Ore No Pet wa Seijo-sama Bahasa Indonesia Chapter 29 - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ore No Pet wa Seijo-sama Bahasa Indonesia Chapter 29

December 02, 2017 Reisen

Chapter 29 - Seperti Sekolah SMA

Translator : Reisen




Hari itu seperti hari-hari yang biasanya.

Setelah menyelesaikan latihan pagi mereka seperti biasa, Tatsumi dan Verse berencana untuk makan siang bersama Calcedonia di tempat biasanya. Kemudian hal itu terjadi.

“P-Permisi...A-Apakah anda ini Tatsumi Yamagata...?”

Tiba-tiba suara serak seorang gadis (TLN : young girl kalau diartikan gadis muda agak gak enak) terdengar dari arah belakang, Tatsumi berbalik.

Seketika itu ia melihat seorang gadis muda, mungkin umurnya sama dengannya, atau mungkin agak sedikit lebih muda.

Rambutnya terurai berwarna coklat kemerahan dan bermata abu-abu muda dengan sedikit kebiruan. Walau dia tidak bisa dibilang cantik tiada dua, ia memiiki aura disukai oleh sekitarnya dari penampilannya itu.

“Huh? Ah, iya. Itu aku tapi...?”

Dari seragam dan bentuk lambang suci yang dikenakannya, dia harusnya juga sama-sama seorang Pendeta Junior seperti Tatsumi dan Verse.

Tapi meskipun dia yang memanggil Tatsumi duluan, Tatsumi sendiri sama sekali tidak ingat.

“Oh syukurlah, untung saja.... Saya dengar anda memiliki rambut dan mata berwarna hitam... tapi saya gugup kalau nantinya salah orang... hufft, untung saja...”

Gadis tersebut sambil malu-malu menghela nafas lega. Tapi kemudian seketika ia akan teringat sesuatu, ekspresinya berubah panik.

“Maaf atas kelancangan saya. Nama saya Khooli, seorang Pendeta Junior. Saya datang kemari karena mendapat pesan dari Calcedonia-sama.”

“Chiikonya... Maksudku, Calcedonianya....?”

Gadis yang memanggil dirinya Khooli mengangguk semangat.

Hari ini, sepertinya Calcedonia terburu-buru keluar untuk menuju ke mansion orang bangsawan tertentu.

Rupanya seorang wanita tua dari rumah tersebut yang merupakan kenalannya memiliki masalah kesehatan.

Setelah mendapatkan request penyembuhan dari pelayan wanita tua tersebut, Calcedonia pergi untuk bertemu dengannya.

Karena itu, ia menyuruh Khooli yang dekat dengan Calcedonia untuk memberi tahu Tatsumi bahwa ia tidak dapat bergabung dalam makan siang hari ini.

“Jadi gitu, karena di sebelah sini gak ada SMS atau HP, jadi kalian kalau tiba-tiba ada perubahan rencana mengandalkan komunikasi verbal yaa.”

Mungkin ada sihir buat memindahkan pikiran, tapi ia masih belum mendengar adanya sihir tersebut dari Calcedonia maupun Giuseppe.

Jika memang ada, karena ini Calcedonia, dia akan segera langsung memberi tahu Tatsumi akan sihir tersebut.

Atau mungkin bisa jadi sihir tersebut memang ada tapi Giuseppe dan Calcedonia tidak mengetahuinya.

“Jadi, Calcedonia-sama menyuruh saya untuk memberikan ini pada anda...”

Setelah mengatakan demikian, Khooli memberikan kantong makanan yang biasa Calcedonia bawa ketika makan siang.

“Calcedonia-sama mengatakan padaku bahwa ia akan makan siang bersama nona dalam mansion, jadi Calcedonia-sama tidak apa-apa kalau Tatsumi-sama memakan ini duluan.”

“Terima kasih. Dan anda, Khooli-san kan? Kita berdua sama-sama Pendeta Junior jadi tidak usah memakai kata ‘-sama’. Panggil saja aku Tatsumi.”

Setelah mengambil kantung makanan yang diberikannya tersebut, ia langsung melambaikan tangannya cepat-cepat tanda sangat menolak.

