World of Warcraft Foreign Realm Domination Chapter 2 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

World of Warcraft Foreign Realm Domination Chapter 2 Bahasa Indonesia

August 26, 2017 Pipo Narwastu


Chapter 2

Setelah si pelayan wanita pergi, Xiao Yu ditinggal sendiri di sebuah ruangan besar. Ia berbaring di kasur, merasa tidak enakkan.

"Kenapa keberuntunganku begitu buruk? Siapapun yang bertransmigrasi ke dunia lain akan mendapatkan pelukan di sana sini sementara aku ditinggal dengan takdir yang mengarahku kepada kebinasaan total."

Xiao Yu akhirnya mengakui kenyataan bahwa ia berada dalam situasi yang sudah tidak bisa dibalikkan jadi ia mulai memikirkan cara-cara untuk mengatasi keadaan. Haruskah ia bunuh diri saja dengan gantung diri?

"Apa masih ada jalan keluar? Aku adalah pria dari dunia modern... Aku bisa menciptkan bubuk mesiu dan mendapatkan beberapa senapan. Tapi itu tidak seperti aku akan mendapatkan bubuk mesiu dan senapan dalam sehari atau dua hari. Aku adalah seorang mahasiswa tapi aku tidak mempelajari apapun yang berguna di unit yang biasa aku gunakan di hari-hariku bermain Warcraft. Jika kau memberikanku markas Orc maka aku dapat menyapu dunia ini... Hm..."

Xiao Yu sedang terjerat dalam pikiran menyedihkannya ketika suara seorang wanita terdengar: "Anda dapat menjalankan permainan sekarang. Apakah anda ingin membuka sistem?"

Xiao Yu terkejut dan melihat ke sekeliling. Tidak ada siapapun.

"Apa yang terjadi? Apa yang sebenarnya terjadi? Apa aku sedang berhalusinasi?" Gumam Xiao Yu: "Membuka sistem permainan? Apakah mungkin bahwa aku masih bisa bermain game? Warcraft?"

Gambar yang tidak asing muncul di hadapan Xiao Yu ketika ia mengatakan kata 'Warcraft'. Itu adalah antarmuka permainan Warcraft yang biasa ia gunakan untuk bermain sehari-hari.

"Apakah... apakah aku bertransmigrasi dengan gamenya?" Xiao Yu berdiri dalam kegembiraan.

"Akan kucoba." Xiao Yu menjadi tenang setelah beberapa saat. Ia mengamati antarmuka permainan dan menemukan bangunan yang tidak asing dipertunjukan di sana. Ada Town Hall untuk empat ras dan Altar untuk memanggil Hero.

"Great Hall of Orcs... bangun... itu." Kata Xiao Yu.

"Silahkan pilih kembali lokasi bangunannya. Tempat ini tidak memenuhi persyaratan." Suara elektronik wanita menggema di pikirannya.

"Aku benar-benar bisa membangun Great Hall, Altar, Barrack dan seterusnya untuk memanggil para unit dan hero Warcraft!" Xiao Yu tertawa dalam kegembiraan. Ia terlihat seperti orang gila: "Sial! Kalau aku bisa memanggil Warrior dari dunia Warcraft maka tidak ada satupun yang bisa menentangku, apalagi Carrie! Dasar bodoh! Apa kau tahu kalau cuman adik kecil ini yang boleh mengganggu saudari ipar?"

Xiao Yu memeriksa antarmuka. Ia mendapati bahwa selama ia memikirkan mengenai Warcraft, informasi akan muncul di dalam pikirannya. Ia dapat melihat informasi mengenai bangunan juga namun ia harus membangunnya dulu.

Ia melakukan yang terbaik untuk berbicara dengan suara elektronik namun didapati bahwa suara itu tidak ditujukan untuk melakukan percakapan tapi hanya menyampaikan instruksi. Suara itu bahkan tidak mengambil inisiatif untuk menjelaskan apapun.

Meskipun begitu, Xiao Yu tidak membutuhkan penjelasan karena ia sangat-sangat tidak asing dengan permainan Warcraft.

