Ore no Pet wa Seijo-sama Chapter 23 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ore no Pet wa Seijo-sama Chapter 23 Bahasa Indonesia

July 17, 2017 Reisen

Chapter 23 - Lalu, Kisah pun Dimulai

Translator : Reisen



Ah begitu, jadi ini yang mau dirundingkan.

-Pikir Tatsumi.

Bagaimana pun pihak kuil dan kerajaan mau menyembunyikan, jika orang yang terlibat, aka Tatsumi, ingin membuat kejadian tersebut menyebar luas, percuma saja.

Tentu saja, Tatsumi tidak ada maksud melakukan itu, tapi bagi orang yang sama sekali tidak mengenal Tatsumi, mereka bisa melakukan hal-hal berbahaya tanpa Tatsumi sadari.

Tatsumi sendiri akan marah jika hal tersebut dilakukan karena ingin melindungi martabat negara, tetapi karena hal ini bertujuan untuk tidak menyebar kepanikan pada masyarakat, ia masih dapat terima.

“…..Bolehkah aku bertanya sebentar?”

“Apa?”

“Tentang kejadian ini, apa <Devil> yang merasuki Morga-san dan Baldeo-san semuanya punya kekuatan seperti itu?”

<Devil> itu dengan mudahnya dapat merasuki badan Baldeo serta Morga. Bahkan dapat menolak sihir <Exorcise> Calcedonia beberapa kali. Jika semua <Devil> sekuat itu, maka mereka adalah makhluk yang sangat berbahaya.

“Hmm, aku sendiri tidak melihat ataupun melawan <Devil> itu secara langsung, hanya membacanya lewat laporan, tapi <Devil> itu harusnya berada pada tingkat atas bahkan dalam kalangan <Devil> kuat sekali pun.”

Pada dasarnya, para <Devil> menghindari untuk merasuki manusia.

Memang dari seluruh makhluk, manusia lah yang memiliki nafsu paling banyak, tetapi mereka juga memiliki sihir yang dapat memusnahkan <Devil>. Jadi mereka biasanya menghindari manusia.

Juga, jumlah keseluruhan <Devil> sebenarnya sedikit. Dan kebanyakan mereka menambah kekuatannya sedikit demi sedikit dari hewan liar. Lalu ketika mereka telah cukup kuat untuk melawan manusia, barulah mereka mengincar manusia.

Selain karena faktor di atas. Manusia yang telah berubah menjadi <Demon> kebanyakan menyebabkan kerusakan parah. Dan bahkan jika dibandingkan dengan para <Demon> perusak tersebut, kasus kali ini tergolong lebih besar.

<Devil> itu bahkan dapat menahan <Exorcise> Calcedonia. Sampai sekarang, belum pernah ada <Devil> yang dapat melakukan itu.

Itu mengapa Giuseppe mengatakan kalau <Devil> kali ini lebih kuat dari yang lain.

“Dalam kasus <Devil> berkekuatan besar, dia bahkan bisa merangsang nafsu kecil sekali pun. Dan dia juga dapat membalikkan perasaan murni menjadi perasaan jahat. <Devil> lalu memakan nafsu serta perasaan yang menjadi jahat tersebut. Yaa, ini hanya gagasan teori dari orang dulu. Maksudku, tidak ada seorang pun manusia yang dapat berbicara empat mata dengan <Devil>.”

“Jadi…. Baldeo-san dan Morga-san tidak bersalah dalam kasus ini?”

“Aku tidak bisa bilang kalau mereka benar-benar tidak bersalah, tapi manusia adalah makhluk yang memiliki hasrat serta nafsu besar maupun kecil. Yang dapat kukatakan sekarang hanyalah, mereka bertemu dengan musuh yang salah.”

“Jadi begitu…. Kalau gitu masalah permohonan anda tadi, aku tidak keberatan.”

Meskipun Giuseppe bertingkah merendah di sini, selain Giuseppe, para petinggi kuil serta otak penguasa kerajaan merasa Tatsumi adalah orang yang berbahaya. Tidak aneh jika mereka mulai membunuh Tatsumi jika ia menolak permohonan tersebut.