“G-Gak mungkin aku bisa melakukannya!! Tatsumi-sama kan calon suami dari Calcedonia-sama? Dan Pendeta Tertinggi Chrysophrase-sama juga mengajar anda secara privat, semua orang tahu ini!! Bahkan meskipun kita berdua sama-sama Pendeta Junior sekarang, di masa depan nanti anda pasti akan menjadi seseorang dengan status tinggi di kuil ini!! Dibandingkan dengan saya, perbedaan statusnya besar sekali!!”

“Eh!? Orang-orang melihatku kayak gitu!?”

Setelah Khooli berkata panjang lebar, Tatsumi malah yang sekarang menjadi sangat terkejut. Ia langsung melihat ke arah Verse, yang bereaksi dengan mengangkat kedua pundaknya sambil menghela nafas.

“Apa kayaknya kamu aja yang gak tahu? Sudah ada beberapa rumor tentang kalian berdua lho.”

Pendeta tertinggi kuil ajaran Savaiv bersusah payah mengundang seseorang dari negeri kejauhan untuk mencarikan pasangan cucu tercintanya.

Dibimbing langsung oleh Pendeta Tertinggi, di masa depan kelak ia telah dipastikan akan mendapat posisi pemimpin di kuil ini, mungkin saja sebagai penerus Pendeta Tertinggi.

Dia memiliki mana yang tak terbayangkan banyaknya, dan di masa depan kelak ia pasti akan menjadi si legenda <<Grand Mage>>*.

(TL Notes : 大魔道師Dai madō-shi, penyihir legenda)

Tidak hanya ia hebat dalam ilmu sihir, ia juga memiliki kemampuan yang luar biasa sebagai ahli pedang, dan mungkin akan bisa menjadi seorang Komandan Tinggi Ksatria Pendeta di masa depan.

Dia mengalahkan Morganeich yang sebelumnya adalah kekasih Calcedonia, dan menculiknya pergi!!

Dan sebagainya dan sebagainya. Rumor-rumor yang berlebihan, rumor-rumor tanpa basis, dan banyak yang digabung-gabungkan menyebar tidak hanya dalam kuil, melainkan juga sampai seluruh Levantes.

Dan juga, rupanya ada beberapa rumor dalam kalangan bangsawan, bahkan beberapa bangsawan ternama mendatangi Giuseppe untuk bertemu Tatsumi secara langsung.

“Sekarang ini kamu menjadi seorang super star, dalam hal baik dan buruk.”

Di ejek Verse sambil menyengir seperti itu, Tatsumi merasa dirinya ditumpahi air dingin.




“Maaf karena merepotkan yaa. Masalah ini sebenarnya tidak terlalu mencemaskan, tapi para pelayan dengan panik memanggilmu...”

Seorang wanita tua yang terbaring di atas kasur berkata pada Calcedonia dengan senyum ramahnya.

“Tidak apa-apa, saya tidak keberatan. Saya telah sering diasuh madam sejak aku masih kecil. Jika ada masalah tolong segera hubungi saya. Saya akan berusaha semaksimal mungkin.”

Setelah diberi sihir <<Penyembuhan Penyakit>>*, wanita tua tersebut beranjak duduk di atas kasur setelah badannya agak membaik.

(TL Notes : 病気治癒 Byōki chiyu)

Wanita tua tersebut bernama Eleesha Coulotte. Ia adalah ex madam atas rumah Coulotte, dan istri almarhum Duke (TLN : bangsawan tinggi, mungkin kalau di bhs indo kan jadi adipati) yang telah berpulang ke sisiNya. Setelah anaknya melanjutkan gelar Duke dari almarhum ayahnya tersebut, Eleesha pensiun. Di hari-hari sekarang ini ia menghabiskan sisa-sisa waktu terakhirnya di sini.

Tetapi meskipun ia telah pensiun, ia masih memiliki hubungan besar di lingkaran kebangsawanan Kerajaan Largofiely. Terutama dalam lingkaran perempuan-perempuan seperti anak perempuan bangsawan dan para madam-madam kearistokratan.

Jangkauannya sangat luas sampai-sampai ada yang bilang, ‘jika ex madam rumah Coulotte berkata sesuatu, bahkan kepala ratu pun bisa kepenggal.’ Ia akan selalu dihormati, dan di saat yang sama ditakuti oleh para wanita bangsawan kerajaan Largofiely.

