Ore no Pet wa Seijo-sama Chapter 22 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ore no Pet wa Seijo-sama Chapter 22 Bahasa Indonesia

July 15, 2017 Reisen

Chapter 22 - Keputusan Tatsumi

Translator : Reisen




“Aku gak setuju!!”

Setelah mendengar apa yang Giuseppe katakan, Calcedonia dan Tatsumi keduanya langsung bengong beberapa saat. Tapi mungkin karena Calcedonia langsung sadar duluan, ia berteriak tidak setuju.

“Gak mungkin aku mengijinkan master melakukan sesuatu yang berbahaya!! Lagian mengapa kakek mau menjadikan master sebagai Exorcist!?”

Calcedonia marah pada Giuseppe dengan ekspresi dan pandangan mata seperti pembunuh, yang membuat Tatsumi kembali menjadi bengong, tapi dengan maksud yang berbeda.

“Tenang dan pikirkan dulu, Calsey. Tidak ada seorang pun yang benar-benar pas menjadi Exorcist selain menantu. Dia seorang penyihir <Sky>, pengguna [Outer Origin], dan juga [Perceiver]. Bagi <Devil>, dia itu seperti lawan terburuknya.”

“Memang, aku juga setuju…. Tapi kakek, kakek tidak berpikir untuk menggunakan master sesukanya seperti alat, kan?”

Calcedonia mendekati kakeknya dengan pandangan membunuh*. Tapi Giuseppe sendiri bukanlah amatur. Ia terlihat santai-santai saja menerima pandangan Calcedonia yang mematikan itu.

(TL Notes : ibaratkan idiomnya org luar ‘if looks could kill’)

“Ya ampun… kamu selalu mudah kehilangan kesabaran* kalau topiknya tentang menantu. Aku cuma mau mendengarkan pendapatnya saja, tidak ada maksud lain. Kalau dia tidak mau, aku juga tidak akan memaksanya, tahu?”

(TL Notes : mungkin lebih tepatnya mudah T E R P I C U)

Menghela nafas kelelahan, Giuseppe kembali menghadap Tatsumi.

“Jadi, bagaimana? Yaa, aku tidak menyuruhmu untuk langsung melawan <Devil> atau <Demon> sekarang juga. Pertama kamu harus membangun kekuatan dasar fundamental bertarung, dan sambil mengumpulkan pengalaman kamu juga akan kuberi pelatihan praktikal bertarung sedikit demi sedikit. Kamu bisa melakukan latihan bertarung bersama para Ksatria Pendeta, sedangkan untuk sihir, Calsey dan aku akan membantumu. Tidak usah khawatir, kamu bisa melakukannya pelan-pelan sambil melatih kemampuanmu. Jadi, bagaimana? Apa kamu mau mencoba?”

“Master… Master tidak perlu memaksakan diri, bilang saja tidak mau kalau memang tidak suka.”

Giuseppe dan Calcedonia menunggu jawaban Tatsumi. Tatsumi berpikir sambil menoleh gantian antara kedua orang di depannya tersebut.

“…Hmm, kamu tidak perlu menjawabnya sekarang juga tidak apa-apa. Pikirkan baik-baik dan

“Enggak usah Giuseppe-san. Akan kulakukan. Bukan, biarkan aku melakukannya. Biarkan aku menjadi Exorcist seperti Chiiko.”

Tatsumi melakukan posisi seiza* di atas kasur, dan menundukkan kepalanya pada Giuseppe.

(TL Notes : ini di chapter sebelumnya uda dibahas, posisi duduknya jepang ketika ingin memohon pada seseorang, jelasnya googline / liat yg sebelumnya)




“M-Master….kenapa…?”

Calcedonia menunjukkan ekspresi sedih sambil melihat Tatsumi yang kembali duduk dari posisi seizanya.

Tatsumi tersenyum padanya, dan menjelaskan tentang perasaannya pada Calcedonia.

“Hey, Chiiko. Aku mau menjadi lebih kuat.”

“Menjadi lebih kuat….?”

“Iya. Aku sadar. Kalau dunia ini jauh lebih berbahaya dari di Jepang sana… dari dunia dimana aku berasal. Dan di dunia ini, aku harus menjadi lebih kuat supaya bisa melindungi keluarga supaya bisa melindungi dirimu.”

