Ore no Pet wa Seijo-sama Chapter 52 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ore no Pet wa Seijo-sama Chapter 52 Bahasa Indonesia

July 23, 2017 Reisen

Chapter 52 - Sihir Miloulle

Translator : Reisen


*PERINGATAN*
Sebelum membaca, ini adalah chapter lanjutan setelah chapter 51 (dari translator eng Nekoyashiki), jika anda ingin membaca ini, berarti saya asumsikan sudah membaca chapter-chapter sebelumnya.


--------------------------------------


“Kita ganti strategi.”

Kadal salju besar yang dirasuki <Devil> tersebut memukul mundur grup Tatsumi.

Karena rencana awalnya tadi tidak berhasil, mereka langsung mengganti ke rencana lain.

“Danna-sama…”*

(TL Notes : untuk beberapa alasan, kata dan’na sama gak diartikan menjadi sayang, karena beberapa konteks ke depan ada yang aneh nantinya)

Wajah Calcedonia yang khawatir sebentar, langsung berubah menjadi tenang setelah meyakinkan dirinya dan memanggil Tatsumi yang ada di depannya.

“Yang bisa bergerak lancar melawan kadal salju besar hanya penyihir <Sky> danna-sama saja, tapi itu akan menjadi pertarungan yang sulit…. ”

“Ok, aku akan mencoba sebisaku.”

“Danna-sama akan melawan kadal salju besar, sedangkan kami akan mengurus kadal kecil lainnya.”

Semuanya mengangguk setelah mendengar perkataan Calcedonia.

“Setelah mengalahkan kadal-kadal kecil, Jadokh-san dan Miloulle-san sebisanya langsung mensupport danna-sama. Dan ketika gerakan <Demon> itu menjadi agak lambat aku dan penjaga toko akan menggunakan sihir untuk menghentikan

“Enggak, aku gak setuju.”

Tatsumi memotong penjelasan Calcedonia.

“Untuk serangan terakhir……Miloulle, kuserahkan padamu.”

“A, Aku….?”

Miloulle menunjuk ke arah dirinya kaget, lalu Tatsumi tersenyum.

“Yap. Balas dendam akan kehilangan teman-temanmu. Aku akan membuat kesempatan itu.”

“…..Ba, Baiklah.”

“Pikirkan baik-baik kapan bisa menyerang. Lalu serang dengan serangan terkuatmu agar kadal itu bisa langsung kalah.”

Pandangan kadal salju besar itu mengarah ke Tatsumi. Sekarang ini, kadal salju besar beserta para pengikut kadalnya melihati Tatsumi serta teman-temannya dengan jarak yang agak jauh.

Sepertinya dia dengan mata merahnya itu melihati grup Tatsumi dengan ekspresi puas setelah masuk dalam jebakannya.

Dan, kadal itu kembali mengaum.

Seakan menandakan signal, kadal-kadal kecil yang berada di sekitar kadal salju besar berlari bersamaan menyerbu grup Tatsumi.

“Kuserahkan kadal-kadal kecil itu pada kalian!!”

Tanpa perlu ia menoleh kebelakang untuk memastikan, bukan, ia percaya semuanya akan mengangguk setuju, sosok Tatsumi langsung menghilang seketika.




Sosok Tatsumi yang menghilang, muncul kembali di depan kadal salju besar.

Eru dan Miloulle yang melihat itu langsung terkejut.

“Ta, Tatsumi barusan menghilang…?”

“G-Gak bisa dipercaya……A-Apa Tatsumi benar-benar seorang penyihir <Sky>…..?”

Jadokh yang sadar akan situasi genting mereka langsung berlari ke sebelah mereka yang masih memasang wajah menganga.

“Oi, kalian berdua, jangan melamun seperti itu? Lihat, para pelanggan sudah pada datang nih.”

Perkataannya tenang, tapi penglihatannya sangat fokus. Di depan mereka terdapat kadal-kadal dengan mata membunuh.

Para monster itu menyiapkan taringnya, membunyikan cakarnya, sambil terus meluncur di tengah-tengah jalanan salju.

