arah bekas luka tersebut, lalu memeriksa sambil sedikit menyentuhnya.

“Lukanya sudah tertutup sempurna. Tapi karena ini luka sangat dalam, kurasa master lebih baik harus istirahat kembali…”

“Yaa… memang sudah sewajarnya sih. Sehabis bertarung seperti itu dengan luka yang seperti ini, dapat dibilang aku bernasib baik.”

“Tapi… bekas luka ini mungkin tidak akan hilang.”

Sambil berwajah sedih, Calcedonia pelan-pelan menyusuri bekas luka itu dengan jarinya.

“Gak usah khawatir. Beda dengan perempuan, gak masalah kalau laki-laki punya satu atau dua bekas luka.”

Sambil menahan rasa geli di dadanya, Tatsumi kembali mengingat situasi sekarang ini.

Ia sedang duduk di atas kasur tanpa pakaian atasan.

Dan Calcedonia (walaupun itu hanya memeriksa lukanya), wajah cantiknya sedang berada dekat sekali dengan dadanya.

Dan itu berarti, mereka sangat dekat satu sama lain.

Kalau ia merubah arah pandangnya sedikit saja, ia dapat melihat lekukan luar biasa dari dua gunung besar Calcedonia di bawah bajunya.

Tatsumi merasa hatinya makin lama makin berdetak kencang.

“Apa ada masalah? Detak jantungnya kok tiba-tiba jadi kencang…?”

“E-E-En-En-Enggak ada masalah! Gak ada apa-apa!! Yap!!”

Ia malu karena matanya terlalu melihati dada itu, dan ia juga malu karena Calcedonia berada terlalu dekat dengan dirinya. Ia mencari-cari alasan dengan wajah merahnya.

Tapi bagaimana pun ia menyembunyikan, kebenaran pasti akan terungkap.

Calcedonia mengetahui area dimana arah pandangan Tatsumi melihat, dan ingat posisi mereka sekarang, ia menjadi memerah.

“M-Muu….!! Master ini.....”

Calcedonia membuat wajah sedikit cemberut sambil menyembunyikan dadanya. Tapi tetap saja, ada perasaan bahagia dalam kecemberutan dalam wajah merahnya itu.

“M-Master….K-Kalau...Kalau master mau... A-Aku gak… gak keberatan…”

“C-Chiiko…”

Dengan wajah memerah, keduanya semakin mendekat satu sama lain.

Lalu, ketika jarak antara kedua bibirnya hanya tinggal beberapa centi.

“Ahem!!”

Suara batuk yang jelas-jelas dibuat dapat terdengar. Tatsumi dan Calcedonia cepat-cepat panik sama-sama menjauh.

“Bagus kalau jarak antara para pemuda pemudi ini semakin dekat, aku sendiri merasa sangat senang tapi… paling tidak, kalian seharusnya melakukan itu setelah menutup pintu dan jendela. Lagian, ini adalah tempatnya Dewa…Kuil…bukankah begitu?”

Giuseppe berdiri di depan pintu sambil menggeleng-gelengkan kepala.

Rupanya setelah Calcedonia masuk ke ruangan, karena ia terlalu terkejut dengan Tatsumi yang tiba-tiba sadar ia lupa untuk menutup pintu.




Calcedonia mengambil kursi di ruang tamu dekat kasur Tatsumi untuk tempat duduk Giuseppe.

Dan Calcedonia sendiri tetap berdiri di belakang Giuseppe.

“Pertama-tama, aku senang dapat melihat menantu dapat sadar kembali.”

Dari cara bicara Giuseppe, dan reaksi Calcedonia tadi, Tatsumi akhirnya bertanya tentang apa yang mengganggu di pikirannya.

“Apa….aku tertidur cukup lama?”

“Benar. Sudah 3 hari berlalu semenjak kejadian di taman waktu itu. Kamu tidak sadarkan diri selama 3 hari penuh.”

“T-Tiga hari…? Selama itu…?”

Tatsumi terkejut setelah mendengar kalau ia tidak sadar selama 3 hari penuh. Baginya, ia merasa bertarung melawan <Devil> barusan tadi.

“Menantu juga salah satu orang yang terlibat, jadi aku akan menjelaskan padamu tentang apa yang terjadi saat itu. Tapi sebelum itu, seberapa banyak yang kamu ingat?”

Ditanyai Giuseppe, Tatsumi mencoba mengingat urutan kejadian waktu itu.

Ia mendengar kalau ajudan Giuseppe Baldeo dirasuki oleh <Devil> dan menyerang Calcedonia di halaman.

Di saat itu, bersama-sama Morganeich mereka menuju ke halaman untuk menyelamatkan Calcedonia.

Dan dengan kerja sama antara Morganeich dan Calcedonia, mereka dapat berhasil mengeluarkan <Devil> dari badan Baldeo.

