Ore no Pet wa Seijo-sama Chapter 24 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ore no Pet wa Seijo-sama Chapter 24 Bahasa Indonesia

July 18, 2017 Reisen

Chapter 24 - Ayo Belajar Sihir! Lanjutan

Translator : Reisen



“Aku tidak bisa mengajarimu apapun.”

Itu adalah kata pertama dari sang guru, Giuseppe, yang ia katakan setelah masuk kelas untuk mengajari tentang exorcise.

Dan orang satu-satunya di kelas tersebut hanyalah Tatsumi. Kalau dipikir kelas itu sangat vip sekali, karena materi exorcise diajari langsung oleh sang Pendeta Tertinggi Giuseppe sendiri.

Yaa, mereka masih belum melakukan pembelajaran, tetapi baru mau mulai. Karena kelas baru dimulai hari ini.

Meskipun demikian,

Kata yang Giuseppe paling pertama katakan adalah “Aku tidak bisa mengajarimu apapun.”

Dan Tatsumi, yang sudah bersiap-siap mental serta pikirannya, berubah bengong mulutnya menganga. Yaa, siapapun pasti akan menunjukkan ekspresi yang sama.




“Lebih tepatnya, ‘Tidak ada yang bisa kuajarkan padamu tentang sihir’. Sejujurnya, sihirmu ini bukan sihir normal.”

Sebagai orang kedua dalam sejarah yang dapat memakai atribut sistem <Sky>, dia juga bahkan dapat menggunakan mana yang berada di sekitar atmosfer sekarang- mana [Outer Origin]. Dari ini saja sudah sangat tidak biasa.

“Hmm, kalau kupikir-pikir lagi, daripada memanggilmu [Penyihir]*, kamu lebih tepat kalau dipanggil [Pengguna Mana]*.

(TL Notes : yg pertama 魔法使い = Mahōtsukai, yang ke dua 魔力使い = Maryoku tsukai)

“P-Pengguna Mana….?”

“Benar. Dari yang kudengar dari Calsey, apa yang kamu gunakan bukanlah sihir, tapi suatu fenomena yang mirip dengan itu.”

Tatsumi benar-benar tidak paham perbedaan antara penyihir dengan pengguna mana. Tetapi karena Giuseppe bilang itu berbeda, berarti pasti ada perbedaannya.

“Aku telah menjelaskan ini sebelumnya. Kalau sihir hanya dapat dibuat dengan menggabungkan mantra dan aria*. Apa kamu masih ingat?”

(TL Notes : balik ke chapter Ayo belajar sihir!)

“Iya. Waktu aku pertama datang ke sini kalau gak salah….anda dengan Chiiko menjelaskan tentang sihir padaku.”

Tidak mungkin dia lupa. Hari pertama ia dipanggil ke dunia ini ia diberi tahu sedikit tentang keberadaan sihir dari Giuseppe dan Calcedonia. Dan ketika mendengar kalau dirinya tidak memiliki mana sama sekali ia menjadi sangat tidak bersemangat.

“Tapi….dari penjelasan Calsey, kamu tidak memakai mantra atau pun aria sama sekali….bahkan lebih tepatnya, kamu tidak tahu apapun tentang itu kan?”

“Ah kalau dipikir-pikir benar juga…..”

Tatsumi tidak menggunakan mantra-mantra penting ketika sedang menggunakan sihir. Bahkan, mantra-mantra yang berada di semua buku di dunia ini yang Tatsumi tidak ketahui. Baru sebentar sekali ia belajar tentang Bahasa di dunia ini, juga huruf-huruf alfabetnya, sehingga meskipun ia melihat sebuah mantra tidak mungkin ia dapat mengingatnya.

Jadi walaupun Tatsumi ingin membaca mantra, ia bahkan tidak tahu apa maksud dari mantra itu.

“Tapi pada akhirnya kamu tetap menggunakan sihir. Bukan, kamu secara langsung menggunakan mana untuk memanggil fenomena yang mirip dengan sihir. Jadi bagi dirimu yang dapat menggunakan mana secara langsung, kurasa lebih baik memanggilmu dengan [Pengguna mana] daripada [Penyihir].”

Diibaratkan, jika mana adalah bahan bakar sedangkan mantra adalah mesin. Untuk menyalakan sebuah mobil kita harus menggunakan kedua bahan bakar dan mesin untuk membuat kejutan agar mobil dapat menyala. Sama dengan sihir, dengan menggunakan kedua mana dan mantra, mobil yang bernama [Sihir] itu dapat menyala.

