Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 65 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 65 Bahasa Indonesia

July 21, 2017 Pipo Narwastu


 TL Note: Cok lah panjang bener nih chapter :v mana bikin tabelnya susah pula

Chapter 65: Ciuman Pengabdian!

"Gagang belati ini juga menggunakan Mithril. Biasanya hanya pedang yang dibuat dari Mithril tapi dengan kemampuanku, itu mungkin untuk membuat semuanya dengan Mithril, dari pedang ke gagangnya, hulu pedangnya, semuanya dari Mithril. Hahaha! Lihatlah berapa banyak Mithril yang aku gunakan, aku juga sudah membuat sebuah belati menggunakan teknik yang sama tapi materialnya dari Damascus. Untuk tongkatnya, itu mungkin akan menjadi sedikit lebih berat jika hanya dibuat dari Mithril."

Setelah meninggalkan guild Adventurer, Yu pergi menuju tempat Woods untuk mengambil perlengkapan yang telah ia minta. Ketika ia masuk, Woods menyambutnya dengan senyuman dan langsung membawakan keluar senjata dan perlengkapan yang mana adalah unik, tidak hanya bentuknya namun juga materialnya.

Senjata-senjata yang ditata di atas meja dan Woods mulai menjelaskan mengenai senjata-senjatanya satu per satu. Yu, Lena, dan Marifa tidak mengerti dengan apa yang ia jelaskan namun itu pasti adalah hal yang bagus karena wajahnya Woods penuh dengan kebahagiaan dan kepuasan. Nina di belakang masih linglung, mungkin sedang memikirkan sesuatu mengenai Mussu.

"Senjata ini cukup bagus, tapi aku melihat ada sesuatu yang berbeda." (Yu)

"Ah, ini... aku mencampurnya dengan baja biru sebagai landasannya. Jumlahnya kecil yang hanya dapat ditemukan di tambang Urumi. Senjata ini ada efek khususnya, begitu pemiliknya telah diputuskan, hanya orang itu yang bisa menggunakannya dan memperkuat kemampuan mereka. Sekarang aku berpikir kau bisa untuk mencapai level yang lebih dalam di dungeon Golgo atau bahkan lebih dalam di dungeon hutan besar "Hutan Enrio". Di dalam Hutan Enrio, monster-monsternya adalah mayat hidup dan memiliki afinitas terhadap kegelapan. Pedang ini tidak akan mengecewakanmu." (Woods)

"Oh, yang ini sebenarnya punya skill yang telah ditambahkan. Terima kasih paman. Aku juga dengar kalau paman punya busur panah dan beberapa armor dari dalam dungeon." (Yu)

"Ah, itu ya. Ini. Tunggu sebentar." (Woods)

Woods masuk ke dalam dan keluar membawa sebuah busur panah dan armor.

"Ini adalah busur panah terbaik yang bisa kau dapat di sekitar sini. Busur ini dirancang untuk elf namun dark elf tidak terlalu berbeda dari mereka. Kecocokannya seharusnya berada di tingkat yang sama. Armornya ringan, berbasis kulit.  Jaket kulit, sepatu bot, sarung tangan, hanya untuk pemula namun ketahanan mereka baik." (Woods)

Yu memeriksa barang-barangnya dan memutuskan untuk membelinya.

"Paman, seperti biasanya, tidak ada pelanggan lain di sini." (Yu)

"Eh, kau mengambil kesimpulan yang salah. Di sini tidak ada pelanggan karena bukan pelanggan yang memilih toko-ku, tapi akulah yang memilih pelangganku. Karena itulah aku dapat memiliki waktu lebih untuk mengambil permintaan khusus seperti kalian dan memiliki waktu lebih untuk mengurus material-material berharga." (Woods)

"Jadi, seperti blacksmith eksklusif? Aku mungkin bermuka tebal memilikimu sebagai blacksmith pribadiku tapi aku harus membawakanmu material yang bagus dan langka aku rasa." (Yu)

Telinga Woods memerah, mungkin karena ia malu dan merasa kalau Yu sedang menyindirnya. Yu kemudian melihat ke arah Lena yang sedang menatapi tongkat Mithril. Marifa sedang menguji-uji benang busurnya. Nina seperti biasa melihat-lihat sekitar dan berjaga-jaga. Yu kemudian mengalihkan pandangannya ke belakang konter dan melihat sesuatu.

