Ore no Pet wa Seijo-sama Chapter 28 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ore no Pet wa Seijo-sama Chapter 28 Bahasa Indonesia

August 20, 2017 Reisen

Chapter 28 - Verifikasi Sihir Tatsumi

Translator : Reisen
Sponsored by Junio




Tatsumi menutup matanya, dan pelan-pelan mencoba melepaskan kesadarannya.*

(TL Notes : release his sense, mungkin indonya jadi aneh)

Setelah melepas perasaan sadar dalam dirinya, ia lalu dapat merasakan mana di ruangan sekitar.

Terdapat mana yang mengalir di udara sekitarnya. Tatsumi mencoba mengumpulkan mana-mana tersebut ke dalam badannya.

Image yang dibuatnya adalah ‘Bernafas’. Seakan ia sedang bernafas, mana yang berada di udara juga ikut terhisap ke dalam badannya.

Bagi penyihir biasa seperti Giuseppe dan Calcedonia, mereka membayangkan sebuah ‘Sumur Air’ dari dalam tubuhnya dan sebuah sihir keluar layaknya air. Seperti itu image yang mereka rasakan.

Tapi Tatsumi tidak memiliki apa yang disebut ‘Sumur Air’ dalam tubuhnya. Setelah mendapat banyak nasihat dari Giuseppe dan Calcedonia, ia memutuskan bahwa bayangan bernafas adalah image yang paling pas.

Tiap-tiap nafasan, oxygen masuk ke dalam tubuhnya, kemudian bercampur dengan darah, dan dengan tiap-tiap detak jantungnya oxygen tersebut menyebar ke seluruh bagian tubuh. Tatsumi memakai bayangan seperti itu untuk mananya.

Seperti itu, mekanisme cara bernafas yang Tatsumi pelajari di Jepang Modern membantu dirinya dalam membayangkan image tersebut.

Tatsumi yang merasakan badannya dialiri mana membuka matanya, dan mengambil sebuah batu dari tanah.

Batu biasa yang dapat ditemukan di mana saja.

Tapi ketika Tatsumi dengan pelan mengeratkan genggamannya, batu tersebut hancur berkeping-keping menjadi tumpukan pasir.

Selanjutnya, Tatsumi merubah arah pandangannya ke arah boneka latihan. Boneka tersebut menggunakan armor kulit (leather armor) mirip dengan boneka latihan yang ia pakai ketika latihan persenjataan.

Ia meninju ke arah boneka tersebut sekuat tenaga bersamaan dengan genggaman mana emas menyentuh boneka latihan itu, boneka tersebut hancur berkeping-keping dengan suara keras seakaan telah dihantam oleh ledakan.

Melihat kejadian itu, Giuseppe dan Calcedonia terpaku sebentar sambil mengeluarkan nafas panjang.
“….Sembrono* seperti biasanya yaa menantu ini…”

“….Tapi sembrononya master itu salah satu hal baik ya kan….”

(TL Notes : bingung artinya apa, kayaknya beda makna,出鱈目 = Detarame)




Ada alasan tertentu mengapa mereka berdua berkata sembrono seperti itu.

Di dunia ini tidak ada yang namanya latihan menggunakan mana secara langsung untuk memperkuat tubuh seseorang.

Tentu saja ada mantra-mantra yang efeknya mirip, akan tetapi itu tetap saja karena proses akhir dari sebuah ‘sihir’. Penggunaan mana secara langsung masih belum pernah dilakukan.

Memunculkan efek tertentu yang diinginkan menjadi kenyataan dengan membaca sebuah aria, bentuk sihir di dunia ini, yaitu sihir Aria.

Mana adalah energy untuk mengisi sihir. Setelah membentuk mantra sihir dalam bentuk aria, sejumlah mana tertentu akan berkurang bersamaan dengan mantra itu sendiri.

Tentu saja hal itu memungkinkan untuk membuat sihir menjadi lebih kuat, atau mungkin melebarkan jarak AOE (TLN : Area of Effect) menggunakan mana yang lebih banyak. Tetapi dalam kasus-kasus tersebut seseorang harus memodifikasi mantra di tempat-tempat tertentu, seperti membuatnya jamak, guna memperbanyak penggunaan mana yang menghasilkan AOE menjadi lebih lebar.