Dengan kata lain, apa yang dilakukan Tatsumi adalah menyalakan mobil tanpa sebuah mesin, hanya dengan bahan bakar. Normalnya mobil tersebut tidak akan menyala.

Tapi pada akhirnya ia dapat mengendarainya dengan lancar. Ia harusnya sadar kalau hal ini sangatlah abnormal.

“Dahulu ada beberapa pengguna mana sepertimu. Hmm, yaa bahkan sekarang, walaupun sedikit, beberapa masih ada. Tetapi, tetap saja mereka sangat langka, dan hanya beberapa orang sekelasku ataupun dari para setengah manusia (TLN : Demi Humans). Selain itu, anehnya banyak yang dapat menggunakannya yang berasal dari spesies-spesies lain.”

Giuseppe mengatakan itu sambil tersenyum.




Pagi ini, setelah melihat Tatsumi pergi untuk melakukan pembelajaran di kuil, dia mulai bersih-bersih di rumah barunya.

Dia sendiri tidak ada pekerjaan di kuil hari ini, jadi ia memutuskan untuk membersihkan semuanya satu hari penuh.

Mereka pindah ke rumah barunya kemarin. Setelah proses pindahnya selesai, bersama teman-teman dekatnya seperti Verse juga Bogart, mereka membuat makan malam sederhana yang dibuat Calcedonia untuk perayaan.

Setelah perayaan selesai Bogart dan Verse keduanya kembali pulang atau kembali ke asrama di dalam kuil. Yaa, Verse kembali setelah mengacungkan jempol pada Tatsumi, dan tersenyum dengan makna tertentu. Tetapi sayangnya, karena kecapean sehabis proses pindah ini, juga minum-minum dari perayaan, Tatsumi menjadi cepat tertidur.

Rupanya Tatsumi tidak terbiasa untuk minum-minum. Dan terlebih lagi ia baru saja pulih dari lukanya.

Karena ia tertidur lebih cepat dari dugaan, Calcedonia merasa sedikit kesepian, tetapi ia tidak berani membangunkan Tatsumi yang sedang kelelahan.

Calcedonia senyum-senyum sendiri sambil melihati wajah tidurnya sebentar, lalu tidak lama ia sendiri juga tertidur.

Keesokan harinya, Calcedonia menjadi sangat bersemangat! Atau lebih tepatnya, semenjak ia mulai bermimpi ia punya sebuah ambisi besar!

“Kemarin master cepat tertidur…tapi hari ini…..hari ini……akhirnya aku bisa, dengan master……!”

Pipi Calcedonia menjadi merah ketika ia terus memikirkan mimpinya yang ia inginkan sejak lama.

Sambil bernyanyi-nyanyi, Calcedonia keluar rumah untuk membersihkan halaman setelah menyelesaikan bersih-bersih di dalam.

“Oya…?”

Apa yang dilihatnya di balik pagar rumahnya adalah beberapa wanita, mungkin para ibu-ibu di sekitar kampung ini, melihati rumahnya sambil berbisik-bisik satu sama lain.

Mungkin, setelah mereka mendengar adanya rumor <<Holy Maiden>> yang pindah ke sini, mereka berkumpul di sana dan bergosip apa yang sebenarnya terjadi.

Salah satu dari mereka, seorang ibu melihat Calcedonia dan memberi tahu yang lain, kemudian ibu-ibu lain juga sadar akan kehadirannya di situ.

Ah Kalau dipikir-pikir, aku masih belum menyapa para tetangga rupanya.

Sambil berpikir seperti itu, Calcedonia tersenyum dan berjalan ke arah mereka.

“Selamat pagi semuanya. Saya baru pindah ke rumah ini baru-baru saja. Nama saya Calcedonia Chrys…..bukan, Calcedonia Yamagata. Mulai hari ini, salam kenal diriku juga suamiku.”

Dan ia menundukkan kepalanya.

Seketika itu, sebuah berita besar menyebar ke berbagai penjuru…..tetapi tidak ada di antara mereka yang sadar akan hal itu.




“Misalnya saja, Demonic Beast*. Diantara mereka, ada banyak yang dapat mengeluarkan fenomena mirip dengan sihir. Beberapa dapat menyemburkan api, dan beberapa juga ada yang bisa membuat badai salju, dan sebagainya. Tapi tentu saja, mereka tidak memakai mantra. Jadi bagaimana mereka dapat melakukannya? Atau lebih tepatnya, fenomena yang mirip sihir tersebut? Kekuatan menantu mungkin mirip seperti itu.