Mungkin memang tidak ada pembunuh* yang datang, tapi kemungkinannya tidak 0%.

(TL Notes : dalam kasus ini, pembunuh yang dimaksud assassin, atau pembunuh tiba-tiba)

Selain itu, Giuseppe bahkan sampai menundukkan kepalanya, sehingga ia tidak bisa untuk menolak.

“Benarkah?! Tidak, aku terlalu mengambil hati, aku telah sangat menyusahkan menantu. Kalau begitu, apa kamu memiliki permintaan sebagai ganti kasus kali ini?”

Dengan kata lain, ‘uang suap’.

Tatsumi tersenyum tidak enak.

“Enggak, aku gak terlalu punya permintaan.”

“A-Apa!?”

Giuseppe terkaget membuka lebar matanya mendengar jawaban Tatsumi.

Kalau ini adalah Jepang modern, jika terjadi sebuah kecelakaan seseorang akan meminta uang dokter atau uang pengganti. Tapi pembayaran kali ini, dengan kata lain pembayaran [healing], Calcedonia telah menggantinya. Dan semenjak ia juga sudah dirawat dengan baik oleh Giuseppe dan Calcedonia, ia tidak mau meminta apa-apa lagi.

Kalau ini adalah “Perkembangan Event Dewasa”* Tatsumi akan mengatakan, “Gyahaha serahkan badan cucumu sekarang!” tapi meskipun ia mengatakan itu, Giuseppe dan Calcedonia sudah dari kemarin setuju. Yaa, bahkan tanpa itu pun, mereka tetap berusaha bagaimana agar Tatsumi dapat setuju.

(Tl Notes : Adult Development Events englishnya)

Dan tentu saja, Tatsumi dari awal tidak menginginkan sejenis permintaan atau sebagainya.

“K-Kau itu….bahkan setelah mengalami pengalaman pahit seperti itu kau tetap tidak menginginkan apapun?”

“Tidak, aku beberapa hari ini telah dirawat di sini oleh kalian berdua….aku gak mau bertindak serakah setelah semua itu.”

Giuseppe, yang statusnya setara dengan raja kerajaan menundukkan kepala. Permintaan apa yang tidak dapat dikabulkan? Tetapi, perbuatannya ini sangat luar biasa bagi orang di negara ini, sehingga Giuseppe kali ini benar-benar terkejut.

“Kau ini….hohoho! Aku tidak dapat berkata apa-apa lagi!”

Pulih dari ekspresi kagetnya, Giuseppe kembali memasang wajah tenang seperti biasanya, dan terlihat seakan ia sedang melihat sesuatu yang sangat menarik.




“Master, Kakek. Aku telah membawa Morga.”

Setelah mengetuk pintu, suara Calcedonia terdengar dari belakang pintu.

Setelah mengangguk pada Tatsumi, Giuseppe menyuruh kedua orang tersebut untuk masuk ke dalam.

Calcedonia pertama masuk. Diikuti oleh Morga dibelakangnya dengan kepala yang menunduk.

Kali ini, ia tidak memakai baju pelindung (armor) seperti biasanya. Dan bahkan bukan jubah pendeta tetapi pakaian rakyat jelata yang biasa Tatsumi lihat di kota. Walaupun ia merasa aneh melihatnya seperti itu karena terbiasa melihatnya memakai armor, tapi ia merasa seperti dia memiliki image baru.

“Tatsumi-dono…”

Morganeich melihat Tatsumi dengan ekspresi serius. Ia berjalan ke arah kasur lalu tiba-tiba bersujud di lantai.

“Kali ini, karena kesalahanku dan tidak bertindak dewasa, menyebabkan Tatsumi-dono terluka sangat parah…..aku meminta pengampunan anda.”

Tatsumi melihati Morganeich yang sedang meminta maaf, lalu ia membuka mulutnya setelah sadar akan sesuatu.