“Haah…..kita gak bisa bergerak bebas dalam salju…..sedangkan mereka bisa bergerak lancar….gak adil bener.”

Jadokh tersenyum.

Tapi itu bukan senyuman dia yang ‘mengikat’* seperti biasanya, tetapi tersenyum karena bersiap-siap ingin menyantap musuh di depannya.

(TL Notes : mengingat karakter Jadokh di chapter sebelumnya, jadi diartikan seperti itu)

Para kadal salju membuka mulutnya, dan menyerang ke arah Jadokh.

“fu fu...mau datang langsung ke sini, itu membuat ku gak perlu susah-susah.”

Meskipun gerakan mereka terhambat oleh salju, beda sendiri kalau musuhnya yang datang langsung.

Jadokh mengibaskan salah satu kapak besarnya ke arah mulut kadal salju tersebut.

Terkena serangan balik kapak besar, badan kadal itu langsung terlempar ke atas. Jadokh mengayunkan kapaknya dengan memakai kepala dan bagian bawah sebagai titik tumpu.

Jadokh mengibaskan kapak yang satunya lagi secara horizontal, sehingga memotong kedua kaki kadal salju. Lalu dengan keadaan seperti itu, ia mengangkat kapak yang satunya dan mengayunkan ke bawah hingga memotong leher kadal salju itu.

“Ufu, hari ini misi kita bukan lagi mencari material. Aku bisa bertarung sekuat tenaga.”

Jadokh memindahkan pandangannya dari kadal salju yang telah tak bernyawa tadi untuk mencari target berikutnya.

“….Oh, bersemangat sekali?”

Miloulle yang berada di samping Jadokh bertanya sambil memegangi tombaknya.

“Iya lah? Tatsumi-chan mempercayakan kita untuk melawan kadal-kadal bawahan ini tahu? Kalau gitu kita harus berusaha sekuat tenaga. Kebaikan dibalas kebaikan, kejahatan dibalas kejahatan, juga kepercayaan di balas dengan kepercayaan. Itu adalah tradisi kami, para shade. Lagian…..”

Jadokh menoleh sedikit ke arah belakang.

“Yang bersemangat bukan aku saja sepertinya?”

Dari arah belakang terdengar rentetan bunyi lagu-lagu mantra sihir. Tentu saja, itu adalah mantra yang diucapkan Calcedonia.

Dari samping Jadokh, seekor kadal salju melompat untuk menyerang Calcedonia yang sedang membaca mantra.

Jika ini adalah penyihir biasa, membaca mantra sambil ada musuh di depannya adalah hal fatal karena bisa membuat konsentrasi terganggu. Tetapi, Calcedonia tanpa kehilangan konsentrasinya, menghindari serangan kadal salju tersebut.

Memutar tongkat staff di tangannya itu, Calcedonia memukul kadal tersebut dengan gerakan memutar.

Mantra yang dibacakan Calcedonia telah selesai, sesaat sebelum kadal salju tersebut terjatuh di atas salju dengan suara *Srokkk

Dari arah ujung staffnya, keluar sejenis api lalu mengarah ke kadal salju tersebut lalu membakarnya.
Biasanya, orang-orang tidak menggunakan sihir <<Fire>> di sekitar area hutan. Karena dapat menyebar ke tanaman serta pohon-pohon sekitar.

Tetapi, karena sekarang seluruh area tertutup salju. Di musim ini, kemungkinan api untuk menyebar meskipun menggunakan sihir <<Fire>> sangatlah kecil.

Kadal salju tersebut merintih kesakitan di ambang kematian.

Untuk mengakhiri hidupnya, sejenis bentuk tombak stalagmite keluar dari tanah dan menusuk ke arah kadal salju tersebut.

“Terima kasih, penjaga toko.”

“Sama-sama, Calsey-san juga benar-benar hebat.”

Calcedonia yang menurunkan senjatanya, juga Eru yang diikuti para spirit tersenyum bersama.

“…….Aku juga harus berusaha keras.”

Melihat mereka berdua, Miloulle kembali menggenggam erat tombaknya sambil menyemangati dirinya sendiri.




