Tilea no Nayamigoto Chapter 13 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Tilea no Nayamigoto Chapter 13 Bahasa Indonesia

July 21, 2017 Pipo Narwastu


Translator: Pencuri Pantsu
Editor: Ise-kun

Chapter 13: Aku Mengalahkan Jenderal Musuh.

"Nielsen, bagaimana jalannya pertempuran?"

"Nyonya. Jumlah pasukan kita sedikit di bawah 200, sementara pihak lawan, unit Kira memiliki sedikit lebih dari 300. Meskipun ada perbedaan dalam jumlah, karena unit gerilya Mühen menjalankan tugasnya, kami mempertahankan status quo. Dan akhirnya, kami berhasil memancing Kira yang terkutuk itu sendiri. "

"Hu, Kira terkutuk itu pasti jengkel."

Beberapa hari terakhir ini, unit Mühen telah menyerang Unit Kira. Dengan membuat Kira lelah menggunakan peperangan gerilya, nampaknya Kira sudah bosan menunggu. Sebuah gerakan yang diharapkan dari organisme bersel satu seperti Kira.

"Dikendalikan oleh kemarahannya, Kira sudah menyerang langsung ke garis depan. Mereka semua menuju markas besar. "

"Baiklah, aku akan membunuh Kira! Nielsen, kau kumpulkan anggota unit Mühen yang masih selamat dan setelah kematian Kira, bawa mereka untuk memburu musuh yang tersisa! "

"Seperti yang akan Anda minta."

Nielsen dan aku langsung menuju medan perang. Kami berlari dengan kekuatan iblis, disempurnakan dengan sihir penguatan tubuh. Kecepatan seperti itu bukan sesuatu yang biasa.

-ZAZA-
-ZAZA-

Meninggalkan jejak di belakang di tanah datar, kedua sosok kami melintas.

"Omong-omong, Nielsen, apa kau sudah terbiasa mengendalikan mana?"

Tanyaku pada Nielsen, saat kami berlari.

"Nyonya. Bahkan sekarang saya tidak bisa menekannya dengan baik, dan mana-nya mengamuk jauh di dalam tubuh saya. "

"Aku mengerti. Menguasainya sekaligus itu tidak mungkin. Bahkan aku melakukannya dengan susah payah, dan akhirnya, bisa mengurangi manaku menjadi sepersepuluh. "

"Seperti yang diharapkan Camilla-sama."

"Sesuatu yang seperti ini masih jauh jika dibandingkan dengan Oneesama."

"Tidak tidak. Mampu menekan mana anda yang sangat besar sampai sepersepuluh sudah merupakan pencapaian yang bagus. "

"Pfft. Nielsen, kau juga harus berusaha sebaik mungkin. "

"Seperti yang akan anda perintahkan. Tapi tetap saja, metode pelatihan Tilea-sama sangat mengagumkan. "

"Aku juga tidak percaya kalau Oneesama tidak melakukan apa-apa selain memasak, tapi bisa-bisanya  ada metode pelatihan semacam itu ――"

Pada hari ketika Nielsen juga menjadi bawahan Oneesama, Nielsen dan aku menerima perintah untuk bekerja di dapur.
Kenapa kita menerima perintah semacam itu?

Meski dengan kekuatan Oneesama, dunia bisa langsung berada dalam genggamannya. Kenapa kita dibuat untuk mengambil jalan memutar seperti itu? Mungkinkah dia tidak berniat berjalan di jalan sang penakluk?

... Dan kemudian, aku teringat.

Sebelumnya, apakah Oneesama tidak mengatakan kalau dia akan memanduku!?

Memang. Oneesama ingin melatih Nielsen dan aku sebelum maju ke jalan sang penakluk.

Sungguh sia-sia jika dilakukan kepada dua orang seperti kami!

Tapi pelatihan macam apa di dapur itu?

Aku tersiksa karenanya. Aku sudah mempertimbangkan untuk bertanya pada Oneesama mengenai tujuan sebenarnya, tapi aku tidak mau mengecewakannya dengan membiarkan dia tahu kalau aku tidak dapat memahami hal ini juga. Sehingga akupun merenungkannya dengan mati-matian.
Dan kemudian, aku menyadari sesuatu. Bukankah aku tidak bisa merasakan mana Oneesama? Meskipun Oneesama memiliki mana yang begitu banyaknya, aku sama sekali tidak bisa merasakan mana yang keluar darinya.

