Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 63 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 63 Bahasa Indonesia

July 19, 2017 Pipo Narwastu


Chapter 63: Perubahan

"Apa yang kau katakan?" Nina seraya tubuhnya bergoyah, mencoba mendekati Mussu.

"Aku tidak ingin membuat kesalahpahaman. Aku hanya mempunyai urusan dengan bocah laki-laki itu." (Mussu)

Perlahan mata Nina mulai meredup ketika ia mendengar ucapannya Mussu.

"Yu adalah milikku..." (Nina)

Yu menyadari perubahan pada Nina dan Lena juga menyadarinya. Lena berjalan menuju tengah-tengah Nina dan Mussu dan menahan Nina. Yu melihat ke arah Lena dan mengangguk dengan sebuah senyuman.

"Yu, aku mau kau memutus semua hubungan dengan mereka berdua dan menjadi milikku." (Mussu)

Perubahan tidak hanya datang dari para gadis, orang-orang di sekitar mereka juga ntah bagaimana menjadi tegang. Lalu si pelayan yang berdiri di samping Mussu berjalan ke depan dan berbicara dengan senyuman.

"Hohoho, nampaknya ada sebuah kesalahpahaman. Semuanya, tolong maafkan tuanku yang telah menyebabkan kegaduhan ini. Tuanku ingin merekrut orang-orang bertalenta. Saat ini ada 10 orang bertalenta yang telah direkrut. Terkadang tuan menggunakan kata 'mengumpulkan' daripada merekrut. Kali ini, tuanku ingin merekrut Yu ke rumahnya."

"Kakek, hentikan itu. Aku kalau penjelasanku sebelumnya sedikit samar, meskipun begitu kenapa kakek berkata kalau sudah ada 10 orang? Kenyataannya, kita mempunyai 100 orang di rumah. Tentu saja aku memaksa mereka dan memberikan mereka kebebasan." (Mussu)

"Cih, dia tidak terlihat sebaik itu untuk menjadi penguasa kota."

Siamese berkata itu dalam amarah untuk protes. Mussu pada dasarnya datang dan mengacaukan rencananya.

"Setidaknya, aku lebih superior darimu." (Mussu)

"Apa yang kau katakan? Aku adalah Siamese von Brad!”

"Siamese von Brad? Anak kedua Brad, umur 16 tahun, bergabung ke klan Crimson Meteor hanya untuk kekuatan finansial. Setelah satu tahun mencapai adventurer rangking D. Level 31, job pertama Warrior dan job kedua Magic Knight. Sihir dan taktik pertempuran berpedang dan bertangan kanan, akan tetapi memiliki kesulitan ketika menangani perisai. Tentu saja dibenci oleh adventurer lain karena kepribadiannya yang arogan, kebencian itu bahkan menyebar ke orang-orang dari klan Crimson Meteor." (Mussu)

"Memang benar, orang-orang dengki karena garis keturunan dan talentaku. Meskipun aku sedang tidak ada di klan, talentaku selalu akan menonjol. Aku bahkan lebih baik dari bocah yang dipanggil Yu itu." (Siam)

Setelah itu Siam memindahkan pandangannya ke arah belakang Yu dan melihat Marifa yang baru saja keluar dari ruangan pergantian job.

Marifa kebingungan karena ketika ia baru saja keluar dari ruangan, banyak orang telah berkumpul. Di sisi lain, seorang pria dengan wajah serius ditahan oleh kedua pria di sampingnya, di kanan adalah pria dengan tubuh berotot, bergaya aristokrat dan seorang pelayan, di kiri adalah pria dengan perlengkapan mencolok.

Marifa juga mendengar pria dengan perlengkapan mencolok mengomentari Yu sebagai orang bodoh yang dimana menyebabkan telinga Marifa untuk berkedut. Nina yang bisanya tersenyum sekarang menggenggam belati dengan tanpa ekspresi, Lena menahannya sembari satu tangannya memegang tongkatnya.

'Apa yang terjadi?' pikir Marifa.

"Dark... Dark elf yang ada di sana berpakaian pakaian madi. Apa kau mungkin ingin melayaniku? Tentu saja aku mau dilayani olehmu. Kau sungguh cantik. Apa kau bersedia untuk memberitahuku namamu?" Siam melihatnya dan langsung terpesona oleh penampilan Marifa. Akan tetapi sangat disayangkan bahwa Marifa telah berpikir bahwa ia adalah musuh.

Marifa merapalkan [Spirit Magic] tanpa sadar. Ia tidak dapat merapal melalui mulut karena tenggorokannya masih terluka namun latihan menggunakan sihir tanpa bersuara sekarang telah menunjukan hasilnya. Marifa melepaskan [Spirit Magic] rangking pertama, mengambil keuntungan dari roh air, ia menyelesaikan sihir <<Water Bullet>>.