“………He, Hebat…..”

Di depan mereka terdapat pertarungan super cepat.

Miloulle yang telah mengalahkan kadal kecil terakhir, melihat ke arah Tatsumi untuk melihat keadaannya melawan kadal salju besar, tetapi setelah melihat itu, ia tidak bisa untuk tidak bergumam terkagum.

Kadal salju besar itu bergerak ke sana kemari dengan lincahnya di atas salju. Tidak mungkin bagi manusia untuk mengikuti gerakan kadal salju besar yang dapat bergerak secara 3 dimensi menggunakan pohon-pohon sekitar.

Tetapi,

Tetapi, ada satu orang di sana yang bisa.

Kadal salju itu terus bergerak cepat dengan menginjak salju, melompat pohon ke sana kemari. Tetapi, Tatsumi dapat mengikuti laju gerakannya, bahkan ia terlihat lebih cepat.

Bukan, ini bukan bergerak cepat. Dengan melompati ruang, ia menghilang lalu muncul ke arah dimana kadal salju besar itu bergerak, lalu mengibaskan pedangnya untuk menyerang kadal tersebut.

Kesal karena terkena goresan-goresan kecil oleh Tatsumi, kadan salju besar itu meraum lalu menyerang dengan kaki belakangnya.

Tetapi, di saat itu, sosok musuh di depannya langsung menghilang dan muncul kembali di belakang kadal salju besar.

────Hatt!!

Tatsumi mengangkat pedangnya sambil mengeluarkan suara hentakan. Pedangnya mengeluarkan cahaya sihir emas, lalu di saat yang sama ketika pedang tersebut menyentuh punggung kadal <Demon>, cahaya emas itu langsung meledak ke berbagai arah.

Salah satu sihir <Sky> yang dapat Tatsumi pakai, selain <<Perpindahan Instant>>, <<Akselerasi>>, <<Penyembuhan Diri>>, ia dapat menggunakan sihir lain yaitu yang barusan ini, <<Pukulan Sihir>>.*

(TL Notes : Sepertinya agak aneh, tapi dari jepangnya’魔力撃= Maryokugeki)

Mungkin lebih cocok jika disebut dengan sword skill ketimbang sihir, <<Pukulan Sihir>> ini menggunakan pedang yang dilapisi oleh kekuatan sihir untuk menyerang musuh, sihir ini tidak bisa digunakan untuk serangan jarak jauh.

Tetapi, bagi Tatsumi yang bisa menggunakan <<Perpindahan Instant>> dan <<Akselerasi>>, jarak musuh bukanlah masalah.

Sihir emas yang ada di pedang itu meledak dan membuat badan kadal salju besar tersebut bergerak liar.

Tetapi, kulit (TLN : bisa juga diartikan sisik) kadal yang menutupi seluruh tubuhnya itu sangat kuat, juga ketahanan daya hidupnya berbeda dengan manusia.

Serangan kibasan pedangnya hanya menghasilkan luka kecil, sedangkan ledakan sihir dari <<Pukulan Sihir>> juga tidak terlalu menghasilkan luka yang serius.

Jika ia dapat memfokuskan sihirnya pada <<Pukulan Sihir>> tanpa harus melakukan teleportasi, bisa saja ia menembus sisik tebal kadal tersebut. Karena ia hanya dapat mengimbangi kecepatan kadal salju besar dengan teleportasi, ia sekarang hanya bisa menyerangnya dengan <<Pukulan Sihir>> berkali-kali dengan jumlah sihir yang sedikit.

Setelah menyerang kadal itu dengan <<Pukulan Sihir>> sekali lagi, ia memakai <<Perpindahan Instant>> menuju ke sebelah Calcedonia.

“…..Ca, Calsey, tolong….!”

Tatsumi terengah-engah. Ia bernafas berat sampai pundaknya naik turun sambil tubuhnya yang dilumuri salju itu berkeringat deras.

Memang kekuatan sihirnya tidak akan melemah, tetapi staminanya akan terus berkurang.