Sekarang, aku harus mencari lokasi bagus untuk membangun Great Hall kemudian mulai memproduksi para Warrior. Jika tidak, aku akan habis sebulan kemudian

Xiao Yu dengan cepat berlari keluar dari ruangannya dan pergi ke luar mansion. Ia menemukan seekor kuda dari kandang dan menungganginya keluar.

Konstruksi Town Hall atau Great Hall tidak tepat dilakukan di dalam kota.

Ia harus menemukan tempat yang cocok dan tempat itu harus di luar. Ia paling baik dalam menggunakan orc jadi ia berencana untuk memanggil Grun. Kemunculan begitu banyak orc di dalam kota akan menyebabkan kegaduhan jika benar dilakukan di kota.

Lupakan mengenai orc, bahkan sebuah bangunan aneh akan menarik perhatian kota dan mereka mungkin tidak bisa menerima hal semacam itu muncul tiba-tiba ntah darimana.

Xiao Yu tidak tahu apa-apa mengenai menunggangi kuda namun Xiao Yu lama tahu. Jadi ia menggunakan ingatannya dan menunggangi kuda. Kecepatannya tidak begitu cepat.

Ia keluar dari kota dalam kegembiraan.

Beberapa saudari ipar dan pengurus rumah Hong melihat kepergiannya. Mereka menghela napas.

"Pengecut! Dia sudah tahu kalau dia sudah melakukan kesalahan dan tidak sanggup menanggung akibatnya. Jadi dia memilih untuk kabur!" Kata saudari ipar ke-4, si cantik dingin

"Biarkan dia pergi. Setidaknya kita bisa mempertimbangkan darah keluarga Xiao akan terus berlanjut."
Adik Xiao Yu, pelayan wanita sebelumnya berkata sembari ia menghela napas.
(TL Note: Di english dia disebutkan sebagai "Sister" gw ga inget dia punya saudari setelah baca sampai chapter 65)

Saudari ipar lainnya tidak ingin berkomentar. Mereka telah kehilangan kepercayaan kepada Xiao Yu sejak lama.


...


...


Xiao Yu menunggangi kuda menuju Pegunungan Ankagen.

Kotanya dibangun melalui kaki bukit Pegunungan Ankagen. Sebagai hasilnya, kau dapat memasuki Pegunungan Ankagen yang tidak ada habisnya jika kau berkendara dari belakang kota.

Ada yang mengatakan bahwa di sana ada berbagai macam orc, suku elf dan makhluk-makhluk lainnya di Pegunungan Ankagen. Menurut legenda, di sana bahkan ada seekor naga.

Meskipun begitu, itu hanyalah legenda dan dongeng. Orang-orang hanya melihat troll atau makhluk tingkat rendah.

Xiao Yu sedang berpikir mengenai lokasi bagus untuk Great Hall. Ia ingat sebuah lokasi dari ingatan Xiao Yu lama. Xiao Yu lama biasa bermain di tempat terpencil di pegunungan. Itu adalah lokasi yang sangat terjal namun di sana terdapat tempat datar yang luas di bawahnya. Tempat itu sangat cocok untuk membangun Town Hall.

Ditambah lagi, Xiao Yu harus berhati-hati dari makhluk-makhluk yang menghuni Pegunungan Ankagen. Ia bahkan tidak bisa membunuh seekor ayam apalagi makhluk lainnya.

Xiao Yu berkuda menyusuri jalan dari ingatannya. Setelah setengah jam ia smapai di lokasi di bawah tebing terjal.

Jika ia mengalokasikan Town Hall di ruang di bawa tebing terjal maka itu akan menjadi sangat sulit bagi orang lain untuk menyerang dari depan.

Xiao Yu memiliki banyak pengalaman mengenai menemukan lokasi-lokasi bangunan karena kemampuan permainannya dari Warcraft.

Ia sudah tidak sabar untuk memulai kontruksi Great Hall-nya.

"Apa anda yakin ingin membangun Great Hall di sini?" Suara itu bertanya sekali lagi untuk memastikan.

"Iya, mulai kontruksi." Suara Xiao Yu bergetar karena kesenangan. Kendatipun begitu, banyak orang bermimpi ingin berada di situasi yang sedang ia alami. Ia memainkan gamenya di dunia nyata!