“….Jangan-jangan….Morga-san juga akan meninggalkan kuil? Dan sama seperti Baldeo-san, apa anda juga akan memundurkan diri begitu….?”

“Mengapa anda berpikir demikian?”

Setelah mengangkat kepalanya, Morganeich tanya balik dengan ekspresi serius.

“Hari ini, pakaian yang Morga-san pakai bukan armor yang biasanya, juga bukan jubah pendeta, tapi pakaian biasa. apa berarti Morga-san juga bersiap-siap untuk keluar?”

“Anda punya penglihatan yang bagus. Rupanya selama ini aku telah salah sangka.”

Morganeich memperlihatkan senyuman kusam.

Sejujurnya, Morganeich menilai Tatsumi ini orang rendahan.

Morganeich telah bertarung melawan monster dan demon tidak terhitung jumlahnya. Dan di mata ksatrianya itu, juga mata penyihirnya ia dapat melihat Tatsumi sejak awal, bahwa ia tidak memiliki kemampuan apapun.

Tetapi sepertinya matanya tidak benar-benar dapat melihat.

Tatsumi, yang ia kira hanyalah laki-laki biasa, dengan hebatnya mengalahkan dirinya yang telah dirasuki <Devil>, bahkan dapat memusnahkan <Devil> tersebut.

Memang, gaya bertarungnya benar-benar amatur, tetapi pada akhirnya ia tetap kalah….tidak, malah ditolong olehnya.

Morganeich sendiri tahu jika kejadian kali ini tidak dimuat ke publik.

Ia tahu jika ini adalah keputusan penguasa. Tetapi pada akhirnya ia tidak puas akan hal itu.

Ia telah sekali dirasuki oleh <Devil>. Dan orang yang menyelamatkannya adalah lelaki di depannya ini.

Tatsumi harusnya sudah mendengar hasil keputusan yang dibuat oleh pihak kuil dan kerajaan. Meskipun demikian, bisa dibilang Morganeich ini mendapat hak istimewa, ia tidak menyalahkan juga tidak menaruh dendam padanya. Ia hanya berbicara normal satu sama lain.

Benar, ia sedang berbincang-bincang normal dengannya.

Memang, hukum tidak dapat menghakimi orang yang melakukan kejahatan jika dikontrol oleh <Devil>. Tetapi orang-orang di negara ini, tidak, orang-orang di dunia ini akan membenci orang yang pernah sekali dirasuki oleh <Devil>.

Dia sudah pernah dirasuki <Devil> sekali! Gak aneh kalau itu bisa terjadi lagi.

Seseorang yang memiliki nafsu tinggi sampai-sampai bisa dirasuki <Devil>, orang itu gak bakal bisa dipercaya.

Bisa saja, <Devil> itu masih ada dalam tubuhnya.

Karena alasan-alasan semacam itu, orang-orang akan menjauh dari orang yang pernah dirasuki oleh <Devil>.

Pada kasus yang parah, masyarakat bahkan akan jijik ketika berada di sampingnya saja.

Tetapi lelaki ini dengan tenang berdialog dengannya, seolah-olah tidak ada yang salah.

Sepertinya lelaki yang ia anggap lumayan ini, ternyata lebih hebat dari yang ia kira.


Sebenarnya, Tatsumi hanya kurang pengetahuan tentang masalah <Devil>, tetapi itu bukan urusan Morganeich untuk tahu.




Sejak Tatsumi kehilangan kesadaran, Morganeich telah mendengar banyak tentang dirinya dari Calcedonia dan Giuseppe.

Orang yang dari dulu dibicarakan oleh Calcedonia dengan wajah bahagia, “Lelaki dalam mimpinya”. Itu adalah Tatsumi.

Ketika mereka sedang melakukan misi exorcist bersama, di antara perjalanan, ketika mereka sedang menginap di tempat penginapan, Morganeich selalu mendengar tentang “Lelaki dalam mimpinya” dari Calcedonia.