(TL Notes : Males ganti, pokoknya itu binatang yang telah dirasuki <Devil>)

Jadi begitu.

Tatsumi mengangguk.

Tatsumi masih belum pernah bertemu yang namanya Demonic Beast. Tapi ia tidak percaya kalau mereka bisa berkomunikasi layaknya manusia. Jika, yang kemungkinannya kecil, mereka dapat berbicara, hanya spesies yang unik dan tidak biasa saja yang bisa.

“Jadi, apa yang harus kulakukan sekarang adalah mempelajari sihir dengan cara yang benar, kan?”

Pertama, ia harus mempelajari huruf-huruf yang ada, lalu ia harus mengingat berbagai mantra. Tapi sebanyak apa ia akan mengingat masih belum pasti, jadi ia agak sedikit merasa khawatir.

Tapi, ia harus melakukannya. Karena ia sudah memutuskan. Tatsumi harus bisa menjadi lebih kuat agar dapat melindungi keluarganya, bagaimana pun susahnya jalan itu.

Tatsumi menyemangati dirinya kembali, tetapi setelah mendengar perkataan Giuseppe selanjutnya, semangat barunya itu langsung hilang lenyap begitu saja.

“Tidak….yah, itu….memang kamu punya sistem sihir <Sky> tapi…..dulu pernah ada orang yang dapat memakainya, kamu sudah tahu kan? Tapi itu jaman-jaman dahulu sekali. Memang keberadaan sistem sihir <Sky> sendiri diturunkan tapi, penggunaan cara sihir <Sky> sendiri tidak diturunkan.”

Jika mereka mencari kitab-kitab tua dan teks-teks besar maka mereka akan dapat menemukan beberapa, tetapi akan memerlukan waktu juga tenaga yang sangat besar untuk melakukan itu semua. Bahkan ketika Calcedonia menemukan cara ritual pemanggilan, hal itu memerlukan waktu yang sangat lama.

“Eh….? B-Bentar, berarti…”

“Benar. Kurasa tidak ada cara lain selain mencari metode itu sendiri. Aku tadi sudah bilang kan? [Tidak ada yang bisa kuajari padamu].”




“Tapi, untuk <<Holy Maiden>>-sama sendiri pindah ke sini, hati menjadi sangat tentram.”

“Setuju. Tolong bantu kami jika suatu hari ada sebuah kecelakaan.”

“Tentu, aku akan bantu sebisaku. Tapi kalau aku melakukannya terlalu banyak pemasukan kuil jadi menurun nanti….jadi buat request di sana juga yaa kadang-kadang?

Calcedonia tersenyum gembira sambil berbicara pada mereka, dan para ibu-ibu itu juga ikut tertawa.

“Tapi tetap saja, pertama kali aku mendengar yang mulia, <<Holy Maiden>>-sama, aku mengira kalau anda adalah orang yang tegang untuk diajak bicara….tapi ketika berbicara depan mata seperti ini, anda hanyalah seperti anak perempuan biasa yaa.”

“Umm…aku selalu tinggal di kuil jadi ini pertama kalinya aku berbicara ke tetangga-tetangga seperti ini. Sejujurnya, aku agak gugup dan bingung. Tapi aku sendiri ingin hidup rukun dengan semuanya juga, jika tidak nanti aku akan membuat suamiku kerepotan.”

Sambil berkata seperti itu, Calcedonia menaruh tangannya di pipinya, dan terlihat tersenyum bahagia.
Sebenarnya, Calcedonia memiliki kemampuan sosial yang buruk.

Sejak ia berada di kampung halamannya, ia selalu direndahkan oleh warga desa serta keluarganya. Bahkan setelah masuk ke kuil, selain Giuseppe yang mengadopsinya sebagai anak, orang yang berbicara akrab dengannya sangat sedikit sekali.

Tapi, karena ia sekarang sudah tinggal di sini, ia harus mencoba akrab dengan tetangga sekitar. Jika seandainya ia mengisolasi diri dengan tetangga, Tatsumi nanti akan menjadi kerepotan dan canggung sendiri.

Karena Tatsumi akan bekerja keras demi dia, dia juga harus berusaha lebih keras demi Tatsumi.




“Hmm. Yaa, aku bukannya tidak akan membantumu sama sekali sih.”