Jika ia terus menerus melakukan pertarungan fisik menggunakan sihir, jumlah stamina yang berkurang juga tidak sedikit.

Calcedonia menyentuh pundaknya yang naik turun karena kelelahan, lalu mengakifkan sihir <<Penyegaran Stamina>> untuk meningkatkan staminanya sementara.

“…..Gak apa-apa?”

“Yap, jadi sedikit membaik. Kalau gini aku masih bisa lanjut.”

Sosok Tatsumi menghilang setelah ia menarik nafas dalam-dalam. Lalu, ketika ia muncul kembali di belakang kadal salju besar, ia mengayunkan pedangnya yang telah diberikan kekuatan sihir ke arahnya.

Namun, Calcedonia mengerti.

Bagaimana pun ia telah mengembalikkan staminanya, tetap saja ada batasan. Kalau seperti ini terus stamina Tatsumi semakin lama akan semakin berkurang, lalu tetap saja akan kembali habis dengan cepat.

Aku harus melakukan sesuatu yang Calcedonia pikirkan tanpa berpaling dari arah Tatsumi.

Dengan kata lain, ia harus berpikir bagaimana membuat salju di sekitaran menjadi lebih tipis. Tetapi, anak kecil pun tahu betapa sulitnya pekerjaan tersebut.

Dengan sihir <<Fire>>nya itu tidak mungkin ia dapat melelehkan salju sebanyak ini, sedangkan jika Tatsumi menggunakan <<Perpindahan Instant>> untuk memindahkannya, akan tetap sangat sulit baginya.

Teleportasi milik Tatsumi hanya bisa memindahkan barang yang ‘jelas’ saja. Sedangkan ‘salju di sekitar ini’ yang merupakan barang tidak jelas tidak dapat dipindahkan.

“……Seandainya, kalau ada penanda atau sejenisnya….”

Sebelumnya, ketika ia sedang mengumpulkan tumbuhan medis, Tatsumi menggambar sebuah lingkaran dan bilang kalau itu dibuat untuk penanda. Tetapi karena mereka terjebak pada salju tebal ini, menggambar sebuah lingkaran juga akan memakan waktu.

“…..Apa aja…. Sihir kah apa kah, kalau ada yang bisa untuk dibuat sebuah penanda pada salju ini…..Si, sihir…..?”

Tiba-tiba, sebuah rencana (TLN : ide) muncul di kepala Calcedonia.

“Pe, Penjaga toko!!”

Calcedonia kembali ke sisi Eru. Lalu mendiskusikan rencananya tersebut.




Tangan yang untuk mengayunkan pedang terasa berat.

Walaupun begitu, ia mengonsentrasikan pikiran serta kekuatannya untuk terus mengayunkan pedangnya.

Tetapi, dengan kekuatan sihir pedang yang lemah seperti itu, bagi sisik tebal kadal salju besar hanya serasa seperti pedang mainan.

Tatsumi mengambil jarak dari kadal salju besar menggunakan <<Perpindahan Instant>>nya, lalu mengambil nafas sambil terengah-engah beberapa kali.

“Danna-sama!!”

Suara wanita tercintanya terdengar di telinga Tatsumi yang sedang terengah-engah tersebut.

Tanpa berpaling dari musuhnya, Tatsumi menoleh sedikit ke arah Calcedonia, sepertinya ia dengan panik sedang menunjukkan jarinya ke suatu tempat.

Apa…..? Apa yang ditunjuk Calsey….?

Pada pojok mata Tatsumi, terlihat cahaya terang berwarna merah.

Cahaya.....merah....?

Spontan, Tatsumi langsung menoleh ke arah cahaya merah tersebut. Tetapi dengan kata lain, itu membuatnya dalam keadaan lengah terbuka, tetapi sepertinya kadal salju besar itu juga ikut menoleh beberapa kali ke arah cahaya merah.

Cahaya merah yang Tatsumi lihat itu kembali bersinar berjalan mengelilingi daerah sekitaran di atas salju.

“Danna-sama! Aku sudah membuat penjaga toko membuat tanda! Saljunya…..pindahin saljunya sekarang!!”