Tetapi <Devil> tersebut sekali lagi masuk ke dalam tubuh Morganeich, lalu menyerang Calcedonia.

Dan untuk menyelamatkannya, ia tanpa sadar melompat ke depan ayunan pedang dan menggantikan Calcedonia terkena serangan pedang tersebut.

Sebagian besar hanya itu yang ia ingat. Setelah itu ia hanya ingat samar-samar akan dirinya panik melawan Morganeich untuk menyelamatkan Calcedonia, tapi tidak terlalu jelas.

“…Jadi, kamu tidak ingat kalau kamu ada memakai sihir?”

“A-Aku pakai…..sihir? tapi, aku gak punya mana kan?”

“Memang benar. Waktu kamu tertidur, kami tidak menemukan adanya jejak mana dalam dirimu. Tapi…”

“Tapi, aku benar-benar melihatnya! Master memakai sihir, dan bukan hanya itu saja, Master memakai sihir legendaris atribut <Sky>.”

Calcedonia dan Giuseppe menjelaskan pada Tatsumi apa itu sebenarnya sihir atribut <Sky>.

Dalam sejarah, hanya ada satu orang yang dapat menggunakannya secara maksimal… itu hanya mitos…bukan, hanya sebuah system atribut sihir legendaris. Dan Tatsumi dapat menggunakan sihir <Sky> tersebut tanpa sadar.

Sulit dipercaya baginya karena semua itu hanya diberi tahu, tapi Giuseppe dan Calcedonia tidak ada alasan untuk berbohong.

Berarti ia memang dapat menggunakan sihir legendaris tersebut. Sejujurnya, itu tetap sulit untuk dipercaya.

Dan bukan hanya Tatsumi yang kebingungan. Giuseppe dan Calcedonia juga tidak bisa berkata apa-apa tentang kenyataan yang tidak mereka mengerti tersebut.

Sudah dipastikan kalau Tatsumi waktu itu menggunakan sihir <Sky>, <<Perpindahan Instant>>. Calcedonia sendiri yang melihatnya secara langsung.

Tapi sekarang, ia tidak dapat merasakan sedikitpun mana dari Tatsumi. Tidak mungkin bagi seseorang untuk menggunakan sihir tanpa memiliki mana.

“…Hmm?”

“…Ah?”

Calcedonia dan Giuseppe yang dari tadi memiliki wajah kebingungan menjadi kaget.

Sekarang ini, Tatsumi tidak menghiraukan mereka, tetapi sedang menutup dan membuka genggaman jarinya untuk memastikan adanya sesuatu. Dan mereka, Giuseppe serta Calcedonia, merasakan adanya jejak mana dari Tatsumi.

Itu hanyalah setitik kecil, layaknya benang tipis, yang bahkan tidak dapat mengeluarkan cahaya. Tapi Giuseppe dan Calcedonia dapat merasakan adanya jumlah kecil mana dari Tatsumi yang seharusnya benar-benar tidak memiliki mana sama sekali.

“…K-Kakek…A-Apa, ini…?”

“Sejujurnya…. Aku sendiri juga tidak mengerti. Tapi meskipun sedikit, aku memang merasakan adanya mana dari dirimu menantu.”

Sambil mengelus-elus jenggot putih, panjangnya, Giuseppe mulai memikirkan tentang mana aneh Tatsumi.

Ada sebuah perkataan dari dunia lama Tatsumi [Semakin tua, semakin bijak], dan Giuseppe sendiri tidak menghabiskan tahun-tahun hidupnya dengan sia-sia.

Jumlah pengetahuan serta pengalaman besar yang ia miliki selama bertahun-tahun hidup masih berada dalam ingatannya. Sekarang ini, Giuseppe sedang mencari memori-memori tersebut yang setidaknya mirip dengan kasus Tatsumi kali ini.

Tidak lama, ia mengingat kejadian mirip dengan apa yang Tatsumi alami.

“Mungkin... Menantu tidak memanipulasi mana dari dalam dirinya, [Inner Origin]… tapi dari luar [Outer Origin]…..?

“Eh? Eeeeeh!?”

Mata Calcedonia terbuka lebar setelah mendengar gumaman Giuseppe.

Dan Tatsumi, orang yang dibicarakan malah mempertanyakan mengapa Calcedonia berteriak seperti itu, bukannya dirinya sendiri dan memasang muka heran.

“O-Oi Chiiko? Apa maksud [Outer Origin] [Inner Origin] yang Giuseppe-san sebut tadi?”

“Ah! I-Iya. Inner dan Outer Origin, kan

Dunia ini adalah dunia yang dialiri oleh mana. Mana berada di segala tempat, dari tanaman rimbun yang para herbivora makan, sampai pada pucuk atas yang bahkan burung tidak dapat jangkau. Surga para ikan, dari lautan sampai habitat manusia yaitu daerah perkotaan.