Dengan kata lain, menggunakan mana secara langsung bukanlah sesuatu yang sering dilakukan.

“Jumlah mana yang dibutuhkan untuk menggunakan sihir, dan sihir itu sendiri adalah hasil dari penelitian generasi ke generasi. Bahkan sekarang ada banyak yang sedang meneliti sihir-sihir guna meningkatkan kualitas sihir-sihir tersebut, beberapa bahkan ada yang menghabiskan hidupnya untuk itu.”

Misalnya saja, ada sebuah sihir yang harus memakai 10 unit mana yang dibutuhkan ketika ingin membaca mantranya.

Siapapun orangnya yang menggunakan aria sihir tersebut, pengurangan mananya akan tetap 10. Tetapi jika dia ingin menghasilkan sihir yang sama tanpa aria, maka ia harus mengkonsumsi mananya sebanyak 20, atau mungkin saja 30.

“…Jadi begitu. Dengan kata lain, jika seseorang tidak menggunakan aria maka penggunaan mananya akan menjadi lebih tinggi.”

Mendengar penjelasan Giuseppe, Tatsumi mengangguk mengerti.

Bagi penyihir, menggunakan mana secara langsung bukanlah hal yang mustahil.

Jika Calcedonia menggunakan mana secara langsung ke seluruh tubuhnya seperti Tatsumi, maka kekuatan fisiknya juga akan bertambah.

Tapi bahkan untuk seseorang seperti Calcedonia sendiri, karena ia hampir tidak memiliki pengalaman untuk menggunakan mana secara langsung, apakah ia dapat menghasilkan hasil yang sama seperti Tatsumi ataukah malah lebih rendah, masih belum dapat dipastikan.

Dan terlebih lagi dari semua itu, ada permasalahan tentang jumlah mananya sendiri.

Terdapat batasan jumlah mana yang dapat disimpan dalam satu tubuh manusia. Jika penyihir normal menyebarkan mananya seperti Tatsumi, maka ia akan langsung menggunakan semua mananya sekaligus.

Bahkan Calcedonia sekalipun yang dikenal memiliki jumlah mana berkali-kali lipat lebih banyak dari orang biasa, jika ia menyebar mananya ke seluruh tubuh seperti Tatsumi, ia tidak dapat bertahan lama.

Tapi jika ia menggunakan aria untuk membuat sihir dengan hasil yang sama, meskipun ia menggunakannya 20 kali berturut-turut, mananya mungkin masih belum habis.

“Jaman dulu…ketika kita tidak memiliki sihir seperti sekarang ini, aku dengar ada beberapa orang yang menggunakan mana secara langsung seperti menantu ini. Tapi setelah sihir-sihir mulai menyebar, penggunaan mana secara langsung tidak dipraktekkan lagi.”

Perkembangan sihir-sihir. Dibuat agar jika seseorang menggunakan aria, maka ia dapat menghasilkan hasil yang sama dengan jumlah mana yang optimal.

Layaknya seleksi alam. Ketika metode ramah lingkungan* menyebar, metode-metode lain yang sulit dilakukan lambat laun menjadi hilang.

(TL Notes : sebenarnya di sini artinya metode lebih gampang)

Sihir membawa era ‘Penyihir’ muncul ke permukaan, tetapi di waktu yang sama mengakhiri era ‘Pengguna Mana’.

Itu sebabnya mengapa di era sekarang meskipun banyak sekali penyihir, hanya sedikit sekali yang merupakan pengguna mana.

Tapi Tatsumi yang bukan seorang penyihir melainkan pengguna mana, tidak ada pilihan lain selain menggunakan mana secara langsung tanpa menggunakan sihir.

Tentu, Tatsumi tidak hanya seorang pengguna mana biasa, tetapi seorang irregular pengguna mana [Outer Origin].

Bagi Tatsumi, pada dasarnya tidak mungkin bagi dirinya untuk kehabisan mana. Ia bisa mengabaikan jumlah mana yang tersimpan dalam tubuhnya karena ia dapat mengambil mana dari sekitar.

Dan itu sebabnya Tatsumi dapat meninju orang-orangan boneka tersebut sampai hancur berkeping-keping dengan menggunakan mana secara langsung.

Ini adalah alasan mengapa Calcedonia bilang ke Giuseppe kalau kesembronoan Tatsumi adalah hal yang bagus.