Setelah itu, tetesan kecil air yang tak terhitung jumlahnya melesat di sepanjang ruangan dan mengenai apapun yang ada di jalannya sambil memfokuskannya ke arah Siam dan kacung-kacungnya.

"Kelihatannya kau punya kedekatan yang baik dengan yang namanya kemalangan." (Muga)

"Muga, berhenti bicara omong kosong. SIalan si Yu itu!"

Siam dipaksa mundur karena banyaknya jumlah dari <<Water Bullet>>. Muga terbebas karena itu dan terjatuh ke lantai sembari menyikap beberapa keringat yang ada di dahinya. Setelah itu, Siam dipaksa untuk meninggalkan ruang guild di bawah rentetan <<Water Bullet>>.

"Yu, ini hanya akan membawa lebih banyak masalah nanti."

"Jangan khawatir, masalahku tidak akan pernah cukup." Kata Yu sambil menggunakan <<Heal>> ke Muga.

Yu mendengarkan terhadap apa yang telah menyebabkan ini. Ketika Muga kembali ke klan Crimson Meteor, ia harus mencari rekan-rekan barunya untuk membuat party lagi, itu sulit sehingga ia memutuskan untuk meninggalkan klan. Setelah beberapa keadaan, ia tidak dapat meninggalkan klan dan dipaksa untuk bergabung ke dalam grupnya Siam.

"Terima kasih telah menyingkirkan gangguan itu. Jadi, bisakah kita kembali ke urusan kita? Jika kau benar-benar memaksa, aku bahkan bisa mempertimbangkan untuk membawa gadis-gadis itu denganmu." (Mussu)

"Maaf, aku bukanlah orang yang mau bekerja keras untuk orang lain." (Yu)

"Kau tahu, komposisi party-mu juga buruk. Aku akan menempatkan seseorang untuk menyeimbangkan party-mu." (Mussu)

"Tidak apa, menambahkan adventurer yang tidak kukenal mungkin malah akan mengganggu pekerjaanku dan aku tidak memiliki keinginan untuk menerima bantuanmu." (Yu)

"Eh?"

"Apa kau tidak mengerti? Aku menolak tawaranmu." (Yu)

"Hahaha kau berani menolaknya? Kakek tahu kalau mansion yang Yu sekarang tinggali adalah milikku 'kan? Berapa harganya?" (Mussu)

"Itu sudah diajukan untuk dijual dengan harga 30 juta moon coin."

"Aku telah menerima 5 juta moon coin untuk uang muka. Sisanya, jika aku tidak menerimanya saat ini juga..." (Mussu)

Mussu kemudian melihat ke wajahnya Yu. Ia mencoba untuk menekan Yu dengan kekayaannya saat ini. Akan tetapi Yu memasukan tangannya ke dalam kantong bajunya dan mengeluarkan beberapa koin emas dan meletakannya ke atas meja.

"Ini adalah 250 koin emas, kau bisa menghitungnya jika kau mau." Yu mengeluarkan sisa keseluruhan uang yang diperlukan untuk membayar rumah. Para penonton dapat melihat wajah Mussu sekarang berkeringat. Ia tidak bisa mundur dan menjilat ludahnya sendiri.

"Tuan, saya yakin Yu tidak bermaksud menyinggung anda."

Si pelayan kemudian membungkuk ke arah Yu dan tersenyum. Namun senyumnya berbeda dari Eckart yang memberikan suatu rasa aman. Ntah bagaimana itu sama seperti seseorang yang dekat dengan Yu.

"Oh, begitukah? Tapi, kau sebaiknya tidak memaksakan keberuntunganmu, nak..." (Mussu)

Setelah itu Mussu pergi dan Yu juga keluar dari guild dan pulang ke rumah. Ia berpisah dengan Muga dan Eckart di perjalanan.

"Nina." (Yu)

"Ya?" (Nina)

"Apa kamu menyadari sesuatu dengan si pelayan tadi?" (Yu)

"Iya, dia kelihatan mirip dengan seseorang." (Nina)

Untuk sekarang Nina nampak telah pulih.


__ __

"Hahaha, aku bertanya-tanya darimana kepercayaan dirinya itu." (Mussu)

"Saya tidak tahu, tuan. Akan tetapi dia meninggalkan impresi kuat kepada saya."

"Oh, apa kakek menjadi tertarik dengannya?" (Mussu)

"Hehe, bagaimanapun saya akan mencari informasi lebih mengenai Yu Sato. Lagipula, guild mungkin telah menyembunyikan sesuatu. Saya juga akan mencoba untuk mencari beberapa informasi dari desanya."

Mussu hanya dapat melihat di kejauhan. Ia dipenuhi oleh antisipasi dan berpikir mengenai seberapa menyenangkan dan menariknya itu.

No comments:

DMCA.com Protection Status