“Master…”

Setelah terus terang dirinya dipanggil sebagai keluarga, wajah Calcedonia langsung memerah dan matanya berkunang-kunang.

“Dan sekarang ini, setelah bertarung melawan <Devil>… aku mulai sadar bagaimana bahayanya mereka.”

Jika seseorang mengatakan di dunia ini tidak ada orang yang benar-benar baik dan bersih, itu memang tidak jauh dari kenyataannya. Setiap orang pasti memiliki satu atau dua rahasia kegelapan dalam dirinya.

Sama juga dengan Giuseppe dan Calcedonia, bahkan Tatsumi sekalipun. Selama dia adalah manusia, maka di suatu tempat dalam hatinya pasti ada nafsu dan hasrat gelap.

Dan para <Devil> merangsang nafsu-nafsu tersebut, dan membuatnya menjadi lebih kuat. Salah satu keluarga atau teman tersayang kita tiba-tiba suatu hari nanti dapat berubah menjadi <Demon>. Dan karena hal itu, menjadikan <Devil> sangat menakutkan dan berbahaya.

Bahkan kedua orang yang dapat dibilang suci dan bersahaja seperti Baldeo dan Morganeich juga termakan oleh <Devil>. Siapa dan kapan saja seseorang dapat berpotensi menjadi korban para <Devil>..

“Jika aku memiliki kekuatan untuk melawan para <Devil>, maka aku akan menguatkan kekuatan tersebut. Yaa, aku tidak bermaksud ingin menyelamatkan semua orang di dunia ini yang dirasuki <Devil>. Tapi setidaknya aku akan menyelamatkan orang yang kulihat dengan kekuatanku ini.”

Tatsumi tiba-tiba mengubah posisi duduknya.

Lalu ia menghadapkan kepalanya ke Calcedonia, dan menunjukkan senyum malu-malu.*

(TL Notes : gak terlalu jelas gimana senyumnya, bisa dibilang setengah senyum nakal?)

“….Tapi, yaa, sejujurnya. Yang paling ingin kulindungi hanya satu orang saja.”

“Eh…?”

Mendadak, jantung Calcedonia langsung melompat dengan –Badump!! Saat ini, Tatsumi memandanginya dengan mata yang sangat tulus. Siapa orang yang mau ia lindungi? Matanya dengan jelas menjawab pertanyaan itu.

“Aku senang Chiiko mengkhawatirkanku. Waktu itu, ketika aku lari ke halaman bersama Morga-san untuk menolongmu, kamu bilang aku adalah beban. Tapi kamu sengaja mengatakan karena punya maksud lain kan? Itu menyuruhku agar pindah ke tempat yang lebih aman, kan?”

Sekarang ini, Tatsumi sadar. Ia sadar mengapa Calcedonia waktu itu dengan kasar memberi tahu Tatsumi bahwa ia hanyalah beban.

“Memang, dari sudut pandangmu aku tidak lebih dari sekedar beban. Tapi suatu hari…pasti suatu hari nanti aku akan bisa bertarung bersama-sama di sisimu. Enggak, aku akan menjadi lebih kuat lagi agar dapat melindungimu seperti yang Morga-san lakukan.”

Tatsumi dapat mengingat jelas image koordinasi sempurna dari Calcedonia dan Morganeich.

Ia tidak tahu apakah ia dapat sampai pada level itu, tapi yang jelas itu menjadi tujuannya sekarang.

“Karena itu…Aku akan menjadi seorang Exorcist. Aku akan menjadi Exorcist dan melindungi Chiiko…..Enggak, aku akan menjadi laki-laki yang dapat melindungi gadis yang bernama Calcedonia….!!”

Aku akan menjadi seorang Exorcist. Tatsumi dengan jelas memberitahukan keinginannya pada Calcedonia dan Giuseppe.

Ini adalah momen, dimana penyihir hebat <<Sky Soarer>>* membuat keputusan tentang masa depannya.