Suara Calcedonia kembali terdengar.

Dari situ, Tatsumi langsung mengerti seketika.

Ah iya! Cahaya ini kan sihir ilusinya Eru-san.

Ketika Tatsumi melihat ke arah Eru, sepertinya ia berusaha keras sedang melakukan sejenis doa. Mungkin agar dapat mempertahankan cahaya ini menyebar ke sekitar.

Setelah Tatsumi melemparkan pedangnya, ia menusukkan telapak tangannya ke atas salju yang berada di bawah kakinya.

“HOOOOOOOOO!!”

Raungan keluar dari mulut Tatsumi.

Memakai seluruh stamina dan kekuatan sihirnya yang tersisa, Tatsumi menentukan ‘penanda’ yang telah digambar itu, kemudian sebagian salju di sana langsung menghilang seketika.




Salju-salju berjatuhan tidak jauh dari tempat grup Tatsumi berada, membuat pohon-pohon di sekitarnya tumbang.

Kemudian, terlihat hampir tidak ada salju sedikit pun di tempat kadal salju besar dan Tatsumi bertarung tadi, dan tanah yang berwarna kehitaman berganti di sana.

Walaupun tanahnya itu agak sedikit basah, tetapi tidak sepenuhnya menghambat gerakan mereka, ketimbang ketika salju masih menumpuk di atasnya.

“……..Miloulle!! Sisanya…..ku serahkan…..pada…mu..!!”

Berkata demikian sambil dirinya terjatuh di atas tanah basah. Setelah terjatuh berbaring ke belakang, ia seperti sedang kesusahan bernafas.

Calcedonia dengan panik langsung berlari ke arah Tatsumi. Jadokh kemudian juga, bersama Calcedonia ikut berlari ke arahnya.

Eru, yang baru saja mengeluarkan sihir ilusi AOE, juga bersandar di pohon terdekat sambil bernafas terengah-engah naik turun pundaknya. Di sampingnya, sosok kecil dengan khawatir memegangi pipi Eru.

“…..Hah….Hah!!”

Melihat teman-temannya seperti itu, Miloulle yang telah di percayakan oleh Tatsumi melempar tombak yang dipegangnya dan perlahan berjalan mendekati kadal salju besar.

“Kalau sudah begini, meski aku bukan Jadokh, aku harus bisa menjawab kepercayaan itu!”

Meskipun mulutnya mengatakan complain, pandangan di matanya mengeluarkan cahaya tekad dan keyakinan.

“Tidak ada menahan-nahan lagi! Aku akan mengeluarkan satu serangan sekaligus!”

Dari dalam badan Miloulle, keluar cahaya sihir berwarna biru.

Cahaya sihir yang menyelimuti badan Miloulle, semakin lama semakin bersinar terang.

Ketika cahaya biru itu benar-benar memenuhi badan Miloulle, sosok dirinya menjadi menghilang, dan digantikan dengan bayangan sejenis struktur aneh.*

(TL Notes : Gak bisa jelasinnya, bentuk struktur yang aneh tapi masih bisa dilihat dalam bentuk bayangan)

Ditutupi oleh kulit (TLN : sisik) yang berlendir, kepalanya keluar.

Tangan langsing keluar dari badan besarnya itu, dan terdapat sebuah selaput di antara jari-jarinya.

Mata yang besar. Mulut yang menganga menutup. Sebuah sirip besar seakan mendekorasi bagian belakangnya.

Dari bagian pergelangan tangan sampai sikut tumbuh sebuah sirip di sana, dan ujungnya lancip seperti jarum.

“…..E, Emm…..Ma, Manusia setengah ikan…?”

Tatsumi yang barusan kembali bangun oleh bantuan Calcedonia, langsung berpikir <<Perubahan Ikan>> di benaknya setelah melihat sosok tersebut.

Ya, Itu adalah, satu-satunya sihir yang dapat digunakan oleh Miloulle.


Previous Chapter - Daftar Isi - Next Chapter

Contact for donate

Line : gugusap

No comments:

DMCA.com Protection Status