Setelah bertanya terus-menerus padanya, Morganeich sadar bahwa Calcedonia telah jatuh cinta pada “Lelaki dalam mimpinya” tersebut.

Tapi Morganeich tidak menganggap itu hal yang penting.

Pada akhirnya bagaimana pun cintanya terhadap lelaki itu, ia hanyalah lelaki sebatas mimpi. Suatu hari kelak Calcedonia harus bangun dari kenyataan dan menghadapi itu. Ia harus bangun dari mimpinya.

Dia mirip seperti gadis yang tengah sedang jatuh cinta. Seperti gadis yang menunggu pangerannya dari negeri dongeng.

Itu adalah jalan atau kejadian yang pernah setiap gadis lewati setidaknya sekali. Morganeich sendiri bahkan merasa senang.

Ia tetap menunggu saat-saat dimana Calcedonia akan berpaling dari itu, dari “Lelaki dalam mimpinya”. Setelah itu semua akan baik-baik saja jika image dirinya, gantian muncul pada mata ruby merahnya.

Sambil berpikir seperti itu, ia terus mengawasi dirinya.

Akan tetapi.

“Lelaki dalam mimpinya” benar-benar ada. Lebih tepatnya, Calcedonia memanggil dia dari dunia lain.

Ia tahu bahwa sihir pemanggilan merupakan sihir besar legendaris. Dan ia juga tahu akan kemampuan Calcedonia sendiri.

Jika itu dia, maka ia pasti akan bisa melakukannya. Lebih tepatnya, dia telah melakukannya, dan sebagai hasilnya ia membawa “Lelaki dalam mimpinya” ke sini dari dunia lain.

Dengan kata lain, perasaannya pada “Lelaki dalam mimpinya” dapat melewati batasan dunia.

Bagi dirinya, tidak ada celah kecil sedikit pun antara mereka berdua untuk dirasuki.

Jika itu dia, dia tidak akan membuat Calcedonia bersedih. Jika tidak, tidak mungkin lelaki itu dapat melompat ke depan menyelamatkan Calcedonia dari sabetan pedang.




“Jadi begitu? Jika itu sudah keputusanmu, aku tidak bisa berkata-kata lagi.”

Tatsumi lalu mengulurkan tangannya ke arah Morganeich.

“Mulai hari ini aku akan menjadi seorang Exorcist. Aku gak tahu berapa lama sampai aku bisa berada pada level Morga-san….tapi aku pastinya, akan menjadi kuat sampai bisa melindungi Chiiko…..bukan, Calcedonia.”

“Mulai sekarang aku tidak akan lagi menjadi Exorcist, juga bukan pendeta….Tetapi aku akan bekerja sebagai Pemburu Monster untuk membantu orang-orang dari para <Demon> dan <Devil>…..Mungkin nantinya, ada saat dimana kita akan bertarung saling berdampingan satu sama lain.”

“Iya. Kalau di saat itu memang datang, aku akan berada pada punggungmu.”

Morganeich dengan kuat menyalami tangan Tatsumi setelah berkata seperti itu, lalu menghadap ke arah Giuseppe dan menundukkan kepalanya.

“Aku sangat minta maaf, yang mulia. Kerajaan juga kuil telah melindungiku, aku tahu. Tapi tetap saja, aku tidak puas akan hal itu.”

“Sudah kukira, kamu juga memutuskan seperti itu….yaa, itu bukan hal yang mengejutkan memang.”

Giuseppe mengatakan dengan pelan sambil mengelus jenggot putih, panjangnya.

“MMmmm. Kamu seperti itu. Baldeo juga. Semuanya terlalu baik dan jujur! Kalau begitu silahkan. Aku akan mengurus bagian kuil dan kerajaan, juga orang-orang di sekitar sini, jadi silahkan lakukan sesukamu.”

“Terima kasih banyak. Juga, semua yang telah yang mulia lakukan padaku, aku sangat berterima kasih.”

Mengangkat kepalanya, ia lalu menghadap ke Calcedonia.