(TL Notes : itu sebenernya ‘pengguna sihir <Sky>’ atau  天翔 = Tenshō’, tpi ikutin English aja TL nya)




Wajah tegang Giuseppe perlahan menjadi tenang, dan ia mengangguk setuju.

“Keputusanmu, aku sudah terima dengan baik. Tapi…aku tidak bisa tiba-tiba menjadikan seseorang yang sama sekali tidak punya pencapaian sebagai Exorcist. Pertama, kamu harus melewati berbagai rintangan dan pelatihan dalam kuil ini, lalu mendapatkan pengalaman nyata sebagai pemburu monster di kota. Calsey di sini, <<Freedom Knight>> Morganeich…dan semua Exorcist lain pertama juga memulai pengalaman bertarung sebagai pemburu monster.”

Memang benar, seperti yang Giuseppe katakan. Pertama, seseorang harus mencoba melawan monster yang berada di bawah kelas <Devil> atau <Demon>, lalu baru mengincar tingkatan mereka sedikit demi sedikit menjadi <Devil>. Itu adalah aturan yang semua orang ikuti.

“Di kota Levantes ini, ada banyak tempat penginapan dan bar dimana para pemburu monster berkumpul. Setelah sedikit bisa bertarung, pergilah ke sana untuk mengambil request dan job.”

Termasuk kerajaan Largofiely, di dalam benua Zoysalight terdapat setidaknya satu bar atau tempat penginapan dimana para pemburu monster berkumpul, bisa di tiap-tiap kota dan bahkan di dalam desa. Dan di tempat tersebut, seseorang dapat mengambil request penaklukkan monster. Bukan, lebih tepatnya, karena terdapat request di sana, para pemburu monster yang berdatangan.

Berdasarkan Calcedonia dan Giuseppe, kelihatannya, sekilas, Morganeich hanyalah seorang pemburu monster biasa. Tapi kemampuannya yang telah diakui sehingga ia dapat bergabung pada kuil sebagai seorang Exorcist.

“Ah iya….baru ingat sekarang…..”

“Ada apa?”

Melihat Tatsumi yang tiba-tiba teringat sesuatu, Calcedonia bertanya sambil memiringkan kepalanya, ahoge nya juga ikut bergoyang.

“Aku baru ingat. Apa yang terjadi pada Morga-san dan Baldeo-san setelah itu?”

Morganeich dan Baldeo waktu itu telah dirasuki dan dikendalikan oleh <Devil>. Tatsumi akhirnya bertanya tentang keadaan mereka baru sekarang.

Apa yang terjadi pada mereka? Apa mereka dihukum karena sebuah kejahatan yaitu dirasuki oleh <Devil>?

Tatsumi, yang tidak tahu tata aturan di negara ini, agak sedikit khawatir.

Tetapi ekspresi Calcedonia dan Giuseppe langsung menjadi kusam.

“B-Bentar…jangan-jangan apa mereka dituduh telah melakukan kejahatan besar… apakah begitu?”

“Bukan, bukan itu. Memang bukan begitu tapi… iya, agak sedikit repot. Alasan mengapa aku datang ke sini bukan karena hanya ingin melihat keadaanmu, tapi aku ingin berunding padamu tentang suatu hal.”

“Berunding sesuatu….dengan ku?”

‘Benar’. Angguk Giuseppe, tetapi wajah senyum yang biasanya tidak terlihat di situ.




Sepertinya, berdasarkan aturan di negara ini, selama tidak melakukan sesuatu yang serius, seseorang yang telah dirasuki oleh <Devil> tidak dituduh melakukan kejahatan.

Tentu saja, jika orang tersebut membunuh dan memusnahkan satu kota, maka ia jelas harus dihukum, tapi dalam kasus parah tersebut, hukuman selama 10 tahun sudah cukup.

Karena orang yang berubah menjadi <Demon> mudah untuk diidentifikasi dengan mata merahnya, jika mereka melakukan sebuah kejahatan, mereka dapat dimaafkan dengan alasan, ‘Karena mereka dikontrol, mereka tidak melakukan tindakan tersebut secara sengaja’.

Kalau dilihat sekilas, itu merupakan hukuman yang terasa ringan, tapi ada satu hal yang biasa orang tidak tahu.

