Mondaijitachi ga Isekai kara Kuru sou desu yo? Chapter 16 Part 2 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Mondaijitachi ga Isekai kara Kuru sou desu yo? Chapter 16 Part 2 Bahasa Indonesia

August 29, 2017 Pipo Narwastu


Volume 2 Chapter 6


Part 4

—Markas operasi perayaan, pintu masuk balkon.

Pada saat ini, Asuka dan yang lainnya tidak tahu apa yang harus dilakukan di area balkon.

Karena angin hitam yang sama dengan yang telah menghempaskan mereka saat sini menutup laju mereka.

Tidak bisa menembus angin itu membuat Asuka frustasi dan hanya bisa berteriak pada Shiroyasha yang sedang berada di sisi lain:

"Shiroyasha! Bagaimana situasi di dalam?" (Asuka)

"Tidak jelas! Tapi tindakan-ku yang jelas dibatasi! Apa ada sesuatu lagi yang tertulis di [Gulungan Geass]-nya?" (Shiroyasha)

Jin dengan terburu-buru mengambil [Gulungan Geass] hitam.

Tulisan yang tertulis di dalamnya didekomposisi menjadi garis -garis lurus dan lekukan, membentuk konten baru.



※ Hal-hal mengenai keikutsertaan game ※

.Persyaratan perang tidak dipenuhi oleh ketua game.

Untuk ketua game agar dapat mengikuti perang, silahkan penuhi  persyaratan perangnya.



"Katanya persyaratan perang untuk ketua game masih belum dipenuhi...?" (Jin)

"Bagaimana dengan persyaratan perangnya? Apa ada hal lain yang tertulis di sana?" (Shiroyasha)

"Tidak... tidak ada lagi." (Jin)

Shiroyasha dengan marah mendecapkan lidahnya. Berdasarkan apa yang ia tahu, hanya ada satu cara untuk segel berbentuk  穜 untuk kelas bintang. Sekali lagi ia berteriak:

"Semuanya dengar baik-baik! Sampaikan setiap kata-kataku pada Kuro Usagi mengenai apa yang akan aku katakan! Tidak ada ruang bagi kegagalan! Kesalahan mungkin juga akan mengarah kepada kematian banyak peserta!" (Shiroyasha)

Jika Shiroyasha yang biasanya, akan sangat sulit untuk melihat ia berbicara dengan nada penuh ketegangan dan mendesak. Ini juga menunjukan bahwa itu adalah sesuatu yang sangat penting.

Asuka dan yang lainnya mengambil napas dalam sebelum menunggu instruksi Shiroyasha.

"Pertama-tama, game ini mungkin telah [Membuat peraturan agar tidak sempurna]! Salah satu dari cara curang yang Demon Lord akan gunakan! Kemungkinan terburuknya adalah, [Game ini tidak dapat dimenangkan]!" (Shiroyasha)

"Eh...!"

"Kedua, beritahu Kuro Usagi bahwa Demon Lord ini mungkin telah terikat pada komunitas baru!" (Shiroyasha)

"A... Aku mengerti!" (Jin)

Tidak ada waktu untuk penjelasan yang merinci. Bahkan Asuka mengerti bahwa setiap detik adalah penting.

"Ketiga, metode untuk menyegelku kemungkinan besar—" (Shiroyasha)

"Baiklah~ Kita berhenti di sini♪"

Shiroyasha berbalik seperti seorang anak yang terkejut.

Terdapat seorang wanita berpakaian putih- Yang bernama Ratten, saat ini berdiri di belakang Shiroyasha dengan tiga manusia kadal apinya.

Tiga manusia kadal api tentunya adalah anggota dari [Salamandra], jadi mereka mungkin telah dimanipulasi oleh seruling sihir wanita itu. Si manusia kadal terus meludahkan percikan api, dengan kegilaan mengisi mata mereka.

"Aiyah... Jadi itu memang sudah menyegelnya♪ Seorang floor master bisa terjatuh sampai seperti ini itu sangat memalukan!" (Ratten)

"Sial... Apa yang sudah kau lakukan kepada anggota-anggota [Salamandra]!?" (Shiroyasha)

"Kalau itu tentu saja rahasia. Meskipun penyegelannya berhasil, aku tidak berniat mengungkapkan informasinya ke kamu... Ngomong-ngomong tadi kamu bicara dengan siapa?" (Ratten)

Ratten mengubah pandangannya ke pintu masuk.