“Fumu. Akhirnya menantu dapat merasakan mana dan dapat mengontrolnya secara sadar.”

“Tapi tetap saja, perkembangan sihirnya lambat. Kalau gini masih belum bisa dipakai untuk pertarungan.”

“Memang…ia masih dalam level dimana ia masih dapat merasakan mana yang berada di udara dan mengontrolnya secara sadar, dan masih belum sampai pada level dimana ia dapat menggunakannya dalam pertarungan serius.”

Tatsumi sendiri mengangguk mengerti apa yang dimaksud dari pembicaraan Calcedonia dan Giuseppe.

“Yaa, itu yang menjadi target dari latihan kali ini kan? Sudah dapat merasakan mana dan mengontrolnya termasuk perkembangan yang bagus.”

Sudah lama semenjak Tatsumi mulai belajar sihir dibawah bimbingan Giuseppe dan Calcedonia.

Tatsumi melakukan pembelajaran tentang sihir secara rajin bersamaan dengan melakukan kewajiban Pendeta Junior juga pelatihannya sebagai kadet Pendeta Ksatria.

Bagi Tatsumi, hal ini merupakan hal yang lama sekali karena baru berkembang seperti ini. Tapi bagi Giuseppe dan Calcedonia, perkembangan Tatsumi adalah hal yang cepat.

Memang di awal Tatsumi merasa kesulitan dalam merasakan mana, tapi setelah ia berhasil merasakannya, perkembangannya menjadi cepat.

Karena tidak ada sihir dalam sistem sihir <Sky> Tatsumi, mereka tidak punya pilihan selain membuat Tatsumi dapat dengan sigap mengontrol sihir ketika menggunakan mana secara langsung.

Dalam hal ini, Tatsumi mendapat hasil yang bagus.

Karena hidupnya di Jepang membuatnya menjadi demikian.

Tidak perlu dibilang lagi bahwa di Jepang, bukan, di bumi tidak ada yang namanya mantra dan sihir. Yaa mungkin saja memang ada dalam kehidupan sehari-hari tetapi setidaknya Tatsumi sendiri tidak pernah melihat sihir secara nyata.

Tapi meskipun sihir di dunia tidak ada, di game-game juga komik dan sejenisnya, sihir merupakan hal-hal biasa.

Tatsumi tidak terlalu menyukai kebudayaan-kebudayaan sihir tersebut tapi ia tetap memiliki sedikit ketertarikan.

Ia pernah memakai sihir di game, ia pernah membaca komik dimana terdapat sihir serta ilmu gaib* (TLN : witchcraft). Ia pernah melihat film dimana para penyihir menggunakan rentetan bola api dan lemparan petir (TLN : lightning bolts).

Grafik yang nyata dari game dan komik di jaman modern, membuat Tatsumi dapat membayangkan image bagaimana sebuah sihir dalam pikirannya.

Tatsumi hanya menggabungkan image sihir yang ada di pikirannya, dan mana yang ia telah kumpulkan dari sekitaran. Seperti ini ia dapat menggunakan sihir.

Tapi dalam metode ini, jumlah mana yang dibutuhkan sangat besar. Karena ini mengonversi image abstrak dari dalam pikirannya menjadi kenyataan. Jumlah mana yang dibutuhkan bukanlah jumlah yang dapat penyihir normal gunakan.

Mulai sekarang, Tatsumi harus mencoba membiasakan diri dalam proses menggabungkan image di pikirannya dengan mana. Jika ia dapat terbiasa, mungkin saja penggunaan mana tersebut akan berkurang. Tapi pada akhirnya alasan ia dapat menggunakan ini adalah karena ia adalah seorang pengguna mana [Outer Origin].




“Baiklah, sekarang kita lanjut ke tahap berikutnya.”

Suara cerah Calcedonia menggema dari dalam ruangan.

Saat ini, Tatsumi, Calcedonia, dan Giuseppe berada di salah satu ruangan dalam kuil. Ruangan yang dikelilingi oleh batu yang telah diperkuat sebagai tempat latihan sihir.

Ruangan ini hanya memiliki satu pintu untuk masuk dan keluar. Ukurannya sekitar ruang bawah tanah tempat Tatsumi dipanggil ke dunia ini.