Tapi bagi Calcedonia, ia tidak lebih dari sekedar ‘nenek baik yang selalu merawat dan memanjakan dirinya sejak kecil.’ Ia melihatnya sebagai teman lama kakeknya (atau ayah angkat) yang sangat memiliki kemampuan bersosialisasi tinggi.

“Sihirmu masih benar-benar sangat efektif yaa. Ngomong-ngomong...”

Senyum Eleesha berubah dari senyum ramah menjadi senyum jahil.

“Aku sudah dengar lho? Akhirnya kamu sudah mau berumah tangga?”

“Oh, apa beritanya telah sampai ke telinga madam?”

Calcedonia terkejut. Meskipun demikian mata dan senyumannya terlihat jelas sedang bahagia, dan Eleesha mengetahui itu.

“Iya... Dan sepertinya kamu telah menemukan pasangan yang cocok. Sebenarnya, aku mau kau menikahi cucu-cucuku atau salah satu lelakinya tapi...”

Hingga sekarang, Eleesha telah membawa surat lamaran pernikahan kepadanya beberapa kali.

Mulai dari cucunya, ia mencoba untuk memasangkan Calcedonia dengan anak-anak dari rumah-rumah bangsawan yang sudah pasti memiliki masa depan cerah.

Hal ini bukan karena ia mau Calcedonia, si <<Holy Maiden>> kuil Savaiv mengikat hubungan darah dengan bangsawan, tetapi hanya mencemaskan kalau nantinya Calcedonia telah berumur diluar batas pernikahan.

Karena mereka mengetahui ini, kedua Calcedonia dan Giuseppe selalu merasa bersalah ketika menolah surat lamaran yang dibawa Eleesha, tidak seperti yang lain.

“Tapi, melihat ekspresimu, ku rasa dia bukan laki-laki kasar. Naa, bisa beri tahu aku siapa dia? Lelaki luar biasa seperti apa dia, pasangan yang engkau pilih?”

“Baiklah!!”

Lalu, Calcedonia dengan ekspresi yang sangat berbinar-binar berbicara pada Eleesha tentang lelaki yang akan menjadi suaminya itu.

Awalnya setelah mendengar Calcedonia berbicara, Eleesha sendiri juga ikut merasa senang. Tapi makin lama Calcedonia berbicara yang itu terasa tidak berhenti-henti, senyumannya menjadi kaku, dan akhirnya wajahnya dikelilingi garis-garis hitam semakin muram. Seperti itu lamanya Calcedonia berbicara akan pasangannya tersebut.




Tatsumi dan Verse pergi setelah memberikan terima kasih pada Khooli.

Sekarang ini, mereka tidak sedang berjalan menuju tujuan sebelumnya yang mana itu adalah halaman, tetapi ruang berantakan* (TLN : Di ch-ch sebelumnya kayaknya ini di TL kantin, jadi seterusnya akan di TL kantin)

Karena Calcedonia tidak bersama mereka, mereka pikir ada baiknya sekali-sekali pergi ke kantin seperti anak-anak lain.

Mereka berdua berjalan menuju ke kantin sambil membawa kantung makan siang yang disiapkan Calcedonia dan diantarkan oleh Khooli.

Karena sekarang baru saja waktu makan siang, kantin hampir sepenuhnya ramai. Tapi bukannya tidak ada kursi yang kosong sama sekali.

Berpikir dimanakah mereka berdua akan mencari kursi yang kosong? Seketika itu, seseorang mengetahui keberadaannya.

“Huh? Itu kan Tatsumi dan Verse? Apa kalian berdua tidak makan siang dengan Calcedonia-sama seperti biasanya?”

Sambil menoleh ke arah tempat suara tersebut terdengar, mereka melihat 3 wajah yang familiar.

“Niez, Sargo, Schero? Jadi kalian di sini juga.”

Mereka juga bisa dibilang sebagai angkatan Tatsumi dan Verse. Beberapa orang yang dapat menyelesaikan latihan rutin bersama dengan Tatsumi dan Verse, sesama prajurit latihan (TLN : cadets?)

Ngomong-ngomong, mereka bertiga memiliki wajah yang mirip tapi bukan triplet (TLN : kembar 3). Mereka saudara yang lahir berselang 1 tahun masing-masingnya.

Mereka bertiga memiliki warna rambut coklat tua, dan mulai dari yang tertua, Niez berumur 17 tahun, Sargo 16 tahun, dan Schero 15 tahun.