“Calsey, aku telah berbuat kasar padamu. Aku tidak akan meminta ampunanmu, tapi aku akan tetap meminta maaf, maafkan aku.”

“Cukup. Aku tidak akan memaafkanmu, titik. Karena, kamu adalah orang yang mencelakai master, tahu?.... Tapi karena master tidak mengungkit-ungkit kembali masalah ini, aku juga akan bertindak sama.”

“….Terima kasih.”

Morganeich tersenyum pahit, bahkan di saat seperti ini pun ia tetap memikirkan masternya daripada dirinya. Jadi ia membungkukkan kepalanya pada Calcedonia.

Lalu, setelah berterima kasih sekali lagi kepada mereka bertiga, <<Freedom Knight>> meninggalkan ruangan tanpa berkata-kata.




Beberapa hari kemudian.

Di sebuah rumah yang terletak agak jauh dari kuil Savaiv, beberapa orang sibuk di sana.

“Tatsumi, taruh dimana ini? Lagian, apa coba ini? Maksudku, aku tahu kalau ini alat musik, tapi…”

“Itu namanya Gitar. Sebuah alat musik yang berasal dari kampung halamanku.”

“Ohh? Jadi kamu bisa memainkannya?”

“Hmm, sedikit.”

Sambil berbincang-bincang, Verse menaruh Gitar tersebut pada tempat yang ditunjuk Tatsumi, lalu pergi kembali untuk mengambil barang-barang yang lain.

“Ooooi Tatsumi! Orang yang dari toko mabel sudah mengantarkan perabot, taruh mana perabot-perabot itu?”

“Tunggu sebentar, Bogart-san! Chiiko, tolong bantu Bogart-san di luar.”

“Okay.”

Calcedonia yang sedang membersihkan dapur dengan senang pergi keluar setelah mendengar perintah Tatsumi.

Lalu, suara teriakan muncul satu per satu.

“B-Benar-benar <<Holy Maiden>>-sama…”

“Woah! A-Aku gak percaya bisa melihatnya sedekat ini….!!”

“A-Aku akan pindah ke sekitar daerah ini….”

Rupanya setelah melihat si terkenal <<Holy Maiden>>, orang yang mengantarkan mabel-mabel tersebut juga ikut terkesima.

Setelah menyapa mereka sebentar, Calcedonia memberi instruksi dimana mereka menaruh perabot tersebut.

Dan Tatsumi yang sedang berada di dalam melihat kejadian itu sambil tersenyum.

“Hari ini….akhirnya….”

Tatsumi mengangguk pelan sambil melihat tanda ‘Rumah Ku’* yang mereka berdua pasang setelah selama ini.

(TL Notes : ‘My Home’, jepangnya自分の家 = jibun no ie)

Yap.

Seperti yang ia katakan, hari ini adalah dimana semuanya dimulai.

Kehidupannya dengan keluarga barunya, dengan Calcedonia.

Sudah 10 hari semenjak pertama kali ia dibanggil ke sini oleh Calcedonia.

Tapi hari ini adalah, hari ia tinggal di dunia ini dengan makna yang sebenarnya.

“Master, apa ada?”

Calcedonia bertanya pada Tatsumi yang sedang berdiri diam dan memandangi rumah mereka.

Sambil memiringkan kepalanya, ahogenya juga ikut bergoyang.

“Gak ada……..Apa ada perlu sesuatu?

“Ah, iya. Sankeeray-sama datang berkunjung karena kita akhirnya bisa pindah.”

“Oh. Yaa karena aku juga telah berhutang padanya karena rumah ini. Aku juga akan ikut menyapa.”

Tatsumi membawa Calcedonia keluar ke tempat Bogart, Verse, juga teman-temannya yang membantu mereka pindah rumah.

“Ayo, Chiiko!”

“Ya, master.”

Mereka tersenyum satu sama lain, lalu berjalan keluar rumah menuju matahari yang cerah.

Previous Chapter - Daftar Isi - End of Volume 1

No comments:

DMCA.com Protection Status