Kenapa?

Meskipun begitu, ketika aku dengan hati-hati mencari mananya, aku menemukan bahwa jauh di dalam tubuh Oneesama, terdapat mana dengan jumlah yang luar biasa sangat besar. Oneesama sedang melakukan pekerjaan dapur sambil menekan mana itu.

Mana adalah sumber kekuatan. Tanpa mana, pertempuran tidak mungkin bisa dilakukan. Oneesama menjaga mana-nya tetap ditekan agar tidak meninggalkan tubuhnya. Hampir tidak ada orang yang bisa melakukannya.

Kenapa dia melakukan hal seperti itu?

Saat ketika Oneesama menendang Nielsen itulah membuatku bisa mengerti dengan jelas.

Setelah Nielson kembali dari membereskan para pengintai dan sedikit berbicara dengan Oneesama, dia tiba-tiba mendapat tendangan.

Pada saat itu, mana oneesama meningkat ke tingkat yang tidak dapat dibandingkan.

Aku merasa kalau sisik terjatuh dari mataku. Memang; Hanya meningkatkan mana kita saja tidaklah cukup. Bahkan dengan mana yang luar biasa, kecuali kau bisa mengendalikannya dengan benar, kau tidak akan bisa mengeluarkan kekuatan yang memuaskan.

Huhu, seperti yang diharapkan dari Oneesama. Kami iblis hanya bisa memikirkan gimana caranya meningkatkan mana kami, dan melihat kontrol mana adalah sesuatu yang sekunder. Oneesama tetap diam agar kita menyadari hal ini sendiri.

Setelah itu, Nielsen dan aku mulai menekan mana kami setiap saat, dan berusaha mencapai titik di mana hal itu wajar dilakukan bagi kami.

Bekerja di dapur sambil mengendalikan mana pun sangat sulit. Itu adalah pekerjaan yang membutuhkan tingkat kompetensi yang tinggi. Sambil berkonsentrasi di mana, kami sering melakukan kesalahan. Berapa kali Nielsen secara tidak sengaja menjatuhkan kualinya ...?

Untuk mengatur mana sambil mengendalikan kekuatan, aku bahkan tidak pernah menyangka kalau bekerja di dapur akan menjadi latihan semacam itu.

Nielsen dan aku berlatih mati-matian setiap hari, tapi tidak bisa melakukannya dengan terampil seperti Oneesama. Oneesama mengatur mananya semudah seperti bernafas. Dan terlebih lagi, dia membuat mananya yang diturunkan ke tingkat manusia.

Mana pada tingkat manusia ...

Karena itu, aku juga salah mengira Oneesama sebagai manusia pada awalnya. Memegang mana yang kuat di dalam dirinya sendiri dan menurunkannya ke tingkat manusia, dan kemudian menjalankan tugasnya di dapur. Ini akan membutuhkan sejumlah besar keterampilan.

Oneesama menakjubkan. Aku juga harus belajar dari contohnya! Mana onesama yang besar mungkin adalah hal lain, tapi apa yang harus aku lakukan kalau aku bahkan tidak bisa menekan mana-ku yang kecil ini!?

Bahkan binatang sihir begitu ganas sampai-sampai menghancurkan batu-batu besar dan merobek mangsanya sehingga bisa mengendalikan mana dan memberikan kebenaran kepada bayi yang telah mereka melahirkan. Jika binatang sihir yang tidak tahu apa-apa bisa melakukannya, maka tidak mungkin kalau iblis tidak bisa melakukannya.

Berjalan sebentar, sambil merenungkan latihan selama beberapa hari terakhir ini, tiba-tiba aku bisa mendengar suara menderu.

"Apa mereka sudah dekat?"

"Iya. Kami akan segera menemui Unit Kira. "

"Aku mengerti. Aku gatal untuk menguji kekuatan lenganku melawan - Mu- !? "

Pada saat itu, bersamaan dengan suara ledakan yang tiba-tiba, sebuah lubang besar terbuka di tanah. Itu adalah lubang berdiameter 3 meter, dan cukup dalam sehingga orang normal tidak dapat melihat dasarnya. Aku bisa tahu kekuatan ledakan itu.