Mereka semua adalah anak ke 2, 3, dan 4 dari rumah pedagang kecil dan tidak tinggal di dalam kuil sebagai pendeta. Mereka adalah orang-orang yang datang dari luar kuil setiap harinya untuk berlatih sebagai ksatria pendeta.*

(TL Notes : bingung translatenya gimana, semoga anda pembaca mengerti)

Di zaman-zaman ini yang jauh lebih berbahaya dibandingkan zaman modern Jepang, bahkan dari golongan rakyat biasa sekalipun harus mengetahui berbagai cara agar dapat melindungi badan mereka sendiri.

Kuil di sini mengajarkan seni combat bagi mereka-mereka itu.

Tapi tentu saja, tidak banyak orang yang datang ke kuil yang dikenal Dewa Pernikahan dan Dewa Panen untuk mencari seni combat dan persenjataan.

Orang-orang yang ingin belajar bertarung untuk melindungi mereka sendiri akan selalu menuju ke kuil Dewa Matahari dan Cahaya, Pelindung Hukum dan Aturan, juga disebut Dewa Perang, Golaiva.

Sehingga orang-orang seperti Niez yang datang berkunjung ke kuil Savaiv untuk berlatih sebagai ksatria pendeta sangatlah langka.

Karena yang akan mewarisi bisnis mereka adalah anak tertua, mereka pikir mereka harus melanjutkan hidup sebagai ksatria pendeta, atau jika itu tidak berhasil maka akan menjadi pemburu monster. Karenanya mereka ikut dalam pelatihan tersebut.

Lalu mengapa mereka malah datang ke kuil Savaiv dan tidak ke kuil Golaiva? Salah satu alasan adalah dekat dengan rumah. Dan alasan lain mereka berharap dapat mendekat dengan si legenda <<Holy Maiden>> kuil Savaiv. Dan yep, seperti remaja-remaja lain, mereka juga punya pikiran-pikiran eheemm.... ‘kotor’.

Tapi yaa, pikiran-pikiran tersebut tidak disangkanya menjadi berhasil setelah berteman dekat dengan Tatsumi.

Setelah diberi isyarat untuk duduk, Tatsumi dan Verse menuju ke tempat mereka yang memang tempat tersebut kosong.

“Jadi, kenapa? Kok kalian gak bersama Calcedonia-sama?”

“Hmm sepertinya Chiiko pergi buru-buru untuk menjalankan request penyembuhan. Karena itu kami berdua kemari.”

Tatsumi menjelaskan pada mereka sambil mengeluarkan makan siang yang dibuat Calcedonia dari dalam kantung makanan.

Tapi tentu saja, ketiga saudara tersebut benar-benar tidak mendengarkan penjelasan Tasumi dan diam-diam memandangi makan siang Tatsumi.

Makan siang tersebut diletakkan di atas meja. Dengan kata lain, itu adalah makan siang, yang kali ini adalah Sandwiches, dibuat langsung oleh Calcedonia. Juga ada beberapa potongan buah-buahan yang bentuknya mirip dengan apel pear.

Sebuah Sandwich sederhana. Rotinya panjang dan sempit terlihat mirip seperti roti France, dan ada daging masakan serta sayuran di tengahnya. Akan tetapi karena Calcedonia lumayan pintar dalam memasak, Tatsumi dan Verse sangat menyukainya.

“Seperti biasanya, terima kasih karena telah memberi makanan yang lezat ini, Calcedonia-sama. Saya berjanji tidak akan mengangkat kepala saya di depan anda.”

Menepuk kedua tangannya, Verse memulai berdoa. Tapi yang didoakan bukan Dewa, melainkan <<Holy Maiden>>.

Dan setelah itu, ia mengambil sepotong sandwich dan mulai memenuhi pipinya dengan itu.

Ke tiga saudara masih terus melihati Verse. Mulutnya? Ngiler bagaikan banjir.

“Ah...... Kalau kalian mau, apa kalian mau se...dikit?

Seketika Tatsumi menjulurkan tangannya dengan Sandwich, wajah mereka bertiga langsung berbinar.

“””Berikan Padaku!!!”””

Suara mereka terdengar bersamaan, sambil langsung menerkam sandwich layaknya hewan yang sedang kelaparan.

“I-Ini!! Buatan tangan Calcedonia-sama...”