Mengangkat serulingnya seperti tongkat, para manusia kadal api mulai menyerang.

"YAHA!"

"Aiyah? Manusia? Aku kira kau ketua [Salamandra]... Lupakan, tidak layak untuk diungkit." (Ratten)

Menunjukan ekspresi yang seolah tidak tertarik, Ratten sekali lagi mengayunkan serulingnya.

Dengan kegilaan yang memenuhi mata, para manusia kadal api menyambar Asuka dan yang lainnya.

"Asuka!"

Kasukabe berusaha untuk menendang jatuh tubuh besar bertinggi dua meter. Namun perbedaan beratnya jelas tidak sebanding, meskipun manusia kadal api menerima serangan itu, mereka dengan segera bangkit lagi.

"Asuka! Jin! Pegangan padaku!" (Yo)

"Ah... Baik!"

Para manusia kadal api tidak melakukan dosa apapun, mereka hanya dimanipulasi. Merasa bahwa ia tidak bisa menjatuhkan musuh sebanyak itu dalam satu serangan sembari menahan diri, Kasukabe menggenggam kedua tangan mereka dan mencambukkan angin puting beliung.

Melihat serangan gift dari Griffin, Ratten yang sedikit terkejut membuka mulutnya:

"Aiyah, kekuatan ini... Apa berhubungan dengan Griffin? Sungguh manusia yang spesial, hmmmm, kalau dilihat-lihat, kau lumayan imut... Baiklah! Sudah kuputuskan! Akan kuijinkan kamu menjadi bidakku!" (Ratten)

Mengabaikan Ratten yang sedang bergembira, Kasukabe meraih Asuka dan Jin dan pergi melarikan diri melalu koridor.

Ratten tidak repot-repot untuk mengejarnya, ia hanya menunjukan senyum genitnya, sebelum mengangkat seruling.

Suaranya terdengar tinggi dan rendah—sebuah suara sihir yang indah.

Suara ini berbeda dari yang kemarin dan lebih menggoda sehingga menstimulasi organ pusat.

Dampaknya sangat mempengaruhi Kaskuabe yang memiliki indra yang lebih kuat sensitifitasnya dari yang lain.

Ia mulai menggertakkan giginya untuk melawan balik, namun perlahan otot-ototnya mulai melemas, sebelum kesadarannya terkikis.

"Ah.... Tidak.... Ini....!"

"Yaaa!"

"Worh!"

Dengan angin puting beliung yang tiba-tiba saja menghilang, Kasukabe yang lemah menjatuhkan orang-orang yang awalnya ia bawa.

Bagian bawah tubuh Kasukabe mulai gemetaran, memaksakkan sisa kekuatannya, ia berteriak:

"Orang itu akan datang... Asuka, Jin! Lari...!" (Yo)

"Jangan berkata hal bodoh! Jin-chan!" (Asuka)

"Iya... Ya!"

Ekspresi tegang dapat terlihat di wajah Jin.

"Pertama-tama aku meminta maaf... Maaf." (Asuka)

"Eh? Jin memiringkan kepalanya.

Sebuah ekspresi sedih terlintas sekilas di wajah Asuka.

"Sebagai ketua komunitas—Dirimu harus membawa Kasukabe-san untuk mencari Kuro Usagi." (Asuka)

Ia menguasai hati rekan-rekannya.

Tidak seperti yang sebelumnya, kali ini dilakukan dengan sengaja.

"...Aku mengerti."

Kesadaran di mata Jin mulai memudar. Mendengar perintah Asuka, ia mengambil Kasukabe dan kemudian meninggalkan tempat kejadian.

Jika itu adalah dirinya yang biasanya, ia akan memaksa untuk tetap tinggal. Ia memiliki integritas yang kuat meskipun ia tidak memiliki banyak kekuatan.

Namun, Asuka menggunakan kehendaknya dan mengubah integritasnya.