Beberapa generasi lalu, rupanya raja di negara ini merupakan orang yang tergolong serakah.

Ia adalah tipe yang mudah marah dan kehilangan kesabaran jika ia tidak mendapatkan apa yang ia inginkan, seperti harta langka atau wanita cantik, dan ia sering memakai kekuatan kekuasaan raja seenaknya sendiri.

Karena ia sadar akan keserakahannya itu, ia takut bahwa suatu hari nanti ia akan dirasuki oleh <Devil> dan berubah menjadi <Demon>, sehingga ia selalu hidup dalam ketakutan.

Kalau begitu yang harus ia lakukan hanyalah mengontrol keserakahannya saja, bukan? Tidak, orang itu bukan tipe yang dapat melakukannya.

Ia tidak melakukannya, tetapi sebagai gantinya ia membuat peraturan yang menyatakan bahwa ‘Seseorang yang dirasuki oleh <Devil> harus dimaafkan. Yang salah di situ adalah <Devil>, bukan korban yang dirasukinya.’ Dan dari situlah asal mula aturan yang diterapkan sekarang ini.

Dengan kata lain, itu adalah rencana agar dia (si raja) tidak dihukum karena melakukan kejahatan jika ia suatu hari dirasuki oleh <Devil>.

Tapi untuk yang lainterutama rakyat jelata, menerima aturan yang sangat baik itu begitu saja. Sampai-sampai mereka lupa bahwa raja tersebut merupakan raja yang dipenuhi keserakahan, dan bahkan beberapa orang menghormati raja tersebut sebagai penguasa toleran.

Apapun alasannya bagaimana aturan tersebut dibuat, kenyataannya aturan itu diterima secara luas, dan bahkan setelah kematian raja tersebut, aturan itu tetap masih diberlakukan.

“Walaupun mereka berdua dikontrol <Devil>, tidak ada dampak mental dan hanya luka-luka ringan saja. Kami dapat memutuskan berdasarkan hukum yang berlaku pada mereka sehingga mereka dapat melanjutkan kehidupannya secara normal……yang harusnya aku katakan, tapi...”

Giuseppe menghela nafas suram.

“Memang, aturan tersebut tidak dapat menghakimi Morganeich, tapi kejadian kali ini berlangsung di area kuil. Daerah yang berada di luar kekuasaan kekerajaan, di dalam halaman kuil kami. Dan di halaman tersebut, tindakannya merupakan tindakan kekerasan terhadap salah satu pendeta kami, Calsey, serta dirinya sendiri, yang juga merupakan bagian dari kami – kami tidak dapat untuk tidak menghukumnya dalam kasus ini….”

“Eh? Jadi Morganeich-san dan Baldeo-san gimana…?”

“Sepertinya Baldeo lumayan menyesal pada kejadian ini. Ia secara langsung memundurkan diri dari posisi sebagai ajudanku juga posisi Petinggi Pendetanya (High Priest), dan berencana melakukan perjalanan keagamaan* untuk merefleksikan kesalahan dan ego pada dirinya. Kemungkinan, ia tidak ada rencana untuk kembali ke kuil ini lagi.”

(TL Notes : melakukan perjalanan untuk menolong sesama manusia, dalam rangka penebusan dosa)

Jadi, Baldeo berencana menghabiskan waktu hidupnya untuk mengembara, tidak akan lagi kembali ke Levantes, ke Kuil Savaiv ini. Sebegitu besarnya ia kali ini menyesali perbuatannya.

“Dia adalah orang yang aku anggap sangat kompeten, tetapi melihat keputusan teguhnya, akan susah untuk mengganti rencananya itu. Jadi pada akhirnya, aku membiarkan dia melakukan apa yang ia inginkan.”

Sambil mengatakan itu, Giuseppe menjatuhkan pundaknya. Dan Calcedonia yang berdiri di sampingnya juga terlihat sedikit kesepian.

Pertama, ia adalah ajudan serta bawahan kepercayaan Giuseppe, dan kedua, ia seperti kakak laki-laki bagi Calcedonia. Meskipun Calcedonia adalah korban utamanya kali ini, tapi ia tidak menaruh rasa benci pada Baldeo. Dari ekspresi mereka tersebut, sepertinya mereka akan merasa kesepian dalam beberapa waktu.