Setelah melihat Tatsumi menjadi depresi, Giuseppe tersenyum layaknya anak kecil yang rencana jahilnya berhasil.

“Pertama, latihanlah agar kamu bisa lancar memanipulasi mana [Outer Origin]. Sekarang ini, kamu bahkan gak bisa mengumpulkan mana [Outer Origin] secara sadar kan?”

“Benar….seperti yang anda katakan.”

Sampai sekarang, Tatsumi hanya pernah memakai sihir <Sky> sekali. Dan bahkan ketika itu ia memakainya secara tidak sadar. Dia memang pernah memakai mana beberapa kali, tetapi itu bukan karena kesadaran ia dapat memakainya.

Untuk dapat secara sadar menggunakan mana, itu adalah tujuan dasar yang paling pertama bagi Tatsumi.

“Walaupun menantu berbeda dengan kami. Kurasa kita masih bisa memberi sedikit referensi. Pertama aku akan menjelaskan sihir luar dan dalam. Pertama-“

Tidak usah terlalu terburu-buru. Tidak apa-apa jika ia hanya mengerti tentang apa yang dilakukannya sekarang.

Setelah berpikir seperti itu, Tatsumi berkonsentrasi pada penjelasan panjang Giuseppe.




“Aku pulang

Setelah bell ke tujuh setelah lewat jam 6 PM berbunyi, ketika sekeliling menjadi benar-benar gelap, Tatsumi akhirnya kembali pulang.

“Selamat datang, master!”

Setelah membuka pintu dengan kunci Kunci Sihir, yang dibuat Calcedonia dan akan terbuka hanya dengan kata password yang benar Tatsumi yang kecapean masuk ke dalam, setelah itu ia menyapa balik Calcedonia yang barusan menyapanya.

“Kerja bagus.* Jadi bagaimana? Pelajaran hari ini.”

(TL Notes : bagi yang gak tahu, jepangnyaお疲れさまでした = Otsukaresamadeshita, fungsinya.. cari google)

“Yah….bagaimana yaa….kurasa aku gak terlalu mengharapkan ke depannya….ahahaha.”

Meski ia disuruh untuk merasakan keberadaan mana yang ada di sekitarnya, karena dia sama sekali belum pernah merasakan mana sedikit pun semenjak ia lahir, gampang dikatakan sulit dilakukan. Ia menghabiskan waktu seharian untuk melakukan itu dibawah bimbingan Giuseppe.

Tapi pada akhirnya ia tetap tidak merasakan apapun.

“Tidak ada seorang pun yang tiba-tiba bisa langsung merasakan sihir tahu? Bahkan aku juga harus berusaha keras selama beberapa waktu sampai aku bisa melakukannya.”

“Apa begitu….yeah… Gak mungkin langsung bisa lancar tiba-tiba kan.”

Sebelumnya, Giuseppe pernah mengatakan kalau Calcedonia adalah orang yang genius. Tetapi bahkan dia sekalipun harus berusaha keras.

Mungkin dirinya memang tidak punya bakat sama sekali, yang Tatsumi pikirkan. Tetapi kemudian Calcedonia kembali menyemangatinya.

Seperti mitos-mitos yang menyebutkan, ketika seseorang disemangati oleh wanita cantik, dia akan langsung bangkit kembali.

“Aku telah menyiapkan makan malam. Master, silahkan duluan dan mandi dulu, air panasnya sudah siap.”

Apakah itu menyiapkan air panas untuk mandi atau pun kegiatan lainnya, Calcedonia dengan mudah dapat melakukan itu semua dengan sihir.

“Makasih. Beruntung sekali aku bisa punya Chiiko.”

“E-Enggak…aku juga senang kok…hanya dengan berada di samping master.”

“Tapi aku gak bisa membuat Chiiko yang mengurus semuanya. Aku bisa bantu juga kok. Kayak motong kayu dan sejenisnya.”

Tatsumi mengatakan itu sambil menunjukkan otot lengannya, tapi kemudian Calcedonia mulai bergerak gelisah* sambil pipinya ikut memerah.

(TL Notes : fidgeting? Seperti gerakan menggeliat)

“K-Kalau gitu master….aku punya p-permintaan tapi….”

“Permintaan? Yaa selama aku bisa melakukannya.”

“Emm………B-Bisakah aku tidur bersama master malam ini…..?”

*Kraakkk

Suara badan Tatsumi yang langsung membeku seketika.



(get laid, dude!!)

No comments:

DMCA.com Protection Status