Boom~~

Sebuah suara keras menggema. Great Hall besar dan megah muncul di depan Xiao Yu. Itu mengesankan dan indah.

Bangunannya tidak terlihat terlalu mirip dengan yang ada di permainan. Tapi sangat besar di kenyataannya dan Xiao Yu terkejut.

"Haha... Hebat! Ini adalah Great Hall!"

Xiao Yu menahan kegembiraan yang ada di hatinya dan memerintah: "Bangun Altar of Storm."

Sebuah suara keras menggema seraya Altar of Storm setinggi sepuluh meter yang terbuat dari giok muncul di lokasi di mana Xiao Yu tunjuk.

Great hall dan Altar of Strom kedua-duanya dibuat dengan cuma-cuma. Akan tetapi ini bukanlah permainan namun kenyataan. Jadi beberapa hal tidak sama dengan yang ada di dalam permainan.

"Altar of Storm telah dibangun. Anda dapat memanggil seorang hero dengan cuma-cuma. Apakah anda ingin memanggil?" Kata suara itu.

"Jadi ini seperti di game. Pemanggilan untuk hero pertama itu gratis. Panggil." Ucap Xiao Yu tanpa ragu-ragu.

"Altar of Storm dapat memanggil hero-hero berikut ini - Blademaster, Tauren Chieftain, Far Seer dan Shadow Hunter. Hero mana yang ingin anda panggil?"

"Blademaster." Ucap Xiao Yu tanpa ragu-ragu. Di kehidupan lamanya, Blademaster adalah hero kesukaannya. Ditambalh lagi, itu adalah hero yang dirinya paling ahli.

"Pemanggilan dimulai. Waktu yang dibutuhkan adalah satu jam." Begitu suaranya berhenti, sebuah sinar hijau aneh menyelimuti Altar. Sebuah musik dinyanyikan seraya sesosok makhluk hijau mulai membentuk di atas Altar.

"Aku sangat menantikan untuk bisa melihat Blademaster di kehidupan nyata tapi ini terlalu lama. Lamanya seperti siksaan!"

Xiao Yu bosen sembari mengitari di sekitar Altar. Ia tiba-tiba teringat bahwa ia tidak boleh membuang-buang waktu dan segera membangung bangunan lainnya. Seorang pemain elit sepertinya telah membuat kesalahan pemula!

Ia tidak akan bisa mengalahkan balatentara hanya dengan Blademaster. Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah melawan puluhan orang namun ia tidak akan bisa melakukan apapun jika ia menghadapi ribuan balatentara.

"Bangun Barrack." Perintah Xiao Yu. Ia sudah memiliki Great Hall dan sekarang ia dapat membangun Barrack.

"Anda membutuhkan pekerja sewa dalam rangka untuk membangun Barrack. Lima pekerja sewa diberikan secara cuma-cuma oleh sistem. Apakah anda ingin memanggilnya?" Respon suara sistem.

"Aku harus menggunakan tenaga kerja mereka untuk konstruksi. Ah! Baiklah, segera panggil mereka." Perintah Xiao Yu.

Tidak lama setelah itu 5 pekerja sewa muncul dari Great Hall.

Xiao Yu dengan penasaran melihat untuk waktu yang lama. Bahkan pekerja sewa dengan level yang paling rendah lebih kekar darinya.

Mereka memiliki kulit hijau, otot-otot yang kuat, taring dan mata besar. Mereka kelihatan seperti orc yang kekar dan ganas. Orang biasa akan ketakutan dan melarikan diri begitu bertemu dengan mereka.

Xiao Yu memerintah mereka untuk membangun Barrack sehingga ia tidak kehilangan waktunya.

Konstruksi Barrack memerlukan waktu setengah jam.

Xiao Yu menggosok-gosok tangannya bersamaan dengan siksaan menunggu bangunannya jadi.


...


...


Formasi sihir bersinar di sekitar Altar of Storm. Suara raungan menggema seraya sosok tinggi berdiri di atas Altar.

Sosoknya kekar dan memiliki kulit hijau. Ia memegang pedang panjang yang mana pedangnya dingin dan bersinar. Ia adalah Blademaster dari game.