"Cih, aku meleset!?"

"Kira, ya? Sebuah serangan mendadak? Memang licik seperti biasanya. "

Si manusia burung keji, Kira ...

Salah satu dari Enam Jendral Iblis. Ditakuti sebagai Kira the Impaler, pada perang sebelumnya, dia menusuk banyak manusia dengan tombak besarnya, dan menunjukan tubuh mereka ke udara. Sayapnya yang besar, dan matanya yang bersinar dan ganas dari wajahnya adalah ciri khasnya.

"Heh heh, Camilla. Bisa-bisanya kau akan mengkhianati Pasukan Raja Iblis. Dengan kata lain, aku bisa membunuhmu secara terbuka sekarang. "

"Hmph. Kau pikir bisa membunuhku? "

"Kau tidak pernah berubah, ey? Cukup arogan sehingga kau bisa menyebutnya terlalu percaya diri. Aku benar-benar akan bersenang-senang dengan membunuhmu. "

"Dan Kau juga tidak berubah; Masih merupakan organisme bersel tunggal. Biarpun begitu, meskipun kau adalah bersel satu, kami sebelumnya pernah menjadi rekan, jadi aku akan secara pribadi melakukan upacara terakhirmu. Berterima kasihlah."

"Kuh-, bersikeras untuk mengucapkan kata terakhir! Kalian-- Ketika aku membunuh Camilla, pastikan kalian tidak membiarkan keroco-keroco kecil itu lolos. Kita akan mencocol semua rekannya tanpa terkecuali!"

Menerima perintahnya, ratusan bawahan Kira mengelilingi Unitku.

Hmph, tidak peduli berapa banyak yang sudah kau kumpulkan, mereka tetap bukan sesuatu yang pantas untuk disebut!

"Nielsen, kita lanjutkan sesuai rencana. Aku akan membereskan orang bodoh itu. "

"Seperti yang anda minta."

Setelah aku memberi perintah kepada Nielsen, aku berbalik menghadap Kira. Dia mencengkeram tombak besar di tangannya. Ini bukan tombak besar yang sederhana. Ini adalah tombak besar yang terkenal karena mengenai targetnya tanpa gagal, dan menyerang menembus sasaran dan semuanya dengan kecepatan kilat; Senjata ilahi Gae Bolg. Karena semua darah yang telah dihisap pada perang sebelumnya, tombaknya bahkan menjadi lebih tajam.

"Camilla, aku akan menaklukanmu dengan satu serangan. Kau tidak akan bisa lari! "

Kira mengeluarkan semua kekuatan yang bisa dikerahkannya saat mengangkat tombak besar itu. Bahkan jika itu tidak sempurna, dia masihlah salah satu dari Enam Jenderal Iblis, jadi mana yang dia masukkan ke dalam tombak jauh melebihi iblis normal.

"Lemparan seorang idiot yang hanya tahu satu trik, kan!?"

"Banyak ngomong! Teknik Rahasia, Skymark! [Super Demonic Sky Gap Slasher!] "

Kira melemparkan tombak besar itu secepat kilat. Lemparannya terjadi pada kecepatan yang manusia bahkan tidak bisa melihat, dan pada kecepatan yang jauh melampaui kecepatan reaksi iblis kelas tengah. Bahkan jika kelas tinggi bisa melihatnya, mereka mungkin akan berusaha keras untuk menghindarinya.

Biarpun begitu, aku akan jadi bermasalah kalau kau memasukan "Camilla of the Flash" bersamaan dengan iblis reguler.

"Hmph."

Aku memutar tubuh bagian atasku untuk menghindari tombak yang akan datang.

"Bodoh. Apa kau pikir kau bisa melarikan diri? Tidak peduli bagaimana kau lari, tombakku akan selalu mengubah lintasannya untuk menusukmu. "

Tombak itu mengubah lintasannya untuk menembus tubuhku sampai ke jantung.

--GAKIN!

Namun, sebelum sampai di jantungku, tombaknya berhenti.