Calcedonia mengambil koin silver dari tas yang diikatkan di pinggangnya.

Itu adalah ‘Koin Penukaran’ yang digunakan secara luas di benua Zoysalight.

“Seperti master yang telah ketahui, aku telah meletakkan sebuah koin silver yang mirip dengan ini di atas meja di ruang tamu rumah kita. Aku ingin master mentransfer koin tersebut ke sini menggunakan sihir.”

Tatsumi mengangguk. Ia juga telah melihat Calcedonia meletakkan sebuah koin silver di atas meja ketika mereka berangkat.

Sihir yang akan ia pakai dalam latihan kali ini adalah sihir terkenal sistem sihir <Sky>, <<Perpindahan Instant>>.

Tatsumi menutup matanya, lalu ia membayangkan ruang tamu di dalam rumahnya. Ia lalu membayangkan meja yang terletak di tengah ruang tamu tersebut, dan sebuah koin silver di atasnya.

Mana dari sekelilingnya berkumpul menuju ke arah Tatsumi. Cahaya emas redup muncul di ujung jarinya, dan semakin lama semakin terang.

Dan di saat cahaya emas bersinar terang seperti kilat.

Sebuah logam bundar rata———tidak muncul di tangannya.

“Unn…apa…gagal?”

“Sepertinya begitu….”

Ia memang dapat membuat image sebuah koin yang Calcedonia tinggalkan di atas meja. Tapi tetap saja ia tidak dapat memanggilnya ke sini.

“Kalau begitu, coba pindahkan koin silver ini ke suatu tempat.”

Diinstruksikan oleh Calcedonia, Tatsumi lalu berkonsentrasi ke arah silver koin yang berada di tangannya.

Seperti sebelumnya, cahaya emas muncul di ujung jarinya, dan di saat ia menyentuh koin tersebut, koin itu hilang dan setelah sesaat, muncul di dalam tangan Giuseppe.

“Sepertinya kali ini berhasil.”

“Ya…sepertinya begitu…”

Sekali ia gagal lalu sekali ia berhasil. Keduanya berasa sama, tapi hasilnya berbeda. Apa yang salah memang dari yang pertama?

Calcedonia dan Giuseppe memikirkan hal yang sama sambil mereka berkonsentrasi menatap ke arah koin yang berada di atas telapak tangan Giuseppe.

Lalu tiba-tiba, Giuseppe mengangkat tangannya seakan ia ingin mencoba sesuatu.

“Bentar, mungkin….! Fumu. Yep, patut dicoba. Ya kan, menantu?”

“Apanya?”

“Kali ini….hmm, coba pindahkan koin ini ke sebelah sisi pintu yang di sana itu.”

Giuseppe menunjuk ke arah pintu yang merupakan satu-satunya pintu di ruangan ini. Sekarang, pintu tersebut dalam keadaan tertutup dan mereka tidak dapat melihat lorong yang berada di belakang pintu.

Tatsumi, seperti yang telah diinstruksikan, mengulang proses transfer tersebut sambil ia menyentuh koin itu.

Kemudian, terdapat kilatan cahaya. Tapi kali ini, koin tersebut tidak hilang dari tangan Giuseppe.

“Jadi pada akhirnya apa yang terjadi?”

Calcedonia memiringkan kepalanya bingung. Di sisi lain, Giuseppe menunjukkan ekspresi puas.

“Fumu. Sudah kuduga. Tapi masih butuh beberapa percobaan. Menantu, tolong lakukan instruksi-instruksi yang akan kuberikan kali ini.”

Tatsumi mengangguk, lali ia mencoba memindahkan koin beberapa kali seperti yang Giuseppe katakan.

Ada beberapa percobaan yang berhasil, ada pula beberapa yang gagal. Dengan melakukannya berulang-ulang, Tatsumi secara perlahan dapat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.




Setelah melakukan percobaan beberapa kali, mereka dapat mengetahui bahwa <<Perpindahan Instant>> Tatsumi memiliki beberapa batasan.

Pertama, Tatsumi hanya dapat memindahkan sesuatu yang ia sendiri sentuh.

Hal ini tidak berbeda baik itu binatang maupun objek, selama sebagian dari benda tersebut disentuhnya ia dapat memindahkan benda tersebut.