"Paman, apa itu?" (Yu)

"Ph, itu? Itu adalah palu Mithril dan landasan." (Woods)

Dalam proses untuk membuat perlengkapan dari Mithril, palu Mithril dan landasannya diperlukan.

"Paman, apa paman menjual itu?" (Yu)

"Tentu saja tidak!" (Woods)

Woods mengatakan itu seolah-olah ada pisau yang menusuk tenggorokannya. Tentu saja tidak ada yang tahu seberapa mahalnya itu dan jikalau itu diambil darinya, ia mungkin akan menjadi berserk.

Setelah itu, Yu membayar biaya untuk perlengkapan-perlengkapan itu dan berjalan pulang untuk mempersiapkan makan malam. Nina duduk di meja dan tidak bergerak se-centi pun. Lena sedang mencoba tongkat Mithrilnya dan Marifa membantu Yu.

Tidak lama setelah itu, aroma sup dan roti memenuhi ruangan dan kemudian disajikan di atas meja.

Marifa dan Yu duduk di meja setelah itu. Ada sebuah panci di atas meja juga. Di dalamnya, sesuatu yang terlihat seperti keju meleleh dapat terlihat. Sup mengandung banyak daging dan sayuran yang dapat terlihat ketika disendok. Dagingnya adalah sosis Boar Soldier yang telah ia buat baru-baru ini. Meskipun begitu Nina masih menatap kosong.

"Nina, apa ini karena kita tidak menyajikan nasi?" (Yu)

"Ah, nggak... Ini karena aku masih marah sama bangsawan itu." (Nina)

"Iya, ini enak." (Lena)

Suara Lena juga dapat terdengar seraya mengigit rotinya.

Marifa di sisi lain sedang menunggu Yu untuk melakukan gigitan pertama, sebelum ia mengikuti setelahnya.

"Jangan khawatir, aku akan makan. Aku tidak akan membiarkan makanannya jadi mubazir." (Nina)

Nina juga mulai mengambil gigitan kecil dan ketika ia mencoba keju leleh, rasanya sungguh lezat.

"Ini... enak..." (Nina)

"Jangan ngomong kalau mulutmu penuh." (Yu)

Ketika Nina mengambil satu gigitan, matanya menjadi berair.

"Yu, kamu tau kalau aku pernah tinggal di kota kerajaan dan kemudian mencoba untuk pindah ke Hameln karena di sana, tidak ada diskriminasi diantara ras, itu adalah tempat yang baik untuk hidup." (Nina)

"Bodoh, apa yang kamu katakan. Aku baru saja beli rumah." (Yu)

"Uuu, aku kan cuman curhat." (Nina)

"Apa kamu khawatir mengenai bangsawan bodoh itu? Ah, ngomong-ngomong, Marifa, seperti yang sudah aku janjikan, aku akan mencoba menyembuhkan tenggorokanmu." (Yu)

Setelah itu Marifa berlutut di lantai dan Yu menaruh tangannya di sekitar lehernya. Pelan-pelan ia mengaktifkan <<Heal>> dan bekas luka di lehernya perlahan menghilang.

"Bisakah kamu bicara sekarang?" (Yu)

"Ah... iya tidak ada masalah." (Marifa)

"Mari-chan! Suaramu sangat imut." (Nina)

"Ah... baguslah untukmu."

Nina senang seperti anak kecil, menangis dalam kebahagiaan sementara Lena was-was karena Marifa menguasai teknik 'tanpa merapal' lebih cepat darinya.

After Marifa memastikan kalau tenggorokannya telah benar-benar pulih, ia bergerak maju dan mencoba untuk mencium kakinya Yu yang di mana membuat Yu melangkah mundur.

