Another World Player Bab 1 - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Another World Player Bab 1

December 27, 2017 Christian Tobing

Author: CTian

Chapter 1 : Dewa yang bermasalah

“Selamat Datang!!”

Sambutan selamat datang terdengar dari meja kasir. Mungkin dari beberapa hari ini, hanya itulah interaksi secara langsung yang aku rasakan semenjak interaksiku yang terakhir kali. Atau mungkin sudah beberapa minggu yang lalu yah? Hmm... kenapa aku jadi memikirkan itu sih, sudah cepat belanja dan pulang. Lagi pula, itukan hanya sapaan wajib setiap masuk minimarket, sepertinya aku saja yang terlalu memikirkan hal itu.

Mengambil keranjang belanja, aku pun berjalan menuju ke rak makanan lalu mengambil berapa mie cup, makanan kaleng, dan makanan instan lainnya. Sebenarnya aku bisa masak, hanya saja aku malas memasak, dan pemasukanku bulan ini kurang banyak, jadi aku memutuskan untuk menghemat. Seandainya aku mempunyai pekerjaan tetap, hidupku pasti tidak melarat seperti ini. Lagi.... pekerjaanku juga tidak bisa dibilang pekerjaan sih... memangnya ada yah pekerjaan yang kerjanya hanya main game dan setiap hari di rumah saja... menyedihkan.. untung saja aku masih bisa menghasilkan uang dari game ini. Sudahlah, beberapa hari ini kok aku jadi sering melamun yah? Atau aku sedang meratapi hidupku? Sepertinya aku harus cepat-cepat merubah pola hidupku sebelum aku jadi gila. Dan lagi minimarket ini sepi sekali, memang sudah larut malam sih, sepertinya hanya akulah gadis yang pergi ke minimarket jam segini, hanya untuk memenuhi kebutuhan perut.

“Hanya ini saja?”
“..Iya”
“Oke, semuanya jadi 980 Yen.”

Aku pun mengambil uang dari dompetku....... aku sampai sedih sendiri melihat isi dompetku.

“Bagaimana pekerjaannya? Apakah lancar?”
“Maaf, apa??”
Chiisa Tomori, umur 23 Tahun, seorang Pengganguran. Sesudah lulus kuliah memutuskan untuk mencari kerja di Tokyo. Pernah gagal saat sesi wawancara sebanyak 11 kali, wah angka yang cukup cantik yah untuk sebuah kegagalan. Sebenarnya kau sendiri sudah pernah bekerja selama kurang lebih setengah tahun, namun... memutuskan untuk berhenti, mungkin itu yang menjadi faktor kegagalan kenapa ditolak. Tidak sengaja mengenal dunia game, dan akhirnya menguasai beberapa game, lalu mulai berbinis di dalam game-game tersebut, Bisnis yang aku maksud sepertinya tidak usah aku jelaskan. Lalu...”

Ehhh tunggu dulu! S-siapa orang ini!? Kenapa dia bisa tahu persis siapa aku!? Stalker!? Tapi... bahkan cara pengenalannya mungkin lebih baik daripada aku mengenalkan diriku sendir... tunggu dulu, itu kukesampingkan dulu... Sekali lagi aku bertanya-tanya, siapa orang ini!?

“Hmm.... kau pasti bertanya-tanya yah siapa aku dan kenapa aku bisa tahu tentang dirimu?”

Hah!? Dia bisa membaca pikiranku?

“Iya~ itu mudah saja kok.”

Kosongkan pikiran, kosongkan pikiran!

“Aku masih bisa mendengarmu~”

Sepertinya aku harus lari dari sini, aku pun berbalik badan dan berlari sekuat tenaga.

“Tunggu!”

Setelah mendengar teriakan itu, badanku langsung membeku kaku ditempat, rasanya seperti diikat oleh tali yang tidak terlihat. Orang ini, sebenarnya dia siapa sih!?

“Biarkan aku berbicara terlebih dahulu, aku belum selesai bicara.”
“S-siapa kau!?”
“Ohhh, maafkan diriku yang lantang ini sampai lupa mengenalkan diri. Namaku Gaia Mesfritovian, hmm.... bisa dibilang aku ini adalah seorang Dewa~~”

D-Dewa dia bilang!?

“A-apa yang ingin kau lakukan? Lepaskan aku atau aku akan berteriak!”
“Silahkan saja, tapi saat ini mungkin tidak akan ada orang yang bisa mendengarmu.”
“TOLONG!! TOLONG!! TOLONG AK-!!”
“Ssssttt.... aku tak mau suaramu habis.”

Seperti angin yang berhembus, sosoknya pun sudah berada didepanku dan mengancungkan jarinya kebibirku. C-cepat sekali orang ini, aku sama sekali tak melihat gerakannya!

“Hmm... bibirmu lembut juga yah~”
“Le-lepaskan!”
“Oh ya, maaf. Oke aku ingin masuk ke intinya saja. ‘Aku ingin kau mencoba suatu game.’”