Ia sendiri mengerti kalau Jin akan merasa penyesalan yang mendalam karena telah meninggalkannya di belakang.

(....Maaf, Jin-kun.)

Asuka dengan sedih melihat ke arah bayangan mereka berdua yang sedang melarikan diri—Setelah itu ia dihadapi dengan musuh yang ada di belakang, ekspresinya dipenuhi dengan amarah.

"...Aiyaya? Cuma kamu? Bagaimana dengan teman-temanmu?" (Ratten)

"Mereka meninggalkanmu untukku dan pergi. Iblis rendahan sepertimu seharusnya mudah untukku sendiri." (Asuka)

"...Oh?"

Ratten menyipitkan matanya, menilai Asuka, sebelum tertawa dengan riangnya.

"Sebagian dari kata-katamu adalah bohong. Matamu tidak terlihat seperti kamu itu dipercayai, tapi menanggung tanggung jawabnya... Ya, sangat sesuai dengan preferensiku. Ah~ Beneran deh~ Tidak kukira kalau akan ada begitu banyak talenta bagus! Sekarang aku bahkan tidak tahu siapa yang harus aku ambil!" (Ratten)

Ratten cekikikan tanpa khawatir. Asuka melihat pakaian putih yang Ratten kenakan, memastikan bahwa ia tidak memiliki senjata lainnya selain seruling.

(...Legenda dari badut peniup seruling yaitu dia dapat "Memanipulasi baik itu tikus dan juga manusia". Jika memang seperti itu, maka kekuatan manipulasinya tidak begitu kuat. Jika kondisinya sama, kekuatanku yang lebih unggul...!)

Untuk menyingkirkan kegugupannya, Asuka mengambil napas dalam-dalam. Jika ia ingin ikut bagian, ia harus mulai menjadi lebih kuat. Karena Ratten memandang rendah Asuka, ia mengeluarkan kartu gift-nya dan berteriak:

"Semuanya—Berdiri di tempat dan jangan bergerak!" (Asuka)

'Eh?' Ratten mengeluarkan kata-kata yang menunjukkan kalau ia tercengang.

Pada saat itu, termasuk para manusia kadal api, bahkan Ratten pun tertahan. Menerima kesempatan sekali dalam seumur hidup, Asuka mengeluarkan pedang salib peraknya dan melompat ke arah Ratten.

Mengangkat pedang ke tingkat mata, ia mengarahkan pedang salib peraknya yang dapat menghancurkan kekuatan jahat kepada jantung musuh, menusuknya dengan paksa.

"—Guu...! Kau terlalu naif, gadis kecil!" (Ratten)

Dua suara logam yang berbenturan bergema. Ratten sudah melepaskan diri dari kendali, kemudian mengayunkan tangannya untuk memukul pedang ke samping, tidak mempedulikan posisi tertekannya. Bahkan meskipun serangannya mengarah dengan sempurna ke jantungnya, pedangnya dapat dengan mudah terpental.

Asuka terhempas ke tembok dan mulai batuk-batuk.

(Sial... Sialan...! Kalau saja kemampuan fisikku setidaknya setengah dari Kasukabe-san...!)

Situasi ini membuat Asuka merasa kalau kekuatannya sangat rendah.

Kudou Asuka adalah seorang [Dominater], namun bukan seorang [User].

Tubuhnya sama seperti gadis berumur 15 tahun biasa.

Ini sama seperti jika seseorang tidak mengetahui apa keahliannya, maka kekalahan menjadi tidak terhindarkan.

"Ini sungguh mengejutkan... Meskipun itu tidak terduga, kamu dapat menahanku selama beberapa detik. Kekuatan yang kamu milikki sungguh aneh. Mencoba untuk mengekang seorang Demon Lord yang baru saja kamu temui, kamu punya keberanian juga♪" (Ratten)

'Pong!' Ratten tertawa sembari menendang Asuka dengan keras.

"...Guu...!"

Dengan harga dirinya, Asuka berusaha keras untuk menahan muntahnya yang mau keluar.

Meskipun apa yang ia telan juga mengandung darah, ia tetap menelannya.

Ia bisa saja mengosongkan apapun dari dalam, tapi kekalahan lebih baik dari menderitan penghinaan.