"Oh ya Tuhan! Itu Blademaster." Xiao Yu tidak asing dengan para hero namun ia masih tetap terkejut ketika melihatnya dalam kehidupan nyata.

Blademaster melompat ke bawah dari Altar dan membungkuk: "Grom Hellscream menyapa tuan."

"Aku akan mengandalkanmu. Tanpa diduga ternyata jadinya Grom. Generasi pertama Blademaster." Xiao Yu gembira sembari melihat ke orc kuat yang lebih tinggi dua kepala darinya.

Xiao Yu melihat atribut Blademaster sekarang ini seraya Grom berdiri di sisinya.

Blademaster Statistics
Nama: Grom Hellscream
Ras: Orc
Level: 1
Atribut:
Kekuatan: 20
Kelincahan: 30
Ketahanan: 25
Kemampuan (dapat didapatkan): Wind Walk, Omnislash, Critical Strike
Poin kemampuan yang tersisa: 1 poin

Xiao Yu berjalan mengitari si Blademaster untuk beberapa putaran. Ia puas ketika mengamati orc itu. Keselamatannya akan meningkat beberapa kali ketika pengawal seperti itu berada di dekatnya.

Penampilannya yang semacam itu akan mengintimidasi siapapun.

Akan tetapi, pedangnya Blademaster karatan. Xiao Yu sangat-sangat tidak puas dengan pedangnya. Pedang itu nampak seperti kepingan besi.

"Perlengkapan dan atribut hero dapat ditingkatkan. Anda perlu untuk membangun toko pandai besi (War Mill) untuk meningkatkan senjata hero." Sistem menjelaskan. Sistemnya nampak seolah-olah mengerti pertanyaan yang muncul di pikiran Xiao Yu.

"Bagus sekali kalau senjatanya bisa ditingkatkan." Xiao Yu tertawa. Pembangunan berkelanjutan jauh lebih baik dari senjata yang akan menghilang setelah digunakan beberapa saat.

"Sisa poin kemampuan untuk Blademaster adalah 1 poin. Apakah anda ingin mendistribusikannya?" Tanya sistem.

"Kemampuan... Tentu! Kemampuan apa yang harus dipelajari? Terserahlah... Aku akan pilih Wind Walk. Itu akan meningkatkan kecepatan Blademaster dan dapat bergerak secara diam-diam!"

Xiao Yu membuat perintah untuk mendistribusikan poin dan membuat Blademaster mempelajari Wind Walk. Pada waktu yang bersamaan, kemampuan muncul di bar Blademaster.

Wind Walk (Level 1): Meningkatkan kecepatan 50%, serangan meningkat 10%. Bergerak diam-diam. Waktu jeda 5 detik.

"Player dapat mempelajari kemampuan hero. Anda memiliki dua poin tersisa. Apakah anda masih ingin mempelajari kemampuan?"

"Apa?!!! Aku bisa mempelajari kemampuan juga!" Xiao Yu terkejut dan membeku di tempat.

Disaat yang bersamaan, antarmuka permainan muncul kembali di pikirannya. Antarmuka menampilkan tampilan dirinya. Di sebelahnya adalah atribut dan kemampuan-kemampuan.




"Atribut-ku terlalu buruk! Kekuatan 4 dan kelincahan cuman 5. Tapi lihat, aku punya dua poin untuk kemampuan! Aku bisa mempelajari kemampuan-kemampuan hero." Xiao Yu tertawa seperti orang gila.

Orang-orang akan bermimpi untuk mempunyai kemampuan hero-hero Warcraft di kenyataan. Hari ini mimpi semacam itu menjadi nyata! Namun ia hanya memiliki dua poin kemampuan.

Hal paling pentingnya adalah Wind Walk. Aku jadi bisa mengintip saudari ipar-ku ketika mereka sedang mandi. Akan jadi lebih praktis buatku. Aku bisa datang diam-diam dan melarikan diri dengan mudah. Kemampuan ini ditujukan untuk mengintip! Hahahahahaha!


"Wind Walk." Xiao Yu tidak ragu-ragu seraya ia memerintah.

No comments:

DMCA.com Protection Status