Dalam kasus ini, mereka menggunakan sejenis serangga belalang (kakinya 8, bukan 6) yang mereka tangkap di taman, dan hasilnya sama seperti kasus koin.

Juga, terdapat batasan tempat-tempat dimana ia dapat melakukan transfer, yaitu ‘tempat yang dapat ia lihat’. Hal ini menjelaskan mengapa ia tidak dapat memindahkan koin ke lorong karena ia tidak dapat melihatnya.

Di lain sisi, tidak ada batasan tentang benda yang ditransfer tersebut. Tidak masalah apakah benda tersebut besar ataupun kecil, bernyawa atau tidak.

Tapi, semakin besar objek, semakin besar pula mana yang dibutuhkan untuk melakukan pemindahan. Juga, penggunaan mana akan semakin besar bilamana targetnya semakin jauh.

Tentu, bagi Tatsumi yang menggunakan mana [Outer Origin], ini tidak menjadi kelemahan.

Berganti tempat dimana mereka melakukan percobaan, hasilnya sama saja apakah itu batu taman besar di halaman, ataupun batu biasa yang tersebar di taman.

Tentu, hal ini masih belum diketahui apakah itu adalah karena kurangnya pengalaman, ataukah karena batasan dari <<Perpindahan Instant>>.




“Baiklah, sudah saatnya kita pindah ke topik utama?”

Mereka sekali lagi kembali ke ruangan batu tempat latihan sihir. Giuseppe, dengan senyum ramah biasanya, berkata ke Tatsumi dan Calcedonia.

Apa yang mereka lakukan hari ini dari latihan-latihan tersebut adalah untuk memverifikasi <<Perpindahan Instant>> Tatsumi. Ini adalah percobaan terakhir, juga tujuan utama latihan hari ini.

Itu adalah, <<Perpindahan Instant>> manusia.

Sebelumnya, Tatsumi dapat berpindah-pindah secara cepat dengan <<Perpindahan Instant>>. Tetapi ia melakukannya dengan keadaan tidak sadar. Sekarang, ia akan melakukan hal tersebut dengan sadar.

Tentu, memindahkan manusia memiliki beberapa resiko. Karenanya Giuseppe dan Calcedonia, 2 penyihir pendeta paling berpengalaman di kuil, juga 2 penyihir paling kuat berdiri menjaga jikalau nanti ada kejadian yang tidak-tidak.

“Pertama, pindahkan dirimu sendiri.”

Diinstruksikan oleh Giuseppe, Tatsumi menutup matanya dan berkonsentrasi.

Merasakan hawa mana melingkari di sekitarnya, ia membayangkan dirinya berpindah dalam pikirannya.

Salah satu orang terkenal dalam film tertentu pernah mengatakan, “Jangan dipikirkan, tapi rasakan.” Untuk beberapa alasan ketika Tatsumi berkonsentrasi, ia berpikir seperti itu.

Di saat ia menghisap kumpulan mana yang berada di sekitar tubuhnya.

Tatsumi membuka matanya. Di saat yang sama, ia menghilang lalu muncul kembali di pojok ruangan batu tersebut.

“Pertama sukses.”

Giuseppe tertawa pelan, sedangkan Calcedonia bertepuk tangan senang.

“Tapi, seperti yang diduga, butuh waktu lama untuk membuat sihir itu.”

“Yaa, itu juga sesuatu yang akan harus dilatih, Ok terus…”

Giuseppe melihat ke Calcedonia yang berada di sebelahnya, dan setelah mengangguk sekali, Calcedonia mendekati Tatsumi.

“…Selanjutnya coba pindahkan seseorang selain dirimu.”

Tatsumi akan memindahkan seseorang selain dirinya. Ini adalah pertama kalinya ia melakukan, sehingga ia tidak tahu apa yang akan terjadi jika ia gagal.

Dan Calcedonia adalah orang yang mengajukan diri secara sukarela dalam percobaan berbahaya ini tanpa adanya sedikitpun keraguan.

Calcedonia berdiri di depan Tatsumi tanpa berkata-kata. Apa yang berada di sana adalah wajah senyumnya, tanpa ada sedikitpun ketakutan yang dapat terlihat.