"Apa yang kamu lakukan?" (Yu)

"Apakah anda punya masalah, master? Ini adalah ciuman pengabdian, seperti memberikan kehormatan saya kepada Dewa." (Marifa)

"Dewa? Siapa yang Dewa?" (Yu)

"Mari-chan, Yu bukanlah seorang Dewa." (Nina)

"Mungkin itu adalah sesuatu seperti adat istiadatnya dark elf." (Lena)

"Nina, Lena, bagaimana bisa kalian tidak melihatnya? Beliau dapat menyembuhkan luka-luka tanpa jejak, beliau dapat menggunakan sihir tanpa merapal, jika beliau bukan Dewa, terus siapa?" (Marifa)

Melihat itu, Yu hanya bisa memberikan chop kepada Mari.

"Hentikan itu!" (Yu)

Setelah itu Marifa berdiri dan berjalan ke arah Nina dan Lena.

"Aku ada sesuatu yang mau aku sampaikan ke kalian." (Marifa)

"Apa itu Mari-chan? Wajahmu menakutkan." (Nina)

"...Kamu bisa memberitahu kami..." (Lena)

"Apa kalian tidak merasa malu menyerahkan segala hal seperti memasak, mencuci dan bersih-bersih ke Dewa? Aku terkejut kalau mansion sebesar ini diurus sendiri oleh Dewa. Bahkan bak mandinya pun dipersiapkan oleh beliau. Kalian seharusnya malu karena cuma bisa tidur dan makan saja selama ini. Dan juga kalian para wanita suka masuk ke kamarnya malam-malam dan mengganggu istirahatnya. Aku tidak akan memperkenankan ini di masa depan." (Marifa)

"A-aku nggak bisa bersih-bersih dan memasak." (Nina)

"Buatku... aku juga tidak bisa."

"Liat kan, kalian ini cuman lintah. Apa kalian setidaknya memberikan uang untuk sewa dan makanan?" (Marifa)

"Tentu saja, semua hadiah quest kami diberikan ke Yu."

Nina dan Lena berkata itu secara bersamaan. Meskipun begitu Mari tetap melotot ke arah mereka dengan seramnya.

"Kalian tahu, dua minggu belum berlalu semenjak aku menjadi budak Dewa dan bahkan aku tahu seberapa mewahnya makanan yang disajikan oleh beliau. Bahkan mansion besar ini, kalian bisa menghitung jumlah rumah yang punya bak mandi. Nina, Lena kalian adalah adventurer rangking D. Gaya hidup semacam ini bukanlah sesuatu yang adventurer rangking D bisa hasilkan. Perlengkapanmu juga adalah sesuatu yang mewah. Kalung Gorudoba yang Lena miliki, kalian tidak tahu berapa banyak elf dan dark elf yang bermimpi untuk memilikkinya. Perlengkapan total kalian harganya lebih dari 3000 gold. Kali ini, perlengkapan Mithril yang telah Dewa beli. Belati Mithril, belati Damascus, jubah Mithril, sarung tangan kulit ular naga, semuanya berharga lebih dari 20 white gold (200 gold)." (Marifa)

Ekspresi Nina dan Lena ketika mendengar itu menjadi suram. Ekspresi Yu malah seperti 'Ayo Marifa, kasih tau lagi, terus marahin HUAHAHAHA'. Kuro, yang biasanya tetap tenang, menjadi terkejut melihat betapa menakutkannya Marifa.

"Dan Kuro! Kau dah tau kalau Dewa sudah memintamu untuk menjaga kamarnya. Kenapa kau selalu gagal tiap saat? Harap ketahui tempatmu dan lakukan perintahnya dengan benar." (Marifa)

"Ugh."

Dari ekspresi yang dapat terlihat pada Kuro, yang tidak melakukan sesuatu yang salah, merasa seperti seseorang telah menusuknya di jantungnya.

"Marifa" (Yu)

"Ya Dewa, tolong berikan saya perintah anda." (Marifa)

Ketika Yu memanggil namanya, ekspresi wajahnya berbeda dari biasanya.

"Ya, Dewa."

Telinga Marifa berkedut, menunggu instruksinya lebih lanjut.