“Enaakk!! Dan karena ini buatan Calcedonia-sama sendiri, rasanya semakin enakk!!”

“Terima kasih Tatsumi!!! Enggak, Tatsumi-sama!! Jika aku bisa memakan makanan enak seperti ini setiap hari, aku tidak keberatan jika aku menjadi budakmu sekalipun!!... Bukan, aku mau jadi budak Calcedonia-sama!!”

“Enggak-enggak, Chiiko dan aku lagi gak butuh budak sekarang ini...”

Setelah Tatsumi memberikan tsukkominya, Verse dan ketiga temannya tersebut tertawa bersama-sama. Tatsumi juga, ikut tertawa kemudian.

Memang benar, tinggal bersama Calcedonia adalah sebuah momen yang sangat membahagiakan bagi Tatsumi.

Tidak dapat disangkal lagi bahwa rumah Tatsumi di dunia ini bersama Chiiko adalah hal yang nyaman dan tentram baginya. Membuat dirinya menjadi lebih tenang.

Tapi untuk hal yang seperti ini, mempunyai teman seperti Verse dan si tiga bersaudara, berbicara hal-hal yang tidak jelas dan bersemangat pada hal yang tidak jelas pula memiliki poin kebahagiaan yang berbeda dibanding dengan dirinya bersama Calcedonia.

Benar, hal tersebut seakan seperti di dalam kelas saat bangku sekolah, berbincang-bincang pada teman sekelas dengan topik yang tidak jelas tanpa ada rasa stress sedikit pun.

Kalau dilihat-lihat, kelima laki-laki di sini umurnya hampir sama. Di Jepang, mereka tepat berada pada masa-masa SMA.

Seakan mereka ini siswa SMA, ngobrol-ngobol yang menyenangkan seperti ini adalah kehidupan harian yang selayaknya terjadi.

“Eh, tahu gak kalau ada anak di kelas kita yang baru-baru ini dapet pacar?”

“Idol yang di majalah Gravure itu bikin sempit!! Aku mau menyentuhnya langsung, Langsung!!”

“Aku nemu toko Ramen baru waktu aku pulang kemarin-kemarin, dan makanannya enak bener. Mau cek pulang sekolah nanti?”

“Eh Eh, apa kamu gak mau buruan nembak ke dia? Kamu harus bertindak cepat bro!”

Bagi siswa SMA, dialog-dialog ini adalah hal-hal yang normal.

Tetapi Tatsumi tidak memiliki pengalaman yang seperti itu. Bagi Tatsumi yang keberadaannya sangat tipis sekali di sekolah, ia tidak punya yang namanya teman dekat.

Akan tetapi sekarang, walaupun ia berada di dunia yang berbeda, ia memiliki grup yang bisa membuatnya berbicara riang gembira.

Verse, dan Niez bersaudara, ini semua berkat Chiiko yang memanggil dirinya ke dunia ini.

Teman yang ia tidak miliki di dunia lamanya.

Tatsumi berterima kasih pada Calcedonia lagi, lagi, dan lagi karena memberikan kesempatan bagi dirinya untuk bertemu mereka, sambil ia terus melanjutkan percakapan bodoh tapi menyenangkan tersebut dengan teman-teman barunya itu.




“.....Makasih. Kurasa aku sudah sepenuhnya mengerti orang yang bagaimana pasanganmu itu...”

Eleesha berkata tanpa harus menyembunyikan ekspresi lelahnya itu.

“A-Aku benar-benar minta maaf....Bodohnya aku, aku agak sedikit berlebihan....Berbicara tentang master... maksudku Tatsumi-sama seperti ini tanpa mempedulikan kesehatan madam...”

Menjatuhkan pundaknya, Calcedonia merasa benar-benar malu dan bersalah.

“Tidak perlu terlalu dicemaskan. Lagian, aku sudah benar-benar, dan sepenuhnya mengerti bagaimana kamu menyukai laki-laki ini. Hmmm, manis bener*.”

(TL Notes : sebenarnya dia ngomong ごちそうさまgochisōsama)

“....Uuuuuu....”

Eleesha menunjukkan senyuman jahil, tapi sambil ada rasa senang sambil melihat Calcedonia, yang wajahnya menjadi merah, menggeliat meletakkan kedua tangannya di pipinya.

