Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 64 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 64 Bahasa Indonesia

July 19, 2017 Pipo Narwastu


Chapter 64: Kesepakatan

Terdapat sebuah mansion yang mencolok nan menonjol di area berpendudukan di kota Comer dimana para bangsawan dan pedagang hidup. Mansion yang satu ini cukup memakan tempat, bahkan ukuran tamannya 160.000 meter persegi dan sebanding dengan taman hiburan.

Ruangan-ruangan di dalamnya didekorasi dengan perabotan-perabotan dan barang antik yang mahal. Barang-barang yang ada di dalam mansion dapat dikenali bahwa itu terbuat dari pengrajin terkemuka.

Di sana terdapat seorang pria yang sedang meminum teh seraya duduk dengan arogannya di sebuah sofa. Dari pakaiannya siapapun dapat tahu bahwa ia adalah seorang aristokrat.

"Joseph, bukankah ada sesuatu yang mau kau katakan padaku?"

"Eh? Tapi bukankah kontrak di antara kita mengatakan kalau aku bebas melakukan apapun yang kusuka." (Joseph)

"Kau sudah tahu kan kalau aku suka merekrut orang-orang bertalenta? Kenapa kau menyembunyikan sesuatu mengenai Yu Sato?"

Joseph dengan cepat meminum sisa tehnya sekali teguk sampai ia bersendawa.

"Kau tahu kalau aku harus melakukan itu. Semenjak guild juga meminta informasi yang sama, aku harus menyembunyikannya." (Joseph)

"Jadi, kalau aku yang minta, maukah kau memberitahuku?"

Dari belakang, si pelayan muncul dengan membawa sebotol wine. Ia juga membawa gelas dan menuangkan wine ke gelas itu.

"Ini adalah wine terbaik dari kilang wine Buryuto. Winenya berumur 30 tahun. Kau tahu, wine terbaik dari kilang wine Buryuto saat terbaiknya adalah di umur 30 tahun dan mereka hanya punya 400 sampai 500 botol yang dibuat tiap tahunnya."

Mussu menyesap wine untuk memprovokasi Joseph yang hanya dapat menikmati baunya.

"Jadi, maukah kau memberitahuku mengenai bocah itu?"

"Apa ini? Kau tahu kalau kau telah menggodaku secara berlebihan." (Joseph)

"Haha, maaf atas lelucon payahnya. Aku ingin menjadi temanmu, tapi juga dengan bocah itu, Yu Sato. Kita tahu bahwa akan lebih baik untuk merekrutnya lebih cepat."

Setelah itu si pelayan bergerak ke belakang Mussu sehingga ia dapat bertindak langsung jika ia diberi perintah.

"Aku juga mempunyai beberapa laporan dari kakek, mari kita coba untuk memastikan ini denganmu. Kakek?"

"Baiklah. Yu Sato datang dari desa Resser. Di desa dia mengalami diskriminasi karena warna rambut dan matanya. Dia diberi kartu guild palsu dan setengah hadiah komisinya diambil darinya."

Mata Joseph memerah ketika ia mendengar ucapannya si pelayan.

"Di desa Resser tidaklah aneh baginya untuk dihajar oleh salah satu adventurer, namun ntah bagaimana adventurer itu tewas. Setelah itu, dia nampak bertemu dengan Nina dan membentuk party."

"Jadi, apa kau melihat ada yang salah di sini?" (Mussu)

"Itu adalah kebohongan terburuk yang pernah aku dengar." (Joseph)

"Itu terlalu sempurna untuk menjadi kebetulan. Si adventurer yang membully-nya tewas ketika menjalani quest goblin. Yang lainnya juga mengalami takdir yang sama tidak lama setelah itu."

"Apa tujuanmu?" (Joseph)

"Di mataku, Yu Sato adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk membunuh adventurer lain yang bahkan memiliki rangking yang lebih tinggi darinya. Apa kau tidak pernah membayangkannya melakukan hal semacam itu?" (Mussu)

Setelah itu Mussu memberi isyarat ke si pelayan untuk melanjutkan.

"Setelah satu tahun dia akhirnya pergi keluar dari kota Comer. Di perjalanan dia bertemu dengan Lena dan kemudian mereka bertiga sampai di kota ini. Setelah mendaftar, dia mengalahkan Goblin King dalam 10 hari dan kelompok pemburu pemula 'Zero si naga' dan dua rekannya. Meskipun yang satunya lebih ke arah dikalahkan oleh Joseph, dia tetap mengalahkan dua sisanya. Di kejadian baru-baru ini, dia membeli budak dark elf jadi mungkin partynya akan menjadi party empat orang."

"Zero tercatat memiliki kemampuan mata khusus yang dapat membantunya dalam pertempuran. Dia sendiri memiliki pencapaian besar dalam pertempuran di Dataran Marukia. Jadi, bagaimana dia bisa mengalahkannya?" (Mussu)

Joseph terkejut bahwa ia mengetahui itu, namun ia bersikap tenang.

"Jadi, aku melihat kau memiliki obsesi terhadapnya, meskipun begitu aku tidak melihat ada alasan untuk membantumu." (Joseph)

"Kau tahu, dia pernah tinggal di desa Resser dengan Nina dan satu orang lagi." (Mussu)

"Itu mungkin keluarganya." (Joseph)

Tapi si pelayan menggelengkan kepalanya.

"Para penduduk memastikan kenyataan bahwa dia tinggal dalam keluarga berjumlah tiga orang namun siapa orang ketiga itu? Orang keriga itu misterius. Tidak ada satupun dari para penduduk mengingatnya, seolah-olah ingatan mereka dihapus."

"Apa maksudmu?" (Joseph)

"Para penduduk ingat bahwa dia tinggal dengan dua orang. Satu adalah Nina dan satunya lagi bernama Stella. Akan tetapi tidak ada satupun yang ingat apapun mengenai Stella. Seolah-olah dia tiba-tiba saja menghilang."

"Jadi apa pokok pembicaraan ini?" (Joseph)

"Untuk sekarang, cukup katakan saja padaku apapun yang baru mengenai bocah itu nanti dengan segera." (Mussu)

"Baiklah." (Joseph)

Setelah itu Joseph berjalan ke arah pintu keluar sementara Mussu dalam diam menyesap wine.

"Oh iya, aku hampir lupa. Kau sebaiknya mengawasi gadis bernama Nina untuk berjaga-jaga." (Mussu)

"Ojou-chan? Yah, aku tidak berpikir dia merupakan ancaman." (Joseph)

"Aku harap juga begitu." (Mussu)

No comments:

DMCA.com Protection Status