“…Seperti itu, kasus Baldeo telah selesai sampai di sini, tapi….yang menjadi masalah adalah Morganeich.”

Giuseppe menghela nafas panjang dan menoleh ke Calcedonia yang berdiri di sebelahnya.

“Bisa kasih tahu Morga kalau Tatsumi sudah sadar? Dan juga suruh dia untuk ke sini.”

“Baiklah.”

Calcedonia menundukkan kepalanya pada Giuseppe dan Tatsumi lalu tanpa berkata apa-apa ia meninggalkan ruangan.

“Kasus Morga ini agak sedikit lebih rumit dari Baldeo….”

Ketika ia mengatakan itu, pundaknya kembali makin merendah.




“Menantu, kamu tahu kan kalau Morga ini orang yang terkenal di kuil… bukan, di seluruh negara ini, kan?”

Setelah Calcedonia pergi, Giuseppe lanjut berbicara pada Tatsumi.

<<Freedom Knight>> yang kuil Savaiv, dan seluruh negeri Largofiely banggakan. Namanya terkenal menyebar jauh, bahkan para penyair serta pengarang lagu sampai-sampai bersaing menyanyikan kehebatannya bersama <<Holy Maiden>>.

“Dan kalau kami menyebarkan berita tentang si <<Freedom Knight>> telah dirasuki oleh <Devil>, masalahnya tidak akan selesai hanya dengan kehilangan reputasi <<Freedom Knight>> saja.”

Jika mereka menyebarkan kejadian itu ke masyarakat luas, wewenang (kuasa) yang dipegang kuil Savaiv secara keseluruhan akan menjadi turun. Ditambah lagi, tidak bisa dibayangkan nantinya apa yang akan terjadi pada masyarakat di kota jika orang sekelas <<Freedom Knight>> sekalipun dapat terpengaruh oleh bisikan <Devil>.

“Jadi….setelah berkonsultasi pada fraksi kerajaan, telah diputuskan kalau kejadian ini, terutama kejadian Morga, tidak dimuat pada publik.”

Salah satu berita baik dari kejadian buruk waktu itu, sebelum Morga memulai pertarungan, ia menyuruh yang lain untuk menjauh dari sana.

Hal itu bertujuan untuk melindungi martabat Baldeo, tapi dapat dikatakan juga orang yang mengetahui kejadian kali ini tentu saja Morganeich sendiri, yang dirasuki oleh <Devil>, juga Tatsumi dan Calcedonia yang hadir di sana.

Selain mereka, orang yang tahu hanya segelintir kecil kelompok atasan Kuil Savaiv dan kerajaan Largofiely. Untuk melindungi kuasa kuil, dan meniadakan kepanikan publik, mereka memutuskan jika kasus ini tidak pernah terjadi.

Ada juga beberapa orang yang melihat Baldeo diambil alih oleh <Devil> dan menyerang Calcedonia, tapi Baldeo sendiri, walaupun seorang Petingi Pendeta, tidak seterkenal <<Freedom Knight>>. Sehingga pada kasusnya jika tersebar ke publik tidak terlalu menimbulkan keresahan.

Dan juga, semenjak ia melakukan perjalanan keagamaan untuk menebus dosa kesalahannya, mereka tidak terlalu mempertanyakan kasusnya kembali.

Kesimpulannya, kasus ini diberi tahu publik dengan “Seorang pendeta telah dirasuki <Devil> tetapi <<Freedom Knight>> bersama <<Holy Maiden>> berhasil memusnahkannya.”

“Sebagai orang yang terlibat, dan juga sebagai orang yang nyawanya terancam dari kejadian tersebut, aku tahu kamu tidak terlalu senang akan keputusan ini……tapi… kami tidak punya pilihan. Dan tentu saja, aku akan menjaga kasus ini seberhati-hati mungkin. Maafkan aku menantu, tapi bisakah kamu melewatkan kejadian ini seperti yang kukatakan tadi?”


Berkata demikian, Giuseppe menundukkan kepalanya dalam-dalam pada Tatsumi.

No comments:

DMCA.com Protection Status