Setelah itu, Calcedonia ikut makan bersama Eleesha sambil berbicara tentang hal ini dan itu. Setelah makan, Calcedonia berpamitan dan meninggalkan mansion.

Sambil melihati kereta angkut kuil semakin menjauh dari jendela ruangannya, Eleesha mulai berpikir kembali tentang Tatsumi yang benar-benar telah menaklukkan Calcedonia tersebut.

Eleesha sendiri tahu bagaimana Calcedonia sejak dari kecil. Jadi ia pun tahu tentang “Laki-laki dalam mimpi” yang Calcedonia selalu bicarakan.

Dan Calcedonia mengatakan jika ia berhasil memanggil “Laki-Laki dalam mimpi”nya tersebut. Eleesha mengetahui bahwa Calcedonia selalu meneliti tentang sihir pemanggilan, tapi untuk benar-benar berhasil melakukannya, ia sangat terkejut.

Bahkan seseorang seperti Eleesha sekalipun menganga lebar ketika mendengar berita itu.

Tentu, Eleesha sendiri tidak ada maksud untuk memberi tahu siapapun bahwa Tatsumi adalah orang yang dipanggil.

Tidak perlu dikatakan lagi jika hal itu ia lakukan, jika orang-orang mengetahui bahwa Calcedonia berhasil melakukan sihir legendary pemanggilan, ia akan menjadi pusat perhatian, dari sisi baik dan sisi buruk.

Tapi bagaimanapun itu, Eleesha tetap semakin tertarik dengan si orang yang ‘dipanggil’ Tatsumi tersebut.

Dari yang ia tahu, Calcedonia tidak pernah memiliki pengalaman cinta sebelumnya. Bagi lelaki yang pengalaman cintanya lebih sedikit dari Calcedonia, harusnya tidak bisa membuat Calcedonia benar-benar jatuh cinta seperti itu.

Eleesha benar-benar sangat mengerti bagaimana Calcedonia selalu terobsesi dengan “Lelaki dalam mimpinya”nya sejak ia masih muda.

Tapi “Lelaki dalam mimpi” tersebut bisa jadi tidak sebaik yang Calcedonia selalu katakan dan pikirkan.

“....Rupanya ada baiknya jika aku harus menguji laki-laki yang bernama Tatsumi ini...Apa ada orang di sini?”

Seketika setelah Eleesha menepukkan tangannya, pelayan umur pertengahan muncul di sisinya.

Dia adalah “Alat yang sangat Loyal” yang akan melakukan perintah apapun dari Eleesha, bagaimanapun perintah tersebut.

“Cari tahu bagaimana perawakan dan karakter dari Pendeta Junior yang bernama Tatsumi Yamagata dari kuil Savaiv secepat mungkin. Gak peduli dengan cara apa kamu melakukannya.”

Tanpa melihat ke arah si pelayan, Eleesha dengan tenang memberi perintah.

Dan si pelayan yang disuruh tersebut, setelah membungkuk sedikit dan menjawab dengan satu kata ‘mengerti’, pergi meninggalkan ruangan.

Ketika merasakan keberadaan si pelayan semakin tipis dan tipis padahal itu adalah akting si pelayan yang sengaja menipiskan keberadaannya agar ia tidak dapat dirasakan Eleesha berbisik kecil.

“Tatsumi Yamagata...kan? walau aku tidak berpikir bahwa lelaki ini yang bahkan sampai mendapatkan persetujuan oleh Giuseppe melakukan hal yang aneh-aneh tapi.....Giuseppe sialan ini, pasti kalau topiknya Calcedonia, dia terlalu memanjakannya....Kalau.....Kalau saja Tatsumi Yamagata ini benar-benar bertindak untuk menipu Calcedonia....”

Calcedonia adalah seseorang yang ia manjakan layaknya cucu sendiri. Dan jika memang Calcedonia ditipu oleh orang yang dicintainya maka....

Tidak peduli seberapa besar Calcedonia akan membencinya, dia akan menghancurkan semua itu!

Dan tentu saja, Eleesha tidak akan memaafkan lelaki yang akan menipu Calcedonia.


“...Di saat itu siapkanlah dirimu. Aku akan melakukan segala cara untuk menghapus keberadaanmu dari kerajaan ini.”

Previous Chapter - Daftar isi - Next chapter

No comments:

DMCA.com Protection Status