Game
dia bilang? Jika kau ingin aku memainkan game untukmu, kenapa tidak bilang saja sih, kenapa harus sampai seperti ini!?

Game!?  Kau ingin aku memainkan sebuah game untukmu kan? Cepat bilang saja, dan cepat lepaskan aku! Kau tak membayarku juga tak apa-apa!”
“Hmm? Bukan-bukan, sepertinya kau salah menangkap perkataanku. Maksudku kau bukan memainkan sesuatu untukku, hanya mencoba suatu game, bisa dibilang game ini adalah game  buatanku.”
“..... Maaf... tapi apa kau bisa melepaskan aku dulu dari keadaan ini... aku tak bisa berpikir dengan baik di keadaan seperti ini... aku janji takkan kabur...”
“Oke~”

Aku pun terlepas dari ikatan yang tak terlihat itu.

“Hyatttt!!!!!”

Aku pun melakukan tendangan berputar tepat di depannya. Dengan jarak seperti ini pasti sulit untuknya untuk menghindar. Untung saja aku sempat belajar macam-macam ilmu bela diri.... gini-gini aku bisa melalukan beberapa bela diri, dan aku ahli beberapa di antaranya.
Benar dia tak menghindar, kakiku pun tepat mengenai mukanya....
ARGHH Kakiku!! Aku menendang apa sih!? Besi!?

“Wahh wahh... hebat sekali tendanganmu tadi, memang kau benar kau tidak akan kabur, tapi ternyata malah balik menyerangku. Tuh kan kakimu jadi terluka, sini aku obati.”
“Jangan mendekat!!”
“Ehhh?? Baiklah~”

S-sebenarnya mahluk apa dia ini.... Aku pun sudah pasrah dengan keadaanku sekarang dan mencoba mendengarkannya terlebih dahulu.

“......”
“Sudah tenang yah? Oke aku akan menyelesaikan kalimatku. Mainkanlah Game-ku~~ Itu kiasan dari maksudku yang sebenarnya, maksudku sebenarnya adalah... Hiduplah di Duniaku.”
“..... Kau bicara apa sih?”
“Ahhh aku memang terkenal tak bisa berkomunikasi dengan benar sih. Tadinya aku berbicara, “Aku ingin kau mencoba suatu game” maksudnya biar seperti suatu event besar, biar terdengar keren, kau mengerti maksudku kan?”
“..... Tidak.... tidak sama sekali.....”

Oke... orang ini sangat aneh...

“Begitu yah... ya sudahlah aku menyerah saja deh...”

Heehh!!? Sudah sampai seperti ini tiba-tiba sudah mau menyerah!? Setidaknya kalau memang niat melakukan sesuatu semangat dikit kek!!!

“B-e-r-c-a-n-d-a~”

Dia pun menjentikkan jarinya, dan tiba-tiba kami berdua sudah berada dalam ruangan hitam yang kosong, benar-benar hitam, bahkan aku tidak  bisa melihat lantai ataupun dinding. Ini mimpi kan!? Ini cuman mimpi buruk kan!?

“Ternyata lebih sulit dari apa yang kuperkirakan..”
“A-apa?”
“Iya, mengajakmu ternyata susah juga yah.”
“...Sebenarnya, apa yang kau inginkan dariku?”
“Ya dirimu."

Sepertinya ini bukanlah mimpi. Aku pun akhirnya dengan sangat terpaksa menerima kenyataan yang aneh ini, dan mulai berpikir jernih. Setidaknya sampai sekarang ini aku masih hidup.

“Biarkan aku memperjelas ini semua. Intinya kau adalah “Dewa”, aku masih belum mengerti bagian tersebut, dan kau ingin aku masuk ke dalam “dunia” yang kau sebut milikmu, dan tinggal di dunia itu kan? Sisanya mungkin masih kurang jelas tapi intinya ya seperti itu kan?”
“Wahhh gadis ini memang cepat menangkap sesuatu dengan baik yah, dan nampaknya kau sudah mulai terbiasa dengan situasi ini, memang tak salah aku memilihmu.”
“Lalu apa imbalannya? Dan kenapa harus aku?”
“Sepertinya ada yang mulai tertarik nih~ Oke aku akan menjelaskan semuanya secara mendetail.”

Lagi-lagi dia menjentikkan jarinya, dan lagi-lagi kami sudah berpindah tempat, kali ini kami melayang di atas langit!? Aku pun berpikir demikian, karena dari bawah kakiku aku dapat melihat pohon-pohon tinggi berdiri, dan sebuah pemukiman yang tidak jauh di antaranya. Tapi terlihat pemukiman itu tidak seperti pemukiman di Jepang pada umumnya, lebih tepat disebut sebuah Desa yang biasa terdeskripsi oleh buku-buku dongeng. Jadi ini dunia yang dia maksud? Sebuah dunia fantasi entah berantah?

“Selamat datang di dunia-ku!!~”

Aku pun akhirnya menerima fakta kalau dia adalah seorang Dewa... ya.. “Dewa yang bermasalah”."

Previous Chapter - Daftar Isi - Next Chapter

No comments:

DMCA.com Protection Status