“G-Giuseppe-san….Kalau dipikir-pikir lagi, apakah tidak terlalu berbahaya kalau langsung memindahkan manusia? Pertama apa gak dicoba ke kucing atau anjing dulu terus…”

Tidak seperti Calcedonia, Tatsumi menunjukkan ekspresi rasa khawatir. Sudah dapat ditebak. Karena jika mungkin saja percobaan ini gagal, ia tidak tahu efek apa yang akan Calcedonia kesayangannya terima.

“Kau baru mengatakannya sekarang? Tidak mungkin kita bisa menemukan hewan-hewan kecil sekarang di tempat ini.”

Rupanya dalam kerajaan Largofiely, orang-orang tidak memiliki kebiasaan untuk memelihara hewan-hewan kecil sebagai binatan piaraan.

Jika orang mengatakan anjing, maka yang dimaksud adalah anjing anjing liar atau serigala gunung, jika kucing maka yang dimaksud adalah kucing liar atau lynx*. Di dunia ini tidak ada anjing maupun kucing yang dikembang biakkan guna binatang piaraan.

(TL Notes : lynx = kucing liar dengan bulu coklat kekuningan, ekor pendek, telinga terlipat, biasa ditemukan di desa bagian utara Amerika dan Eurasia. Sumber google translate)

Dan sayangnya, pekerjaan memburu anjing dan anjing gembala merupakan hewan jenis monster domestic.

Hampir tidak ada habitat dari serigala dan lynx di bagian sekitar ibukota, dan satu-satunya cara adalah menangkap mereka dengan membuat request dari para pemburu monster. Tentu saja, ini akan memakan uang.

Untuk itu, kucing dan anjing bukanlah pilihan dalam eksperimen ini.

“Gak apa-apa master. Karena aku percaya pada master.”

Setelah Calcedonia mengatakan rasa percayanya dengan senyum manisnya, Tatsumi langsung tidak bisa berkata-kata.

“Lagian, jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi ada kakek di sini. kakek dapat menyembuhkan seseorang menjadi normal hampir dalam kasus apapun.”

“Perkataan bagus. Dan menantu, kau juga harus percaya pada dirimu sendiri.”

Didesak oleh Calcedonia dan Giuseppe, dua orang yang ia anggap sebagai keluarga di dunia ini, Tatsumi akhirnya menguatkan keputusannya.

“Kalau gitu….apa sudah siap?”

“Ya…silahkan…”

Calcedonia berdiri di sana dengan posisi normal dan menutup matanya. Ia tidak merasa gelisah maupun merasa gugup.

Setelah mengumpulkan mana yang cukup, Tatsumi menyentuh pundak kirinya dengan tangan kanannya.

Perasaan empuk dan hangat dari badannya menyalur ke tangan Tatsumi. Untuk seseorang seperti Calcedonia yang lebih suka untuk skinship pada Tatsumi, ia sudah terbiasa dalam perasaan nyaman ini.

Setelah merasa sedikit menyesal karena perasaan hangat itu hilang dari tangannya, ia melepaskan sihirnya.

Sekarang ini, ia memindahkan Calcedonia dari pojok ruangan ke tengah ruangan.

Alasan mengapa ia memindahkan Calcedonia ke tengah ruangan adalah karena di sana tidak ada apa-apa. Sehingga kemungkinan dirinya mengalami kecelakaan menjadi menurun.

Lalu, setelah perasaan hangat Calcedonia hilang dari telapak tangan Tatsumi, ia muncul kembali di tengah ruangan.

“Oho, sepertinya sukses…!?”

“Iyugh!?”

Di sana tempat Calcedonia muncul, di tengah-tengah ruangan batu.

Dia muncul. Hanya badannya!saja!yang!muncul!




Calcedonia merasa sedikit pusing. Tapi itu hanya berlangsung beberapa detik saja. Setelah pusingnya hilang, ia pelan-pelan membuka matanya.

Sepertinya Tatsumi telah berhasil memindahkan dirinya, karena ia berada di tengah-tengah ruangan.

Sedikit lebih jauh, Giuseppe dan Tatsumi melihat ke arahnya. Tapi entah mengapa, mata mereka terbuka lebar.

Calcedonia memiringkan kepalanya bingung, sambil ahoge di kepalanya juga ikut bergoyang. Di saat itu, ‘itu’ muncul ke dalam arah pandangnya.