__ __ _

 
Status window
Name: Yu Sato Race: Human
Job: Magic Warrior, Enchanter Level: 29
HP: 962 MP: 1399
Strength: 308 Agility: 234
Vitality: 312 Intelligence: 264
Magic: 305 Luck: 1
Passive Skills
Swordmanship: LV7 Spear mastery: LV6
Physical ability up: LV6 Awareness: LV6
Brute strength: LV6 Mp recovery rate up: LV5
Axe mastery: LV5 Body mastery: LV4
HP recovery up: LV4 Trap discovery: LV4
Fire resistance : LV4 Shield mastery: LV4
Hammer mastery: LV4 Throwing: LV4
Brute arm: LV3 Scaled skin: LV3
Rebirth: LV3 Dagger Mastery: LV3
Strong body: LV3 Night eyes: LV3
Martial arts: LV3 Dragon Eye: LV2
Abnormal state resistance: LV2 Agility up: LV2
Leadership: LV2 Darkness Resistance: LV2
Silent step: LV2 Poison resistance: LV2
Staff mastery: LV2 Carving: LV1
Casting speed up: LV1 Spirit eyes: LV1
Cooking: LV1 NEW!
Active Skills
Black magic: LV6 Spear skills: LV5
Axe skills: LV5 Sword Strike: LV5
Body Enhance: LV5 White Magic: LV5
Warcry: LV5 Alchemy: LV5
Shield skills: LV4 Spirit magic: LV4
Enchant magic: LV4 Magic wearing: LV4
Appraisal: LV4 Unlock: LV4
Disarm trap: LV4 Hammer skills: LV3
Space-time magic: LV3 Dragon breath: LV3
Dagger Strike: LV3 Magic Sword: LV3
Martial arts skill: LV3 Barrier: LV2
Blacksmith: LV2 Steal: LV2
Stealth: LV2 Spear strike: LV1
Specter magic: LV2 ↑UP Magic awakening: LV1
Special Skills
Unknown World Magic Eyes: LV3
Depriver: LV3
Pack leader: LV3
Rebirth
Herculean strength
Beast killer
Sharp hearing


Equipped weapons:

  • Spirit Sword (Grade 4): Meningkatkan serangan, Hanya Yu
Equipped armour:
  • Damascus Armor (Grade 4): Ketahanan kelumpuhan meningkat dan ketahanan tidur meningkat
  • Damascus Gauntlet (Grade 4): Ketahanan kematian instant meningkat dan ketahanan godaan meningkat
  • Damascus Boots (Grade 4): Ketahanan sihir meningkat dan ketahanan keadaan tidak normal meningkat.
  • Magic Shield (Grade 4): Ketahanan sihir meningkat dan
    keadaan tidak normal meningkat.

Status window
Name: Nina Levers Race: Human
Job: Thief, Assassin Level: 28
HP: 406 MP: 200
Strength: 157 Agility: 308
Vitality: 136 Intelligence: 82
Magic: 62 Luck: 22
Passive Skills
Dagger mastery: LV3
Silent step: LV3
Awareness: LV2
Trap discovery: LV2
Dual dagger: LV2
Assassination mastery: LV2
Dodge: LV1
Agility up: LV1
Active Skills
Stalking: LV3
Stealth: LV3
Dagger strike: LV3
Assassination skills: LV2
Disarm trap: LV2
Body enhance: LV2
Unlock: LV2
Steal: LV1
Special Skills
Magic guide – ground/short warp


Equipped weapons:
  • Mithril Dagger (Grade 4 ): Tidak memiliki efek
  • Damascus Dagger (Grade 4): Tidak memiliki efek
Equipped armour:
  • Snake Dragon Leather Gauntlet (Grade 5): Ketahanan racun
  • Dragon Bracelet (Grade 4): Semua kemampuan meningkat

Status window
Name: Lena Forma Race: Human
Job: Magician, Witch Level: 25
HP: 201 MP: 998
Strength: 41 Agility: 56
Vitality: 53 Intelligence: 289
Magic: 397 Luck: 16
Passive Skills
Casting Speed Up: LV3
Staff mastery: LV1
Magic strengthening: LV1
MP consumption reduction: LV1
MP recovery speed up: LV1
Active Skills
Black magic: LV4
White Magic: LV3
Barrier: LV3
Magic awakening: LV2
Special Skills
None

Equipped weapons:
  • Mithril Staff (Grade 4): Sihir meningkat
Equipped armour:
  • Mithril Robe (Grade 4): Ketahanan sihir meningkat
  • Rock Dragon Ring (Grade 4): Pertahanan meningkat



No comments:

DMCA.com Protection Status