Menunjukan mata yang pantang menyerah seraya tetap menderita dari rasa sakit, Asuka menggenggam pakaian putih Ratten.

"Kau... Masih belum menyadarinya... manusia kadal api dari [Salamandra] sudah melarikan diri." (Asuka)

"Nggak begitu buruk-buruk amat, mereka tidak penting. Kalau aku mendapatkanmu, kita berdua bisa mendapatkan sebanyak yang kita mau 'kan!?" (Ratten)

'Pong!' Menerima serangan keras lainnya, Asuka pingsan.

Ratten mengangkat tubuh lemas Asuka dan menggenggam dagunya untuk menghadapnya.

"...Sungguh anak yang cantik. Yang sebelumnya juga lumayan, tapi kamu terlihat lebih menarik.

Begitulah, Ratten membawa Asuka, bersenandung sembari kembali ke sisi Shiroyasha. Melihat Asuka yang kehilangan kesadaran, rambut putih Shiroyasha menajam, melotot ke Ratten dengan pancaran niat membunuh.

"Kauuuu...!" (Shiroyasha)

"Hehe, mau melotot seperti apapun juga percuma. Segel ini didirikan oleh master-ku menggunakan [Ijin Host], meskipun kamu adalah floor master terkuat, kamu tidak bisa mengalahkan kekuatan Little Garden 'kan?" (Ratten)

"Ketika aku masih di dalam [Buku khayalan sihir], aku sudah mendengar mengenai kekuatan dahsyatmu. Setelah kau memenangkan Gift Game atas hak terhadap matahari, untuk menekan kekuatanmu sendiri, kau memasuki Buddhism yang menentang kelas bintang matahari terkuat... Kekuatan yang kamu punya cukup kuat untuk memenangkan matahari yang mengelola dunia, sang Demon Lord emas, [Ratu Halloween]. Kekuaran ini, akan menjadi milik [Grimm Grimoire Hameln] setelah ini!" (Ratten)

Ratten yang sudah memutuskan kalau mereka akan menang, mengeluarkan tawa arogan.

Seperti menari-nari, Ratten memutar-mutar tubuhnya dan berdiri di balkon, membentangkan kedua tangannya.

"Baiklah! [Grimm Grimoire Hameln], event utama untuk game-nya akan segera dimulai! Mari beri tepuk tangan yang meriah!" (Ratten)

Beriri di atas balkon, ia mulai memainkan melodi seruling sihir.

Tidak hanya melodi indahnya menyebar di arena panggung, itu bahkan meluas sampai menelas kaki tembok perbatasan.

Seruling sihir yang dapat memanipulasi orang mulai perlahan demi perlahan mengikis kesadaran peserta. Peserta yang kesadarannya telah tertangkap mulai menyerang rekan mereka atau menyebarkan kehancuran di sekitarnya.

Karena kekuatan utama peserta saat ini sedang dalam pertempuran, tidak ada yang dapat menghentikan Ratten.

Dengan pikiran mereka yang telah dikuasai, komunitas-komunitas yang dipaksa untuk menyerah satu demi satu mulai meninggalkan permainan.

Ketika semuanya berpikir bahwa pemenang akan segera diputuskan, sebuah suara petir yang keras terdengar.

"Berhenti!" (Ratten)

Ratten menghentikan musiknya dan melihat ke arah langit.

"Petir barusan itu... jangan-jangan..." (Ratten)

Ratten melompat dari balkon menuju atap istana. Sumber suara petir yang memekakkan telinga adalah gift yang dimiliki oleh dewa Indra—[Simulation of Godhead.Vajra], dengan pemiliknya yang sekarang Kuro Usagi.

Mengangkat Vajra yang bersinar dan bercahaya, Kuro Usagi dengan keras mengumumkan:

"[Percobaan Yurisdiksi] telah diterima! Gift Game, [The Pied Piper of Hamelin], akan ditangguhkan, sementara pertimbangan menuju resolusi untuk masalah ini akan dihelat. Pemain dan Host, tolong hentikan permusuhan! Ulangi ini satu kali—"

Previous ChapterDaftar Isi – Next Chapter

No comments:

DMCA.com Protection Status