"Ap- !? Apa yang terjadi?"

"Bodoh. Apa kau lupa kalau aku dikelilingi oleh penghalang sihirku setiap saat? "

"Me-meskipun begitu, untuk menghentikannya…...."

"Sesuatu seperti ini mungkin mustahil untukku di masa lalu. Akan tetapi, sekarang setelah aku mempelajari kontrol mana, sesuatu yang seperti ini bukanlah masalah. "

"Ko-kontrol mana, katamu?"

"Betul. Aku membuat manaku dalam kendali, memperkuat mana dalam satu bagian, dan mengkonsentrasikannya ke satu titik. Aku tahu kalau orang idiot sepertimu akan menargetkan jantung seperti biasa, lagipula. "

Memang; Aku tahu itu akan mengarah ke jantungku. Bahkan dalam perang sebelumnya, orang idiot ini selalu akan membidik jantung lawan. Jika kau tahu di mana itu akan mengarah, tidak peduli seberapa cepat itu, menghindarinya memang, dan kau bahkan dapat mengkonsentrasikan barriermu ke satu titik untuk menemui serangan itu.

Setelah menggenggam tombak yang telah dihentikan oleh barrierku, aku melemparnya dengan segenap kekuatanku. Tombak menggambar parabola di udara, dan menghilang jauh ke dalam hutan.

"Mengingat kalau kau tidak punya hal lain selain melempar tombak, ini adalah kekalahanmu sekarang."

"JANGAN MAIN-MAIN DENGANKU! MAAAAAAAAAAAATIIIIIIIIIIIII

Kira mengeluarkan jeritan amarah sebelum memperkuat mana dan menembakkan peluru sihir ke arahku. Peluru sihir yang tak terhitung jumlahnya muncul dari tangannya.

"Oh? kau ingin bersaing denganku dalam sihir? Betapa lucunya!"

Aku juga menembak peluru sihir, tidak kalah dengan dia. Peluru dari kami berdua sang Jendral Iblis bertabrakan. Bersamaan dengan raungan yang luar biasa, pepohonan, bebatuan, dan bumi di dekatnya saling mencengkeram, satu demi satu.
Bahkan ada pejuang yang terluka akibat ledakan itu. Puluhan, ratusan, peluru terbang satu sama lain.

Dan kemudian…

"Hahh, hahhhh, hahhh ... Ke-, kenapa kau - begitu, begitu santai ...?"

Kira ternganga karena pertukaran peluru sihir kami. Wajahnya pucat, dan seluruh tubuhnya berkeringat. Karena dia melepaskan peluru sihir tanpa jeda, tidak diragukan lagi kalau mananya sudah kering.

"Ketika kau mengeluarkan semua manamu di awal seperti idiot, inilah yang terjadi. Yang penting adalah kontrol mana. Inilah akhirnya, Kira.”

Untuk mengeluarkan teknik rahasiaku, aku mulai merapal. Dan kemudian lingkaran sihir muncul.

"To-, tolong tunggu!"

"Aku tidak akan menunggu. O peluru ajaib, jadilah bintang tak terhitung jumlahnya. Star Freya! [Peluru Sihir Super Demonic Star!] "

"Hii-, HIEEE!"

Kira mengepakkan sayapnya dan naik ke udara untuk menghindari peluru. Dia seharusnya tidak memiliki sisa energi, tapi aku rasa ini adalah usaha terakhirnya untuk hidup. Dengan panik ia mengibaskan sayapnya ke atas dan ke bawah.

"Bodoh. Peluru sihirku mengikuti targetnya. Kau bisa mati sekarang! "

Peluru sihir yang tak terhitung jumlahnya mengikuti Kira yang sedang naik, dan mengenainya dia. Salah satu peluru sihir itu memiliki cukup kekuatan untuk menghapuskan iblis tingkat rendah. Dan ratusan, ribuan, dari peluru-peluru itu menghujaninya.

"UGYAHHHH!"

Bersama dengan kematiannya, langit bergema dengan ledakan, seperti kembang api.

"Hmph. Itu teknik itu terlalu bagus untuk digunakan kepadamu. "

Previous ChapterDaftar Isi – Next Chapter –

No comments:

DMCA.com Protection Status