Di sana, tertumpuk di atas lantai seakan itu dilempar begitu saja adalah satu set seragam pendeta perempuan. Setelah melihat baik-baik, ia juga dapat melihat sesuatu yang mirip dengan celana dalam.

Dan terlebih lagi di seragam itu terdapat lambang suci yang sangat dikenalnya.

Huh? Itu kan lambang suciku? Bentar, kalau gitu itu pakaianku juga?

Di saat itu otaknya baru dapat mengerti tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Ketakutan, ia dengan malu-malu melihat ke bawah ke arah badannya.

Di mata ruby merahnya yang berkaca-kaca, badan berwarna putih seperti susu tersebut benar-benar terbuka.

Badan yang panjang, halus, serta lembut, tapi dengan pinggang dan kaki berisi.

Pantat berproporsi dengan garis lengkung yang indah, dan di antara sela-sela kakinya terdapat semak rambut kecil yang warnanya sama dengan warna silver rambutnya.

Paha langsing yang menempel erat satu sama lain.

Lalu, harta karun bundaran di dadanya yang dipenuhi dengan gumpalan serta kebanggaan, tidak pernah sekalipun terlihat tanda-tanda jatuh dari bentuk indahnya.

Di atas kedua gumpalan kebanggaan tersebut terdapat dua buah cherry berwarna pink kecil yang malu-malu muncul ke permukaan.

“…………………………Hyi……”

Calcedonia, setelah berpikir panjang, akhirnya mengerti, bahwa dia sekarang, benar-benar dan tanpa sedikit pun tutup telanjang bulat. Wajahnya, tanpa basi-basi, secara instant, langsung benar-benar memerah. Dan memerahnya tersebut dengan cepat menyebar ke seluruh tubuhnya.

Sepertinya beberapa saat yang lalu, apa yang Tatsumi transfer adalah dirinya, dan ‘hanya’ dirinya saja.

“Hyiiiiiiiiiiiiiiiiiiieeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee!!!!!!”


Ia buru-buru menutup dadanya dengan tangannya, dan hampir jongkok secara refleks.

“A-Aku gak apa-apa kalau master, tapi kakek! Tolong hadapin mukanya ke samping!”

Setelah akhirnya kembali sadar setelah mendengar teriakan tersebut, Tatsumi dan Giuseppe menghadap ke arah lain.

Memastikan kalau mereka sudah menghadap ke arah lain, Calcedonia pelan-pekan berjalan ke arah pakaiannya dengan mata berairnya, dan memakainya cepat-cepat. Melihat bahkan Tatsumi juga ikut berpaling muka, ia merasa sedikit kesepian di dalam hatinya.

Suara pelan pakaian yang sedang dipakai dari arah belakang, bagi seorang remaja seperti Tatsumi, itu adalah suara yang sangat mestimulasi.

Ditambah lagi, beberapa saat yang lalu ia melihat badan pembunuhnya Calcedonia, mau tidak mau jantungnya berdetak kencang.

Menyadari wajahnya semakin memanas, ia tiba-tiba ingat sesuatu.

“H-Huh? Kalau gitu, bagaimana dengan percobaan tadi…?”

“Hmm, gagal, bukankah begitu? Tapi perbaikannya nanti tidak akan terlalu sulit.”

Karena ia terlalu berkonsentrasi dengan Calcedonia, ia berakhir dengan memindahkan ‘hanya’ dirinya saja. Lain kali ia juga harus berkonsentrasi pada Calcedonia juga pakaiannya agar ia tidak memindahkan ‘dirinya’ saja. Percobaannya harusnya akan berhasil.

“Tapi menantu, ini harusnya kegagalan yang membahagiakan bukan? Bagimu, nantinya jika ada wanita di hadapanmu….bahkan jika ia adalah wanita ksatria yang memakai armor, kau bisa mengubahnya menjadi telanjang secara instant bukan? Ho ho ho…”

“Gak mungkin aku akan melakukan itu!!”

Untuk memastikan kalau Calcedonia tidak mendengar, keduanya berkata dengan bisik-bisik.


Giuseppe mengangkat jempolnya ke arah Tatsumi sambil tersenyum lebar, dan Tatsumi sendiri menjadi semakin memerah.

Previous Chapter - Daftar Isi - Next Chapter

Contact for donate
Line : gugusap

No comments:

DMCA.com Protection Status