Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 66 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 66 Bahasa Indonesia

July 24, 2017 Pipo Narwastu


Translator: Ise-kun

Chapter 66: Mari Tingkatkan Jumlah Pelayan

Dengan suara yang merobek udara, sebuah anak panah melesat dan menusuk tenggorokan Goblin Soldier. Panah-panah terus berterbangan dan segera enam mayat goblin berbaring di tanah. Mereka bahkan tidak bisa mendekati Marifa.

Marifa menggunakan [Bow Skill] <<Rapid Fire>>. Ia tidak mengalami masalah bahkan ketika ia menggunakannya untuk pertama kalinya.  Mungkin itu karena pekerjaan pertama dalam membantunya. "Trainer" adalah job yang ia pilih. Itu adalah job yang katanya paling sesuai dengannya dari di antara job-job lainnya yang ada di dalam daftar.

Marifa sudah tidak tahan lagi namun akhirnya ia telah menemukan tempat di mana ia berada, di mana ia dapat diterima. Meskipun di hari ke 17 adalah pembayaran pertama untuk Marifa, jumlahnya adalah 50 gold coin, itu hanyalah biaya bunganya, bukan keseluruhannya. Marifa tahu betul berapa banyak Yu membayar untuknya.

Dalam rata-rata, adventurer rangking D hanya bisa dapat 10 sampai 15 gold coin sebulan. Biaya bunganya saja sudah tidak masuk akal. Ia merasa tidak tenang mengetahui bahwa Yu dibebani oleh hutang semacam itu, dengan bunga yang mencekik leher.

Bahkan makanan yang ia dapat cukup mewah. Itu bukan makanan sisa, itu adalah makanan yang benar-benar enak. Ia tidur di kasur yang hangat, bukan di lantai. Ia hidup di kamar di dalam rumah besar dan bukan di kandang. Tidak ada hal lain lagi yang bisa ia minta.

Dengan perasaan bersyukur yang kuat dan ingin membalas budi, ia melanjutkan untuk memanah.

Mayat-mayat goblin yang tertusuk oleh anak panahnya tersebar di sekitar area.

"Awooo.."

Marifa melihat ke arah sumber aungan dan melihat sesosok serigala hitam sedang melambaikan ekornya. Marifa memberi isyarat dan segera si serigala hitam memakan mayat-mayat goblin dengan senangnya. Karena Marifa hanya butuh potongan telinganya, sebagai bukti karena sudah mengalahkan mereka, dan batu sihir yang dijatuhkan mereka.

Setela ia selesai mengumpulkan semua telinga, Marifa berkata "Berhenti!" kepada serigala hitam. Si serigala hitam yang mendengar itu hanya menggerakan wajahnya ke arah Marifa kemudian melanjutkan makannya.

"Ah, sungguh sulit untuk melatih mereka..."

Marifa tentunya pergi ke kantor cabang job 'Trainers' untuk mempelajari beberapa skill dasar yang disebut [Tamer]. Jika bakat seseorang tinggi, mereka mungkin dapat mempelajari skill-nya langsung setelah mereka mengganti pekerjaan mereka namun bakat Marifa cukup buruk tapi ia berusaha keras untuk mendapatkan skill tersebut.

Pertama-tama ia memilih job 'Trainer' karena ia ingin menjinakkan serigala hitam yang nampak Yu sukai. Marifa untuk sekarang hanya dapat paling jauh mengelus-elus perut serigala hitam atau memberikannya makanan setelah memburu goblin.

"Berhenti.."

Si serigala hitam datang dan mengelus-eluskan kepalanya pada Marifa dan tidak lama setelah itu ia pun dipenuhi oleh bulu-bulu si serigala hitam. Marifa tidak marah, ia hanya ingin si serigala hitam untuk berhenti dan mematuhi perintahnya. Setelah itu, ia mengelus-elus kepala serigala hitam dan mencoba untuk menggunakan skill [Tamer] lagi.

"Kamu tahu, aku melayani pria hebat bernama Dewa. Aku tidak melayani siapa-siapa selain beliau. Aku akan menjadi budak paling beruntung meskipun jika jumlah budak yang beliau milikki akan melebihi jumlah bintang. Kamu, serigala hitam, maukah kamu ikut bersamaku dan melayani Dewa?"

__ _

"Whoa? Apa yang terjadi?"

Hari itu seorang petani tua yang sedang membajak tanah di dekat kota Comer melihat sebuah pemandangan aneh. Sesosok dark elf yang memakai pakaian maid. Penampilannya tidak aneh karena ada beberapa maid juga di kota Comer. Akan tetapi, makhluk yang seperti anjing yang ada di belakang gadis itu lebih terlihat seperti monster. Makhluk itu adalah serigala hitam (Black Wolf)

Pada awalnya si petani terlihat tenang. Sesosok maid dark elf, sesosok serigala gelap untuk peliharannya, ketika ia menyadari kenyataan tersebut, ia terkejut. Serigala hitam adalah monster yang menyerang peternakan. Mereka berbahaya. Meskipun begitu monster itu berjalan di belakang dark elf itu.

Ia mencoba untuk memberi tahu siapapun yang ia temui namun tidak ada yang percaya dengan ceritanya. Setelah itu diketahui bahwa ia pensiun dari pekerjaannya.

"Fiuh..."

Marifa menghela napas pada pemandangan gerbang rumahnya. Setelah itu ia berkata, "Ayo masuk ke dalam rumah".

Nampaknya jumlah serigala hitam yang ada di belakangnya, yang sedang mengibaskan ekor-ekor mereka, berjumlah 17.

Previous ChapterDaftar Isi – Next Chapter

No comments:

DMCA.com Protection Status