Mana yang mengalir tersebut dinamakan [Outer Origin] sedangkan mana yang berada dalam makhluk hidup dinamakan [Inner Origin].

Dan jumlah mana yang berada pada lingkungan sekitar, yang berada pada atmosfer jauh lebih banyak daripada jumlah mana yang makhluk hidup dapat keluarkan.

Misalnya, jumlah mana dalam diri Calcedonia dapat dikatakan merupakan jumlah top tier dibandingkan mana yang orang biasa punya, tetapi dibandingkan dengan jumlah mana pada lingkungan sekitar diibaratkan setitik air di lautan luas.

Dan Giuseppe masih mempertanyakan, jika mana saat itu, apakah adalah [Outer Origin] yang dikontrol oleh Tatsumi.

“Itu berarti, menantu tidak memiliki mana nya sendiri. Jadi tidak heran kalau kita tidak dapat merasakan adanya mana sebelumnya. Kamu hanya mengambil jumlah mana yang cukup di waktu yang tepat dari sekitaran. Yaa, memang aku tidak punya bukti, tapi masuk akal jika seperti ini, juga aku tidak dapat memikirkan ada hal lain selain ini.”

Apakah ia terkejut, ataukah terkagum. Apapun itu, dari nada bicaranya inilah teori berdasarkan Giuseppe.

“T-Terus Chiiko…. Itu, memanipulasi mana [Outer Origin], apa itu tidak biasa?”

“Enggak, bukannya tidak biasa lagi. Pada dasarnya, orang tidak dapat menggunakan [Outer Origin] tahu?”

Dalam kasus ritual-ritual dan sejenisnya, seseorang dapat mengambil mana [Outer Origin] dengan menggunakan lingkaran sihir (TLN : Magic Circles?) tapi untuk mengontrolnya secara langsung adalah sesuatu yang mustahil.

Mungkin saja dahulu ada orang yang dapat mengontrolnya, tapi setidaknya tidak ada disebutkan dalam sejarah ataupun teks-teks kuno yang diturunkan sejak zaman dahulu. Dengan kata lain, jika apa yang dikatakan Giuseppe benar maka itu membuat Tatsumi sebagai pengguna [Outer Origin] pertama dalam sejarah.

“Kalau apa yang kakek katakan benar berarti Master benar-benar tidak dapat memakai sihir dari dalam, tapi mengambil mana dari sekitar untuk menggunakan sihir.”

“Tapi kamu tidak boleh terlalu meninggikan kemampuanmu karena ini tahu? Sama seperti tempat-tempat yang dipenuhi mana seperti tanah suci bawah tanah, ada juga tempat-tempat yang aliran mana nya sangat tipis. Pada area-area tersebut, kamu bahkan dapat kesusahan mengumpulkan mana.”

Pada intinya, bagi Tatsumi yang terlihat seperti memiliki jumlah mana yang tidak terbatas, dapat juga dikatakan ia tidak memiliki jumlah mana yang tetap seperti lainnya dan hanya bergantung pada lokasi.

Dan itu adalah salah satu kekurangan dari penyihir lainnya.

Tatsumi yang diam mendengaran penjelasan Calcedonia dan Giuseppe mengangguk akan nasihat Giuseppe, tapi wajahnya menunjukkan ekspektasi tinggi.

Sihir, kekuatan mitos yang ia sudah sekali menyerah. Dan sekarang ia tahu ia dapat menggunakan kekuatan tersebut, Tatsumi tidak dapat untuk tidak berekspektasi.

“Tapi… kalau dipikir-pikir sekarang, menantu memang benar-benar sosok yang sangat tidak wajar. Pengguna sihir atribut <Sky>, dan terlebih lagi dapat memanipulasi mana [Outer Origin]. Dan dari yang kudengar dari Calcedonia, kamu juga seorang [Perceiver].”

Tentu saja, apakah semua orang yang berasal dari dunia Tatsumi seperti itu, atau hanya Tatsumi sendiri yang dirinya berbeda, Giuseppe tidak tahu akan hal itu.

Jika ia ingin memastikan, ia harus memanggil ratusan manusia yang berasal dari dunia Tatsumi. Tapi kenyataannya itu adalah hal yang mustahil.

Giuseppe melihati Tatsumi. Ekspresinya yang dari tadi santai tiba-tiba menjadi tegang. Dan seakan terpengaruh hal itu, Tatsumi dan Calcedonia juga menegangkan ekspresinya.

Dengan aura layaknya pedang tajam, Giuseppe dengan hati-hati mengusulkan sesuatu.



“Bagaimana kalau gini, menantu? Kamu, bersama Calsey mau gak menjadi seorang Exorcist?”


(Mungkin agak terlambat tapi maaf kalau ada kejadian yang harusnya doki-doki malah kagak karena di translate jadi bahasa Indonesia. Dan juga kalau ada kesalahan translate atau typo silahkan tulis di komen)

No comments:

DMCA.com Protection Status